• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATISTIK KESEHATAN

Dalam dokumen Resume Buku KesMas Notoatmojo (Halaman 30-35)

A. Pengertian, Tujuan dan Peranan Statistik 

Secara umum arti statistik dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu: Arti sempit:

Merupakan data ringkasan berbentuk angka, misalnya: Jumlah karyawan BKKBN, jumlah akseptor KB, jumlah peserta KB aktif di desa/kelurahan, jumlah balita yang ditimbang pada  bulan tertentu, jumlah kelompok penimbangan yang melapor pada bulan tertentu, jumlah

PPKBD/Sub PPKBD, dan lain sebagainya. Arti luas:

Merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian  berdasarkan konsep propabilitas.

1. Konsep statistik 

Merupakan suatu pendekatan modern untuk menyajikan mengenai konsep-konsep dasar dan metode statistik secara lebih jelas dan langsung dapat membantu seseorang di dalam  pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan menggunakan

cara-cara kuantitatif.

Semua jenis pertanyaan tersebut membutuhkan suatu keputusan yang baik yang sudah memikirkan mengenai untung dan ruginya. Di dalam sebagian besar kasus-kasus pekerjaan yang kita alami sehari-hari, benefit dan cost adalah faktor utama yang poling diasosiasikan dengan  pengambilan suatu keputusan: Akan tetapi kenyataan yang kita hadapi adalah bahwa suatu

keputusan harus dibuat, walaupun dasar di dalam mengambil keputusan tersebut adalah sangat lemah, hal ini oleh karena data-data yang diperlukan juga tidak lengkap.

Oleh karena itu, penggunaan statistik adalah penting sifatnya dalam rangka membantu memberi bobot dalam mengambil keputusan. Dengan demikian apakah yang dibutuhkan oleh statistik dalam usaha untuk membantu mengambil keputusan?

Yang dibutuhkan adalah:

Data statistik atau bilangan yang mewakili suatu perhitungan atau pengukuran suatu objek. Dengan demikian, melalui teori serta metodologi dari statistik kita dapat membantu dan

menentukan mengenai data yang harus dikompilasikan, bagaimana data tersebut dikumpulkan, diolah disajikan, dan dianalisis, serta kemudian ditarik kesimpulan.

Statistik menurut definisi dibagi menjadi dua bagian atau sub-kategori: (1) Descriptive Statistic

Adalah penggunaan statistik untuk tujuan menggambarkan sesuatu yang spesifik saja, dan tidak memikirkan mengenai implikasi atau kesimpulan yang mewakili sesuatu yang besar dan umum. Cara penyajiannya dapat berbentuk grafik dan tabel-tabel.

(2) Inferencial Statistic

Adalah suatu cara penggambaran suatu kesimpulan dari suatu set data yang sedang- diteliti dan hasilnya dapat dibuat suatu generalisasi.

2. Peranan Statistik 

Manfaat dan peranan statistik adalah membantu pars pengelola dan pelaksana program KB-Kes khususnya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar perencanaan,  pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan.

Statistik sebagai bahan perencanaan

Statistik seperti telah dijelaskan pada butir terdahulu adalah pengetahuan yang  berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan penganalisisan, penyajian dan penarikan

kesimpulan serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan. Dengan kata lain, setiap data yang dibutuhkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu. Melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Kemungkinan-kemungkinan penyimpangan yang telah dicoba untuk dieliminasi sekecil mungkin melalui  berbagai metode yang dikembangkan dalam statistik, akan sagat membantu dalam setiap

kegiatan perencanaan program. Statistik sebagai bahan monitoring 

Seperti telah tersebut dalam anti sempit bahwa statistik adalah data ringkasan berbentuk angka, maka hal ini sangat membantu di dalam suatu kegiatan monitoring. Oleh karena secara umum yang dilakukan dalam kegiatan monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program yang menyangkut berbagai variabel yang berbentuk data ringkasan.

Statistik sebagai bahan evaluasi

Dengan mengetahui berbagai data yang dapat dipercaya maka selanjutnya kita dapat menganalisis dan memutuskan yang baik dan yang buruk. Selain itu melalui berbagai data yang ada kita dapat membandingkan dan selanjutnya membuat suatu generalisasi dari sampel yang kecil kepada populasi.

B. Statistik Kesehatan

Statistik kesehatan adalah suatu cabang dari statistik yang berurusan dengan cara-cara  pengumpulan, kompilasi, pengolahan dan interpretasi fakta-fakta numerik sehubungan dengan sehat dan sakit, kelahiran, kematian, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan itu pada  populasi manusia. Apabila kegiatan pencatatan ini ditunjukan khusus pada kejadian-kejadian

kehidupan manusia tertentu, yakni: kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian, disebut statistik vital (vital statistics), atau sering juga disebut statistik kehidupan (bio statistic).

Statistik kesehatan mencakup juga statistik kehidupan, dan data .lain yang berkaitan dengan kehidupan itu

Pengolahan data statistik dapat dilakukan dengan cara manual atau dengan bantuan  perangkat lunak (software) komputer. Pengolahan data secara manual dewasa ini sudah jarang dilakukan. Namun, untuk data yang berskala kecil dan dengan kelangkaan prasarana komputer dan kemampuan (keterampilan) sumber daya manusia, pengolahan secara manual masih digunakan (dilakukan).

D. Penyajian Data

Cara penyajian data Pada umumnya dikelompokkan menjadi tiga, yakni:

1. Penyajian dalam Bentuk Tekstular

Penyajian secara tesktular adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya: penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Penyajian data dalam bentuk tabel adalah suatu  penyajian yang sistematik dari data numerik, yang tersusun dalam kolom atau jajaran. Sedangkan  penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Penyajian hasil  penelitian kuantitatif yang sering menggunakan bentul tabel atau grafik, oleh sebab itu yang akan

diuraikan lebih lanjut dalam bab ini adalah kedua bentuk penyajian tersebut.

2. Penyajian dalam-Bentuk Tabel

Berdasarkan penggunaannya, tabel dalam statistik dibedakan menjadi dua, yakni tabel umum (master table) dan tabel khusus. Tabel umum dipergunakan untuk tujuan umum, dan tabel khusus untuk tujuan khusus.

a. Tabel Umum

Yang dimaksud tabel umum di sini adalah suatu tabel yang berisi seluruh data atau variabel hasil penelitian.

 b. Tabel Khusus

Tabel khusus merupakan penjabaran atau bagian dari tabel umum. Ciri utama dari tabel khusus ialah angka-angka dapat dibulatkan, dan hanya berisi beberapa variabel saja. Gunanya tabel khusus ini antara lain untuk menggambarkan adanya hubungan atau asosiasi khusus, dan menyajikan data yang terpilih (selective) dalam bentuk sederhana.

3. Penyajian dalam Bentuk Grafik 

Penyajian data secara visual dilakukan melalui bentuk grafik, gambar, atau diagram. Ketentuan umum untuk membuat grafik, diagram, atau gambar data antara lain:

a. Judul grafik, diagram, gambar atau skema harus jelas dan tepat. Judul terletak di atas tengah gambar atau grafik, dan menggambarkan ciri data, tempat dan tahun data tersebut diperoleh (what, where and when).

 b. Garis horizontal maupun garis vertikal sebagai koordinat harus di atas agar garis kurva tampak  jelas.

c. Skala pada grafik atau gambar harus ada catatan tentang satuan yang dipakai, misalnya tahun, hari, kilogram, celcius, dan sebagainya.

d. Apabila data dari grafik atau gambar tersebut diambil dari sumber lain (bukan hasil penelitian sendiri), maka sumber data harus ditulis di bawah kiri grafik atau gambar tersebut.

E. Ukuran-ukuran Statistik Kesehatan

Purata (rate) adalah ukuran umum yang sering digunakan dalam analisis statistik, khususnya statistik kesehatan. Rate adalah suatu jumlah kejadian dihubungkan dengan populasi yang bersangkutan.

Rate yang dihitung dari total populasi di dalam suatu area sebagai denominator (penyebut) disebut crude rate atau angka kasar (purata kasar). Sedangkan rate yang dihitung dari kelompok atau segmen tertentu disebut specific rate atau angka spesifik (purata spesifik).

BAB 4

Dalam dokumen Resume Buku KesMas Notoatmojo (Halaman 30-35)

Dokumen terkait