BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN DAN INTERPRETASI DATA
4.2. Profil Informan …
4.3.1. Fungsi Wira Koperasi Satolop dalam Pemberdayaan Mayarakat
4.3.1.4. Peran Sebagai Fasilitator Dalam Menjalin Kemitraan Dan
Suatu organisasi yang bersifat sosial, politik & ekonomi tidak mampu berdiri sendiri, karena membutuhkan bantuan orang lain atau organisasi lain dalam rangka meningkatkan kegiatan usahannya begitu juga koperasi. Koperasi memerlukan kerjasama untuk mencapai tujuan dan meningkatkan kegiatannya guna mensejahterakan anggota maupun merealisasikan tujuan umumnya yaitu mensejahterakan masyarakat.
Koperasi – koperasi pada dasarnya mengemban misi yang sama, yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Untuk mencapai tujuan yang sama tersebut perlu adanya kerjasama koperasi, yang
mana koperasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kerjasama antar koperasi dimaksudkan untuk saling memanfaatkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan masing – masing, sehingga hasil akhir dapat dicapai secara optimal.
Kerjasama antar koperasi dapat dilakukan ditingkat lokal, nasional, maupun internasional. Dan diharapkan dengan adanya kerjasama koperasi ini , koperasi akan lebih berperan secara maksimal dalam masyarakat. Apabila sudah terjalin kerjasama dengan baik diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi percapaian tujuan ekonomi anggotanya. Sehingga dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi baik dalam ruang lingkup individu, organisasi,maupun dalam masyarakat secara menyeluruh.
Wira koperasi Satolop menyadari keberadaannya sebagai suatu koperasi yang mengemban visi dan misi yang sama dengan koperasi lainnya. Bahkan memiliki misi yang lebih besar dengan posisi sebagai koperasi yang memfokuskan kinerja dalam pemberdayaan masyarakat petani kopi. Sehingga, kerjasama yang dilakukan oleh Wira Koperasi Satolop merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kegiatan usahanya dibidang produksi dan peningkatan pendapatan anggota.
Wira Koperasi Satolop telah menjalin kerjasama dengan beberapa kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta. Kerjasama ini diharapkan bisa mempublikasikan Wira Koperasi kepada masyarakat sehingga semakin banyak masyarakat yang ikut bergabung ke Wirakop, memberikan cadangan dana modal yang akan digunakan untuk kegiatan operasional agar berjalan lancar dan berkembang.
Sehingga, tujuan mensejahterakan anggota khususnya masyarakat petani kopi dapat dicapai dan terjadi peningkatan taraf hidup masyarakat dibidang ekonomi dan sosial.
Berikut penuturan informan penelitian Bapak Parsaoran Sihombing, Laki-laki, 30tahun selaku Pengurus Wirakop Satolop :
“...kita sadar betul bahwa kebutuhan anggota bahkan seluruh perangkat koperasi merupakan hal yang harus kita penuhi dan menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu kita menjalin kerjasama baik dengan pihak swasta maupun pemerintah. Kita juga bekerja sama dengan koperasi lainnya, baik yang didaerah sumatera utara ataupun diluar daerah...”(Parsaoran Sihombing,Laki-laki,30)
Pada dasarnya kerjasama koperasi dilakukan semata-mata untuk saling melengkapi, yaitu menutupi kelemahan masing-masing dan meningkatkan keuntungan bersama. Bentuk kerjasama yang dilakukan koperasi mencakup bidang usaha antar koperasi, kerjasama bukan dibidang koperasi, dan kerjasama koperasi dengan lembaga bukan koperasi.
Seperti penuturan Ibu Dine Siahaan, Perempuan, 32tahun selaku Sekretaris Wira Koperasi Satolop :
“...kita mengadakan kerjasama dengan beberapa pihak untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan koperasi. Kan kita butuh dana operasional dek, butuh modal untuk kita salurkan kepada anggota. Kalo cuma dana dari anggota yang kita olah kan, kadang ga mencukupi. Jadi kita buat kerjasama dengan pemerintah dalam hal pendanaan dan juga pihak-pihak luar koperasi. Walaupun pada dasarnya Wira Koperasi Satolop menjunjung kemandirian dalam pelaksanaan setiap kegiatan,
namun kerjasama yang kita jalin juga guna peningkatan pelayanan terhadap anggota koperasi...”(Dine Siahaan,Perempuan,32)
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ibu Laudur Silaban, Perempuan, 37tahun :
“...untuk lebih mengoptimalkan kualitas para pegawai / pengurus Wira Koperasi Satolop, wirakop satolop bekerja sama dengan beberapa pihak. Misalnya kan dek, dalam mengadakan penyuluhan tentang pertanian nanti orang-orang pelatihnya nanti di undang dari dinas koperasi atau dari pengurus koperasi lain yang memiliki kemampuan dibidang bertani khususnya bertani kopi. Kegiatan penyuluhannya biasanya dilaksanakan 3bulan sekali. Trus kerjasama dengan pihak swasta PT. Pupuk Sinon dalam memenuhi ketersediaan alat produksi dan pupuk...”(Laudur Silaban,Perempuan,37)
Wira Koperasi Satolop juga memberikan kontribusi dalam bekerjasama dengan koperasi-koperasi lain. Seperti penuturan dari informan peneliti Ibu Dorlan Manalu, Perempuan, 29tahun selaku Manager Wira Koperasi Satolop :
“...wirakop satolop merupakan pelopor koperasi berbasis kewirausahaan dan beberapa koperasi menjalin kerjasama dengan kita untuk menjadi contoh dan memberikan pembinaan bagi koperasi yang ingin membentuk koperasi yang bukan hanya sekedar simpan pinjam. Dengan kata lain koperasi yang juga bergerak dengan merencanakan program-program untuk lebih mensejahterakan anggotanya...”(Dorlan Manalu, Perempuan,29)
Berdasarkan penuturan informan-informan diatas, dapat di interpretasikan sebagai berikut :
Pemberdayaan masyarakat petani juga dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa pihak, seperti dengan pemerintah, pihak swasta dan koperasi-koperasi
lainnya. Untuk meningkatkan kualitas para pengurus, manajemen dan karyawan, Wirakop Satolop mengirim mereka untuk mengikuti kegiatan perkoperasiaan yang diadakan oleh pemerintah maupun koperasi lain yang lebih besar. Misalnya mengikuti kegiatan pembinaan di luar daerah. Sehingga dengan demikian diharapkan terjadi juga peningkatan kualitas pelayanan terhadap para anggota.
Bagi anggota, diadakan beberapa kerjasama dalam memenuhi kebutuhan anggota dalam pertanian. Seperti kerjasama dengan pihak PT. SINON untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani kopi dengan harga yang relatif lebih murah. Kerjasama dengan dinas pertanian dalam memberikan penyuluhan seputar pertanian terhadap para petani kopi untuk meningkatkan kualitas bertaninya dan diharapkan bisa menjadi komoditi unggulan dari Siborongborong.
Selain itu, Wirakop Satolop juga mau berbagi ilmu bagi koperasi-koperasi yang baru terbentuk dan ingin menjadi koperasi serba usaha seperti Wirakop Satolop. Koperasi baru itu biasanya akan dibina baik dikantor Wirakop Satolop maupun di kantor koperasi baru tersebut. Hal ini dilakukan supaya Wira Koperasi Satolop semakin baik dalam pelayanan dan semakin bermanfaat bagi anggota masyarakat luas umumnya dan khususnya bagi anggota.
4.3.1.5. Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Melalui Kegiatan Koperasi
Koperasi Indonesia dalam rangka pembangunan ekonomi dan perkembangan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, berperanan
dan bertugas untuk mempersatukan, mengerahkan, membina dan mengembangkan potensi, daya kreasi, daya usaha rakyat untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan tercapainya pendapatan yang adil dan kemakmuran yang merata.
Koperasi harusberjalan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi yang merupakan landasan pokok dalammenjalankan usahanya. Prinsip-prinsip tersebut meliputi kemandirian, keanggotaan yang bersifat terbuka, pengelolaan yang dilakukan secara demokratis, pembagian sisa hasil usaha secara adildan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, pemberian balas jasa yang terbatas atas modal, pendidikan perkoperasian serta kerjasama antar koperasi. Prinsip-prinsip tersebut membedakan koperasi dengan badan usaha lain. Disamping prinsip-prinsip tersebut adahal lain yang membedakan koperasi dengan usaha lain yaitu anggota koperasi memiliki identitasganda, yaitu anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pengguna koperasi, dimana koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur, diawasi serta dimanfaatkan sendiri olehanggotanya.
Keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela. Terbuka artinya anggotakoperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan jenis koperasinya. Keanggotaan koperasi tidak membedakan suku, derajat maupun agama. Sukarela artinya keanggotaan koperasi tidak atas paksaan. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama sesuai dengan pengertian koperasi bahwa koperasi merupakan kegiatan ekonomi yang berasaskan kekeluargaan.
Seperti yang disampaikan oleh Informan peneliti Bapak Parsaoran Sihombing,Laki-laki,30tahun selaku pengurus Wira Koperasi :
“...Wirakop bukan hanya milik segelintir orang atau sekelompok suku atau agama. Semua golongan dapat mendaftar menjadi anggota, tapi tetap harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku dan telah disepakati bersama...”(Parsaoran Sihombing,Laki-laki,30)
Maka tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Berikut penuturan dari informan penelitian Bapak Apul Silitonga, Laki-laki, 42tahun :
“...di Wirakop Satolop kita bisa meminjam dana untuk modal usaha dengan bunga ringan dan persyaratan yang mudah untuk dipenuhi. Saya bertani bersama istri saya, namun saya bisa membuka kedai itu hasil meminjam modal dari Wirakop Satolop. Kami juga membeli stok barang untuk dijual di kedai kayak Indomie, Pop Mie, bubuk teh, gula dan yang lainnya di Usaha Toko Wirakop Satolop. Jadi kami tetap bisa dapat keuntungan berbelanja yang akan dihitung di akhir tahun. Makanya enak kali sebenarnya gabung ke Wirakop dek...”(Apul Silitonga,Laki-laki,42)
Wirakop satolop dalam menjalankan fungsinya untuk mensejahterakan anggota secara khusus terlihat dari perubahan keadaan sosial ekonomi anggota sebelum dan sesudah bergabung dengan Wirakop Satolop. Seperti yang disampaikan oleh informan penelitian Ellis Tampubolon, Perempuan, 27tahun sebagai berikut :
“...dulu sebelum gabung diwirakop, saya sempat kerja di grosir pakaian di onan pasar siborong-borong(pasar tradisional). Saya tidak termotivasi untuk menabung dan berinteraksi dengan orang lain lebih dalam. Palingan Cuma sama pembeli aja dek. Nah pas udah bergabung
di Wirakop, saya dan keluarga mulai mengusahakan lagi kebun kopi kami. Kami menabung dan meminjam dana di Wirakop, juga menjual hasil kopi kami di Usaha Toko Wirakop Satolop. Jadi sangat terbantulah dalam hal menjual hasil kopi kami. Pendapatan keluarga juga berangsur-angsur membaik. Saya juga bisa berkenalan dengan anggota Wirakop yang lain dan bertukar pikiran dengan mereka...”(Ellis Tampubolon,Perempuan,27)
Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Hinsa Nababan, Laki-laki, 58tahun yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran Wirakop Satolop :
“...jadi dulu saya pernah meminjam uang kekoperasi untuk memberangkatkan anak saya merantau. Juga untuk biaya mendadak pas istri saya masuk rumah sakit. Kebutuhan untuk bertani kopi waktu itu bisa saya dapatkan juga dikoperasi ini, adanya penyuluhan pertanian. Jadi kopi kami meningkatlah kualitasnya dan bisa dijual dengan harga tinggi. Sangat terbantulah dalam hal ekonomi, dan sejak saat itu saya lancar menabung dan mengangsur pinjaman dana yang saya bayar tiap bulan. Sekarang juga masi tetap kami berbelanja dan menabung di Wirakop Satolop. ..”(Hinsa Nababan)
Hal serupa juga disampaikan oleh informan penelitian Bapak Jakin Silitonga, Laki-laki, 36tahun :
“...dengan berbagai program yang kami ikuti di Wirakop satolop kami bisalancar bekerja sebagai petani, dikala anak-anak butuh uang untuk sehari-hari dan sekolah saya memanfaatkan program pinjaman dari koperasi. angsurannya bisa saya cicil perbulan sembari menunggu kopi dipetik(panen mingguan/bulanan). Dalam bertani pun kita semakin terarah untuk meningkatkan hasil tani kita supaya lebih berkualitas dan
meningkat harganya. Tentu itu dari pelatihan dan penyuluhan yang kami para anggota dapatkan dek...”(Jakin Silitonga,Laki-laki,36)
Berdasarkan statement-statement dari beberapa informan diatas dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
Salah satu cara masyarakat pertanian dalam meningkatkan penghasilan mereka adalah dengan cara meminjam modal kepada koperasi. dengan meminjam modal, petani mampu mengembangkan hasil pertanian mereka dengan membeli pupuk dan menambah lahan pertanian. Disamping itu petani juga dapat membuka usaha lain seperti beternak,berdagang, membuka warung dengan menggunakan modal yang telah dipinjam kepada koperasi.