• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT

PERANAN ALAT PERAGA

42

PERANAN ALAT PERAGA

1. BELAJAR SENDIRI

2. BELAJAR DARI LINGKUNGAN

3. BELAJAR DARI MELIHAT/MENDENGAR 4. BELAJAR MENIRU DARI APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR

5. BELAJAR DENGAN GURU 6. BELAJAR DENGA GURU,

ALAT-ALAT PERAGA, PENGALAMAN DLL

Dari skema tersebut di atas terlihat jelas, bahwa ruang lingkup hasil yang diperoleh dari cara belajar sendiri (no.1) terbatas sekali (sedikit sekali) bila disbanding dengan hasil yang diperoleh dari cara belajar dari lingkungan (no.2), misalnya.

Demikian selanjutnya, cara belajar no.2 memberikan hasil yang lebih kecil bila dibandingkan dengan cara belajar no.3.

Sampai pada akhirnya, skema ini mengambarkan bahwa cara belajar dengan guru, alat peraga, pengalaman (no.6) memberikan hasil yang maksimal.

Dengan demikian memilih media yang tepat, merupakan hal yang akan membantu mempermudah untuk mencapai tujuan penyuluhan.

Sebagai pedoman dasar dalam memilih media penyuluhan, dapatdipergunakan pertimbangan di mana media tersebut akan dipergunakan, atau di mana penyuluhan akan dilakukan.

Sebagai contoh : Di rumah : - Flash-card - Flipchart

- Buku cerita gambar

43

TUJUAN UNTUK PENGETAHUAN SIKAP TINDAKAN/KETRAMPILAN PERUBAHAN

1. Ceramah 1. Diskusi kelompok 1. Latihan sendiri 2. Kuliah 2. Tanya jawab 2. Bengkel kerja 3. Tugas baca 3. Role playing 3. Demonstrasi 4. Seminar 4. Film/slide 4. Eksperimen 5. Symposium 5. Video tape

6. Konperensi 6. Radio

7. Curah pendapat 7. Bimbingan dan penyuluhan

Khusus tentang tempat serta waktu penyuluhan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan. Dalam hal ini penyuluhan dapat dilaksanakan pada :

- Ruang tunggu - Selama pendaftaran - Selama pemeriksaan - Selama pengobatan

- Pada waktu minta nasehat.

LANGKAH 8

Menentukan media penyuluhan :

Media penyuluhan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari cara penyampaian/metode penyuluhan yang baik.

Media penyuluhan berguna untuk : 1. Menimbulkan minat belajar

2. Membantu sasarn untuk mengerti lebih baik 3. Membantu sasarn untuk mengingat lebih baik 4. Membantu mengatasi masalah kesulitan bahasa

Skema dibawah ini, membantu lebih menjelaskan tentang peranan alat peraga bagi proses belajar mengajar.

42

PERANAN ALAT PERAGA

1. BELAJAR SENDIRI

2. BELAJAR DARI LINGKUNGAN

3. BELAJAR DARI MELIHAT/MENDENGAR 4. BELAJAR MENIRU DARI APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR

5. BELAJAR DENGAN GURU 6. BELAJAR DENGA GURU,

ALAT-ALAT PERAGA, PENGALAMAN DLL

Dari skema tersebut di atas terlihat jelas, bahwa ruang lingkup hasil yang diperoleh dari cara belajar sendiri (no.1) terbatas sekali (sedikit sekali) bila disbanding dengan hasil yang diperoleh dari cara belajar dari lingkungan (no.2), misalnya.

Demikian selanjutnya, cara belajar no.2 memberikan hasil yang lebih kecil bila dibandingkan dengan cara belajar no.3.

Sampai pada akhirnya, skema ini mengambarkan bahwa cara belajar dengan guru, alat peraga, pengalaman (no.6) memberikan hasil yang maksimal.

Dengan demikian memilih media yang tepat, merupakan hal yang akan membantu mempermudah untuk mencapai tujuan penyuluhan.

Sebagai pedoman dasar dalam memilih media penyuluhan, dapatdipergunakan pertimbangan di mana media tersebut akan dipergunakan, atau di mana penyuluhan akan dilakukan.

Sebagai contoh : Di rumah : - Flash-card - Flipchart

- Buku cerita gambar

43

Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter FK UNUD 2020 43

- Leaflet

Di Instansi: - papan tulis - Flanelgraph - Poster - Chart

- Boneka/wayang

- Kotak gulungan gambar (Scroll-Box picture) - Flipchart

- Flashcard - Model

- Buku cerita gambar - Leaflet

Di masyarakat : - Poster

Menyusun rencana pelaksanaan :

Setelah pokok-pokok kegiatan penyuluhan ditetapkan, termasuk waktu, tempat dan pelaksanaannya maka dapat disusun rencana-rencana pelaksanaan yang mencantumkan dalam suatu daftar sebagai berikut :

No Waktu Kegiatan Sasaran

Tujuan Isi Metode Alat Pelaksanaan Ket

Jenis Jumlah Peraga

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

44

Membuat rencana penilain

Dalam membuat rencana penilain, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain

1. Apa yang akan dinilai, apakah tujuan penyuluhan atau penilaian terhadap proses pelaksanaan penyulihan.

Baik penilaian terhadap hasil ataupun proses untuk mencapai hasil harus didasarkan atas indicator (tolak ukur) yang jelas.

2. Kapan penilaian akan dilakukan

Dalam hal ini dapat ditempuh beberapa cara penilaian : 2.1. Penilaian rutin :

Biasanya dilakukan dalam bentuk progress report yang sejalan dengan pelaksanaan program itu sendiri 2.2. Penilaian berkala :

Misalnya setiap triwulan atau 6 bulan sekali.

2.3. Penilaian khusus :

Yaitu penilaian yang dilakukan pada tiap saat yang diperlukan.

2.4. Penilaian akhir :

Yaitu penilaian yang dilakukan pada akhir suatu program.

3. Yang melakukan penilaian, dapat berasal dari pihak luar atau pihak yang menyelenggarakan program itu sendiri.

4. Cara penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti :

- pengamatan/observasi - survey

- tanya jawab dan pertemuan - pertanyaan dan check-list - catatan laporan

- test sikap, pengetahuan dan ketrampilan - fotografi, film

- pertemuan staf

45

- Model - Leaflet

Di Instansi: - papan tulis - Flanelgraph - Poster - Chart

- Boneka/wayang

- Kotak gulungan gambar (Scroll-Box picture) - Flipchart

- Flashcard - Model

- Buku cerita gambar - Leaflet

Di masyarakat : - Poster

Menyusun rencana pelaksanaan :

Setelah pokok-pokok kegiatan penyuluhan ditetapkan, termasuk waktu, tempat dan pelaksanaannya maka dapat disusun rencana-rencana pelaksanaan yang mencantumkan dalam suatu daftar sebagai berikut :

No Waktu Kegiatan Sasaran

Membuat rencana penilain

Dalam membuat rencana penilain, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain

1. Apa yang akan dinilai, apakah tujuan penyuluhan atau penilaian terhadap proses pelaksanaan penyulihan.

Baik penilaian terhadap hasil ataupun proses untuk mencapai hasil harus didasarkan atas indicator (tolak ukur) yang jelas.

2. Kapan penilaian akan dilakukan

Dalam hal ini dapat ditempuh beberapa cara penilaian : 2.1. Penilaian rutin :

Biasanya dilakukan dalam bentuk progress report yang sejalan dengan pelaksanaan program itu sendiri 2.2. Penilaian berkala :

Misalnya setiap triwulan atau 6 bulan sekali.

2.3. Penilaian khusus :

Yaitu penilaian yang dilakukan pada tiap saat yang diperlukan.

2.4. Penilaian akhir :

Yaitu penilaian yang dilakukan pada akhir suatu program.

3. Yang melakukan penilaian, dapat berasal dari pihak luar atau pihak yang menyelenggarakan program itu sendiri.

4. Cara penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti :

- pengamatan/observasi - survey

- tanya jawab dan pertemuan - pertanyaan dan check-list - catatan laporan

- test sikap, pengetahuan dan ketrampilan - fotografi, film

- pertemuan staf

45

Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter FK UNUD 2020 45

merupakan pedoman pokok dalam mengembangkan kegiatan penyuluhan kesehatan.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang cara penyusunan rencana penyuluhan kesehatan, pada halaman berikut ini dilampirkan suatu contoh.

46

BAB 6

Dokumen terkait