• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kualitas Belajar Mengajar Guru SMPN 3 Parangloe Mengajar Guru SMPN 3 Parangloe

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN

B. Peranan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kualitas Belajar Mengajar Guru SMPN 3 Parangloe Mengajar Guru SMPN 3 Parangloe

Kepala Sekolah sebagai pejabat struktural pendidikan terdepan di sekolah memegang peranan yang amat penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkulitas atas sekolah yang dipimpinnya. Sementara itu guru sebagai pemeran proses belajar mengajar dituntut pula kemampuannya untuk mencapai produktivitas yang tinggi baik secara kualitas maupun kuantitas. Guru dalam mencapai produktivitas kerja

yang tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individualnya, tetapi juga faktor-faktor lain yang terdapat di luar dirinya. Salah satu faktor yang dipandang sangat dominan adalah pengaruhnya terhadap peningkatan produktivitas kerja guru ialah peranan Kepala Sekolah dalam kedudukannya sebagai gugus kendali mutu antara adalah mengembangkan kemampuan profesonal guru, sehingga dapat lebih mengembangkan produktivitas kerjanya.

Kewajiban Kepala Sekolah membina kemampuan profesinal guru adalah kewajiban Kepala Sekolah yang berhubungan dengan peranannya dalam pelaksanaan supervisi yang bertujuan meningkatkan produktivitas kerja guru. Berkenanaan dengan itu, maka Kepala Sekolah sebagai supervisi memiliki peranan, antara lain:

1. Mengikuti perkembangan masalah-masalah dan gagasan-gagasan pendidikan dan pengajaran mutakhir, baik yang berkaitan dengan teori, maupun yang berkaitan dengan praktek (tugas informasi dan diseminasi)

2. Mengusahakan sumber-sumber profesional baik sumber manusia (nara sumber), maupun sumber material (buku-buku dan alat-alat bantu pengajarn yang mudah diperoleh guru.

3. Mengadakan latihan dan pengembangan untuk membantu guru menguasai keterampilan-keterampilan baru yang berkaitan dengan pelaksanaan pengajaran

4. Mengadakan observasi dan evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar dalam upaya perbaikan pengajaran

5. Memotivasi guru-guru untuk menerapkan ide-ide baru yang kondusif bagi perbaikan proses belajar mengajar.

Dengan menyimak paparan peranan supervisor dapat dikemukakan bahwa Kepala Sekolah sebagai supervisor mempunyai peranan yang amat besar dan bermakna dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.Untuk menetralisasi keragaman visi tentang peranan supervisor, secara umum peranan Kepala Sekolah sebagai supervisor dapat dispesifikasi dalam bidang yang lebih bersifat teknis akademik Sejalan dengan posisi jabatannya sebagai pemimpin pendidikan terdepan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan teknis operasional pendidikan di sekolah.

Atas dasar itu, peranan supervisi Kepala Sekolah dapat dikemukakan dalam beberapa bidang pokok dan khusus.

1. Mengembangkan Profesional Guru

Kepala sekolah berkewajiban membantu menumbuhkembangkan kemampuan dan keterampilan guru-guru dalam profesinya masing-masing.Misalnya, meningkatkan partisipasi guru-guru dalam kegiatan ilmiah.seperti: mengikuti penataran, seminar, diskusi, lokakarya, maupun pendidikan prajabatan yang lebih tinggi. Selain itu, pembinaan sikap profesionalisme yang menyangkut; sikap kekaryaan, disiplin kerja, tanggung jawab profesional, motif

berprestasi, dan loyalitas kesejawatan serta menumbuhkembangkan sikap inisiatif, kreatif, inovatif, dan sportivitas guru.

2. Pengembangan Kurikulum.

Peranan ini mengacu pada tanggung jawab Kepala Sekolah dalam hal pengendalian mutu pendidikan. Untuk bidang ini peranan Kepala Sekolah mencakup pelaksanaan kurikulum yang dibagi dalam dua tahapan kegiatan:

a. Memonitor administrasi guru sebagai pelaksana kurikulum yang meliputi isi/materi, metode penyajian, alat/fasilitas pendukung dan sistem evaluasi.

b. Memonitor pelaksanaan proses pembelajaran melalui teknik-teknik supervisi yang menyangkut performansi guru, situasi kelas dan kegairahan siswa belajar.

3. Membina Stabilitas Sekolah yang Sehat dan Dinamis.

Peranan Kepala Sekolah di bidang ini mencakup dua hal pokok yaitu:

a. Menciptakan iklim organisasi sekolah yang favorable melalui pembinaan hubungan antara personel sekolah yang mencakup soal hubungan Kepala Sekolah dengan guru, Kepala Sekolah dengan siswa, Kepala Sekolah dengan pegawai, guru dengan siswa, guru dengan pegawai, dan hubungan antar sejawat serta persepsi terhadap kondisi kerja baik fisik maupun non fisik yang dapat dirasakan sebagai tempat yang aman dan menyenangkan

untuk bekerja, dengan kata lain merupakan tanah yang subur untuk bercocok tanam.

b. Membina hubungan kerjasama dengan masyarakat baik melalui organisasi BP3 dan organisasi sosial lain yang berkepentingan maupun yang bersifat perorangan atau kelompok.

Ketiga supervisi Kepala Sekolah yang dikemukakan di atas, dapat dianggap sebagai pilar dari peranan supervisor lainnya. Oleh karena itu, perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh bagi Kepala Sekolah disampaikan juga peranannya sebagai indikator sebagai administrator di sekolah, namun demikian dalam pelaksanaan tugas sehari-hari secara empirik Kepala Sekolah cenderung lebih berperan sebagai administrator. Oleh karena itu, antara peranan Kepala Sekolah sebagai administrator dan sebagai supervisor merupakan dua peranan yang menentukan dan saling menunjang, sehingga idealnya harus dialaksanakan secara bersama-sama dalam upaya mewujudkan pendidikan secara efisien dan efektif yang pada gilirannya bermuara pada produktivitas pendidikan yang berkualitas.

Penegasan di atas, diperkuat oleh temuan kajian empiris bahwa produktivitas kerja bawahan/guru dapat meningkat antara 35%-40%

melalui pengaruh/dorongan dari pemimpin/Kepala Sekolah, sedangkan sekitar 60-65% lainnya ditentukan secara utuh oleh kemampuan personal bawahan/guru. Ini berarti bahwa produktivitas kerja bawahan/guru adalah merupakan penjumlahan antara kemampuan

pihak pimpinan dalam mendayagunakan potensi bawahan secara optimal dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap personal.

Penelitan ini mengungkapkan hubungan fungsional dan korelatif yang berarti antara peranan supervisi Kepala Sekolah dengan produktivitas kerja guru, produktivitas kerja guru dapat dijelaskan oleh peranan supervisi Kepala Sekolah yang memberikan sumbangan nyata terhadap produktivitas kerja guru.

Temuan ini mengandung implikasi bahwa Peranan Supervisi Kepala Sekolah SMPN 3 Parangloe merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas kerja guru-gurunya.Oleh karena itu, peranan supervisi Kepala Sekolah perlu ditingkatkan secara berencana baik kualitas maupun kuantitasnya.Temuan ini juga secara imlisit memberikan sinyal bahwa tarap komitmen guru-guru pada SMPN 3 Parangloe terhadap pekerjaannya belum tinggi, sehingga kebutuhan supervisi yang intensif dari Kepala Sekolah mejadi kebutuhan yang amat mendasar diperlukan (hasil wawancara Tanggal 3 Juli 2016).

Kepala Sekolah dalam kedudukannya sebagai supervisor harus memiliki beberapa sikap yang dapat diteladani oleh para guru dalam bekerja agar produktivitas kerja mereka dapat meningkat. Figur sikap yang dimaksud adalah:

1. Cara berpikir 2. Perasaan

3. Sikap dan Kemauan 4. Cara bergaul

5. Estetika

6. Cara memelihara kesehatan 7. Penampilan diri

8. Pembincaraan 9. Cara bertindak

Sikap-sikap dasar tersebut, adalah sikap dasar supervisor yang efektif sehingga amat layak dicontoh oleh setiap bawahan (guru) untuk menjadi guru yang produktif.

Dengan terbuktinya dalam penelitian ini bahwa peranan supervisi Kepala Sekolah berpengaruh kuat terhadap produktivitas kerja guru, dengan persentase jawaban responden 70% dari 10 orang guru yang ada, maka dapat diasumsikan bahwa produktivitas kerja guru tidak hanya ditentukan oleh potensi individualnya (kemampuan), tetapi juga faktor-faktor lain yang terdapat di luar dirinya. Terutama faktor Kepala Sekolah dengan berbagai peranannya yang bersentuhan dengan tugas fungsional guru yang dalam penelitan ini dikaji hanya salah satu dari beberapa peranan Kepala Sekolah dan peranan-peranan lain itu tidak kalah urgennya dalam mengkontribusi produktivitas kerja guru. Diantara peranan Kepala Sekolah yang juga bersentuhan dengan tugas fungsional guru dan kemungkinannya sangat berpengaruh, sehingga dipandang layak sebagi ajang penelitian lebih lanjut adalah masalah manajemen Kepala Sekolah dikatikan dengn kemampuan kerja guru.

Salah satu masalah aktual yang disinyalir masyarakat tengah mengerayangi kondisi sosial persekolahan dewasa ini ialah lemahnya

manajemen para pemimpin pendidikan operasional termasuk Kepala Sekolah yang tidak jarang menimbulkan akses sosial yang gejalanya antara lain kepuasan kera guru yang cenderung menurun.

Bekerja produktif memerlukan persyaratan antara lain:

1. Kemampuan kerja yang tinggi;

2. Kemampuan kerja yang sesuai dengan tugasnya;

3. Lingkungan kerja yang nyaman;

4. Penghasilan dapat memenuhi kebutuhan hidup;

5. Jaminan sosial yang memadai;

6. Kondisi kerja yang manusiawai;

7. Hubungan kerja yang harmonis baik secara vertikal maupun secara horisontal.

Oleh karena itu, salah satu usaha yang konkrit yang mendorong produktivitas kerja, adalah peningkatan pendidikan dan latihan agar para guru dapat mengembangkan tugas dan pekerjaan sebaik mungkin. Pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan dengan tingkat pendidikan yang memadai serta penempatan tugas yang sesuai akan mendorong kemajuan unit kerja, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas yang dihasilkan akan memuaskan semua pihak.

C.Kontribusi Kualitas Proses Belajar Mengajar Guru terhadap