1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat 1
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan c. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat 1 di atas bahwa penilaian dalam pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah atas terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu yang pertama penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dimaksudkan pendidik disini adalah guru. Dan bentuk penilaian yang digunakan adalah penilaian ulangan harian, yang mencakup tiga aspek yaitu aspek kognitif yang berhubungan dengan pemahaman siswa, afektif respon dan tanggapan ataupun tingkat kemampuan menyampaiakan siswa dan psikomotorik yaitu tingkat melaksanakan atau menerapkan apa yang didapatkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian penilaian tahap ke dua Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan oleh satuan pendidikan yang disusun oleh satuan pendidikan tersebut untuk mengukur kemampuan siswa pada satuan waktu tertentu. Yang ketiga adalah Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah, penilaian hasil belajar siswa yang biasa dilakukan untuk menentukan ketuntasan belajar pada jenjang pendidikan tertentu, penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang dimaksudkan disini adalah ujian nasional. Ujian nasional yang oleh pemerintah dijadikan alat evaluasi nasional indonesia yang ber fungsi sebagai pengendali mutu pendidikan indonesia.
Peneliti mencoba untuk merelevansikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat 1 tentang Penilaian pendidikan pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 58 ayat 1 dan 2 yang berbunyi:
1. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
2. Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.
Penelitian yang dilakukan untuk menelaah dan merelevansikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat 1 pada poin a
dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 58 ayat 1, penilaian hasil belajar oleh pendidik, dilakukan secara berkesinambungan, untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian tersebut digunakan untuk:
1. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik;
2. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan 3. Memperbaiki proses pembelajaran.
Telaah yang kedua adalah merelevansikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat 1 pada poin b dan poin c dengan
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Pasal 58 ayat 2, relevansinya adalah Evaluasi peserta didik, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar melalui ujian sekolah/madrasah, untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
Penilaian hasil belajar oleh pemerintah, bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional, pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. UN harus dilakukan secara obyektif, berkeadilan, dan akuntabel. UN diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran, terdapat relevansi yaitu bahwa penilaian hasil belajar pada ujian sekolah faktor pendukung adalah pendidik atau guru, penilaian oleh peserta didik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Evaluasi satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan, dimaksud
lembaga mandiri adalah pemerintah yang menetapkan ujian nasional sebagai alat evaluasi nasional yang digunakan pada tingkat dan jenjang pendidikan tertentu yang digunakan secara menyeluruh di seluruh indonesia.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1 dan 2
Isi yang dimaksudkan pada di atas adalah Penilaian hasil belajar oleh pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas, Penilaian hasil belajar oleh pendidik, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Yang berfungsi untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik; bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan memperbaiki proses pembelajaran. Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan dalam UU Sisdiknas Tahun 2003 adalah Pasal 35 Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
Dari uraian di atas tampak jelas bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 64 relevan dengan UU Sisdiknas Tahun 2003 adalah Pasal 35 yang berorientasikan peningkatan kompetensi lulusan dan proses pembelajaran.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 3 dan pasal 65 ayat 2
Pasal 64 ayat 3 berisikan Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; serta ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik
Pasal 65 Ayat 2 berisikan penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
Dari pasal PP Nomor 19 tahun 2005 64 ayat 2 dan pasal 65 ayat 2 mempunyai relevansi dengan tujuan pendidikan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 BAB II Pasal 3 yang berbunyi pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, ber ilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tampak jelas di atas bahwa dalam penilaian pendidikan yang nanti dijelaskan dalam penilaian pendidikan tetap mengedepankan nilai keagamaan dan dengan pendidikan diharapkan dapat membentuk manusia yang berakhlak mulia dan dapat bertanggung jawab. Disini tampak jelas bahwa sistem ujian nasional relevansi dengan tujuan pendidikan nasional. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 66 ayat 1
Penilaian pendidikan oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Peneliti merelevansikan pasal tersebut dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 59 ayat 1 yang berbunyi: Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ujian merupakan produk dari pemerintah yang berdasarkan undang-undang sistem pendidikan nasional.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 68
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 pasal 68 yang membahas tentang fungsi ujian nasional dalam pendidikan, yang berbunyi:
Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: 1. Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan
2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya
pendidikan
4. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 pasal 68 tersebut akan direlevansikan oleh peneliti dengan undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 35 yang berbunyi:
1. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala
2. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan
3. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 72
Berdasarkan pasal 72 tentang kriteria kelulusan dalam ujian nasional, yang berbunyi:
a. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
2) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok matapelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani olah raga, dan kesehatan
3) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
4) Lulus Ujian Nasional
Peneliti akan merelevansikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 7 dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang berbunyi:
“Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus
ditingkatkan secara berencana dan berkala ”
7. Penjelasan dari pasal di atas tentang standar pendidikan salah satunya terdiri dari kompetensi lulusan yang dalam penjelasan pasal demi pasal yang berbunyi: Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Dari penjelasan tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa kelulusan dalam ujian nasional merupakan salah satu penentu dan ujian nasional bukan satu-satunya penentu kelulusan karena telah dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 72, bahwa untuk dapat lulus dalam satuan pendidikan harus memenuhi empat kriteria yang telah ditentukan. Pasal 72
juga diperkuat dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yaitu tentang kualifikasi yang harus dipenuhi untuk dapat lulus dari satuan pendidikan yaitu mencakup sikap, pengetahuan yaitu memenuhi kualifikasi lulus ujian sekolah pada kelompok mata pelajaran yang telah ditentukan.
Dari pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti dengan merelevansikan Sistem Evaluasi Ujian Nasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dengan Tujuan Pendidikan Indonesia dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, maka penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan “Ada Relevansi Sistem Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Dengan Tujuan Pendidikan Nasional Dalam Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003”.
A. Kesimpulan
Dari uraian dan analisis pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat mengambil pikiran utama sebagai berikut:
1. Tujuan Pendidikan Dalam UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat
2. Sistem Pelaksanaan Ujian Nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 72 menjelaskan ujian nasional menjadi salah satu penentu kompetensi kelulusan peserta didik. Sistem ujian nasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 68 karena kualifikasi untuk lulus dari satuan pendidikan tertentu harus dapat lulus semua bentuk ujian yang diselenggarakan pendidik, oleh satuan pendidikan dan pemerintah, secara tidak langsung kemapuan siswa dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik akan terpenuhi.
3. Relevansi Sistem Pelaksanaan Ujuan Nasional Dengan UU Nomer 20 Tahun 2003 salah satunya adalah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Bab V 35 ayat 1, kompetensi lulusan
seharusnya mencakup tiga aspek yaitu aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik). Dalam kaitannya dengan mutu pendidikan. Hal ini sejalan dengan sistem ujian nasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nom or 19 Tahun 2005 Pasal 68 karena kualifikasi untuk lulus dari satuan pendidikan tertentu harus dapat lulus semua bentuk ujian yang diselenggarakan pendidik, oleh satuan pendidikan dan pemerintah, secara tidak langsung kemapuan siswa dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik akan terpenuhi.
Peneliti telah merelevansikan Sistem Evaluasi Ujian Nasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah N om or 19 Tahun 2005 dengan Tujuan Pendidikan Indonesia dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, maka penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan “Ada Relevansi Sistem Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Dengan Tujuan Pendidikan Nasional Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003” .
B. Saran-Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan setelah melakukan penelitian yang beijudul “Relevansi Sistem Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Dengan Tujuan Pendidikan Nasional Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003” adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita republik indonesia yaitu dengan tetap mengunakan ujian nasional sebagai alat evaluasi akhir pada satuan pendidikan
tertentu, agar anak didik dapat serius dalam menjalani kegiatan belajar mengajar di kelas. Selain itu memberikan kesempatan pendidikan setinggi- tingginya bagi putra-putri bangsa supaya pendidikan terus menuju arah yang cerah dan pembaharuan bangsa.
C. Kata Penutup
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah mengkaruniakan nikmat iman Islam, kesehatan serta kekuatan sehingga mampu menyelesaikan penelitian ini. Harus diyakini bahwa penyelesaian penulisan skripsi ini berkat pertolongan-Nya melalui tangan-tangan hamba-Nya. Semoga hasil karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja berkenan mengambilnya dan juga dijauhkan dari kesia-siaan. Adapun kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam karya ini tidak lain karena fitrah sebagai manusia, selebihnya
Semarang.
Al-Ghazali, 1996. Berdialog Dengan A l-q u r’an, Teij. Masykur Hakim dan Ubaidillah. Mizan, Bandung
Al-Gazali, 1.1 Ayyuhal Wallad. Al-Hidayah, Surabaya.
Cemerlang, 2005. Peraturan Pem erintah No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan N asional (SNP), Jakarta
Chabib Thoha, 1996, K apita Selekta Pendidikan Islam , Pustaka Pelajar, cet. Ke-1 CV Pustaka Agung Harapan 2006, UUD '45, Surabaya
Departemen Agama RI, 2006. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Tentang Pendidikan, Jakarta.
Jalaludin, 2001, Teologi Pendidikan, Raja Grafindo, Jakarta. Kartini kartono, 2001. M etode P enelitian, EGC. Jakarta
Penerbit Sinar Grafika, 2005 Peraturan Pem erintah N om or 19 Tahun 2005,
Jakarta
Rahman, Afzalur, 1992, A l-q u r’an Sum ber Ilm u Pengetahuan, Teij. H. H. Arifin, Rineke Cipta, Jakarta, cet. Ke-2
Ramayulis , 2005. M etodologi Pedidikan Agam a Islam , PT. Remaja Rosda Karya, Bandung
Luqm an dengan Perundang-U ndangan di Indonesia. Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Salatiga, 14 Mei 2009
Tempat tanggal lahir : Boyolali, 4 juni 1988 Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : WNI
Agama : Islam
Alamat : Rt 5/ Rw 1 Ngawen, Banyusri, Wonosegoro, Boyolali Jawa Tengah, Indonesia.
Riwayat pendidikan:
T TK PERTIWI BANYUSRI Tahun lulus 1994
i SD NEGERI 2 BANYUSRI Tahun lulus 2000
i- SLTP NEGERI 1 WONOSEGORO Tahun lulus 2003 4- MA AL IHSAN DOGLO, CEPOGO Tahun lulus 2006
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya
Salatiga, 19 Agustus 2010 Penulis
TE N TA N G
STA N D A R N A SIO N A L PEN D ID IK A N
D EN G A N R A H M A T TU H A N Y A N G M A H A ESA
PR ESID EN R EPU B LIK IN D O N ESIA,
M en im b an g : bahw a dalam rangka m elaksanakan ketentuan Pasal 35 ayat (4), Pasal 36 ayat (4), Pasal 37 ayat (3), Pasal 42 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), Pasal 59 ayat (3), Pasal 60 ayat (4), dan Pasal 61 ayat (4) U ndang-U ndang N om or 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan N asional, perlu m enetapkan Peraturan Pem erintah tentang Standar N asional Pendidikan;
M engingat : 1. Pasal 5 ayat (2) U ndang-U ndang D asar N egara R epublik Indonesia Tahun 1945;
M enetapkan: PERA TU RA N PEM ER IN TA H TEN TA N G STA ND A R N A SIO N A L PEN D ID IK A N
B A B I
K ETEN TU A N U M U M
Pasal 1
D alam Peraturan Pem erintah ini yang dim aksud dengan:
1. Standar nasional pendidikan adalah kriteria m inim al tentang sistem pendidikan di seluruh w ilayah hukum N egara Kesatuan R epublik Indonesia.
2. Pendidikan formal adalah ja lu r pendidikan yang terstruktur dan beijenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan m enengah, dan pendidikan tinggi.
3. Pendidikan nonform al adalah ja lu r pendidikan di luar
pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
4. Standar kom petensi lulusan adalah kualifikasi kem am puan lulusan yang m encakup sikap, pengetahuan, dan keteram pilan. 5. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat
kom petensi yang dituangkan dalam kriteria tentang