HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
IV.1. HASIL PENELITIAN
IV.1.5. Perbandingan Rerata PI pada Kelompok dislipidemia dengan faktor resiko, kelompok dislipidemia tanpa faktor resiko dan
kelompok non-dislipidemia dengan faktor resiko
Dari seluruh pasien stroke iskemik yang masuk dalam penelitian ini didapatkan nilai rerata PI arteri serebri media kiri pada kelompok dislipidemia dengan faktor resiko (kelompok A) lebih rendah (depth 50 : 0,68±0,14 cm/s, depth 55 : 0,73±0,14 cm/s, depth 60: 0,75±0,16 cm/s) dibandingkan nilai rerata PI pada kelompok C atau kelompok dislipidemia
dengan tanpa faktor resiko (depth 55 : 0,72±0,64 cm/s, depth 55 : 0,78±0,15 cm/s dan depth 60: 0,76±0,21 cm/s) dan nilai rerata PI pada kelompok B atau kelompok non-dislipidemia dengan faktor resiko (depth 50 : 0,93±0,31 cm/s, depth 55 : 0,94±0,29 cm/s dan depth 60 :0,94±0,26 cm/s), dan perbedaan ini secara statistik signifikan
Pada arteri serebri media kanan didapati nilai rerata PI pada kelompok A atau kelompok dislipidemia dengan faktor resiko lebih rendah (depth 50 : 0,80±0,16 cm/s, depth 55 : 0,74±0,17 cm/s, depth 60 : 0,86±0,15 cm/s) dibandingkan nilai rerata PI pada kelompok C atau kelompok dislipidemia tanpa faktor resiko (depth 50 : 0,84±0,77cm/s, depth 55 : 0,82±0,04 cm/s, depth 60 : 1,00±0,84cm/s) dan kelompok B atau kelompok non-dislipidemia dengan faktor resiko (depth 50 : 0,99±0,33cm/s, depth 55 : 0,98±0,29 cm/s, depth 60 : 1,02±0,29 cm/s), namun perbedaan ini secara statistik tidak signifikan.
Pada kelompok A atau kelompok dislipidemia dengan faktor resiko didapatkan nilai rerata PI arteri karotis interna kiri lebih rendah (depth 50 : 0,87±0,18 cm/s, depth 55 : 0,88±0,18 cm/s, depth 60 : 0,86±0,17 cm/s) dibandingkan nilai rerata PI pada kelompok C atau kelompok dislipidemia tanpa faktor resiko ( depth 50 : 0,90±0,27 cm/s, depth 55 : 00,95±0,26 cm/s, depth 60 : 0,93±0,26 cm/s) dan nilai rerata PI pada kelompok B atau kelompok non-dislipidemia dengan faktor resiko (depth 50 : 1,01±0,19cm/s, depth 55 : 1,02±0,26 cm/s, depth 60 : 1,12±0,18 cm/s), namun perbedaannya secara statistik tidak signifikan.
Nilai rerata PI arteri karotis interna kanan pada kelompok A atau kelompok dislipidemia dengan faktor resiko didapati lebih rendah (depth 50 : 0,85±0,17cm/s, depth 55 : 0,88±0,18 cm/s, depth 60 : 0,89±0,13cm/s) dibandingkan nilai rerata MFV kelompok C atau kelompok dislipidemia dengan tanpa faktor resiko ( depth 50 : 0,89±0,14 cm/s, depth 55 : 0,83±0,35 cm/s depth 60: 0,98±0,15 cm/s) dan kelompok B atau kelompok non-dislipidemia faktor resiko (depth 50 : 0,96±0,23 cm/s, depth 55 : 0,95±0,24 cm/s depth 60 : 1,01±0,23 cm/s), namun perbedaan ini secara statistik tidak signifikan.(Tabel 9)
Tabel 9 : Perbandingan Pulsatility Index pada Kelompok A, B dan C Pulsatility Index Kelompok A Kelompok B Kelompok C p
(n = 15) (n =13) (n = 2) MCA kiri,rerata±sd Depth 50 0,68±0,14 0,93±0,31 0,72±0,64 0,053 Depth 55 0,73±0,14 0,94±0,29 0,78±0,15 0,065 Depth 60 0,75±0,16 0,94±0,26 0,76±0,21 0,056 MCA kanan,rerata±sd Depth 50 0,80±0,16 0,99±0,33 0,84±0,77 0,135 Depth 55 0,74±0,17 0,98±0,29 0,82±0,04 0,121 Depth 60 0,86±0,15 1,02±0,29 1,00±0,84 0,141 tICA kiri, rerata±sd
Depth 50 0,87±0,18 1,01±0,19 0,90±0,27 0,723 Depth 55 0,88±0,18 1,02±0,26 0,95±0,26 0,617 Depth 60 0,86±0,17 1,12±0,18 0,93±0,26 0,250 tICA kanan, rerata±sd
Depth 50 0,85±0,17 0,96±0,23 0,89±0,14 0,368 Depth 55 0,83±0,18 0,95±0,24 0,88±0,35 0,647 Depth 60 0,89±0,13 1,01±0,23 0,98±0,15 0,383 Uji Anova
IV.2. PEMBAHASAN
Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan tujuan untuk melihat perbedaan nilai parameter hemodinamik dengan menggunakan transcranial doppler dalam hal ini mean flow velocity (MFV) dan pulsatility index (PI) pasien stroke iskemik akut pada kelompok dislipidemia dan non-dislipidemia
Pada penelitian ini diagnosis pasien stroke iskemik akut ditegakkan dengan anamnesa, pemeriksaan fisik dan neurologis kemudian dilakukan pemeriksaan head CT Scan dan pemeriksaan kadar lipid plasma. Bagi pasien yang memenuhi kriteria inklusi, pasien dibagi atas 2 kelompok yaitu kelompok dislipidemia dan non-dislipidemia dan kemudian dilakukan pemeriksaan transcranial doppler untuk menilai MFV dan PI pada arteri serebri media kanan-kiri dan arteri karotis interna kanan-kiri.
IV.2.1. Karakteristik Subyek Penelitian
Pada penelitian ini terdapat 30 pasien stroke iskemik akut yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu pasien stroke iskemik akut dengan dislipidemia dan pasien stroke iskemik akut dengan tanpa dislipidemia, yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 pasien. Dari 30 pasien stroke iskemik akut pada penelitian ini terdapat 15 orang laki-laki (50%) yang terdiri dari 7 orang (23,3%) pada kelompok yang dislipidemia dan 8 orang (26,7%) pada kelompok non-dislipidemia, serta 15 orang (50%) perempuan yang terdiri dari 8 orang (26,7%) dengan dislipidemia dan 7
orang (23,3%) yang tanpa dislipidemia. Pada penelitian ini jumlah laki-laki dan perempuan adalah sama.
Hal ini sejalan dengan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Farhoudi dkk,2011, dalam penelitiannya diambil jumlah laki-laki 14 orang dan perempuan 16 orang pada kelompok hiperkolesterolemia dan pada kelompok kontrol. (p=1,000). Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sirimarco dkk, 2011, dimana pada kelompok dislipidemia jumlah laki-laki 76,5%, perempuan 23,5%, sedangkan pada kelompok non-dislipidemia jumlah laki-laki 52,2% lebih banyak dibandingkan perempuan 47,8% (p<0,001). Hal ini berbeda oleh karena pada penelitian ini disengajakan disamakan jumlah laki-laki dan perempuan dikarenakan tujuan peneliti untuk menyeimbangkan faktor resiko merokok pada laki-laki dan tidak merokok pada perempuan, sesuai dengan tujuan daripada penelitian ini untuk membandingkan nilai MFV dan PI pada kedua kelompok dengan menyetarakan faktor resiko pada kedua kelompok.
Tabel 10 : Karakteristik jenis kelamin subyek penelitian
Keterangan Hasil P
Penelitian Laki-laki 15 orang (50%) dislipidemia 7 orang (23,3%), non-dislipidemia 8 orang (26,7%)
Perempuan 15 orang (50%) dislipidemia 8 orang (26,7%), non-dislipidemia (23,3%)
0,715
Farhoudi dkk,2011 Laki-laki 14 orang dan perempuan 16 orang pada kelompok dislipidemia
Laki-laki 16 orang dan perempuan 14 orang pada kelompok kontrol
1,000
Sirimarco dkk,2011
Pada kelompok dislipidemia jumlah laki-laki 76,5%, perempuan 23,5%, sedangkan pada kelompok non-dislipidemia jumlah laki-laki 52,2% lebih banyak dibandingkan perempuan 47,8%
0,001
Rerata usia penderita stroke iskemik akut yang ikut dalam penelitian ini pada kelompok dislipidemia lebih tinggi (56,13±12,63tahun) dibandingkan pada kelompok non-dislipidemia (52,20±12,31 tahun), hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shabana S., Sasisekhar T.V.D, 2013 dalam penelitiannya mendapatkan rerata usia penderita dislipidemia lebih tinggi (55.27±9 tahun) dibandingkan non-dislipidemia (54.53±10.23 tahun), dan penelitian yang dilakukan Farhoudi dkk, 2011 dalam penelitiannya mendapatkan rerata usia penderita dislipidemia lebih tinggi (54.66 tahun) dibandingkan kelompok non-dislipidemia (51,60 tahun). Studi oleh Sirimarco dkk, 2011 juga mendapatkan kejadian dislipidemia lebih sering terjadi pada rerata usia yang lebih tua (63.8±15.6 tahun) dibandingkan pada kelompok non dislipidemia (62.6±14.2 tahun) Hal ini dikarenakan komponen lipid meningkat sejalan dengan peningkatan usia (Shabana dan Sasisekhar, 2013)
Tabel 11 : Rerata usia Subyek penelitian
Keterangan Hasil P
Penelitian Rerata usia kelompok dislipidemia lebih tinggi (56,13±12,63tahun) dibandingkan pada kelompok non-dislipidemia (52,20±12,31 tahun)
0,395
Shabana dan Sasisekhar,2013
rerata usia penderita dislipidemia lebih tinggi (55.27±9 tahun) dibandingkan non-dislipidemia (54.53±10.23 tahun),
0,538
Farhoudi dkk,2011 rerata usia penderita dislipidemia lebih tinggi (54.66 tahun) dibandingkan kelompok non- dislipidemia (51,60 tahun)
0,55
Sirimarco dkk,2011
rerata usia yang lebih tua (63.8±15.6 tahun) dibandingkan pada kelompok non dislipidemia (62.6±14.2 tahun)
0,48
Dari 30 pasien stroke iskemik akut pada penelitian ini, pekerjaan yang paling banyak adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 9 orang (30%) lalu petani sebanyak 8 orang (26,7%), wiraswasta sebanyak 7 orang (23,3%) kemudian PNS sebanyak 6 orang (20%), hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Novak M dkk, 2013 bahwa penderita stroke iskemik dibanding stroke hemoragik adalah wanita dengan tingkat pendidikannya yang rendah (hazard ratio 0.62; 95 % CI 0.46-0.84)
Dari 30 orang penderita stroke iskemik akut yang ikut penelitian, faktor resiko terbanyak adalah hipertensi sebanyak 18 orang (60%) yang terdiri dari 8 orang (26,7%) pada kelompok dislipidemia dan 10 orang (33,3%) pada kelompok non-dislipidemia, lalu DM sebanyak 17 orang (56,7%) yang terdiri dari 9 orang (30%) pada kelompok dislipidemia dan 8 orang (26,7%) pada yang non-dislipidemia, lalu merokok 15 orang (50%)
yang terdiri dari 10 orang (33,3%) pada kelompok dislipidemia dan 5 orang pada kelompok non-dislipidemia, kemudian penyakit jantung sebanyak 7 orang (23,3%) yang terdiri dari 4 orang (13,3%) pada kelompok dislipidemia dan 3 orang (10%) pada kelompok non dislipidemia, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh studi dari Sirimarco dkk,2011 dimana hasil penelitiannya mendapatkan kejadian hipertensi lebih banyak pada kelompok non-dislipidemia (916 orang) dibanding kelompok dislipidemia (66 orang), sedangkan kejadian DM dan merokok lebih sering dijumpai pada kelompok dislipidemia (25,3% dan 71,6%) dibandingkan kelompok non-dislipidemia (10,1% dan 52,1%). Dalam penelitiannya Sirimarco dkk,2011 mendapatkan hubungan yang signifikan antara dislipidemia dengan DM (OR, 2,40; 95% CI, 1,34-4,31) dan merokok (OR, 1,61; 95%CI, 0,94-2,76). Adanya hubungan yang bermakna antara kejadian dislipidemia dengan DM menurut Sirimarco dkk, 2011 bahwa tingginya konsentrasi daripada trigliserida dan rendahnya konsentrasi HDL merupakan suatu bentuk kejadian metabolik yang diatur oleh resistensi insulin, yang secara pasti menyebabkan percepatan progresifitas penyakit aterosklerosis vaskular. Iranmanesh F dkk, 2006 mendapatkan dari 1264 pasien stroke iskemik didapati faktor resiko hipertensi 71%, merokok 35%, DM 30%, penyakit jantung 20%, dan dislipidemia 11%. Ni Khan dkk, 2009 melakukan penelitian untuk mengetahui prevalensi faktor resiko yang dapat dimodifikasi yang terbanyak pada pasien stroke iskemik, mendapati hipertensi (65%),
merokok (32%), diabetes melitus (36,3%), dislipidemia (32,7%), coronary artery disease (9%), obesitas (18%).
Tabel 12 : Karakteristik Faktor resiko subyek penelitian
Keterangan Hasil P
Penelitian Pada kelompok dislipidemia hipertensi 8 orang (26,7%), non-hipertensi 7 orang (23,3%). DM 9 orang (30%), non-DM 6 orang (20%). Merokok 10 orang (33,3%), non-merokok 5 orang (16,7%). Penyakit jantung 4 orang (13,3%), non-penyakit jantung 11 orang (36,7%)
Pada kelompok non-dislipidemia hipertensi 10 orang (33,3%), non hipertensi 5 orang (16,7%). DM 8orang (26,7%), non-DM 7 orang (23,3%). Merokok 5 orang (16,7%), non merokok 10 orang (33,3%). Penyakit jantung 3 orang (10%), non- penyakit jantung 12 orang (40%)
p>0,05
Sirimarco dkk, 2011
hipertensi lebih banyak pada kelompok non- dislipidemia (916 orang) dibanding kelompok dislipidemia (66 orang), sedangkan kejadian DM dan merokok lebih sering dijumpai pada kelompok dislipidemia (25,3% dan 71,6%) dibandingkan kelompok non-dislipidemia (10,1% dan 52,1%).
P<0,01
Dari 30 pasien stroke iskemik yang ikut penelitian lokasi terbanyak adalah basal ganglia kiri 8 orang (26,7%) lalu basal ganglia kanan sebanyak 4 orang (13,3%), periventrikel kanan sebanyak 4 orang (13,3%) kemudian 4 orang (13,3%) dan paling sedikit di kapsula interna kanan sebanyak 1 orang (3,3%), hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Iranmanesh F dkk,2006, dalam penelitiannya didapatkan lokasi terbanyak penderita stroke iskemik yang ditelitinya adalah daerah sirkulasi anterior sebanyak 45%, dibanding daerah posterior (36%)
Tanpa melihat faktor resiko yang dapat menyebabkan perubahan kecepatan aliran darah pada suatu pembuluh darah seperti usia, peningkatan tekanan darah , sindroma metabolik, merokok dan lain-lain, nilai rerata MFV dan PI dianalisa dengan menggunakan uji t-independent oleh karena distribusi data MFV dan PI pada kedua kelompok normal
IV.2.2. Perbedaan rerata MFV pada kelompok Dislipidemia dan non-