• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

G. Produktivitas Kerja Guru

Produktivitas berasal dari Bahasa Inggris yaitu Product, kemudian dikembangkan menjadi productive yang berarti penghasilan dan productivity yang dipergunakan dalam dalam Bahasa Indonesia menjadi produktivitasyang berarti kemampuan atau kekuatan menghasilkan sesuatu.

Jika membicarakan masalah produktivitas, muncul suatu situasi yang paradoksal (bertentangan) karena belum ada kesepakatan umum tentang pengertian yang dimaksud serta kriteria-kriteria dalam mengukur maupun mengaktualisasikannya.Kendati demikian, konsepsi tentang produktivitas secara umum menurut Rusli Syarif (1987: 9) menyatakan bahwa “Hubungan antara kualitas yang dihasilkan dengan jumlah kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil itu.Secara umum rasio antara keputusan dan pengorbanan yang dilalukan”.

Sementara untuk pengetian yang sama produktivitas secara umum diartikan sebagai hubugan antara hasil nyata (barang-barang) dan tidak nyata (jelas) dengan memuaskan yang sebenarnya. Dasar dan konsepsi ini sangat tepat sekali, jika dihubungkan dengan orientasi

kajiannya.Masalahnya kemauan adalah dapat dipandang dalam memberi arti yang menyeluruh terhadap prodiktivitas yang sebenarnya.

Pengertian di atas memberikan penafsiran bahwa produktivitas merupakan rasio dari kepuasan yang diperoleh terhadap usaha yang telah dilakukan. Hubungan antara kualitas hasil kerja dengan jumlah jam kerja yang dilakukan untuk hasil itu. Perbandingan dari apa yang dihasilkan terhadap seluruh cara yang dilakukan untuk mendapatkan input, rasio dari kepuasan yang diperoleh terhadap usaha yang dilakukan. Hubungan antara kualitas hasil kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil yang dimaksud.

Pengertian produktivitas dapat pula dibedakan sebagai berikut:

a. Produktivitas kerja adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dengan jumlah sumber kerja yang dipergunakan.

Produktivitas dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar dari pada sumber kerja dipergunakan.Sebaliknya produktivitas dikatakan rendah jika hasil yang diperoleh lebih kecil dari sumber kerja.

b. Produktivitas yang diukur dari daya guna (efisien) penggunaan personil sebagai tenaga kerja. Produktivitas ini digambarkan dari ketepatan penggunaan metode atau cara kerja atau kiat yang ada sehingga problem dan beban kerja dapat diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

Dari rumusan produktivitas yang telah dikemukakan dapat disimpulkan, bahwa produktivitas adalah:

1. Perbandingan ukuran harga bagi masukan dan hasil

2. Perbedaan antara jumlah pengeluaran serta masukan yang dinyatakan dalam satuan bilangan.

Dengan demikian, pengertian produktivitas pada dasarnya mencakup dua konsep yaitu daya guna dan hasil guna. Daya guna menggambarkan tingkat sumber daya manusia, dana serta material.

Sedankan hasil guna menggambarkan akibat dari kualitas dari hasil yang diperoleh.Dengan demikian, produktivitas dapat dinyatakan dengan efisiensi (ratio, output, input) dikaitkan dengan efektivitas (kepuasan atau output).

Secara konsepsional produktivitas dapat pula diartikan sebagai peningkatan kualitas, bisa juga sebagai pekerja efektif dan efisien.Oleh karena itu, produktivitas, efisiensi dan kualitas sangat berdekatan, sumber daya manusia dan sumber daya alam digerakkan secara efektif dan memerlukan keterampilan manajemen dan organisasi sehingga dapat mencapai tingkat hasil guna yang tinggi. Artinya hasil yang diperoleh seimbang dengan masukan yang diolah, melalui beberapa perbaikan kerja, pemborosan tenaga dan waktu dan berbagai input lainnya akan dikurangi sejauh mungkin.

Jika dijabarkan secara jelas dan terarah hasilnya akan lebih baik dan banyak hal bisa dihemat yang jelas waktunya tidak terbendung

percuma, tenaga sangat digerakkan secara efektif dan pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi pemerintah bisa diselenggarakan secara baik, efisien dan efektif. Hal ini menjadi titik tolak pengerian produktivitas secara menyeluruh.

Ruanglingkup pengertian dan pemahaman arti dan implikasi produktivitas perlu dilihat secara luas.Di sini konsep produktivitas perlu dilihat atau ditinjau secara luas.Konsep produktivitas tidak bisa sepotong-sepotong karena dibalik pengertian sederhana, terkandung makna dan ruang lingkup yang dapat digunakan dalam berbagai dimensi kerja.

Produktivitas pada dasarnya mencakup sikap mental yang memandang aktivitas yang dilakukan hari ini, harus lebih baik dari pada hari kemarin, optimisme tersebut jika dita’rifkan dalam oganisasi secara teratur akan mampu memberikan keyakinan baru pada diri setiap karyawan maupun anggota organisasi lainnya, bahwa kehidupan hari ini lebih baik dari kemarin maupun hari esok adalah lebih baik dari pada hari ini.

Relevansi antara produktivitas dengan mental maupun etika kerja sangat erat. Sikap mental dimaksud akan menunjang suasana kerja yang dinamis dan dapat menimbulkan suasana kerja atau metode kerja organisasi. Disamping itu, ruang lingkup produktivitas juga memberikan indikasi tentang pentingnya kemampuan manajemen yang terpadu.

Atas dasar itulah orang yang dapat membicarakan tentang produktivitas yang tidak saja menyangkut antara pribadi tetapi bersifat menyeluruh pada tingkat struktur organisasi.

Jika kepuasan atau produktivitas yang dihasilkan dipandang sebagai efektivitas maka out put diartikan sebagai berikut:

1. Memuaskan para pemakai jasa

2. Memungkinkan perusahaan dapat meningkat pesat 3. Memuaskan pegawai dari organisasi itu sendiri

4. Memuaskan masyarakat pada khususnya dan bangsa pada umumnya.

Pada dasarnya kriteria ini adalah hasil dari setiap kegiatan yang sesungguhnya telah berfungsi secara produktif.Terus mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan daya jangkau pegawai.

Pendekatan yang sama dalam pengertian ini, setiap pegawai akan mampu berusaha secara optimal sesuai dengan tingkatan organisasi, apalagi perusahaan yang memiliki landasan produktivitas secara nyata dan realistis.

Masalah produktivitas merupakan faktor yang amat penting untuk dikaji dalam mengoperasikan suatu organisasi, baik ditinjau dari dimensi organisasi maupun dari sudut individu yang menjalankan fungsi dan peranan organisasi. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, berikut ini akan dikemukakan beberapa pandangan para ahli yang telah banyak memberikan gagasan tentang produktivitas berikut ini.

David J. Sumant (1985) menjelaskan pengertian produktivitas dari segi istilah, yaitu:

“Production and productivity. Production is concerned with the activity of producing goods and/services. Productivity is concerned with the efficient utilization of resources (input) in producting goods and/or sevices (output).”

Dari pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa produksi mengacu kepada aktivitas untuk mengasilakan barang-barang dan/atau jasa berupa pelayanan.Sedangkan produktivitas mengacu kepada penggunaan secara efisien sumber daya organisasi dalam menghasilkan barang-barang dan/atau jasa/pelayanan.

Selanjutnya Paul Mali (1978) memandang produktivitas dari segi dimensi organisasi mengemukakan bahwa

“Productivity is the measeure of how well resources are brought together in organization and utilized for accomplishing a set of resulte. Productivity is reaching the highest level of performance with the least expenditure of resources.”

Menyimak rumusan paul tersebut, dapat disimpulkan:

1. Produktivitas adalah merupakan indikator bagaimana meminimalisasi penggunaan sumber-sumber daya dalam organisasi dan bermanfaat untuk memperbaiki keluaran organisasi;

2. Produktivitas ialah derajat unjuk kerja organisasi semakin meningkat dengan menggunakan sumber daya yang relatif kecil.

Menyimak rumusan Paul Mali, dapat disinyalir bahwa penekanan pandangnnya tentang produktivitas mengacu kepada dua aspek pokok, yaitu efektivitas dan efisiensi

Sejalan dengan pandangan Paul Mali di atas, J.H. Donnelly (1984) menegaskan “Productivity is efficiency with outputs are produced- the ratio of output to input.” Jadi produktivitas berkenaan dengan efisiensi kerja yang hasilnya memberikan keuntungan berdasrkan rasio antara hasil-hasil yang diperoleh dengan sumber daya yang dipergunakan.

Sedangkan R. Sain Paul (Asian Productivity Congress, 1980) dalam Hadarawi Nawawi (1990) mengemukakan: “Produktivitas adalah hubungan antara kualitas yang dihasilkan dengan jumlah kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil.”Pandangan ini cenderung melihat produktivitas itu dari segi efektivitas.Pandangan ini merujukkan ke dua pendapat di atas, (Donnelly dan R.Saint-Paul), seperti ditandaskan oleh George J. Washnis (1981) bahwa “Produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna (efisiensi) dan hasil guna (efektivitas).”Daya guna menggambarkan pemanfaatan sumber daya (manusia, dana dan juga sumber lainnya) yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertentu, sedangkan hasil guna menggambarkan akibat dari kualitas yang diusahakan.

Gagasan produktivitas yang lebih ditujukan kepada dimensi individu, sebagaimana ditegaskan oleh Mohammad Fakry Gaffar (1987) bahwa “Individu yang produktif adalah individu yang menghasilkan suatu produk yang bermut, dapat diamati, serta berguna bagi masyarakat.”

R. Bruce Mcafee dan William Poffenberger (1982) mengaritikan produktivitas individu sebagai “Ability times motivation equals job fermormanc.” Jadi produktivitas kerja merupakan hasil perkalian antara kemampuan dan motivasi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya.Pengertian ini secara implisit berimplikasi peranan pemimpin.

Tinjauan lebih khusus tentang manusia Indonesia yang produktif, seperti diungkapkan oleh A. A. R. Tilaar (1991) yaitu :

“Manusia baru Indonesia yang memuat tiga ciri utama, sadar iptek, kreatrif dan solidaritas etis”.

Ketiga ciri utama itu digambarkan sebagai manusia Indonesia modern dalam menyongsong era globalisasi yang sedang melanda dunia sekarang ini.Perwujudan sosok manusia Indonesia modern adalah manusia Indonesia yang memiliki sikap panca nasional.Pandangan ini lebih universal dan relevan dengan konsep produktivitas yang berdimensi individu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan produktivitas kerja guru adalah produktivitas merupakan rasio dari kepuasan yang diperoleh terhadap usaha yang telah dilakukan.

Hubungan antara kualitas hasil kerja dengan jumlah jam kerja yang dilakukan untuk hasil itu. Perbandingan dari apa yang dihasilkan terhadap seluruh cara yang dilakukan untuk mendapatkan input, rasio dari kepuasan yang diperoleh terhadap usaha yang dilakukan.

Hubungan antara kualitas hasil kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil yang dimaksud.dengan kata lain produktivitas kerja guru adalah meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga edukatif agar menghasilkan siswa-siswi yang berprestasi.