BAB 6 Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
6.3.2 Perbandingan dengan Provinsi Lain di Kalimantan
Setelah sebelumnya menjadi provinsi dengan NTP terendah di wilayah Kalimantan, peningkatan NTP pada triwulan III 2017 membuat Kalimantan Barat menjadi daerah dengan NTP tertinggi kedua di wilayah Kalimantan. Provinsi Kalimantan Tengah (98,54) merupakan daerah dengan NTP tertinggi di wilayah Kalimantan sejak triwulan I dan II 2017. Relatif terhadap nasional, NTP seluruh provinsi di wilayah Kalimantan berada di bawah NTP nasional yaitu sebesar 100,22 serta berada di bawah indeks dasar (=100). Berdasarkan perkembangan subkelompoknya, hanya Kalimantan Tengah saja yang mengalami peningkatan NTP sublapangan usaha tanaman pangan (padi dan palawija) di triwulan III 2017 dibandingkan dengan wilayah lainnya di Kalimantan. Sementara itu, tidak terdapat sublapangan usaha yang mengalami peningkatan secara bersama-sama di seluruh wilayah Kalimantan pada triwulan III 2017 ini.
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Grafik 6.7 Pergerakan NTP Provinsi Kalimantan
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Grafik 6.8 Perbandingan NTP Sublapangan Usaha Padi dan Palawija antar Provinsi Kalimantan Tabel 6.7 Perbandingan NTP dengan Provinsi Lain di Kalimantan dan Nasional
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Inflasi Pedesaan
Indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) pada triwulan III 2017 tercatat sebesar 130,21 atau meningkat sebesar 0,39% (qtq) dibandingkan dengan IKRT pada triwulan sebelumnya (129,71). Inflasi pedesaan di Kalimantan Barat pada triwulan II 2017 secara umum bersumber dari peningkatan harga yang terjadi pada kelompok komoditas Perumahan serta Transportasi dan Komunikasi dengan peningkatan masing-masing sebesar 0,73% (qtq) dan 0,71% (qtq).
I II III IV I II III IV I II III IV I II III Jun 2016 (qtq) Sep 2016 (yoy)
96.4 97.05 96.77 96.01 97.5 96.68 96.3 96.03 94.73 96.02 94.82 97.15 97.42 94.71 97.22 2.65% 2.53% 102.49 101.23 100.56 98.69 98.75 98.6 98.62 97.74 96.42 98.12 97.67 98.81 100.14 97.19 98.54 1.39% 0.89% 101.21 99.89 99.17 98.47 101.06 100.60 99.77 99.03 97.67 97.04 96.86 97.84 97.38 96.06 96.09 0.03% -0.79% 99.71 99.77 101.12 99.33 99.73 97.66 98.54 97.31 97.46 98.50 98.64 98.56 98.25 96.29 96.17 -0.12% -2.50% 101.86 101.98 102.36 101.32 101.53 100.52 102.33 102.83 101.32 101.47 102.02 101.49 99.95 100.53 102.22 1.68% 0.20% Nasional Pertumbuhan thd Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur & Utara
2014
Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional |November 2017 81
Tabel 6.8 Perkembangan Inflasi Pedesaan Kalimantan Barat September 2017
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Grafik 6.9 Perbandingan Inflasi Pedesaan Kalimantan Barat dan Nasional (mtm)
Profil Kemiskinan dan Pemerataan Penduduk Kalimantan Barat
Persentase penduduk miskin di Kalimantan Barat periode Maret 2017 tercatat sebesar 7,88% dan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Maret 2016 yang sebesar 7,87%. Persentase penduduk miskin tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tingkat kemiskinan nasional yang sebesar 10,64% tetapi masih lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan.
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Grafik 6.10 Perbandingan Tingkat Kemiskinan di Kalimantan dan Nasional
Sumber: BPS Prov Kalbar, diolah
Grafik 6.11 Perkembangan Presentase Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat
I II III IV I II III Jun 2017 (qtq) Sep 2016 (yoy)
2.1. Konsumsi Rumah Tangga 124.12 125.25 126.43 127.20 128.78 129.71 130.21 0.39% 3.38% 2.1.1. Bahan Makanan 130.73 132.67 134.41 135.19 136.08 137.02 137.35 0.24% 5.03% 2.1.2. Makanan Jadi 121.32 124.12 125.56 126.44 129.50 130.06 130.52 0.35% 5.69% 2.1.3. Perumahan 113.19 113.75 114.11 114.51 117.05 118.83 119.70 0.73% 1.80% 2.1.4. Sandang 124.53 125.33 126.21 128.39 129.61 131.53 132.45 0.70% 7.81% 2.1.5. Kesehatan 122.26 123.81 124.68 125.72 127.03 127.63 128.16 0.42% 4.97% 2.1.6. Pendidikan, & Olah Raga 106.43 106.76 107.04 107.21 107.44 108.61 108.74 0.12% 2.22% 2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 121.05 116.87 116.74 117.23 118.52 118.98 119.82 0.71% -6.26%
2017 2016 Pertumbuhan thd No Uraian 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Mar Sep Mar Sep Mar Sep Mar Sep Mar Sep Mar Sep Mar
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Ribu Jiwa Desa Kota Desa + Kota
9.59 9.25 9.11 9.04 9.51 10.07 9.76 9.20 9.09 9.51 9.11 9.38 9.28 6.33 6.70 5.98 5.49 5.30 5.68 5.76 5.47 5.62 6.00 5.16 4.97 4.88
MAR SEP MAR SEP MAR SEP MAR SEP MAR SEP MAR SEP MAR
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Penduduk miskin di Kalimantan Barat pada Maret 2017 berjumlah 387.430 jiwa meningkat dibandingkan Maret 2016 yang berjumlah 381.350 jiwa. Penduduk miskin tersebut mayoritas berada di pedesaan dengan jumlah sebesar 311.270 jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk miskin di perkotaan berjumlah 76.160 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk miskin di Kalimantan Barat terutama bersumber dari peningkatan yang terjadi di wilayah pedesaan yang meningkat sebesar 8.210 jiwa sedangkan jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan menurun sebesar 2.130 jiwa.
Indeks Pembangunan Manusia
19Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. IPM Provinsi Kalimantan Barat meningkat sebesar 0,44% (yoy) dari 65,59 pada tahun 2015 menjadi 65,88 pada tahun 2016. Berdasarkan perkembangan tersebut, status pembangunan manusia Provinsi Kalimantan Barat berada dalam kategori sedang (nilai IPM 60-70). Kendati mengalami peningkatan, IPM Kalimantan Barat tercatat masih berada di bawah IPM nasional yang sudah mencatatkan status pembangunan manusia kategori tinggi (nilai IPM 70-80), dengan nilai IPM 70,18 meningkat dibandingkan IPM tahun 2015 yang sebesar 69.55.
Grafik 6.12 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Barat
Dibandingkan antar provinsi di wilayah Kalimantan, IPM Kalimantan Barat secara persisten merupakan IPM terendah. Sementara itu, IPM tertinggi di wilayah Kalimantan terdapat di wilayah Kalimantan Timur dan berada pada kategori IPM sedang (nilai IPM 70-78). Sejalan dengan tren perbaikan IPM yang terjadi dari tahun ke tahun, IPM seluruh provinsi di wilayah Kalimantan mengalami peningkatan IPM pada tahun 2016. Peningkatan IPM tertinggi
19 Nilai IPM yang digunakan merupakan angka IPM dengan menggunakan metode perhitungan IPM
Tahun 2010. Terdapat penambahan komponen perhitungan pada aspek pendidikan, yakni lama sekolah. Sementara itu, komponen yang diperhitungkan pada aspek standar hidup diubah menjadi PNB per kapita dari sebelumnya PNB per kapita. Metoda agregasi indeks juga mengalami perubahan dari rata-rata hitung (aritmatik) pada IPM standar perhitungan tahun 2000 menjadi rata-rata ukur (geometrik) pada IPM tahun 2010 61.97 66.53 62.35 67.09 63.41 67.7 64.3 68.31 64.89 68.9 65.59 69.55 65.88 70.18 56 58 60 62 64 66 68 70 72 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional |November 2017 83
pada tahun 2016 terdapat pada wilayah Kalimantan Selatan, sementara di sisi lain IPM Kalimantan Barat tercatat mengalami pertumbuhan IPM terendah.
Tabel 6.5 Perbandingan IPM Antar Provinsi di Wilayah Kalimantan
Peningkatan yang terjadi pada IPM Kalimantan Barat pada tahun 2016 utamanya didorong oleh peningkatan pada dimensi pengetahuan, yaitu komponen Harapan Lama Sekolah (HLS). Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Pada tahun 2016, HLS di Kalimantan Barat adalah sebesar 12,37 hal ini dapat diartikan bahwa anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk berada pada jenjang pendidikan formal hingga 12,37 tahun atau hingga lulus SMA/SMK. Sejalan dengan peningkatan pada HLS, RLS di wilayah Kalimantan Barat turut menunjukkan peningkatan dari 6,93 tahun pada 2015 menjadi 6,98 tahun pada 2016. Berdasarkan indikator ini diketahui bahwa rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas telah mengenyam pendidikan hingga kelas VII atau setara dengan SMP Kelas I.
Tabel 6.6 Perkembangan IPM Kalimantan Barat Berdasarkan Komponennya
Analisis secara spasial, saat ini hanya terdapat dua wilayah di Kalimantan Barat dengan status pembangunan manusia tinggi (nilai IPM 70-80), yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang dengan nilai IPM masing-masing 77.63 dan 70.10. Sementara itu, status pembangunan manusian di dua belas wilayah lainnya termasuk dalam klasifikasi sedang (nilai IPM 60-70). Growth 2016 vs. 2015 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 YoY (%) KALIMANTAN BARAT 61.97 62.35 63.41 64.3 64.89 65.59 65.88 0.44 KALIMANTAN TENGAH 65.96 66.38 66.66 67.41 67.77 68.53 69.13 0.88 KALIMANTAN SELATAN 65.2 65.89 66.68 67.17 67.63 68.38 69.05 0.98 KALIMANTAN TIMUR 71.31 72.02 72.62 73.21 73.82 74.17 74.59 0.57 KALIMANTAN UTARA - - - 67.99 68.64 68.76 69.2 0.64 NASIONAL 66.53 67.09 67.7 68.31 68.9 69.55 70.18 0.91
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Angka harapan hidup saat lahir (AHH) Tahun 69.06 69.26 69.46 69.66 69.76 69.87 69.90 Harapan lama sekolah (HLS) Tahun 10.79 10.80 11.11 11.60 11.89 12.25 12.37 Rata-rata lama sekolah (RHS) Tahun 6.27 6.32 6.62 6.69 6.83 6.93 6.98 Pengeluaran per kapita disesuaikan Rp 000 7,654 7,825 8,002 8,127 8,175 8,279 8,348
IPM 61.97 62.35 63.41 64.3 64.89 65.59 65.88
Pertumbuhan IPM % 0.613 1.70 1.40 0.92 1.08 0.44
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA SATUAN
Gambar 6.2 Sebaran IPM Kalimantan Barat Tahun 2017
Tabel 6.7 Perkembangan IPM Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat
2015 2016 Kalimantan Barat 65.59 65.88 Sambas 64.14 64.94 Bengkayang 64.65 65.45 Landak 64.12 64.58 Pontianak 63.37 63.84 Sanggau 63.05 63.90 Ketapang 64.03 64.74 Sintang 64.18 64.78 Kapuas Hulu 63.73 63.83 Sekadau 62.34 62.52 Melawai 63.78 64.25 Kayong Utara 60.09 60.87 Kubu Raya 65.02 65.54 Kota Pontianak 77.52 77.63 Kota Singkawang 70.03 70.10