• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan software merupakan hal yang penting dalam perancangan sistem kendali pada payload ini. Pada bagian ini yang nantinya akan dijadikan sebagai algoritma kendali dari keseluruhan kerja payload. Seluruh algoritma dituliskan pada sebuah Basic Stamp Editor v2.2 dan kemudian disimpan pada sebuah IC mikrokontroler BS2p40, maka secara otomatis mikrokontroler BS2p40 akan mengerjakan seluruh program yang dimasukkan kedalamnya.

3.2.1 Algoritma Dasar

Merupakan sebuah algoritma yang mendasari seluruh algoritma yang ada dalam payload. Algoritma inilah yag nanti akan dikembangkan menjadi algoritma-agoritma yang lebih spesifik lagi.

Ketika awal dijalankan maka mikro akan menunggu interuksi dari user terlebih dahulu tanpa mengerjakan apapun, selanjutkan akan mengerjakan perintah-perintah sesuai dengan interuksi yang diberikan. Berikut ini merupakan bagan flowchart sederhanadari seluruh algoritma yang ada.

MULAI SERIN=361? SERIN=362? STANDBAY SERIN=361? SERIN=363? SERIN=362? SERIN=363? ya ya ya ya ya tdk tdk tdk tdk tdk tdk ya A1 A1 A2 SERIN=364? tdk tdk SERIN=366? MAJU tdk SERIN=368? KANAN tdk SERIN=369? KIRI A2 SERIN=364? tdk tdk SERIN=361? SERIN=363? tdk ya tdk SERIN=366? MAJU tdk SERIN=368? KANAN tdk SERIN=369? KIRI A2 SERIN=362? tdk tdk STANDBAY TELEMETRI SELF-RUN TELEMETRI DAN SELF-RUN TELEMETRI DAN SELF-RUN SELF-RUN TELEMETRI DAN SELF-RUN TELEMETRI 1 2 2.a 3 3.a 3.c 3.b 3.d ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya 3.e 2.b 4 4.a 4.b 4.c 4.d 4.e 4.f 4.g 4.h 4.i 4.j 4.k 5 5.a 5.b 5.c 5.d 5.e 5.f 5.g 5.h 5.i 5.j 5.k 5.l 5.m

Gambar III.8 Flowchart Pemrograman

Keterangan gambar dari flowchart diatas dapat dilihat pada tabel III.6 dibawah ini. Tabel ini menerangkan alur program yang ada dalam flowchart

Tabel III.6 Keterangan gambar 3.6

No Keterangan

1 Mulai program dijalankan

2 Rutin standby dimana mikrokontroler tidak mengejakan apapun a

Jika data = 361 maka lompat ke rutin Telemetri jika tidak lanjut ke b

b

Jika data = 362 maka lompat ke rutin self-run jika tidak balik keawal

3 Rutin Telemetri

a Jika data = 362 maka lompat ke rutin self-run jika tidak lanjut ke c b Jika data = 363 maka lompat ke rutin Standby jika tidak lanjut ke d c Jika data = 364 maka lompat ke d jika tidak lanjut ke e

d Telemetri dan Self-run e Ulangi dari awal Telemetri

4 Rutin self-run a

Jika data = 361 maka lompat ke rutin Telemetri jika tidak lanjut ke b

b Jika data = 363 maka lompat ke rutin Standby jika tidak lanjut ke c c Jika data = 364 maka lompat ke d jika tidak lanjut ke e

d Telemetri dan Self-run

e Jika data = 366 maka lompat ke f jika tidak lanjut ke g

f Sub rutin Maju

g Jika data = 368 maka lompat ke h jika tidak lanjut ke i

h sub rutin Kanan

i Jika data = 369 maka lompat ke j jika tidak lanjut ke k

j Sub Rutin Kiri

k Mulai dari awal Program Self-run

5 Rutin telemetri dan self-run

a Jika data = 361 maka lompat ke b jika tidak lanjut ke c b Rutin telemetri

c Jika data = 363 maka lompat ke d jika tidak lanjut ke e

d Rutin standby

e Jika data = 362 maka lompat ke f jika tidak lompat ke g

f Rutin Self-run

g Jika data = 366 maka lompat ke h jika tidak lanjut ke i

h Sub rutin Maju

i Jika data = 368 maka lompat ke j jika tidak lanjut ke k

j Sub rutin Kanan

k Jika data = 369 maka lompat ke l jika tidak lanjut ke m

m Mulai dari awal Program Self-run 3.2.2 Prosedur Sensor Sht75 KELEMBABAN COMMANDß 00000101B Rhß(26542-(54722**result+result))**result-40 RHtcß 655+(result*5)+(result**15917) Gosub Start RHtc=(RHtc**(degC+2480))-(RHtc**2730)+RH RHtcß RHtc/10 RETURN SUHU COMMANDß 00000011B Dec3ßKons+5/ 10-400 RETURN 1 2 3 6 7 8 1 2 3 4 6 Gosub Start Dec3ßDec3/10 5 A B

start Gosub Reset Gosub tunggu Shiftin R1 Reset pin 6 SckßPulsout Set pin 6 Shiftin r0 Setßpin6 SckßPulsout RETURN C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 Reset Input Dta Sckß1 Dtaß0 Sckß0 Sckß1 Input Dta Sckß0 Cmdßshiftout Input Dta Sckßpulsout RETURN D 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tunggu Resultß4096 ResultßResult-1 RETURN ResultßResult AND Dta

E 1 2 3 4 5

Gambar III.10 Flowchart Pemrograman Sensor Sht75

Berikut ini adalah tabel keterangan dari flowchart pemrograman Sht75, setiap alur program diceritakan dalam tabel dibawah ini.

Tabel III.7 Keterangan gambar 3.7

No KETERANGAN

A Rutin Menghitung kelembaban

1 Mulai

2 Berikan nilai awal (command) = 5 3 Lompat ke sub ruin start

4 s/d 8 Lakukan perhitungan mencari rh B Rutin Menghitung Suhu

2 Berikan nilai awal (command) = 3 3 Lompat ke sub rutin start

4 s/d 5 lakukan perhitungan mencari nilai suhu C Sub Rutin awal

1 Mulai

2 Lompat ke sub rutin reset 3 Lompat ke sub rutin tunggu 4

Ambildata dengan sebuah clock dan simpan data pada R1

5 Reset pin 6

6 Berikan sebuah pulsa pada pin sck 7 Set pin 6

8

Ambil data dengan sebuah clock dan simpan data pada R0

9 Set pin 6 menjadi 1

10 Berikan pulsa pada pin sck 12 Kembali ke program utama D Sub Rutin Reset

1 Mulai sub rutin

2 Pin data aktif dan dapat diambil data saat nilai hight 3 Set pin sck menjadi 1

4 Set pin data menjadi 1 5 Reset pin sck

6 Set pin sck menjadi 1

7 Pin data aktif dan dapat diambil data saat nilai hight 8 Reset pin sck

9 Beri pulsa pada cmd untuk mengeluarkan data 10 Pin data aktif dan dapat diambil data saat nilai hight 11 Berikan pulsa pada pin sck

12 Kembali keprogram utama

E Delay

1 Sub rutin tunggu 2 Result=4096 3 Result-1

Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan pada

Program Studi Teknik Komputer Diploma Tiga (D-III) Jurusan Teknik Komputer

Disusun Oleh :

SUGENG

10807020

Pembimbing : Agus Mulyana, M.T

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

2010

Pemanfaatan roket dalam bidang meteorologi menawarkan kemudahan dalam pengerjaannya. Selain lebih efisien juga hemat biaya. Roket yang terisi muatan roket (payload) serta dilengkapi dengan berbagai sensor untuk misi khusus seperti penginderaan cuaca, dilengkapi juga dengan sistem telemetri serta telecommand. Sistem telemetri ini nantinya akan mengirimkan sebuah data secara realtime atau terus menerus dari pembacaaan sensor yang ada. Pengiriman dilakukan melalui sebuah gelombang radio dengan frekuensi antara 128-134 MHz. Sistem komunikasi yang ada dalam payload ini adalah bersifat Half Duplex, dimana dapat melakukan komunikasi dua arah namun secara bergantian. Hasil penginderaan sensor

meteorologi yang ada dalam payload diolah terlebih dahulu kemudian dikirimkan ke

ground segment. Di ground segment data yang telah diterima dianalisis keakurasiannya serta ketelitiannya kemudian data tersebut disajikan dalam bentuk tabel beserta informasi yang didapatkan. Sistem telecommand pada payload berfungsi sebagai pengendali arah gerak payload agar dapat kembali ke home. Pengendalian arah gerak ini mengacu dari sensor kompas yang terpasang pada payload.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Sistem Telemetri Suhu dan Kelembaban

Kata telemetri berasal dari akar bahasa yunani yaitu tele = jarak jauh, dan

metron = pengukur. Telemetri berarti sebuah teknologi yang memperbolehkan pengukuran jarak jauh dan melaporkan informasi kepada perancang atau operator sistem baik menggunakan kabel maupun tanpa menggunakan kabel (wireless). Selanjutnya data tersebut dapat digunakan secara langsung maupun perlu dianalisi terlebih dahulu. Secara umum telemetri terdiri dari enam bagian umum yaitu obyek ukur, sensor, pemancar, saluran transmisi, penerima dan tampilan. Sistem telemetri yang digunakan dalam komunikasi ini adalah sebuah perangkat komunikasi radio yang bersifat half duplex, dimana komunikasi yang dapat dilakukan adalah komunikasi dua arah namun secara bergantian.

Suhu atau temperatur udara adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer. Alat untuk mengukur suhu atau temperatur udara atau derajat panas disebut termometer. Biasanya pengukuran suhu atau temperatur udara dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).

Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara pada saat dan tempat tertentu. Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut

psychrometer atau hygrometer. Kelembaban udara dapat dibedakan menjadi: 1. Kelembaban mutlak atau kelembaban absolut, yaitu kelembaban yang

menunjukkan berapa gram berat uap air yang terkandung dalam satu meter kubik udara.

1. Kelembaban nisbi atau kelembaban relatif, yaitu bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.

2.2 Metode Transmisi

Ada tiga macam metode transmisi data, tiga metode tersebut adalah [6]:

1. Simplex

a. Sinyal ditransmisi dalam satu arah

b. Stasiun yang satu bertindak sebagai transmiter dan yang lain sebagai

receiver, tugasnya adalah tetap.

c. jarang digunakan untuk sistem komunikasi data

Gambar II.1 Blok metode transmisi simplex

2. Half Duplex

a. Sinyal ditransmisikan ke dua arah secara bergantian

b. Kedua stasiun dapat melakukan transmisi tetapi hanya sekali dalam suatu waktu

Gambar II.2 Blok metode transmisi half duplex

3. Full Duplex

a. Sinyal ditransmisikan ke dua arah secara simultan / bersamaan

Gambar II.3 Blok metode transmisi simplex

2.3 Perangkat Keras

Perangkat keras merupakan bagian penting dalam perancangan sistem ini, dimana perangkat keras yang digunakan terdiri dari sebuah mikroprosesor sebagai otaknya serta sensor-sensor sebagai alat penginderanya.

2.3.1 Mikrokontroler Basic Stamp BS2P40

Mikrokontroler merupakan sebuah IC yang berfungsi sebagai pengendali perangkat–perangkat lain yang terhubung dengan mikrokontroler tersebut. Pada perancangan ini mikrokontroler berfungsi sebagai pengendali arah gerak payload

secara manual maupun otomatis. Pada perancangan ini digunakan sebuah modul BS2p40 yang telah banyak tersedia dipasaran.

Alasan pemilihan mikrokontroler BS2p40 [1]:

1. MikrokontrolerBasic Stamp 2p40 interpreter chip (PBASIC48W/40P) 2. 8 x 2Kbyte EEPROM yang mampu menampung hingga 4.000 interuksi 3. Kecepatan prosesor 20MHz turbo dengan kecepatan eksekusi program

hingga 12.000 instruksi perdetik

4. RAM sebesar 38 byte (12 I/O,26 variabel) dengan Scratch Pad sebesar 128 byte

5. Jalur I/O sebanyak 32 pin dengan kemampuan suplai arus sebesar 30mA per pin dan 60 mA per 8 pin

6. Tersedia jalur komunikasi serial UART RS-232 dengan konektor DB-9 7. Tegangan input 9-12 VDC dan tegangan output 5 VDC

2.3.2 Diskripsi Pin Basic Stamp 2P40

Berikut ini merupakan tabel diskripsi pin-pin yang ada dalam BS2P40 beserta keterangannya

Tabel II. 4. Diskripsi pin BS2P40 [1]

Pin Nama Keterangan

1 SOUT

Serial Out untuk pemrograman yang terkoneksi ke PC pada port di pin RX(DB9 PIN2/DB25 PIN3)

2 SIN

Serial input untuk pemrograman yang terkoneksi ke PC pada port di pin TX(DB9 PIN3/DB25 PIN2)

3 ATN

Serial data untuk pemrograman yang terkoneksi ke PC pada port di pin DTR (DB9 PIN4/DB25 PIN20)

4 VSS

Serial data untuk pemrograman yang terkoneksi ke PC pada port di pin DTR (DB9 PIN5/DB25 PIN7)

5-20 P0-15 PIN I/O dimana logika high = 5 V dan Low= 0V

21-36 X0-15

PIN I/O sekunder (Auxiliary) dimana logika high = 5 V dan Low= 0V

21&37 VDD Pin input tegangan sebesar 5V 22 & 38 RES PIN reset

23 & 39 VSS PIN Ground mikrokontroler

24 & 40 VIN

PIN input tegangan yang dilewatkan regulator 5V, membutuhkan sumber sebesar 5,5 -12VDC

Sedangkan gambar dibawah ini menunjukan konfigurasi pin-pin pada BS2P40

2.3.3 Modul Telemetri

Media telemetri yang digunakan yaitu menggunakan frekuensi radio. Untuk menunjang telemetri tersebut digunakan dua buah modul radio yaitu Hua-Wei YS-1020U. Gambar dari radio tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar II.5 YS-1020U

Berikut merupakan tabel keterangan pin pada modul radio YS-1020U yang digunakan dalam perancangan sistem ini:

Tabel II.2 Susunan pin radio YS-1020U [10]

PIN NAMA PIN FUNGSI LEVEL

1 GND Ground

2 VCC Tegangan input +3,3- 5,5V

3 RXD/TTL Input serial data TTL

4 TXD/TTL Output serial data TTL

5 DGND Digital grounding

6 A(TXD) A of RS-485 or TXD of RS-232 7 B(RXD) B of RS-485 or RXD of RS-232

8 SLEEP Sleep control(input) TTL

9 RESET Reset(input) TTL

Radio ini memiliki 8 kanal frekuensi yang berbeda dengan jarak jangkauan antara 500m–800m dengan baudrate yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, sementara frekuensi yang digunakan antara 428-434.5308MHz, dengan 8 canel yang berbeda. Radio ini dapat bekerja secara maksimal jika di uji atau digunakan pada area terbuka dan tidak terdapat penghalang yang dapat menggangu sinyal frekuensinya.

2.3.4 Sensor Suhu dan Kelembaban

Sensor suhu dan kelembaban yang digunakan adalah SHT75. Sensor ini adalah sebuah chip yang dapat mengukur suhu dan kelembaban sekaligus. Penggunaan sensor ini dengan pertimbangan ukurannya yang kecil dan juga kehandalannya. Keluaran dari sensor ini sudah berupa data digital karena didalam

chip ini telah terdapat sebuah ADC sebesar 14bit. Rentang pengukuran suhu antara -40-123,80C dan kelembaban antara 0-100 %Rh. Keakurasian pengukuran mencapai ±0,3 setiap kenaikan 25ºC untuk temperatur dan ±1,8 %RH untuk kelembaban

Berikut ini gambar sensor suhu dan kelembaban SHT75 :

Gambar II.6 Sensor suhu dan kelembaban

Resolusi pengukuran default dari sensor ini adalah 14 bit untuk sensor suhu dan 12 bit untuk sensor kelembaban, dapat juga menggunakan resolusi hanya 12 bit dan 8 bit. Adapun sensor suhu dan kelembaban berbentuk digital yang digunakan sebagai pembanding saat melakukan percobaan adalah sebagai berikut :

2.3.5 Sensor Accelerometer

Merupakan sebuah sensor yang digunakan untuk mengukur percepatan gerak dari payload ketika payload mulai diluncurkan sampai payload tersebut sampai di home kembali, sensor ini memiliki ketahanan terhadap gaya gravitasi sebesar 20g pada axis X dan axis Y. Keluaran sensor masih berupa data analog sehingga perlu adanya sebuah ADC untuk mengolah datanya. Data yang dikeluarkan bersifat linier berupa axis X dan Y, kedua data ini menentukan akselerasi gerak payload.

Gambar II.8 Accelerometer MMA 3201

2.3.6 Sensor Kompas

Sensor kompas digunakan sebagai penunjuk arah dari gerak payload, sensor yang diguanakan adalah sensor kompas digital HM55B. Sensor ini memiliki keluaran digital sebanyak 2 axis yaitu axis Y dan axis X, data yang dihasilkan dari kedua axis diolah dalam mikrokontroler kemudian digunakan sebagai acuan gerak payload. Memiliki resolusi sampai 6 bit data dengan kecepatan sensivitas pengukuran antara 30–40 mS setelah program dijalankan. Berikut konfigurasi pin pada sensor kompas HM55B

Gambar II.9 Sensor kompas HM55B

2.3.7 Modul Sensor Tekanan

Merupakan sebuah sensor yang diguakan untuk mengukur tekanan udara pada tempat tertentu. Sensor ini juga dapat digunakan unutk menentukan ketinggian payload saat payload tersebut diluncurkan. Sensor tekanan yang diggunakan memakai sebuh modul DT-Sense Barometric Pressure and Temperature Sensor yang merupakan modul sensor berbasis sensor HP03 yang dapat diggunakan medeteksi besarnya tekanan dan temperatur udara disekitar sensor. Modul ini dilengkapi dengan antarnuka UART TTL, serta keluaran data yang telah berbentuk digital sehingga tidak perlu melakukan perhitungan yang telalu banyak. Spesifikasi modul tekanan sebagai berikut:

1. Catu daya sebesar 4,8-5,5

2. Range sensor tekanan udara antara 300-1100hpa (ss) hPa = 1milibar 3. Akurasi sensor tekanan udara ±1,5hPa

4. Resulosi sensor tekanan 0,1 hPa 5. Range sensor temperature -20-60 0C 6. Akurasi sensor temperature ±0,8 0C 7. Resulosi sensor temperaure 0,1 0C

Tabel II.3 Konfigurasi pin pada modul DT-sense barometric pressure and temperature sensor

PIN Nama Fungsi

1 GND Titik referensi untuk catu daya input 2 VCC Terhubung ke catu daya (4,8-5,5 v) 3 RX Input serial level TTL ke modul 4 TX Output serial level TTL dari modul

5 MAIN

SDA

I2C-bus data input/ouput

6 MAIN

SCL

I2C bus clock input

Untuk menghitung hasil keluaran dari sensor dapat digunakan rumus tekanan =(data MSB X 256 + data LSB)X10 (dalam satuan hpa)

Tekanan udara dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu: 1. Tekanan udara tinggi, lebih dari 1013 mb. 2. Tekanan udara rendah, kurang dari 1013 mb. 3. Tekanan di permukaan laut, sama dengan 1013 mb.

Gambar II.10 DT-sense baromatric pressure and temperature sensor

2.3.8 ADC

ADC (Analog to Digital Converter) digunakan untuk mengubah keluaran sensor yang masih berupa analog menjadi besaran digital. ADC yang digunakan adalah ADC0833, ADC ini merupakan sebuah ADC serial yang datanya langsung

dapat diterima mikrokontroler pada satu pin saja. ADC ini memiliki resolusi sampai dengan 8 bit dengan 4 chanel analog multiplaxer, dapat bekerja dengan

supply tegangan sebesar 0-5VDC. Berikut gambar dari ADC0833

Gambar II.11 ADC0833

2.3.9 Modul Aktuator

Perancangan sistem telemetri ini dilengkapi juga sistem aktuator sebagai pengendali arah gerak payload. Aktuator dari payload terdiri dari tiga buah motor

brushless yang dilengkapi propeller sebagai pendorongnya. Motor pada bagian kiri dan kanan digunakan sebagai navigasi dan bagian depan sebagai pendorong untuk maju . Motor brushless memiliki sebuah ESC (Elektronic Speed Control)

yang berfungsi sebagai pengatur kecepatan motor, selain itu juga berfungsi untuk menaikan jumlah arus yang diperlukan oleh motor. Kecepatan untuk motor yang keluar dari ESC diatur melalui pulsa dari mikrokontroler

Gambar II.12 Motor Brushless dan Propeller

2.3.10 Catu Daya

Catu daya di gunakan adalah baterai lipo sebanyak 1 buah. baterai ini mamiliki arus yang cukup besar dan dayanya cukup untuk mencatu

mikrokontroler dan komponen lain yang digunakan. Baterai ini memiliki daya sebesar 11,1V dan arus sebesar 1800mA. Baterai LIPO ini memiliki ketahanan pemakaian selama 10 menit, tidak boleh terpasang dengan motor maupun komponen lain selama lebih dari 5jam dan harus segera di-charger sebelum batas minimal dari tegangan baterai itu sendiri. Berikut ini gambar dari baterai yang digunakan.

Gambar II.13 Baterai LIPO (Lithium Polimer)

2.4 Perangkat Lunak

Perangkat lunak digunakan sebagai tempat untuk menulisan program yang mengendalikan seluruh kerja payload. Untuk memasukan program kedalam mikrokontroler maka digunakan basic stamp editor v2.2 yang langsung dapat mengkompail file menjadi bentuk .hex sehingga dapat dimengerti oleh mesin. 2.4.1 Basic Stamp Editor V2.2

Basic Stamp Editor v2.2 adalah program basic compiler berbasis windows

untuk mikrokontroler keluarga Basic Stamp, bahasa yang digunakan adalah bahasa basic atau bahasa tingkat tinggi yang mudah dimengerti oleh progremmer. Basic Stamp Editor v2.2 tidak memerlukan downloader lain untuk memasukkan program yang telah dibuat kedalam mirokontroler, karena setelah program selesai di compile maka langsung dapat dimasukkan kedalam mikrokontroler melalui port serial. Ketika Basic Stamp Editor dijalankan maka akan muncul jendela sebagai berikut :

Gambar II.14 Tampilan jendela program Basic Stamp Editor v2.2

Program Basic Stamp Editor v2.2 dilengkapi juga dengan sebuah terminal untuk melihat data komunikasi serial dari perangkat luar. Semua data yang dikirim dari mikrokontroler ke perangkat luar atau dari perangkat luar ke mikrokontroler dapat dilihat langsung dalam terminal ini.

Gambar II.15 Terminal Basic Stamp Editor v2.2

2.4.2 Visual Basic

Visual Basic adalah salah suatu developement tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual untuk merancang user interface dalam bentuk

form, sedangkan untuk pemprogramannya menggunakan bahasa basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual Basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun para pengembang.

Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan penting, karena dalam pemakaian aplikasi yang dibuat, pemakai senantiasa

berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan.

Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukkan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode program untuk menangani kejadian-kejadian atau event.

Program visual basic yang dibuat berfungsi sebagai ground segment, dimana ground segment ini berfungsi untuk menampung semua data yang dikirimkan dari payload, selain itu ground segment ini juga berfungsi sebagai pengendali arah gerak payload, dimana payload dapat diarahkan sesuai dengan kehendak user.

Berikut merupakan jendela dari visual basic jika dijalankan

Gambar II.16 Jendela pengaktifan program visual basic

Jendela ini akan muncul saat pertamakali membuka program visual basic,

pilih Standard EXE klik tombol “Open” maka akan muncul jendela utama seperti

Gambar II.17 Tampilan jendela visual basic ketika pertama kali dijalankan

Pada bagian jendela ini kita dapat membuat sebuah project atau membuat sebuah aplikasi sesuai dengan kebutuhan.

BAB IV

UJI COBA DAN ANALISIS SISTEM

Kehandalan dan keberhasilan dari sistem yang dibuat dapat diketahui dengan dilakukannya sebuah pengujian terhadap alat yang telah dibuat terutama pada bagian sensor yang dipergunakan.

Dokumen terkait