4.1.4.1. Perbandingan Hasil Observasi
Hasil pengamatan proses pembelajaran dengan lembar observasi dilakukan oleh observer sebagai tindakan perbaikan. Lembar pengamatan pada penelitian ini terdiri dari lembar observasi penerapan model cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe dan lembar observasi motivasi siswa. Lembar observasi ini digunakan setiap pertemuan pada pembelajaran siklus 1 dan siklus 2.
4.1.4.1.1. Perbandingan Hasil Observasi Penerapan Model Cooperative Script Berbantuan Permainan Pelangi Tac Tic Toe
Hasil perbaikan pembelajaran yang sudah dilakukan pada siklus 1 dan siklus 2 diperoleh perbandingan hasil observasi penerapan model cooperative script
berbantuan permainan pelangi tac tic toe. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.13
Perbandingan Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Cooperative
Script Berbantuan Permainan Pelangi Tac Tic Toe Siklus 1 dan Siklus 2
Pelaksanaan Siklus 1 Siklus 2
Skor Kategori Skor Kategori
Pertemuan pertama 52 Baik 57 Baik
Pertemuan kedua 55 Baik 59 Baik
Berdasarkan tabel 4.13 tentang perbandingan hasil observasi penerapan model
cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Penerapan model cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 52 dan pertemuan kedua mendapat jumlah skor 55. Sedangkan siklus 2 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 57 dan pertemuan kedua mendapat jumlah skor 59.
Untuk mengetahui perbandingan peningkatan penerapan model cooperative script
berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 dan siklus 2 dapat digambarkan melalui diagram berikut ini.
Gambar 4.9
Diagram Perbandingan Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran
Cooperative Script Berbantuan Permainan Pelangi Tac Tic Toe Siklus 1 dan
Siklus 2
Berdasarkan gambar 4.9 tentang diagram perbandingan hasil observasi penerapan model cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Penerapan model cooperative script
berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 52 yang ditunjukan dengan warna biru dan pertemuan kedua mendapat jumlah skor 55 yang ditunjukan dengan warna merah. Sedangkan siklus 2 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 57 yang ditunjukan dengan warna biru dan pertemuan kedua mendapat skor 59 yang ditunjukan dengan warna merah.
52 57 55 59 48 50 52 54 56 58 60 siklus 1 siklus 2 Sk or Pelaksanaan Pembelajaran pertemuan pertama pertemuan kedua
Tabel 4.14
Perbandingan Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran Cooperative
Script Berbantuan Permainan Pelangi Tac Tic Toe Siklus 1 dan Siklus 2
Pelaksanaan Siklus 1 Siklus 2
Skor Kategori Skor Kategori
Pertemuan pertama 46 Baik 53 Baik
Pertemuan kedua 49 Baik 55 Baik
Berdasarkan tabel 4.14 tentang perbandingan hasil observasi penerapan model
cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Penerapan model cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 46 dan pertemuan kedua mendapat jumlah skor 49. Sedangkan siklus 2 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 53 dan pertemuan kedua mendapat jumlah skor 55. Untuk mengetahui perbandingan peningkatan penerapan model cooperative script
berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 dan siklus 2 dapat digambarkan melalui diagram berikut ini.
Gambar 4.10
Diagram Perbandingan Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran
Cooperative Script Berbantuan Permainan Pelangi Tac Tic Toe Siklus 1 dan
Siklus 2
Berdasarkan gambar 4.10 tentang diagram perbandingan hasil observasi penerapan model cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Penerapan model cooperative script
berbantuan permainan pelangi tac tic toe siklus 1 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 46 yang ditunjukan dengan warna biru dan pertemuan kedua mendapat jumlah skor 49 yang ditunjukan dengan warna merah. Sedangkan siklus 2 pertemuan pertama mendapat jumlah skor 53 yang ditunjukan dengan warna biru dan pertemuan kedua mendapat skor 55 yang ditunjukan dengan warna merah.
4.1.4.1.2. Perbandingan Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa
Hasil perbaikan proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan pada siklus 1 dan 2 diperoleh perbandingan hasil observasi motivasi siswa melalui angket. Hasil yang diperoleh pada setiap siklus terdiri dari rata – rata pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
46 53 49 55 40 42 44 46 48 50 52 54 56 siklus 1 siklus 2 S ko r Pelaksanaan Pembelajaran pertemuan pertama pertemuan kedua
Tabel 4.15
Perbandingan Angket Motivasi Belajar Siswa Siklus 1 dan Siklus 2
Kategori Siklus 1 Siklus 2
Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
Rendah 3 8,3% 0 0%
Cukup 14 38,9% 2 5,6%
Tinggi 19 52,8% 34 94,4%
Berdasarkan tabel 4.15 motivasi belajar siswa pada siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Motivasi siswa pada siklus 1 terdiri dari siswa yang tergolong memiliki motivasi tinggi berjumlah 19 dengan persentase 52,8%, siswa yang memiliki motivasi cukup berjumlah 14 dengan persentase 38,9%, sedangkan siswa yang memiliki motivasi rendah berjumlah 3 siswa dengan persentase 8,3%. Motivasi siswa pada siklus 2 terdiri dari siswa yang tergolong memiliki motivasi tinggi berjumlah 34 dengan persentase 94,4%, siswa yang memiliki motivasi cukup berjumlah 2 dengan persentase 5,6%, sedangkan siswa yang memiliki motivasi rendah tidak ada. Untuk mengetahui perbandingan peningkatan motivasi siswa dari siklus 1 sampai siklus 2 dapat digambarkan melalui diagram berikut ini.
Gambar 4.11
Diagram Perbandingan Hasil Angket Motivasi Siswa Siklus 1 dan Siklus 2 3 14 19 0 2 34 0 5 10 15 20 25 30 35 40
Rendah Cukup Tinggi Rendah Cukup Tinggi
siklus 1 siklus 2 Ju m lah Si swa Motivasi Belajar
4.1.4.1.3. Perbandingan Hasil Belajar
Hasil belajar pada penelitian ini dilaksanakan pada siklus 1 dan siklus 2 yang pada setiap siklus terdiri dari rata – rata evaluasi sesuai dengan langkah – langkah model pembelajaran cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe. Dari hasil perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan pada pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 diperoleh hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script berbantuan permainan pelangi tac tic toe. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.16
Distribusi Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2
No. Nilai Kategori
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Jumlah siswa Prosentase Jumlah siswa Prosentase Jumlah siswa Prosentase 1. ≥ 60 Tuntas 14 38,9% 24 66,7% 34 94,4% 2. < 60 Tidak tuntas 22 61,1% 12 33,3% 2 5,6% Jumlah 36 100% 36 100% 36 100%
Berdasarkan tabel 4.16 nampak bahwa pada pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 mengalami peningkatan ketuntasan hasil belajar yang signifikan. Peningkatan ketuntasan hasil belajar dari pra siklus ke siklus 1 yaitu dari 38,9% menjadi 66,7%, kemudian meningkat pada siklus 2 menjadi sebesar 94,4%. Disamping tabel 4.16, dapat juga disajikan pada gambar berikut.
Gambar 4.12
Diagram Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Pra Silus, Siklus 1, dan Siklus 2
Berdasarkan gambar 4.12 tentang diagram perbandingan ketuntasan hasil belajar matematika pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada pra siklus terdapat 14 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, meningkat pada siklus 1 yaitu sebanyak 24 siswa dan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 34 siswa dengan mendapat nilai ≥ 60, sehingga masuk dalam kategori tuntas.