• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Permasalahan Strategis Pemerintah Daerah

Isu strategis pembangunan daerah Sulawesi Selatan pada perubahan RKPD tahun 2020 merupakan isu yang didasarkan pada permasalahan pembangunan dan arah kebijakan RKPD 2020 serta permalasahan pembangunan secara global, nasional maupun lokal di tahun berjalan, berdasarkan permasalahan-permasalahan diatas, maka isustrategis adalah:

1. Refocusing Anggaran.

2. Penanganan dan Pemulihan ekonomi serta sosial ini akibat dari pandemi virus corona (covid-19) pada tahun 2020.

3. Penanganan bencana alam dan pasca bencana.

b. Visi dan Misi Kepala Daerah - Visi

“Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif dan Berkarakter”

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

- Misi

1. Pemerintahan yang berorientasi melayani, inovatif, dan berkarakter.

2. Peningkatan infrastruktur yang berkualitas dan aksesibel.

3. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif.

4. Pembangunan manusia yang kompetitif dan inklusif.

5. Peningkatan produktivitas dan daya saing produk Sumber Daya Alam yang berkelanjutan

c. Program Pembangunan Daerah Berdasarkan Dokumen Perencanaan Jangka Menengah

Dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah Sulawesi Selatan tahun 2018-2023, dirumuskan program pembangunan daerah yang merupakanpanduan dalam menentukan kegiatan prioritas perangkat daerah yang akandilaksanakan selama lima tahun kedepan sebagai mana pada tabel

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020 Tabel 1.9

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

d. Kegiatan Pembangunan Daerah Berdasarkan Dokumen Perencanaan Tahunan

Prioritas pembangunan daerah ProvinsiSulawesi Selatan Tahun 2020 merupakan agenda pembangunan pemerintah daerah tahunan yang menjadi tonggak capaian antara (milestones) menuju sasaran 5 (lima) tahunan dalam RPJMD ProvinsiSulawesi Selatan Tahun 2018-2023 melalui rencana program pembangunan daerah tahunan. Prioritas pembangunan daerah dirumuskan dari isu strategis yang diselaraskan dengan sasaran misi RPJMD tahun berjalan, berkorelasi dengan pencapaian prioritas pembangunan nasional (RKP), serta memperhatikan kebijakan pengembangan wilayah dalam RTRW ProvinsiSulawesi Selatan Tahun 2009- 2029. Untuk menjamin sinergitas pembangunan nasional dan daerah, maka tema pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Selatan memperhatikan prioritas dan sasaran pembangunan nasional.Memperhatikan arahan tersebut, maka tema pembangunan daerah tahun 2020 yaitu.

“Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Untuk Pertumbuhan Sulawesi Selatan Yang Inklusif”

Pembangunan Daerah berkualitas dimaksudkan sebagai pembangunan daerah multidimesional yang memberikan hasil maksimal dan proporsional dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan kapasitas bagi penggunaan dan pemanfaatansumber daya alam dan sumberdaya lainnya di daerah serta menciptakan kesejahteraan dengan tidak menimbulkan bias bagi kelangsungan dan keberlanjutan pembangunan daerah dimasa depan. Guna percepatan pencapaian tujuan pembangunan daerah tahun 2020 tersebut, serta memperhatikan perkembangan pada tahun 2020 terkait pandemic covid-19, maka prioritas pembangunan daerah tahun 2020, meliputi:

1. Peningkatan kualitas SDM dan Penurunan angka kemiskinan 2. Peningkatan konektivitas dan kualitas infrastruktur wilayah

3. Akselerasi hilirisasi produk berbasis sumber daya alam, peningkatan Pusat Pertumbuhan baru dan Pengembangan destinasi wisata.

4. Peningkatan ketahanan pangan, sumber daya air, dan pelestarian lingkungan hidup.

5. Peningkatan ketertiban dan keamanan, Reformasi birokrasi dan Inovasi pelayanan publik.

6. Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 dan bencana alam lainnya (New).

BAB I PENDAHULUAN | I-23 LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

Dalam perjalanannya, target yang ditetapkan untuk masing-masing prioritas mengalami perubahan seiring dengan kondisi perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan sampai dengan Triwulan IV Tahun 2020. Oleh karena itu, beberapa target-target pembangunan disesuaikan dengan kondisi, sebagaimana terlihat pada table berikut:

Tabel 1.10 RKPD Tahun 2020

1. Pertumbuhan Ekonomi 7,4-7,8 -0,73

2. Inflasi 3,0 ± 1,0 3,0 ± 1,0

3. PDRB Perkapita 62,97 56,69

4. Tingkat Kemiskinan 8,46% 12,19

5. Tingkat Pengangguran

Terbuka 4,97% 8,79

6. Gini Ratio 0,410 0,400

7. IPM 72,18 72,18

e. Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan dokumen pernyataan/

kesepakatan/perjanjian kinerja untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan.

Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan telahmenetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel. 1.11

Perjanjian Kinerja Tahun 2020

NO TUJUAN/ SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1

Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan

1. Indeks Reformasi

Birokrasi B

1. Meningkatnya akuntabilitas

kinerja pemerintahan 2. Nilai SAKIP B

2.

Berkembangnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan public

3.

Indeks Kepuasan

Masyarakat atas Pelayanan Publik

B

2 Meningkatkan infrastruktur

wilayah 4.

Pertumbuhan PDRB Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan, Konstruksi, Pengadaan Air (%)

1,7

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

NO TUJUAN/ SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

3. Meningkatnya aksesibilitas

infrastruktur 5. Indeks Aksesibilitas

Infrastruktur 63,09

3

Meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata antar lapisan dan antar wilayah

6. PDRB Perkapita (Juta Rp) 56,69

7. Angka Kemiskinan (%) 12,19

4.

Meningkatnya produktifitas pada pusat-pusat

pertumbuhan ekonomi baru

8.

PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone) (Milyar RP) antar lapisan masyarakat dan antar wilayah

10. Indeks Gini Ratio 0,414 11. Indeks Williamson 0,62

4 Meningkatkankualitas SDM secara inklusif

12.

IPM 72,18

6. Meningkatnya derajat

pendidikan masyarakat 13. Indeks Pendidikan 65,62

7.

Meningkatnya keberdayaan perempuandalam

pembangunan

14.

IPG (Indeks Pembangunan

Gender) 93,40

15. IDG (Indeks Pemberdayaan

Gender) 75,54

8. Meningkatnya derajat

kesehatan masyarakat 16. Indeks Kesehatan 77,55 5 Pengelolaan sumberdaya alam

yang berdaya saing sesuai daya dukung dan daya tampung

lingkungan hidup 17. Pertumbuhan PDRB (%) -0,73

9.Meningkatnya produktivitas dan daya saing produk sektor perekonomian berbasis sumberdaya alam

18. Produktifitas Total Daerah

(Rp/Angkatan Kerja) 80,719.198,89

10.

Terpeliharanya kualitas lingkungan hidup serta kemampuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

19.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

(IKLH)

75,79

20.

Potensi Penurunan emisi GRK

(Juta Ton CO2Eq) 0,89

1.1.3. Penerapan Standar Pelayanan Minimal a. Pertimbangan Penerapan

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, desentralisasi diselenggarakan dengan pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada daerah untuk mengurus sendiri urusan pemerintahannya menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian otonomi yang seluas-seluasnya kepada daerah antara lain dimaksudkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan

BAB I PENDAHULUAN | I-25 LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Sejalan dengan prinsip tersebut dilaksanakan pula prinsip otonomi yang nyata dan bertanggungjawab, dengan pengertian bahwa penanganan urusan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban sesuai dengan potensi dan kekhasan daerah dalam rangka memberdayakan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Agar otonomi daerah dapat dilaksanakan sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai, Pemerintah wajib melakukan pembinaan dan pengawasan berupa pemberian pedoman, standar, arahan, bimbingan, pelatihan, supervisi, pengendalian, koordinasi, monitoring dan evaluasi. Hal ini dimaksudkan agar kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap sejalan dengan tujuan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengamanahkan pada Pemerintah Daerah untuk memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar dengan berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan olehPemerintah Pusat.

Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maka SPMtidak lagi dimaknai dalam kontekstual sebagai norma, standar, prosedur, dan kriteria. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal,SPM adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal dan harus mampu dicapai oleh setiap daerah sesuai dengan batas waktu capaian yang ditentukan.

Dalam penerapannya, SPM harus menjamin akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar dari Pemerintahan Daerah sesuai dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan oleh Pemerintah. Oleh karena itu, baik dalam perencanaan maupun penganggaran, wajib diperhatikan prinsip-prinsip SPM yaitu sederhana, konkrit, mudah diukur, terbuka, terjangkau dan dapat dipertanggungjawabkan serta mempunyai batas waktu pencapaian. SPM juga diposisikan untuk menjawab isu-isu krusial dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, khususnya dalam pelayanan dasar yang bermuara pada terciptanya kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sangat sesuai dengan apa yang secara normatif dijamin dalam konstitusi sekaligus untuk menjaga

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

kelangsungan kehidupan berbangsa yang serasi, harmonis dan utuh dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, yang berorientasi terhadap terwujudnya pelayanan publik yang prima, maka Pemerintah Kota Makassar menerapkan SPM dalam menyelenggarakan pelayanan dasar dengan tujuan peningkatan pelayanan yang secara langsung menyentuh kepentingan masyarakat umum sehingga terwujud suatu pelayanan prima menuju Good Governance.

b. Dasar Penerapan SPM

Dasar hukum penerapan SPM adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

3. Peraturan Pemerintah Nomor2 Tahun 2018 tentangStandar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1540);

5. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial di Daerah Propinsi dan di Daerah Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun2018 Nomor868);

6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan

BAB I PENDAHULUAN | I-27 LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

Minimal Bidang Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 68);

7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2018 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1891);

8. Peraturan Menteri Pendidikan Dan KebudayaanRepublik Indonesia Nomor 32 Tahun 2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1687);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101Tahun 2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1541.) ;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 121 Tahun 2018 Tentang Satandar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Sub Urusan Ketentraman Dan Ketertiban Umum Di Provinsi Dan kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 158) ;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1619) ;

12. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah Tahun 2016 Nomor 9);

Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 12 Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Makassar Tahun Anggaran 2018 (Lembaran Daerah Tahun 2017 Nomor 12).

c. Kebijakan Daerah Dalam Penerapan SPM

Adapun Kebijakan Umum daerah dalam rangka Rencana Penerapan dan Pencapaian SPM telah dituangkan dalam RPJMD yang digambarkan sebagai berikut:

1. KebijakanUmum di bidang Pendidikan yaitu peningkatan sarana dan prasarana layanan Pendidikan berkualitas serta kemudahan dalam memeperoleh ilmu pengetahuan dan informasi.

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2020

2. Kebijakan umum di bidang Kesehatan yaitu peningkatansarana dan prasaranalayanan kesehatanberkualitas beserta sarana penunjang kesehatan.

3. Kebijakan Umum di bidang Pekerjaan Umumdan Pemanfaatan ruang serta perumahan rakyat dan kawasan permukiman yaitu peningkatan penataaninfrastruktur perkotaan yang didukung dengan peningkatan sistem jaringan prasarana perkotaan dan pengendalian lingkungan hidup;

4. Kebijakan Umum dibidang Ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat yaitu mengembangkan dan memelihara nilai-nilai budaya lokal masyarakat, pembinaan mental spritual masyarakat serta penyebarluasan informasi produk-produk hukum kepada masyarakat.

5. Kebijakan umum dibidang Sosialyaitu pemberian bantuan pada penyandang masalah kesejahteraan sosial.

BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH| II-29

BAB II

CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH