• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN DAYA TAMPUNG SMP DAN SMA DENGAN LULUSAN SD DAN SMP

TINDAK LANJUT PEMERINTAH DAER AH DALAM PPDB ZONASI

D. PERBANDINGAN DAYA TAMPUNG SMP DAN SMA DENGAN LULUSAN SD DAN SMP

Dalam bagian ini dianalisis daya tampung SMP dan SMA dilihat dari jumlah siswa baru di SMP dan SMA dengan lulusan SD dan SMP yang ada dari lima kota sampel. Sebagai penjelasan bahwa jumlah siswa merupakan jumlah siswa di tingkat dan jenjang tersebut pada tahun pelajaran 2018/2019.

Daya tampung merupakan perkalian antara jumlah rombel dengan ketentuan standar rombel di tiap jenjang sesuai Permendikbud 17/2017.

Untuk analisis aliran siswa baru dapat dilihat di bawah ini.

1. Kota Surabaya

Berdasarkan data di atas, bahwa lulusan anak kelas VI pada jenjang SD negeri dan swasta sebesar 41.484 sedangkan daya tampung pada jenjang SMP Negeri sebesar 19.136 (46%). Jadi pada jenjang SD pada Kota Surabaya terjadi kekurangan daya tampung di SMP, sehingga dipastikan akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMP Negeri. Apalagi bila ditambah dengan lulusan madrasah (MI) maka makin kekurangan daya tampung di SMP Negeri.

Kota Surabaya

N = 25.970 S = 15.514 N = 23.572 S = 14.900 N = 18.813 S = 18.574 N = 14.171 S = 27.488

46% 40%

% Daya Tampung Siswa Baru Sekolah Negeri terhadap jumlah lulusan jenjang dibawahnya

Daya Tampung N = 19.136 N = 14.940

Kelas 6 Kelas 7 Kelas 9 Kelas 10

Jumlah Siswa Total = 41.484 Total = 38.472 Total = 37.387 Total = 41.659

SD ke SMP SMP ke SMA

SD SMP SMP SMA

Gambar 1. Daya Tampung Siswa Baru SMP dan SMA Negeri di Kota Surabaya

Pada lulusan SMP negeri dan swasta kelas IX sebesar 37.387 siswa sedangkan daya tampung pada jenjang SMA Negeri kelas X sebesar 14.940 (40%). Jadi pada Kota Surabaya sebagian besar lulusan SMP negeri dan swasta dan kemungkinan lulusan MTs akan merebutkan juga masuk pada SMA negeri. Jadi dapat dipastikan pada Kota Surabaya akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMA Negeri, maka SMA Negeri makin kekurangan daya tampung untuk menerima lulusan jenjang SMP.

2. Kota Bandung

Berdasarkan data di atas, bahwa lulusan anak kelas VI pada jenjang SD negeri dan swasta sebesar 38.587 sedangkan daya tampung pada jenjang SMP Negeri sebesar 16.896 (44%). Jadi pada jenjang SD pada Kota Bandung terjadi kekurangan daya tampung di SMP, sehingga dipastikan akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMP Negeri. Apalagi bila ditambah dengan lulusan madrasah (MI) maka makin kekurangan daya tampung di SMP Negeri.

Pada lulusan SMP negeri dan swasta kelas IX sebesar 34.976 siswa sedangkan daya tampung pada jenjang SMA Negeri kelas X sebesar 19.440 (56%). Jadi pada Kota Bandung sebagian besar lulusan SMP negeri dan swasta dan kemungkinan lulusan MTs akan merebutkan juga masuk pada SMA negeri. Jadi dapat dipastikan pada Kota Bandung akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMA Negeri, maka SMA Negeri makin kekurangan daya tampung untuk menerima lulusan jenjang SMP.

Kota Bandung

N = 29.707 S = 8.880 N = 16.608 S = 16.535 N = 19.247 S = 15.729 N = 18.210 S = 24.371

44% 56%

% Daya Tampung Siswa Baru Sekolah Negeri terhadap jumlah lulusan jenjang dibawahnya

N = 19.440

3. Kota Surakarta

Berdasarkan data di atas, bahwa lulusan anak kelas VI pada jenjang SD negeri dan swasta sebesar 10.501 sedangkan daya tampung pada jenjang SMP Negeri sebesar 6.368 (61%). Jadi pada jenjang SD pada Kota Surakarta terjadi kekurangan daya tampung di SMP, sehingga dipastikan akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMP Negeri. Apalagi bila ditambah dengan lulusan madrasah (MI) maka makin kekurangan daya tampung di SMP Negeri.

Pada lulusan SMP negeri dan swasta kelas IX sebesar 10.594 siswa sedangkan daya tampung pada jenjang SMA Negeri kelas X sebesar 8.172 (77%). Jadi pada Kota Surakarta sebagian besar lulusan SMP negeri dan swasta dan kemungkinan lulusan MTs akan merebutkan juga masuk pada SMA negeri. Jadi dapat dipastikan pada Kota Surakarta akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMA Negeri, maka SMA Negeri makin kekurangan daya tampung untuk menerima lulusan jenjang SMP.

4. Kota Serang

Berdasarkan data di atas, bahwa lulusan anak kelas VI pada jenjang SD negeri dan swasta sebesar 12.621 sedangkan daya tampung pada jenjang SMP Negeri sebesar 6.624 (52%). Jadi pada jenjang SD pada Kota Serang terjadi kekurangan daya tampung di SMP, sehingga dipastikan akan terjadi

Kota Surakarta

N = 5.825 S = 4.676 N = 6.016 S = 4.039 N = 6.283 S = 4.311 N = 7.592 S = 7.022

61% 77%

% Daya Tampung Siswa Baru Sekolah Negeri terhadap jumlah lulusan jenjang dibawahnya

Daya Tampung N = 6.368 N = 8.172

Kelas 6 Kelas 7 Kelas 9 Kelas 10

Jumlah Siswa Total = 10.501 Total = 10.055 Total = 10.594 Total = 14.614

SD ke SMP SMP ke SMA

SD SMP SMP SMA

Gambar 3. Daya Tampung Siswa Baru SMP dan SMA Negeri di Kota Surakarta

perebutan kursi siswa baru di SMP Negeri. Apalagi bila ditambah dengan lulusan madrasah (MI) maka makin kekurangan daya tampung di SMP.

Pada lulusan SMP negeri dan swasta kelas IX sebesar 8.921 siswa sedangkan daya tampung pada jenjang SMA Negeri kelas X sebesar 7.344 (82%). Jadi pada Kota Serang sebagian besar lulusan SMP negeri dan swasta dan kemungkinan lulusan MTs akan merebutkan juga masuk pada SMA negeri. Jadi dapat dipastikan pada Kota Serang juga akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMA Negeri, maka SMA Negeri makin kekurangan daya tampung untuk menerima lulusan jenjang SMP.

Kota Serang

N = 11.184 S =1.437 N = 7.256 S = 1.701 N = 7.035 S = 1.886 N = 6.959 S = 4.148

52% 82%

% Daya Tampung Siswa Baru Sekolah Negeri terhadap jumlah lulusan jenjang dibawahnya

Daya Tampung N = 6.624 N = 7.344

Kelas 7 Kelas 9 Kelas 10

Jumlah Siswa Total = 12.621 Total = 8.957 Total = 8.921 Total = 11.639

SD ke SMP SMP ke SMA

SD SMP SMP SMA

Kelas 6

Gambar 4. Daya Tampung Siswa Baru SMP dan SMA Negeri di Kota Serang

5. Kota Pontianak

Berdasarkan data di atas, bahwa lulusan anak kelas VI pada jenjang SD negeri dan swasta sebesar 10.285 sedangkan daya tampung pada jenjang SMP Negeri sebesar 5.952 (58%). Jadi pada jenjang SD pada Kota Pontianak terjadi kekurangan daya tampung di SMP, sehingga dipastikan akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMP Negeri. Apalagi bila ditambah dengan lulusan madrasah (MI) maka makin kekurangan daya tampung di SMP.

Pada lulusan SMP negeri dan swasta kelas IX sebesar 9.371 siswa sedangkan daya tampung pada jenjang SMA Negeri kelas X sebesar 6.552 (70%). Jadi pada Kota Pontianak sebagian besar lulusan SMP negeri dan swasta dan kemungkinan lulusan MTs akan merebutkan juga masuk pada

SMA negeri. Jadi dapat dipastikan pada Kota Pontianak akan terjadi perebutan kursi siswa baru di SMA Negeri, maka SMA Negeri makin kekurangan daya tampung untuk menerima lulusan jenjang SMP.

Gambar 5. Daya Tampung Siswa Baru SMP dan SMA Negeri di Kota Pontianak

Kota Pontianak

N = 7.308 S = 2.977 N = 5.964 S = 3.099 N = 6.199 S = 3.172 N = 6.376 S = 5.263

58% 70%

Kelas 6

Daya Tampung

Kelas 7 Kelas 9 Kelas 10

Jumlah Siswa Total = 10.285 Total = 9.063 Total = 9.371 Total = 11.639

SD ke SMP SMP ke SMA

SD SMP SMP SMA

N = 5.952 N = 6.552

% Daya Tampung Siswa Baru Sekolah Negeri terhadap jumlah lulusan jenjang dibawahnya

Apabila siswa kelas SD kelas 6 atau SMP kelas 9 seluruhnya lulus dan menjadikan SMP negeri atau SMA negeri sebagai pilihan melanjutkan maka kompetisi untuk masuk sekolah masih sangat tinggi. Persentase daya tampung SMP negeri terhadap seluruh lulusan SD hanya berkisar 44 s.d. 61 persen. Sedangkan persentase daya tampung SMA negeri terhadap seluruh lulusan SMP hanya berkisar 40 s.d. 82 persen. Belum lagi ditambah limpahan lulusan dari madrasah (MI atau MTs). Dengan demikian ke depan masih terjadi persaingan untuk merebutkan kursi di kelas VII SMP dan kelas X pada SMA masih cukup tinggi.

E. PERSEPSI PERTA DIDIK TERHADAP PPDB BERBASIS

Dokumen terkait