• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Kesehatan

Dalam dokumen Resume Buku KesMas Notoatmojo (Halaman 36-43)

MANAJEMAN KESEHATAN MASYARAKAT

B. Perencanaan Kesehatan

Perencanaan adalah suatu kegiatan atau proses penganalisisan dan pemahaman sistem,  penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi

masa depan yang baik. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan antara lain: a. Perencanaan harus didasarkan kepada analisis dan pemahaman sistem dengan baik.

 b. Perencanaan pada hakikatnya menyusun konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan misi organisasi.

c. Perencanaan secara implisit mengemban misi organisasi untuk mencapai hari depan yang lebih  baik.

Secara sederhana dan awam dapat dikatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses yang menghasilkan suatu uraian yang terinci dan lengkap tentang suatu program atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Oleh sebab itu, hasil proses perencanaan adalah `Rencana' (plan). Perencaan atau rencana itu sendiri banyak macamnya, antara lain:

a) Dilihat dari jangka waktu berlakunya rencana

1) Rencana jangka pendek ( Long term planning ), yang berlaku antara 10-25 tahun. 2) Rencana jangka menengah ( Medium range planning ), yang berlaku antara 5-7 tahun. 3) Rencana jangka pendek (Short range planning ), umumnya berlaku hanya untuk 1 tahun.

 b) Dilihat dari tingkatannya

1) Rencana induk (masterplan), lebih menitikberatkan uraian kebijakan organisasi. Rencana ini mempunyai tujuan jangka panjang dan mempunyai ruang lingkup yang luas.

2) Rencana operasional (operational planning ), lebih menitikberatkan pada pedoman atau petunjuk dalam meIaksanakan suatu program.

3) Rencana harian ( Day to day planning ) ialah rencana harian yang bersifat rutin. c) Ditinjau dari ruang lingkupnya

1) Rencana strategis ( strategi planning ), berisikan uraian tentang kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang lama. Model rencan.a ini sulit untuk diubah.

2) Rencana taktis (tactical planning ) salah rencana yang berisi uraian yang bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan kegiatan-kegiatannya, asalkan tujuan tidak berubah.

3) Rencana menyeluruh (comprehensive planning ), ialah rencana yang mengandung uraian secara menyeluruh dan lengkap.

4) Rencana terintegrasi (integrated planning ), ialah rencana yang mengandung uraian yang menyeluruh bersifat terpadu, misalnya dengan program lain di luar kesehatan.

Meskipun ada berbagai jenis perencanaan berdasarkan aspek-aspek tersebut di atas, namun  praktiknya sulit untuk dipisah-pisahkan seperti pembagian tersebut.

1. Pr oses Perencan aan 

Perencanaan dalam suatu organisasi adalah suatu proses, dimulai dari identifikasi masalah,  penentuan prioritas masalah, perencanaan pemecahan masalah, implementasi (pelaksanaan  pemecahan masalah) dan evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut akan muncul masalah-masalah  baru, kemudian dari masalah-masalah tersebut dipilih prioritas masalah, dan selanjutnya kembali

ke siklus semula.

Di bidang kesehatan khususnya, proses perencanaan ini pada umumnya menggunakan  pendekatan pemecahan masalah (problem solving), seperti digambarkan di atas. Secara terinci

langkah-langkah perencanaan kesehatan adalah sebagai berikut : a.  Indentifikasi Masalah

Perencanaan pada hakikatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan.

b.  Menetapkan Prioritas Masalah

Kegiatan identifikasi masalah menghasilkan segudang masalah kesehatan yang menunggu untuk ditangani. Oleh karena keterbatasan sumber daya baik biaya, tenaga, dan teknologi, maka tidak semua masalah tersebut dapat dipecahkan sekaligus (direncanakan pemecahannya). Untuk itu maka harus dipilih masalah yang mana yang 'fleksible' untuk dipecahkan. Proses memilih masalah ini disebut memilih atau menetapkan prioritas masalah. Pemilihan prioritas dapat dilakukan melalui 2 cara, yakni-.

c.  Menetapkan Tujuan

Menetapkan tujuan perencanaan pada dasarnya adalah membuat ketetapan-ketetapan tertentu yang ingin dicapai oleh perencanaan tersebut. Penetapan tujuan yang baik apabila dirumuskan secara konkret dan dapat diukur. Pada umumnya dibagi dalam tujuan umum dan tujuan khusus.

a) Tujuan Umum

Adalah suatu tujuan masih bersifat umum, dan masih dapat dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan khusus, dan pada umumnya masih abstrak.

Contoh:

Meningkatkan status gizi anak balita di Kecamatan Cibadak.  b) Tujuan Khusus

Adalah tujuan-tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus merupakan  jembatan untuk tujuan umum, artinya tujuan umum yang ditetapkan akan tercapai, apabila

tujuan-tujuan khususnya tercapai. Contoh: Apabila tujuan umum seperti contoh tersebut di atas dijabarkan ke dalam tujuan khusus menjadi sebagai berikut:

Meningkatnya perilaku ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak balita.

Meningkatnya jumlah anak balita yang ditimbang di Posyandu.

Meningkatnya jumlah anak yang berat badannya naik dan sebagainya. d.  Menetapkan Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan adalah uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pada umumnya kegiatan mencakup 3 tahap  pokok, yakni:

Kegiatan pada tahap persiapan, yakni kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pokok dilaksanakan, misalnya: rapat-rapat koordinasi, perizinan dan sebagainya.

Kegiatan pada tahap pelaksanaan yakni kegiatan pokok program yang bersangkutan.

Kegiatan pada tahap penilaian yakni kegiatan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan dalam rangka pencapaian program tersebut.

e.  Menetapkan Sasaran (Target Group)

Sasaran (target group) adalah kelompok masyarakat tertentu yang akan digarap oleh  program yang direncanakan tersebut. Sasaran program kesehatan biasanya dibagi dua, yakni: (a) Sasaran langsung, yaitu kelompok yang langsung dikenal oleh program. Misalnya kalau tujuan

umumnya: meningkatkan status gizi anak balita seperti tersebut di atas, maka sasaran langsungnya adalah anak balita.

(b) Sasaran tidak langsung, adalah kelompok yang menjadi sasaran antara program tersebut, namun  berpengaruh sekali terhadap sasaran langsung.

Misalnya, seperti contoh di atas, anak balita sebagai sasaran langsung sedangkan ibu anak  balita sebagai sasaran tidak langsung. Ibu anak balita, khususnya perilaku ibu dalam memberikan

makanan bergizi kepada anak sangat menentukan status gizi anak balita tersebut.  f. Waktu

Waktu yang ditetapkan dalam perencanaan adalah sangat tergantung dengan jenis  perencanaan yang dibuat serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan.

Oleh sebab itu, waktu dan kegiatan sebenarnya dapat dijadikan satu, dan disajikan di dalam  bentuk matriks, yang disebut 'Gant Chart'.

 g. Organisasi dan Staf 

Dalam bagian ini digambarkan atau diuraikan organiHasi dan sekaligus staf atau personel yang akan melaksanak a ti kegiatan-kegiatan atau program tersebut. Di samping itu juga diuraikan tugas ( jobdescription) masing-masing pelaksana tersebut. Hal ini penting karena masing-masing orang yang terlibat dalam program tersebut mengetahui dan melaksanakan kewajiban.

h. Rencana Anggaran

Adalah uraian tentang biaya-biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan, mulai dari  persiapan sampai dengan evaluasi. Biasanya rincian rencana biaya ini dikelompokkan menjadi: a) Biaya personalia

 b) Biaya operasional

c) Biaya sarana dan fasilitas d) Biaya penilaian

i.  Rencana Evaluasi.

Rencana evaluasi sering dilupakan oleh para perencana, padahal hal ini sangat penting. Rencana evaluasi adalah suatu uraian tentang kegiatan yang akan dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan tersebut telah tercapai.

C. Pengorganisasian

Setelah perencanaan telah dilakukan atau telah selesai (menjadi rencana), maka selanjutnya harus dilakukan pengorganisasian. Yang dimaksud pengorganisasian adalah mengatur personal atau staf yang ada dalam institusi tersebut agar semua kegiatan yang telah ditetapkan dalam rencana tersebut dapat berjalan dengan baik, yang akhirnya semua tujuan dapat dicapai. Dengan kata lain pengorganisasian adalah pengkoordinasian kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan suatu institusi, guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian mencakup  beberapa unsur pokok, antara lain:

a. Hal yang diorganisasikan ada 2 macam, yakni:

1) Pengorganisasian kegiatan ialah pengaturan berbagai kegiatan yang ada di dalam rencana sehingga mem bentuk satu kesatuan yang terpadu untuk mencapai tujuan.

2) Pengorganisasian tenaga pelaksanaanialah mencakup pengaturan hak dan wewenang setiap tenaga pelaksana sehingga semua kegiatan mempunyai penanggung jawabnya.

 b. Proses pengorganisasian ialah langkah-langkah yang harus dilakukan sedemikian rupa sehingga semua kegiatan dan tenaga pelaksana dapat berjalan sebaik-baiknya.

c. Hasil pengorganisasian ialah terbentuknya wadah atau sering disebut 'struktur organisasi' yang merupakan perpaduan antara kegiatan dan tenaga pelaksana.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengorganisasian adalah suatu proses yang menghasilkan (struktur organisasi). Struktur organisasi adalah visualisasi kegiatan dan pelaksana

kegiatan (personel) dalam suatu institusi. Dilihat dari segi pembagian kegiatan dan pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang, maka organisasi secara umum dibedakan atas 3 jenis, yakni:

1. Organisasi L ini (L in e Organization) 

Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pemimpin dalam hal ini sangat dominant di mana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah. Memang bentuk organisasi semacam ini khususnya di dalam institusi-institusi yang kecil sangat efektif, karena keputusan-keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot, yang senantiasa, siap melaksanakan perintah.

2. Organi sasi Staf (Staff Organi zation ) 

Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana Peran staf bukan sekadar pelaksana perintah pimpinan, namun staf berperan sebagai pembantu  pimpinan. Bentuk organisasi ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi

sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan peinikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Meskipun organisasi ini lebih baik dari yang perama, karena keputusan-keputusan dapat lebih baik, namun kadang-kadang keputusan-keputusan tersebut akan memakan waktu yang lama, karena melalui perdebatan-perdebatan yang kadang-kadang melelahkan.

3. Organisasi L ini dan Staf 

Organisasi ini merupakan gabungan kedua jenis organisasi yang terdahulu disebutkan (lini dan staf). Dalam organisasi ini staf bukan sekadar pelaksana tugas, tetapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga  pimpinan tidak sekadar memberi perintah atau nasihat, tetapi juga bertanggung jawab atas  perintah atau nasihat tersebut.

Keuntungan organisasi ini antara lain: keputusan yang diambil oleh pimpinan lebih baik karena telah dipikirkan oleh sejumlah orang, dan tanggung jawab pimpinan berkurang karena mendapat dukungan dan bantuan dari staf.

Dalam kehitupan sehari-hari, apabila unit kerja (departemen, perusahaan, dan sebagainya) akan melaksanakan suatu rencana tidak selalu langsung diikuti oleh penyusunan organisasi baru. Struktur organisasi itu biasanya sudah ada terlebih dahulu dan ini relatif cenderung permanen, lebih-lebih struktur organisasi departemen. Di samping itu, unit-unit kerja tersebut dijabarkan ke dalam unit-unit yang lebih kecil dan masing-masing unit-unit kerja yang lebih kecil ini mempunyai tugas dan wewenang yang berbeda-beda (Dirjen, Direktorat, Bidang, Seksi, Devisi-devisi, dan sebagainya). Untuk pelaksanaan rencana rutin cukup oleh staf yang ada, sehingga tidak perlu menyusun organisasi baru.

Dalam dokumen Resume Buku KesMas Notoatmojo (Halaman 36-43)

Dokumen terkait