• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN HaKI DALAM MENDORONG PERKEMBANGAN INDUSTRI DAN

Dalam dokumen JURNAL SISTEM TEKNIK INDUSTRI (Halaman 41-47)

KEKAYAAN INTELEKTUAL

IV. PERANAN HaKI DALAM MENDORONG PERKEMBANGAN INDUSTRI DAN

PERDAGANGAN.

Teknologi adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam proses Industri dan lahir dari kegiatan penelitian dan pengembangan Kegiatan penelitian tersebut bisa berlangsung dalam bentuk sederhana dan waktu yang tidak lama dan bisa dalam bentuk dan cara yang lebih rumit dan memakan waktu yang lama.

Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut beraneka ragam sesuai jenis dan kemanfaatanya.

Kegiatan penelitian yang berhasil menemukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat tentunya memakai biaya dan melibatkan tenaga, pikiran dan waktu.

Walaupun penemuan itu diperoleh dengan memakan waktu, tenaga dan biaya yang besar namun teknologi tersebut hanya akan memiliki nilai apabila bisa diproses dalam Industri Berkat sistem HaKI, maka kita sekarang ini bisa menulis dengan pena tidak dengan bulu ayam. Sistem HaKI (Paten Sederhana) memungkinkan kita memilki pena dengan tinta yang melekat pada batang pulpen dan memiliki berbagai jenis pulpen berdesain manis dan bisa ditaroh di kantong dan kita bisa membedakan mana pulpen yang berkualitas. HaKI ada pada barang-barang keseharian yang lain seperti Sterika, Mesin jahit, Kulkas, Kipas Angin dan lain-lain. Bayangkan kenikmatan yang hilang dari para konsumen kalau tidak ada sistem HaKI . Secara makro matarantai HaKI seperti ini menggerakkan perekonomian: pabrik, buruh, pajak, devisa, penerimaan negara dan kegiatan ekonomi lainnya sekilas A.Zain Purba (2000).

Teknologi pada dasarnya lahir dari karsa intelektual sebagai karya intelektual manusia karena kelahirannya telah melibatkan tenaga, waktu dan biaya (berapapun besarnya), maka teknologi memiliki nilai atau sesuatu yang bernilai ekonomi yang dapat menjadi objek harta kekayaan (property). Dalam ilmu hukum yang secara luas diakui oleh bangsa-bangsa lain, HaKI atas daya pikir intelektual tersebut diakui sebagai hak milik yang sifatnya tidak berwujud. Hak seperti itulah yang dikenal dengan Paten . Saidin (1997).

Pembangunan di bidang industri yang merupakan media untuk pembangunan ekonomi, secara terus menerus dicari sumber pengembangannya, oleh karena itu perlindungan hukum bagi penemuan (invention) paten adalah mutlak demi merangsang kereativitas penemuan sekaligus menciptakan kepastian hukum. Saidin (1997) .

Hukum Merek itu terbatas pada pengunaan atau

pemakaian merek pada produk-produk yang dipasarkan dan mengandung nilai ekonomi. Ada sesuatu benda tak berwujud yang terdapat pada hak Merek itu, jadi bukan seperti apa yang terjelma dalam setiap produk yang terlihat atau terjelma itu adalah perwujudan dari hak merek itu sendiri Saidin. (1997).

Perlindungan Undang-Undang terhadap hak cipta adalah untuk menstimulir aktifitas para pada pencipta agar terus mencipta dan lebih kreatif. Demikian pula Undang-Undang Paten memberikan sesuatu hak khusus kepada inventor bagi temuannya, baik temuan baru maupun perbaikan atas temuan yang sudah ada, cara kerja baru atau perbaikan cara kerja baru dibidang teknologi yang dapat diterapkan dalam bidang industri.

Pada temuan ini unsur industri penting karena temuan harus dapat diterapkan dalam bidang industri apakah itu industri otomotof, industri tekstil, industri parawisata, industri pertanian, industri makanan dan minum dll.

Untuk memperdagangkan produk-produk industri dibutuhkan merek sebagai tanda untuk mengenalkan barang dipasaran dan untuk membedakan barang produk tersebut dengan barang jenis yang sama yang diproduksi pihak lain berupa tanda, gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan warna atau kombinasinya yang diatur dalam Undang-Undang Merek.

Maju pesatnya kemajuan teknologi khususnya dibidang teknologi industri, industri telekomunikasi dan transportasi telah mendorong globalisasi usaha dan perdagangan bagi produk-produk HaKI keluar batas-batas negara, sehingga perlindungan dibidang HaKI sendiri dibutuhkan terutama bagi negara yang teknologinya sudah sangat maju.

Dengan memiliki sistim HaKI Indonesia akan dapat memperkuat kemampuannya menghadapi persaingan dagang global dan dapat meningkatkan perkembangan teknologinya.

Sementara itu pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong ekspor komoditi non migas ke luar negeri untuk memperoleh devisa mengingat dimasa mendatang sumber energi yang selama ini menjadi andalan akan semakin terbatas, sehingga perlu mendorong industri kecil dan menengah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasinya untuk menghasilkan produk-produk HaKI yang bisa diandalkan.

Segi teknis dan ekonomis sutau produk industri akan dipengaruhi dan ditentukan nilainya di pasaran dan pemanfaatan teknologi akan memperkuat daya saing produk industri.

Oleh sebab itu diperlukan langkah untuk menciptakan iklim dan suasana yang baik dan mampu mendorong gairah dan semangat penemuan dalam bidang Teknologi, ilmu pengetahuan sastra dan seni.

Dengan terciptanya iklim dan suasana yang baik itu akan memungkinkan bangsa Indonesia untuk mengetahui, dan meningkatkan kemampuan dalam menguasai teknologi.

Salah satu langkah penting dalam mewujudkan iklim atau suasana tersebut adalah pembentukan sistem perlindungan hukum yang memadai bagi hak atas kekayaan.

Dengan sistem hukum yang memberikan perlindungan tersebut maka para inventor dan pencipta dalam bidang HaKI akan memperoleh kepastian hukum berupa perlindungan atas penemuan dan ciptaannya tersebut sehingga mereka akan semangat dan bergairah dalam melakukan penelitian yang pada gilirannya akan memperkuat iklim yang baik dalam rangka penyelenggaraan kegiatan yang melahirkan teknologi.

Dalam rangka perlindungan hukum inilah pemerintah terus membenahi Hak atas Kekayaan intelektual yang ada di Indonesia.

Perlindungan hukum yang diberikan oleh Negara kepada pencipta dan inventor melalui kemampuan intelektualnya dimaksudkan untuk kemajuan Industri dan perdagangan dan juga dimaksudkan untuk mendorong kegiatan penemuan dan pengembangan teknologi dikalangan bangsa kita.

Perkembangan teknologi informasi dan transportasi telah menjadikan kegiatan di sektor perdagangan meningkat secara pesat dan telah menempatkan dunia sebagai pasar tunggal bersama. Era perdagangan global ini hanya dapat dipertahankan jika terdapat iklim persaingan usaha yang sehat. Disinilah HaKI memegang peranan yang sangat penting sebagai sistem hukum yang memberikan perlindungan yang memadai bagi pemilik hak tersebut.

Pengaruh perkembangan teknologi yang semakin besar terhadap kehidupan sehari-hari yang terlihat dari semakin pesatnya bidang teknologi informasi, kimia , mekanik dll yang kemudian membawa pengaruh semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan penggunaan teknologi sederhana

Perlindungan Paten akan merangsang pengembangan teknologi dalam masyarakat sehingga membawa arti dalam perkembangan ekonomi nasional.

Indonesia memiliki kekayaan lain berupa keanekaragaman seni dan budaya, keanekaan etnik, suku, bangsa dan agama yang merupakan potensi yang cukup penting dan menjadi salah satu sumber karya intelektual yang perlu dilindungi agar kekayaan yang bersumber dari kekayaaan intlektual tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan perdagangan dan industri dengan melibatkan penciptanya sehingga akan menigkatkan kesejahteraan tidak hanya penciptanya tetapi juga bagi bangsa dan Negara.

Untuk membangun iklim persaingan usaha yang sehat dalam rangka pelaksanaan pembangunann maka diperlukan perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual.

Hal ini mengingat bahwa sistem HaKI yang kuat akan memperkuat kepercayaan investor asing sehingga arus investasi ke Indonesia akan mengalir dan dengan kuatnya investasi akan mendorong perkembangan bidang industri dan perdagangan karena HaKI dan investasi merupakan dua sejoli yang tidak mungkin dipisahkan

Perkembangan pendaftaran HaKI (Paten, Merek dan Hak Cipta di Indonesia) tergambar pada Tabel-Tabel lampiran

V. KESIMPULAN

1. Sistem HaKI memiliki peranan vital dalam perkembangan teknologi setiap Negara, maka untuk itu dibutuhkan perlindungan hukum bagi penemuan-penemuan dan hasil karya cipta, sehingga para investor dan pencipta semakin bergairah dalam berkreativitas.

2. Sistem HaKI dibutuhkan oleh setiap Negara, terutama Negara-negara berkembang sangat membutuhkan teknologi untuk pembangunan ekonominya sedang negara-negara maju berkepentingan untuk memperluas pasar dari teknologi atau hasil-hasil industrinya.

3. Melalui sistem HaKI perlindungan hukum bagi penemu dan karya cipta akan memperoleh kepastian hukum sehingga para inventor dan pencipta akan bersemangat melakukan penelitian dan menghasilkan kreasi baru yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan negara. 4. Meningkatnya sektor perdagangan sangat

erat kaitannya dengan produk industri dan produk industri berkaitan erat dengan teknologi sedang teknologi berkaitan erat pula dengan kemampuan intelektual manusia yang harus dilindungi untuk itu perlindungan hukum HaKI sangat dibutuhkan peranannya.

Peranan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam Mendorong Perkembangan Industri dan Perdagangan

Syahril Effendy Pasaribu

DAFTAR PUSTAKA

1. A.Zain Purba, 2000 Penegakan Hukum di Bidang HaKI, Ditjen HaKI Departemen Hukum dan HAM, Jakarta

2. Kartini Mulyadi, Gunawan Wijaya, 2003, PT.Raja Grafindo, Jakarta

3. Muhamad Djumhana, R.Djubaedillah, 1997, Hak Milik Intelektual, Sejarah Teori dan Prakteknya di Indonesia , PT.Citra Aditya Bakti Bandung 4. Saidin, Aspek Hukum Hak Kekayaan

Intelektual, 1996 PT. Raja Grafindo Jakarta . 5. Kartini Mulyadi, dkk, 2003 Kebendaan pada

Umumnya, Predana Media, Jakarta

6. Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten, Penerbit Citra Umbara Bandung 2001. 7. Undang-undang No. 15 tentang 2001 tentang

Merek, Penerbit Citra Umbara Bandung 2000 8. Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak

Cipta Penerbit, Citra Umbara Bandung 2002 9. Undang-undang No. 30 tentang 2000 tentang

Rahasia Dagang

10. Undang-undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri

11. Undang-undang No. 32 Tahun 2000 tentang Tata Letak Sirkuit Terpadu

LAMPIRAN

Tabel : 1 Data Paten

Jumlah permohonan Paten lokal, asing, PCT berdasarkan jenis paten Tahun 1991 - 2000

Paten Paten Sederhana Jumlah

Tahun

Lokal Asing PCT Jumlah Lokal Asing Jumlah Total

1991 34 1280 1314 19 3 22 1336 1992 67 3905 3972 12 43 55 4027 1993 38 2031 2069 28 43 71 2140 1994 29 2305 2334 33 60 93 2427 1995 61 2813 2874 61 71 132 3006 1996 40 3957 3997 59 76 135 4132 1997 79 3939 4018 80 80 160 4178 1998 93 1608 145 1846 109 32 141 1987 1999 152 1051 1733 2936 168 19 187 3123 2000 157 983 2750 3890 213 38 251 4141 Total 740 23872 4628 29250 782 465 1247 30497 Sumber Data

Ditjen HaKI Departemen Hukum dan Ham RI

Tabel 2 : Data Merek

Jumlah permohonan Merek yang diterima, didaftar, ditolak dan ditarik kembali pada Tahun 1990 - Tahun 2001

Tahun Diterima Didaftar Ditolak Ditarik kembali

1990 19276 8096 2111 1991 1149 278 109 1992 15284 15312 7778 1993 42026 7848 1167 1994 23803 16469 1878 1995 24643 23943 2747 211 1996 28189 22249 2675 517 1997 28339 34533 1507 20 1998 23160 8897 3947 1060 1999 23335 15002 2520 149 2000 31675 22098 923 180 Sumber Data

Peranan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam Mendorong Perkembangan Industri dan Perdagangan

Syahril Effendy Pasaribu

Tabel 3 : Data Hak Cipta

Jumlah Permohonan Hak Cipta yang diterima, di daftar dan ditolak Tahun 1991 - 2000

Tahun Diterima Didaftar Ditolak

1991 2835 1584 1198 1992 2980 1988 959 1993 3719 2447 1062 1994 3947 2509 1154 1995 4557 3248 1315 1996 4940 3064 1185 1997 2185 637 228 1998 606 317 242 1999 698 692 138 2000 1049 618 5 Sumber Data

Ditjen HaKI Departemen Hukum dan Ham RI

Diterima Didaftar Ditolak

Tahun Lokal Asing Lokal Asing Lokal Asing

1991 2785 50 1551 33 1182 16 1992 2887 93 1919 69 939 20 1993 3591 128 2356 121 1055 7 1994 3738 209 2366 143 1093 61 1995 4373 184 3134 114 1245 70 1996 4646 294 2869 195 1147 38 1997 2065 120 595 42 223 5 1998 580 26 311 6 222 20 1999 684 14 678 14 138 2000 1026 23 608 10 5 Sumber Data

Tabel IV: Data PNBP dari Sektor HaKI

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui Pendaftaran HaKI

Tahun Anggaran Rencana Realisasi

1994/1995 6.512.200.000,00 10.595.334.970,00 1995/1996 7.012.500.000,00 11.417.629.932,00 1996/1997 8.712.300.000,00 12.550.905.325,00 1997/1998 10.012.300.000,00 13.017.814.669,00 1998/1999 11.013.500.000,00 11.889.654.675,00 1999/2000 12.841.000.000,00 22.419.249.115,00 2000 15.081.600.000,00 25.375.108.401,00 Sumber Data

Analisis Waktu Tempuh Angkutan Perkotaan Terminal Amplas-Terminal Sambu di Kota Medan

Faizal Ezeddin

ANALISIS WAKTU TEMPUH ANGKUTAN PERKOTAAN

Dalam dokumen JURNAL SISTEM TEKNIK INDUSTRI (Halaman 41-47)