UPAYA PENGEMBANGAN INDUSTRI MICE DI SOLO (Studi Kasus di Best Western Premier Hotel Solo)
C. Arti penting Best Western Premier Hotel dalam terselengaranya kegiatan MICE di Solo kegiatan MICE di Solo
5. Peranan Lain Hotel dalam Pengembangan Industrri MICE
Sebagai supplier atau penyedia tempat kegiatan MICE, hotel memiliki
peranan yang sangat penting dalam mengembangkan Industri MiCE di Solo, peranan hotel dalam mengembangkan industri MICE antara lain:
1. memberikan kualitas layanan yang baik dan meningkatkan citra baik yang ini
hal – hal yang dilakukan oleh pihak hotel dalam meningkatkan pelayanan dan pencitraan yang baik , sebagai berikut:
a. Sudah menjadi kwajiban bagi setiap karyawan untuk mengetahui produk
apa saja yang dijual di suatu hotel.
b. Merupakan beban untuk setiap karyawan yang bekerja di perusahaan
untuk dapat mengatakan bahwa hotel tempatnya bekerja memiliki fasilitas yang bagus yang tidak kalah dengan hotel lainnya.
c. Peningkatan citra yang baik berangkat dari penampilan diri dari setiap
penampilan karyawan yang lengkap dengan seragam yang rapi, bersih dan wangi.
d. Pelayanan yang diberikan dengan mengutamakan kebutuhan pelanggan,
pelayanan yang ramah tamah penuh dengan senyum sehingga suasana yang terbangun menyenangkan.
e. Memberikan apa yang dibutuhkan pelanggan dengan cepat dan tepat.
2. Hotel juga memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan
promosi Solo sebagai Kota MICE, bentuk promosi – promosi yang dilakukan hotel untuk meningkatkan kunjungan MICE di Solo, antara lain:
a. Mempromosikan menggunakan cara yang unik seperti awal tahun lalu Best Western Premier Hotel solo melakukan promosi dengan menggunakan becak yang disebut dengan promotion bliz,
b. Mencetak brosur, leflet dan di bagikan secara door to door (dari pintu ke
pintu di komplek perumahan, perkantoran, di berikan di Tourism Information Center, Biro Perjalanan wisata.
c. Melakukan sales coll (memasukan proposal di berbagai perusahaan dan
instansi pemerintahan untuk melakukan persentasi tentang produk yang di hasilkan)
d. Bekerjasama dengan salah satu telephone operator (operator telepon),
untuk melakuakan sms blash yang memberikan informasi tentang hotel
kepada para pengguna telephone seluler.
e. Kemudian melakukan promosi menggunakan email camping.
3. Bentuk kepedulian Hotel best Western Premier Hotel Solo
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa untuk mencapai tujuan pengembangan Industri pariwisata atau Industri MICE diperlukan kerjasama yang baik antara para pelaku wisata, berikut bentuk kepedulian Hotel Best Western Premier Solo dalam pencitraan kota Solo:
a. Bekerjasama dengan pemerintah dalam mempromosikan kota Solo
sebagai kota yang layak untuk melakukan kegiatan MICE di beberapa negara seperti: China, Malaysia dll
b. Turut aktif dalam kegiatan yang di adakan pemerintah seperti: resik –
resik kota Solo, tourism care, morning tea dll
c. Bersedia memberikan informasi dalam bentuk persentase mengenai perkembangan hotelnya, yang membantu pemerintah dalam perhitungan pertumbuhan dunia perhotelan di Solo.
Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Best Western Premier Hotel memiliki arti yang sangat penting dalam penyelenggaraan kegian MICE di Solo, dengan fasilitas yang dimiliki serta melihat daya tampung hotel yang ada, maka kegiatan MICE masih dapat dikembangkan.
Hasil penelitian berdasarkan Analisis SWOT
Strength / Kekuatan :
terhadap Hotel Best Western Premier Hotel Solo sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan MICE:
Best Wester Premier Hotel Solo terletak dipusat kota Solo atau berada di titik nol kota Solo, sehingga memilliki kemudahan aksesibilitas menuju bandara internasional, menuju destinasi wisata, tempat perbelanjaan dll,sehingga Best Western Premier Hotel Solo sangat cocok digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan MICE.
Weakness / Kelemahan :
Kelemahan yang dimiliki Best Western Premier Hotel Solo adalah area parkir yang sempit sehingga Hotel tidak begitu di minati oleh peserta MICE lokal.
Opportunity / Peluang :
Peluang yang di milliki Best Western Premier Hotel Solo adalah sebagai tempat terselenggaranya kegiatan MICE yang berasal dari daerah lain di luar Solo Raya, sehingga peserta yang datang tidak menggunakan mobil pribadi tetapi menggunakan pesawat dan menuju hotel menggunakan transportasi umum, sehingga tidak membutuhkan area parkir yang luas.
Threat / Ancaman :
Melakukan promosi yang besar – besaran terhadap fasilitas MICE yang di miliki ke berbagai daerah di luar Solo Raya, atau bahkan ke luar negeri untuk dapat menangkap peluang yang ada.
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Perkembangan industri MICE di suatu daerah tidak lepas dari peranan dan kerjasama yang baik dari segala sektor pariwisata termasuk di dalamnya pemerintah dan pihak swasta yang memiliki peranan dan fungsi penting. Industri MICE merupakan suatu industri yang berdampak luas terhadap perekonomian karena industri MICE merupakan kegiatan bisnis yang tidak dapat dipisahkan dengan mata rantai usaha – usaha dibidang kepariwisataan (akomodasi, transportasi, komunikasi, destinasi wisata, hiburan, informasi, kesehatan, keamanan ) dan berbagai sektor usaha lainnya seperti lingkungan yang baik. Dari analisa yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
Best Western Premier Hotel Solo merupakan barometer terselenggaranya kegiatan MICE di Solo, dengan berbagai fasilitas ruang pertemuan dan pelayanan tamu untuk peserta MICE yang telah memenuhi standar hotel untuk terselenggaranya kegiatan MICE baik secara nasional ataupun secara internasional.
Secara umum kemudahan aksesibilitas mennuju kota Solo untuk peserta MICE di tunjukan melalaui Bandara Internasional Adi Soemarmo, dalam hal ini aktifitas yang terdapat di Bandara Internasional Adi Soemarmo berbanding terbalik negatif dengan kebutuhan kamar hotel yang ada di Solo. Sedangkan kemudahan aksesibilitas menuju Best Western Premier Hotel dari Bandara Adi Soemarmo dapat diakses dengan mudah dengan kendaraan umum seperti Batik
Solo Trans, taxsi atau dengan kendaraan umum lainnya karena lokasinya yang berada di pusat kota Solo.
Dengan melihat kondisi di lapangan bahwa keberadaan hotel berbintang di Solo, memiliki arti penting dalam penyelenggaraan kegiatan MICE. Hal tersebut di tunjukan Best Western Premier Hotel yang merupakan barometer pertumbuhan kegiatan MICE, karena adanya pergeseran mengenai arti penting perhotelan yang tidak hanya menyediakan jasa makan, minum, ruang tidur, namun lebih dari itu adalah ruang konvensi. Selanjutnya arti penting dari perhotelan juga di tunjukan dengan aktivitas didalamnya dalam upaya pengembangan Industri MICE di Solo. Sehingga saat ini kegiatan MICE yang di selenggarakan di hotel mengalami penigkatan sebanyak 7 %.
Catatan:
Industri MICE masih dapat di kembangkan di Solo untuk jika para penggiat pariwisata melakukan tugasnya secara bersama – sama dan dalam pengembangannya tidak hanya di satu sub kepariwisataan dalam hal ini adalah perhotelan saja melainkan diberbagai sub kepariwisataan seperti tujuan wisata, sarana dan prasarana pariwisata dll.
B. Saran
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran atau upaya, antara lain:
1. Dalam menjalankan fungsinya sebagai supplier / penyedia tempat untuk
menyelenggarakan kegiatan MICE sebaiknya hotel bekerjasama dengan PCO / PEO untuk berada dihotel.
2. Sebaiknya setiap kegiatan MICE yang telah diselenggarakan dicatat menggunakan sistem sehingga dapat dengan mudah untuk mengetahui berapa kali kegiatan yang telah dilakukan dan dapat dilihat seberapa jauh perkembangannya.
3. Meningkatkan kwalitas SDM dengan memberikan pelatihan, terkait dengan
pengembangan pelayanan yang baik tamu hotel dan menciptakan citra positif.
4. Terkait dengan pengembangan kota Solo sebagai kota Industri MICE,
hendaknya setiap pelaku pariwisata bekerjasama dalam upaya mengembangkan dan mempromosikan Solo sebagai Kota MICE, temasuk didalamnya para pelaku bisnis perhotan untuk jujur dalam melaporkan aktivitasnya.
5. Dalam mempromosikan Industri MICE sebaiknnya menggunakan kata Kota
Solo, jangan Jawa Tengah, karena ketika kita mengatakan Jawa Tengah yang terlintas dibenak orang yang belum mengenal Solo langsung akan teringat kota Jogyakarta dan Kota Semarang.
6. Penambahan aktifitas penerbangan dan pemnambahan rute baru di bandara
internasional Adi Soemarmo,
7. Penghentian pemberian izin untuk mendirikan hotel baru, karena kamar hotel
yang ada sudah melebihi kebutuhan yang di perlukan agar harga kamar kompetitif.