DENGAN PENDEKATAN KONSEP MODERN HI-TECH
Erlinta Yudantoro1,
Mulyadi. S. Sn, M. Ds,2 Drs. IF. B. Sulistyono. Sk, MT.arst3 ABSTRAK
Erlinta Yudantoro. C0806008 2011. Perencanaan dan Perancangan Interior Solo Multimedia School. Pengantar Tugas Akhir: Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
”Perencanaan dan Perancangan Interior Solo Multimedia School merupakan
judul dari proyek perencanaan interior ini. Suatu cara dalam merencanakan ruangan terutama di dalam ruang yang dapat dijadikan wadah dan di gunakan sebagai sebuah tempat yang berkualitas yang mempunyai konsep edukatif dan entertaiment, yang bersifat mendidik. Lokasi perencanaan ini berada di Kota Surakarta yang tepatnya berada di Jalan Ki Hajar Dewantoro (Belakang Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta).
Perencanaan dan perancangan interior Solo Multimedia School ini dibatasi pada elemen interior terutama pada segi penataan ruang dan memusatkan perencanaan dan perancangan pada penempatan lay out, furnitur dan mempertimbangkan pemilihan warna yang berkaitan dengan multimedia dan sesuai dengan tema. Dimana dari semua pertimbangan tersebut di fungsikan sebagai pengembangan dari ide dasar yang di tuangkan ke desain yang ingin di ciptakan pada Solo Multimedia School ini.
Rumusan masalah yang ditampilkan adalah bagaimana merancang interior Solo Multimedia School yang dapat menciptakan tema yang sesuai dengan karakter dan sifat dari multimedia. Selain penerapan tema yang sesuai, juga pemilihan furnitur dan material yang sesuai untuk menguatkan kesan dan karakter dari multimedia. Pemilihan furnitur sendiri dipilih sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi aspek kenyamanan bagi penggunanya.
Tujuan dari karya ini adalah merencanakan suatu bangunan pendidikan, yaitu sebuah sekolah tinggi multimedia yang diberi nama Solo Multimedia School. Dengan adanya perencanaan ini diharapkan munculnya sumber daya manusia Indonesia pada umumnya dan sumber daya manusia Kota Surakarta pada khususnya yang unggul di bidang multimedia sehingga mampu bersaing dengan sumber daya manusia asing.
Sasaran dari perancangan Solo Multimedia School adalah mahasiswa, tenaga pengajar dan masyarakat sekitar Kota Surakarta pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Perancangan interior Solo Multimedia School ini bermanfaat bagi masyarakat supaya dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang dunia multimedia dan gaya modern hi-tech yang dimunculkan pada interiornya.
1
Mahasiswa, Jurusan Desain Interior dengan NIM C0806008
2
Dosen Pembimbing 1
3
commit to user
1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Multimedia merupakan konsep visualisasi yang menggabungkan beberapa media menjadi sebuah penyajian yang menarik dan mampu memberikan tingkat pemahaman terhadap materi yang disajikan lebih baik. Media yang digabungkan didalamnya mencakup gambar, teks, animasi, dan suara menjadi sebuah kompilasi media. Multimedia banyak digunakan didalam berbagai produk yang berhubungan dengan penggambaran atau citra terhadap sebuah materi, contohnya seperti penyampaian berita, company profile, media pembelajaran, produk profile, media presentasi, dan berbagai aplikasi produk lainnya.
Awal dari perkembangan multimedia sendiri dimulai dari peluncuran satelit Palapa pada tahun 1993. Dan untuk mengantisipasi perkembangan itu maka perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang mahir dibidang tersebut dengan cara menyediakan berbagai fasilitas penunjangnya.
Perubahan dimulai pada awal tahun 1993 dengan diluncurkannya Satelit Palapa C1 oleh perusahaan swasta Satelindo yang bergerak dibidang bisnis layanan satelit. Satelit Palapa C1 dan lalu C2 bakal berumur hingga 14 tahun. Satelit-satelit ini telah digunakan secara luas oleh beberapa negara di ASEAN. Indonesia antara lain menggunakannya untuk layanan komunikasi yang dikelola oleh Telkom dan Indosat, juga untuk layanan siaran televisi 5 TV swasta dan TVRI. Bahkan digunakan untuk 5 channel siaran langsung TV Satelit Indovision (Direct Broadcasting Satelite) yang kini sudah berkualitas digital (19 channel). Kemudian pada 12 November 1997 Satelit Palapa C2 digantikan dengan satelit yang baru yaitu Satelit Cakrawarta-1 atau Satelit Indostar untuk mengudarakan siaran Indovision. Satelit ini diluncurkan oleh PT. Media Citra Indostar. Dengan satelit ini Indovision dapat menyelenggarakan layanan interaktif, karena dapat menyediakan layanan teleconference,
commit to user
paket data atau internet.
Perkembangan industri multimedia yang demikian cepat harus didukung oleh tersedianya sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif, sehingga lahan yang empuk ini tidak diserbu oleh tenaga kerja asing yang sudah terlalu banyak merambah di Indonesia. Terjun di bidang teknologi multimedia merupakan profesi baru yang sedang dibutuhkan pada saat sekarang dan yang akan datang. Imajinasi yang kuat diperlukan di bidang ini untuk dapat membayangkan, melihat potensi, menciptakan apa yang tidak terbayangkan oleh kebanyakan orang saat ini. Usaha pengembangan industri multimedia di Indonesia membutuhkan lebih banyak orang seperti itu untuk menyiapkan jalan menuju peradaban baru manusia Indonesia di masa mendatang.
Dalam kasus ini maka dibutuhkan sebuah wadah khusus untuk mendidik sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dengan sumber daya manusia asing dalam hal teknologi multimedia berupa sekolah atau lembaga teknologi multimedia.
B. BATASAN MASALAH
Perencanaan dan perancangan Solo Multimedia School ini muncul karena kebutuhan akan sumber daya manusia akan bidang teknologi multimedia yang semakin meningkat, dan pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia agar tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia negara lain. Dengan pendekatan tema modern hi-tech, diharapkan dapat memberikan suasana yang dapat memacu kreatifitas sumber daya manusia yang ada didalamnya untuk lebih dapat mengeksplorasi pikirannya lebih dalam lagi.
Masalah yang ingin ditangani dengan adanya proyek ini adalah: Penyediaan sarana yang memadai bagi berlangsungnya proses pembelajaran untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam bidang multimedia.
Pembahasan diutamakan dalam lingkup disiplin ilmu desain interior, yang mencakup pengorganisasian ruang, pola hubungan antar
commit to user
atau mendukung kegiatan yang diwadahi didalamnya.
C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka dapat diajukan rumsan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana merencanakan dan merancang organisasi ruang, pola hubungan antar ruang, dan sirkulasi yang nyaman dan komunikatif bagi orang yang berada didalamnya sesuai dengan kegiatan yang diwadahi Solo Multimedia School?
2. Bagaimana mendesain interior sekolah multimedia yang sesuai dengan karakter multimedia itu sendiri dengan pengaplikasian tema yang tepat?
3. Bagaimana mendesain interior sekolah multimedia dengan penataan sistem display furnitur yang interaktif tanpa meninggalkan aspek keamanan benda – benda materi dan kenyamanan pengguna?
D. TUJUAN
Berkaitan dengan rumusan masalah diatas, maka Solo Multimedia School ini mempunyai tujuan:
1. Dapat menentukan organisasi ruang, pola hubungan antar ruang, dan sirkulasi yang nyaman dan komunikatif bagi orang yang berada didalamnya sesuai dengan kegiatan yang diwadahi Solo Multimedia School.
2. Menciptakan desain interior sekolah multimedia yang sesuai dengan karakter multimedia dengan pengaplikasian tema yang tepat.
3. Menciptakan desain interior sekolah multimedia dengan penataan sistem display furnitur yang interaktif tanpa meninggalkan aspek keamanan benda – benda materi dan kenyamanan pengguna.
E. RUANG LINGKUP PERANCANGAN
Solo Multimedia School merupakan sebuah sekolah atau lembaga pendidikan yang mengacu pada disiplin ilmu multimedia dan tehnologi. Penekanan pembahasan yaitu pada perancangan interior yang dapat memenuhi kebutuhan para pengguna sekaligus pengelola.
commit to user
adalah: 1. Lobby 2. Ruang Ketua
3. Ruang Pembantu Ketua 1 4. Ruang Pembantu Ketua 2 5. Ruang Pembantu Ketua 3 6. Ruang Administrasi 7. Ruang Dosen 8. Perpustakaan 9. Stationery 10. Cafetaria 11. Studio Radio 12. Studio Televisi 13. Master Control Radio 14. Master Control Televisi 15. Lab Komputer Animasi 16. Lab Komputer Dasar 17. Lab Fotografi 18. Ruang Seminar 19. Ruang Kemahasiswaan 20. Ruang Karyawan 21. Mushola 22. Lavatory 23. Gudang F. SASARAN
Dalam perencanaan dan perancangan Solo Multimedia School ini memuat beberapa sasaran, antara lain:
1. Mahasiswa 2. Akademisi
commit to user
a. Bagi Penulis/ Desainer
Dapat mengembangkan ide dan gagasan untuk merencanakan dan merancang suatu interior yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan fungsi dari ruang-ruang yang ada di dalam Solo Multimedia School.
Mendapatkan pengalaman untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di dalam proyek perencanaan dan perancangan interior Solo Multimedia School dengan menerapkan ide, gagasan serta analisa yang ada.
b. Bagi Dunia Akademik
Memberikan pengetahuan tentang pengorgasisasian ruang yang baik di dalam interior public space.
c. Bagi Masyarakat
Dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang dunia multimedia.
commit to user
Skema I.1 Skema Pola Pikir Perancangan Solo Multimedia School di Surakarta
I. METODE DESAIN
1. Bentuk Penelitian
Dalam menyelesaikan proses Desian Interior Solo Multimedia School, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
yang memusatkan pada pendekatan sejarah (approach historical).
Dimana dalam bentuk penelitian ini lebih mengutamakan pengumpulan data berupa kata – kata / kalimat / gambar yang memiliki arti lebih kaya daripada sekedar angka atau frekuensi.
commit to user
Sumber data pada penelitian ini, antara lain : a. Informan
Terdiri dari lingkungan akademisi, pengamat dunia multimedia, dan mahasiswa itu sendiri sebagai subyek yang dianggap mengerti tentang informasi yang dibutuhkan dalam perancangan ini.
b. Arsip dan Dokumen Visual
Arsip dan dokumen visual yang digunakan yaitu dengan berpedoman pada tugas akhir kakak tingkat yang mengerjakan proyek sekolah. Untuk referensi multimedia sendiri didapat melalui browsing di internet dan majalah-majalah.
3. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Dalam hal ini peneliti melakukan observasi lokasi yang bisa dijadikan referensi dan materi pembanding tentang hal-hal yang berkaitan dengan proyek desain ini, terutama dalam bidang interior, misalnya tentang sistem display, keamanan, pencahayaan, dan sebagainya. Dengan mempergunakan alat bantu berupa kamera foto, alat tulis, dan sebagainya.
b. Wawancara Mendalam ( In Dept Interviewing )
Wawancara dalam pengumpulan data ini bersifat open ±
ended dan mendalam dilakukan secara tidak formal. Wawancara ini dilakukan pada waktu dan konteks yang dianggap tepat guna mendapatkan data yang rinci dan mendalam.
c. Content Analisis
Teknik ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.
4. Validitas Data
Untuk menjamin data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka
commit to user
yang sejenis / sama. ( HB, Sutopo. 2000 : 34 )
Dengan demikian kebenaran data akan teruji oleh data yang diperoleh dari sumber lain.
5. Analisa Data
Model Analisa Data yang digunakan adalah analisis interaktif. Model analisis interaktif mempunyai tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan / verifikasi. Reduksi data dilakukan sejak proses pengumpulan data belum berlangsung diteruskan pada waktu pengumpulan data dan bersamaan terjalin dengan dua komponen yang lain. Tiga komponen tersebut masih mengalir dan tetap saling menjalin pada waktu kegiatan pengumpulan data berakhir. Ketiga komponen tersebut saling berinteraksi sebagai sebuah siklus dalam pengumpulan data. ( HB,Sutopo, 2000 : 40 )
Skema I.2 : Skema model analisa interaktif
Sumber : ( Metodologi Penelitian Kualitatif, H.B. Sutopo,2002 : 96 )
J. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan dalam Desain Interior Solo Multimedia School ini adalah :
TAHAP I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang permasalahan, penegasan judul, batasan permasalahan, rumusan masalah, tujuan,
commit to user
perancangan, metode desain, dan sistematika penulisan. TAHAP II TINJAUAN TEORI
Kajian Teori berisi tentang uraian tentang prinsip teori/ kajian teoritis mengenai proyek Desain Interior Solo Multimedia School yang meliputi pembahasan teori tentang multimedia dan sekolah tinggi.
TAHAP III TINJAUAN LAPANGAN
Studi Lapangan berisi tentang hasil observasi di lapangan, sebagai dasar atau acuan untuk mangkaji desain yang sesuai untuk sebuah public space yang akan didesain. Segala keadaan yang berada di lapangan memberi gambaran mengenai kondisi yang diharapkan sesuai kebutuhan penggunanya. Data observasi yang diperoleh dari lapangan mampu menjadi masukan dalam perencanaan maupun sebagai bahan pembanding dan pengayakan bagi proses analisa dari konsep Desain Interior Solo Multimedia School. TAHAP IV ANALISA
Berisi analisa perencanaan dan perancangan yang diperoleh dari kajian teoritis dan hasil observasi lapangan yang merupakan dasar konsep perencanaan dan perancangan. Disini diuraikan tentang ide/gagasan yang melatarbelakangi terciptanya perancangan desain interior.
TAHAP V KESIMPULAN
Berisi tentang kesimpulan dari hasil analisa data , evaluasi konsep perencanaan dan perancangan serta keputusan desain dari konsep perencanaan desain interior Solo Multimedia School.
commit to user
10