Penguatan dinding geser memberikan kedua bagian di keadaan yang khusus. Syarat yang dipergunakan ialah menjadikan jumlah minimal tulangan serta tebal dinding saat penggunaan selama teknis berlangsung. Persyaratan penulangan minimum adalah:
ππ’ >0,166ππ΄ππ£βπβ²cmaupun tebal dinding >25cm (2.10) Dimana :
ππ’ = Gaya geser ultimate dinding geser π΄ππ£ = Luasan penampang dinding geser (m2)
Perhitungan rasio tulangan minimum ialah (Οv serta Οh) β₯0.0025, tetapi kecualikan dinding yang kurang dari 0,083ACVβπβ²c, perhitungan rasio tulangannya adalah sebagai berikut :
a. Rasio tulangan vertikal minimum
ππ’ = 0,0012 pada penulangan polos tidak melebihi diameter 16 milimeter = 0,0015 pada penulangan deformasi
= 0,0012 pada wires meshs tidak melebihi W30 diameter 16 milimeter b. Rasio tulangan horisontal minimum
πβ = 0,0020 pada penulangan polos tidak melebihi diameter 16 milimeter = 0,0025 pada penulangan deformasi
= 0,0010 pada wires meshs tidak melebihi W31 diameter 16 mm
Tabel 2.2 Faktor Panjang Efektif k Untuk Dinding
Sementara gaya geser (shear demands) pada struktur yang dapat diambil oleh struktur dinding geser dengan hitungan sebagai berikut :
ΙΈππ β₯ ππ’ (2.11)
Dimana :
ππ’ = Gaya geser faktor
ππ = Kuat geser nominal dinding geser
β = Nilai reduksi kekuatan
Dengan Ο merupakan nilai reduksi gaya geser sebesar 0,5 (beban lentur) serta 0,85 (beban lain).
Kekuatan geser yang dirancang (Vn) patut bias memikul gaya geser yang telah didapatkan, oleh karena itu nilai hitungan yang dipakai akan melebihi dari gaya geser akhir dengan merupakan parameter perencanaannya. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk menjauhi kerusakan struktur. Dengan Vn sesuai persyaratan ialah sebagai berikut:
ππ = π΄ππ£(0.166βπβ²c) (2.12) Untuk dinding pendek (rasio hw/lw < 2)
ππ = π΄ππ£(0.083
Ξ±
cβπβ²c) (2.13)Dimana :
π΄π = 0,25 saat hw/lwβ€1,5 = 0,17 saat hw/lwβ₯2,0
=ketika hw/lw antara 1,5 hingga 2,0 berubah menjadi linier antar 0,25 serta 0,17
βπ€ = tinggi dinding ππ€ = panjang dinding
Hitungan gaya geser maksimum yang didapatkan dinding geser adalah menjadi berikut :
ππ’ = 1,2πD+f1πL Β±πE = 0,9πDΒ±πE (2.14) Dengan : f1 merupakan koefisien sebesar nilai 1,0 untuk beban hidup melebihi 500 kg/m2. Untuk beban hidup yang lebih kecil, gunakan faktor f1= 0,5. Dimana, hitungan gaya geser di dinding geser akan dipertimbangkan gaya geser yang didapatkan dinding, pada akhirnya perlunya dijadikan perbedaan antara metode hitungan yang dipakai ialah metode yang sesederhana atau lebih detail.
Tabel 2.3 Kapasitas Gaya Geser Pada Beton
Oleh karena itu, kuat geser maksimal bisa dipikul dengan dinding geser yaitu :
ππ = π΄ππ£(0.083βπβ²c) (2.15)
Gambar 2.13 Gaya geser pada struktur
Berdasarkan standar American Concrete Institute (ACI) 2014 disebutkan pada tegangan aksial maksimal patut bernilai lebih kecil dari 0,2fβc. Boundary zones harus dirancang pada tiap bagian dari dinding dengan ketentuan :
Lbz = 0,25LW untuk Pu = 0,35Po (2.16) Lbz = 0,15LW untuk Pu = 0,15Po (2.17) Dengan Pu merupakan nilai sebesar persilangan linier nilai 0,15 Po dan 0,35 Po. Panjang minimum dari boundary zones paling minimal adalah 0,15 Lw
Gambar 2.14 Ketentuan Panjang Boundary Zone.
Di daerah boundary zones tidak ada mempunyai penyambungan las untuk setiap sambungan plastis. Namun kekuatan dari sambungan yang digunakan patut mempunyai nilai kekuatan minimal 160% lebih besar dari kekuatan tulangan luluh, atau minimal 95% dari kekuatan tulangan fu nya.
Tegangan (Strain) pada strukturalnya harus membutuhkan analisis yang merupakan hasil dari nilai Mn serta Cu yang didistribusikan dari tegangan pada beton ialah Atβcy =0,003
Gambar 2.15 Diagram Tegangan dan Regangan
Dalam penentuan boundary zones, hal yang biasa dikerjakan yaitu mendetailkan boundary zones itu sendiri yang diperlukan pada saat regangan yang diakibatkan tekanan pada bagian dinding yang lebih kecil dari 0.003 (βmax<0,003).
Tegangan serta lendutan dapat dilihat sesuai dengan sisi yang sudah rusak, pergerakan gempa bumi yang tidak di reduksi dan juga perilaku struktur yang non-linier. Jadi pendetailan pada boundary zones hanya dapat ditentukan jika dinding mengalami regangan yang nilai lebih besar dari 0,003.
Sebaliknya, jika nilai dari regangan tekan maksimal lebih besar atau sama dengan 0,003 ataupun dengan nilai 0,015, berdasarkan ACI:2014 dijelaskan mengenai pendetailan tidak disyaratkan apabila balok memanjang ditekan.
C <
πΏπ€Jika rincian lebih lanjut diperlukan di area boundary zones, persyaratan yang diberlakukan ialah lebih dari setengah nilai C atau pengurangan 10% dalam pengaturan panjang dinding (Lw) panjang (Lbz). Desain dinding Dasar dinding prismatik berdasarkan panjang elastisitas lentur (Ξe).
2.7.2 Persyaratan Tulangan
Penulangan geser patut disiapkan dalam dua arah tegak lurus di bagian dalam dinding. Nilai minimal penulangan untuk arah vertikal serta arah horisontal berdasarkan SNI 2847-2019, yaitu :
ο· Apabila gaya geser rencana, ππ’ >0,083ππ΄ππ£βπβ²c, rasio tulangan ππΌ dan ππ‘ lebih terhadap luas gros beton yang tegak lurus dengan tulangannya
ο· Jarak penulangan di setiap arah dinding struktur harus lebih kecil dari 450 mm
ο· Untuk gaya geser rencana, ππ’ <0,083ππ΄ππ£βπβ²c, rasio penulangan minimum pada Tabel 2.14 dapat digunakan
Tabel 2.4 Tulangan Minimum Untuk Dinding dengan Geser Sebidang ππ’ β€0,5ΙΈVπ
ο· Dalam beberapa kasus, perlu dipasangkan setidaknya dua lapis tulangan jika ππ’ > 0,17π΄ππ£πβπβ²c
2.7.3 Kuat Geser
Dikatakan bahwa kekuatan geser dinding geser cukup jika kondisi berikut ini terpenuhi :
ο· ππ’ β€ ΙΈππ (2.20)
Dimana :
ππ’ = Gaya geser faktor
ππ = Kuat geser nominal dinding geser ΙΈ = Faktor reduksi kekuatan
Berdasarkan pasal 21.2.4 SNI 2847-2019, faktor reduksi kuat geser untuk dinding struktur, yang didesain untuk menahan beban gempa patut dianggap senilai 0,6 jika kuat penampang nominal lebih kecil dari kuat geser nominal yang diperlukan beton.
Kuat geser nominal dinding struktur ditetapkan sesuai pasal 18.10.4.1 SNI 2847-2019, seperti berikut :
ππ = π΄ππ£(Ξ±cπβπβ²c + ππ‘πy) (2.21) Dengan :
Ξ±
c = 0,25 jika hw/lwβ€1,5= 0,17 jika hw/lwβ₯2,0
= Interpolasi dari antar 0,25 serta 0,17, jika hw / lw diantara 1,5 serta 2,0 memastikan bahwa kekuatan geser dari setiap bagian dinding tidak melebihi kekuatan geser dinding keseluruhannya.
ο· Jika hw / lw tidak lebih besar dari 2,0, rasio penulangan ππΌ harus lebih besar atau sama dengan rasio penulangan ππ‘
ο· Kekuatan geser nominal sistem dinding struktur yang berlangsung bersamaan menopang beban lateral kurang dari nilai 0,66π΄ππ£βπβ²c dimana π΄ππ£ ialah luasan dari penampang seluruh sistem dinding struktur, serta kekuatan geser nominal setiap dinding vertikal sendirinya kurang dari nilai 0,83π΄πwβπβ²c dengan π΄πw
ialah luasan penampang dinding yang diperhatikan.
ο· Untuk bagian dinding horisontal yang berisi balok couple, nilainya kurang dari nilai 0,83π΄πwβπβ²c dengan π΄πw ialah luasan penampang dinding horisontal maupun balok couple.
2.7.4 Beban Lentur dan Aksial
Untuk dinding struktur ketika didesain menopang beban aksial serta momen lentur, maka kuat lentur dari dinding harus ditentukan seperti halnya prosedur untuk kolom ketika dibebani gaya tekan serta momen torsinya.
Semua tulangan pada seluruh penampang dinding termasuk pada komponen batas (boundary element) harus diperhitungkan untuk menentukan kapasitas dari dinding tersebut. Bukaan pada dinding juga harus dipertimbangkan dalam analisis.
Apabila dinding geser saling berpotongan di satu titik, maka akan terbentuk penampang L atau T. Dalam hal ini, maka lebar sayap efektif yang terbentuk harus diambil dari yang paling kecil antara setengah jarak antar dinding yang berdekatan maupun 25% dari tinggi total dinding.
2.8 Stabilitas Gedung Bertingkat