• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Penelitian

4.3.1 Peranan Humas Sebagai Communicator

Dapat kita lihat dari penjelasan diatas bahwa ternyata peranan humas sangat diperlukan agar program yang direncanakan atau dibuat dapat dilaksanakan secara lebih fokus, dalam hal ini adalah peranan humas dalam menjalain kemitraan dengan dunia industri demi tercapainya tujuan. Mengacu pada konsep peranan humas menurut Rosady Ruslan, maka pernana humas dapat ditelaah sebagai communicator, membina relationship, back up management dan membentuk good image maker.

Berikut ini pemaparan hasil penelitian terkait keempat peranan yang dijalankan humas SMK Pasundan 1 Kota Serang dalam menjalin kemitraan dengan dunia industri:

4.3.1 Peranan Humas sebagai Communicator

Dalam menjalin kemitraan diantara organisasi satu dengan organisasi lainnya pasti didalamnya ada proses komunikasi. Sebelum melakukan komunikasi tersebut salah satu hal utama yang harus dilakukan adalah memilih komunikator yang akan mewakili organisasi tersebut. Memilih komunikator tidak dapat dikatan mudah, karena harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Dan memilih komunikator dengan kriteria tertentu

70

itu sangat penting sebagaimana yang di ungkapkan Wakabid humas SMK Pasundan 1 Kota Serang Bpk Wakhid Risanto bahwa:

“Setiap orang pasti mampu berkomunikasi, namun ketika berhubungan dengan industri sebagai perwakilan dari sekolah ada beberapa keriteria tertentu yang diperhatikan seperti dia memiliki personel yang komunikatif, memiliki akses dengan dunia industri, memiliki semangat dalam menjalin kerjasama partnership dengan dunia industri dan memiliki sikap koperatif dalam menjalankan program……..”71

.

Lebih lanjut lagi seorang komunikator juga harus memiliki kemampuan membaca, mendengar dan berpikir terhadap situasi dan kondisi yang terjadi disekitarnya, sebagai bahan peluang dalam menjalin kemitraan dengan dunia industri. Analisis inilah yang membuat SMK Pasundan 1 Kota Serang memiliki mitra lebih dari 10 industri, meskipun status sekolah adalah swasta. Berikut penjelasan dari Bpk Anto N mengenai hal ini:

“Lembaga sekolah memandang bahwa pada prinsipnya perusahaan mencari tenaga kerja yang kompeten yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan perusahaan. Maka dari itu pihak sekolah berupaya menangkap peluang itu dengan cara membangun komunikasi dengan perusahaan dan menyakinkan meraka bahwa lulusan lembaga sekolah bisa memberikan calo tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahan”72

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan komunikasi kita harus memperhatikan bagaimana proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik. Agar pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami sepenuhnya oleh komunikan. Pemahaman sederhana ini lah yang membuat humas SMK Pasundan 1 Kota Serang dapat berkomunikasi dengan baik dengan dunia industri. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bpk Wakhid Risanto:

71

Lampiran 7 Hasil Wawancara Informan Kunci I hal.120

72

“Penerapan proses komunikasi yang dipilih menyesuaikan atas hasil pengamatan kita, memilih-milih kegiatan mana yang dapat dilakukan secara langsung atau tidak. Sebagai contoh kegiatan langsungnya kita dapat dengan mendatangi dunia industri tersebut dalam menyampaikan secara lisan potensi yang dimiliki oleh sekolah dan para lulusan terkait permohonan rekrutmen tenaga kerja dan segala hal lainnya yang pastinya dengan tujuan yang baik dengan menyertakan tatak ramah kita dalam bertamu. Dan untuk secara tidak langsungnya biasanya mengirimkan surat ke dunia industri terkait rekrutmen tenaga kerja ”73

.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Bpk Sandi dari PT Sayap Mas Utama yang mengatakan humas sekolah sebagai komunikator dalam proses komunikasi ketika berkomunikasi dengan industri menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadap, sebagaimana yang dipaparkan sebagai berikut:

“…….biasanya sih mendatangi secara langsung ke perusahaan. Tetapi juga kadang melalui telepon untuk lebih memudahkan jika keadaan benar-benar terdesak atau harus mengkonfirmmasi dengan cepat. Meskipun lokasi yang dekat tetapi media surat menyurat sebagai bentuk komunikasi tidak langsung adalah cara komunikasi yang diwajibkan karena hal tersebut merupakan syarat administrasi yang harus dipenuhi sebagai tanda bukti tertulis dalam tahap baik awal maupun akhir atau perpanjangan jalinan kemitraan”74

.

Adapun media yang digunakan humas SMK Pasundan 1 Kota Serang ketika berkomunikasi dengan dunia industri yaitu media yang umum digunakan, sehingga proses jalinan kemitraan dapat berjalan dengan lancar. Dan media yang digunakannyapun sangat fleksibel, tidak kaku hanya menggunakan satu media saja tetapi tergantung mana yang lebih diperlukan. Hal ini senada dengan ungkapan Bpk Anto Nuryulian:

73

Lampiran 7 Hasil Wawancara Informan Kunci I, hal.120

74

“... memilih media dalam berkomunikasi ketika menjalin kemitraan sama seperti media yang digunakan pada umumnya oleh sebuah organisasi dalam menunjang kegiatan. Yaitu media surat menyurat, telopon. Tetapi telepon lah yang sangat sering digunakan karena, praktis, cepat dan langsung mendapatkan feedback. Misalnya ketika dihadapkan pada persoalan akibat dari adanya kesalah pahaman maka persoalan tersebut dapat langsung kita konfirmasi melalui telepon pada saat itu juga”75

.

Selain itu humas SMK Pasundan 1 Kota Serang sebagai komunikator juga bertugas menjadi mediator sekolah dengan dunia industri ketika bermitra, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bpk Anto Nuryulian sebagai koordinator BBK:

“…….ketika sekolah membutuhkan dunia industri untuk membantu lulusannya mendapatkan pekerjaan dan dunia industri membutuhkan tenaga kerja maka disinilah terjadinya rekrutmren tenaga kerja sehingga diantara keduannya menjalin kemitraan. Pada proses menjalin kemitraan itu humas sebagai komunikator menyampaikan keinginan dan kebutuhan sekolah kepada dunia industri dan juga menyapaikan keinginan dan kebutuhan dunia industri kepada sekolah sehingga disinilah peranan komunikator sebagai mediator sehingga terjadinya kesepakatan untuk bermitra yang dituangkan dalam nokta akte kerjasama itu sendiri. Dan selama kegiatan rekrutmen itu berlangsung maka humas sebagai komunikator lah yang menyampaikan kepada sekolah dan lulusan kriteria yang dinginkan dunia industri dan juga bertugas mengkoordinir calon tenaga kerja yang akan mengikuti tes nantinya akan disampaikan ke dunia industri”76

.

Lebih lanjut dari peranan humas SMK Pasundan 1 Kota Serang sebagai komunikator yang memediatori kebutuhan diantara kedua belah pihak, yaitu sekolah dan dunia industri. Yang ternyata juga memiliki dampak yang sangat baik terhadap lulusan terkait informasi lowongan pekerjaan. Sebagimana yang diungkapkan oleh Rosmalia alumni jurusan pemasaran tahun 2015:

75

Lampiran 7 Hasil Wawancara Informan Kunci II, hal.125

76

“……..informasi itu pertama kali diumumkan lewat pengeras suara yang tersambung kesemua kelas, bahwa ada peluang kerja. Yang keduanya dipasang pada papan Mading dan yang ketiga di informasikan lewat internet media sosial seperti Facebook. Dengan adanya informasi tersebut yang sampaikan oleh humas sangat membantu kita untuk dapat memilih tempat sesuai kemampuan kita. Namun jika kami ingin lebih detail lagi sih biasanya langsung datang saja ke sekertariat BKKnya”77

.

Walaupun humas SMK Pasundan 1 Kota Serang telah menjalankan peranannya sebagai komunikator dalam menjalin kemitraan dengan dunia industri terkait kesuksesan program BKK dengan cukup baik, sehingga tak kurang ada 15 industri yang telah menjadi mitra sekolah. Sehingga untuk menjaga dan mempertahankan komunikassi agar terus berjalan diantara sekoah dan industri humas selalu melakukan kunjungan rutin ke industri minimal 1 kali dalam 2 atau 1 bulan, maupun mengundang industri untuk hadir di acara-cara yang diadakan oleh sekolah.

Dokumen terkait