• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Perencanaan Pendidikan Karakter di SMP Stella Maris Tangerang

Perencanaan pendidikan karakter dilaksanakan melalui perencanaan program dan kegiatan sekolah yang kemudian dilaksanakan melalui pengembangan dan penyusunan tahapan rencana kerja sekolah. Upaya pendidikan karakter SMP Stella Maris Tangerang direncanakan melalui keinginan yang kuat untuk mendorong terbentuknya karakter yang luhur pada diri siswa, kedisiplinan serta kejujuran. Kesimpulan pemahaman perencanaan pendidikan karakter guru di SMP Stella Maris Tangerang diperoleh data sebagai berikut.

Hasil wawancara pelaksanaan perencanaan pendidikan karakter di SMP Stella Maris Tangerang dapat disimpulkan bahwa:

a. Perencanaan di dahului dengan adanya keinginan untuk memiliki lulusan ataupun siswa yang sedang bersekolah memiliki karakter luhur seperti, disiplin dan jujur.

Cerminan lulusan yang memiliki kualitas kepribadian yang baik merupakan bukti kesuksesan sekolah dalam membina, mendidik, dan mengembangkan kepribadian peserta didiknya. Ketika setiap peserta didik telah matang kepribadiannya dan terjun di dunia masyarakat, karakter dirinyalah yang akan menjadi penilaian orang-orang yang ada disekitarnya dan karakter tersebut terbina di lingkungan sekolah dan keluarga. Berawal dari harapan inilah SMP Stella Maris mengarahkan

haluan pendidikannya untuk membangun karakter para peserta didiknya. Semuanya itu terungkap dari penuturan kepala sekolah. “Sekolah merancang pendidikan karakter pertama-tama menginginkan bahwa setiap lulusan ataupun yang sedang bersekolah memiliki karakter yang luhur, seperti disiplin, jujur.”(B1. PPK. K.SEK-A).

Pernyataan ini menunjukkan harapan yang akan dibangun oleh sekolah dalam merancang karakter awal yang menjadi ciri khas sekolah. SMP Stella Maris menyadari bahwa setiap peserta didik adalah pribadi yang unik, namun para peserta didik yang bersekolah di SMP Stella Maris mesti memiliki sesuatu yang sama dan menjadi simbol identitas pribadi yang sama sebagai keluarga SMP Stella Maris, yaitu disiplin dan jujur.

b. Sekolah mengkombinasikan peraturan pemerintah dan visi-misi sekolah untuk menyelaraskan pola pendidikan karakter yang sesuai dengan anak.

Sekolah menyadari bahwa dalam perkembangan yang dilakukan sekolah sebagai lembaga pendidikan swasta tentunya tidak begitu saja lepas dari peraturan pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Oleh sebab itu dalam penyelenggaraan pendidikan di bidang pengembangan kepribadian peserta didik perlu ada kombinasi yang tepat untuk dilakukan. “Sekolah mengkombinasikan peraturan pemerintah dan dengan visi misi sekolah. Sekolah melihat bahwa peraturan pemerintah belum menyentuh ke anak-anak dan saat saya melihat

pedoman dari pemerintah ternyata tidak sesuai dengan anak-anak. Lebih baik pendidikan karakter lebih menekankan pada keperluan anak seperti disiplin, jujur dan tanggungjawab, dan dari visi misi sekolah yang ditekankan ialah iman kristiani.” (B1. PPK. K.SEK-B).

Demikian hasil wawancara, dalam penuturan Subjek 1 tampak jelas persiapan yang dilakukan sekolah dalam bidang penyesuaian peraturan pemerintah dengan program yang akan dirancang oleh sekolah dalam pembinaan para siswa di bidang karakter. Langkah ini diambil semata-mata untuk terbinanya karakter yang tangguh dan kuat dalam rangka pembinaan peserta didik yang lebih terarah dan sesuai dengan cita-cita bersama. Sekolah beranggapan bahwa pola yang dianut oleh pemerintah belum menyentuh sisi karakter anak dan berkutat di bagian sisi akademik saja oleh sebab itu tidak ada salahnya apabila sekolah berusaha menjawab kebutuhan tersebut dengan dibuatnya pendidikan karakter peserta didik yang disesuaikan dengan landasan visi dan misi sekolah.

c. Guru menyesuaikan penyampaian nilai karakter dengan topik-topik pembelajaran.

Guru-guru di SMP Stella Maris menerangkan bahwa mereka selalu membuat topik-topik pembelajaran. Pada saat penyusunan topik tersebut tentu saja ada nilai-nilai yang ingin di capai dari proses belajar tersebut. Setiap guru memberikan muatan nilai-nilai karakter tidak saja terpaku pada satu nilai karakter saja atau nilai karakter yang menjadi identitas

sekolah namun disesuaikan dengan topik pembelajaran. Seperti penuturan salah seorang guru: “Kadang saya tidak terlalu terpaku dengan nilai-nilai ini bisa saja saya menambahkan dengan karakter-karakter yang lain sesuai dengan topik pembelajaran yang nanti akan dibahas bersama.” (B1. PPK. G.F).

Pendapat tersebut didukung pendapat guru yang lain: “Pelajaran dalam membaca cerpen tentunya banyak sekali nilai- nilai yang bisa diambil entah itu nilai moral, nilai sosial dan banyak nilai disana yang bisa diambil terkait dengan amanat. Biasanya evaluasinya di akhir dan unsur intrinsik ada disitu. Anak-anak bisa membaca dari situ dan nantinya ada, nilai-nilai karakter yang terkait dalam cerpen.” (B1. PPK. G.BI-B)

Berdasarkan hasil penuturan beberapa guru terkait perencanaan pembelajaran di kelas, nilai-nilai karakter perlu dipersiapkan terlebih dahulu dan nilai-nilai karakter yang ada akan ditemukan dalam proses pembelajaran berlangsung. Subyek 4, berbicara nilai-nilai karakter bisa ditambah ataupun dikurangi sesuai dengan cakupan pembelajaran, kejadian ini juga dimaksudkan agar terjadi efisiensi pemahaman yang akan diterima oleh peserta didik. Ini dimaksudkan agar peserta didik lebih mampu untuk memaknai maksud dan tujuan dari karakter itu sendiri. Langkah yang diambil oleh para guru merupakan langkah yang tepat dalam pengaplikasian pendidikan karakter di sekolah.

Subyek 3, lebih berfokus pada eksplorasi langsung dari pengalaman pembelajaran di kelas. Apa yang ditemukan oleh peserta didik saat ia terlibat dalam aktivitas belajar di kelas. Proses memadukan materi pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik adalah langkah yang diambil oleh subyek 3. Subyek 4 dan subyek 3 tidak terkait atau terikat dengan sistem pendidikan karakter yang ada di SMP Stella Maris. Mereka berusaha untuk menyesuaikan dan menemukan nilai-nilai apa saja yang dapat ditemukan oleh peserta didik ketika belajar di kelas sesuai dengan materi yang diberikan.

d. Dari ke 12 nilai karakter unggulan SMP Stella Maris terdapat nilai-nilai yang mengakar lebih kuat dibandingkan nilai karakter lainnya.

SMP Stella Maris memiliki 12 karakter unggulan. 12 nilai karakter tersebut memiliki derajat yang sama sebagai 12 nilai unggulan. Akan tetapi, terdapat nilai-nilai yang menjadi nilai dominasi paling tinggi diantara yang lainnya yang menjadi pembeda dan dimiliki oleh setiap anak. Dalam perencanaan pendidikan karakter perlu dikaji lebih dalam mengenai proses yang selama ini telah dibangun oleh sekolah dan perencanaan yang telah disusun sejak awal. Kajian ini dimasudkan untuk mengetahui pada tahap perencanaan pendidikan karakter sampai pada hari wawancara sejauh mana perencanaan pendidikan karakter itu telah berjalan. Ternyata pertanyaan seperti ini cukup sulit dijawab oleh beberapa guru. Letak kesulitannya adalah para guru yang kurang

mengikuti perkembangan pendidikan di SMP Stella Maris. Para guru mengetahui SMP Stella Maris memiliki nilai karakter unggulan dan dalam proses perjalanannya dari nilai karakter tersebut terdapat beberapa nilai karakter yang lebih kuat sehingga tercermin dalam pemaparan salah seorang guru: “Saya mulai mengajar di sekolah ini sejak tahun 1995. Setahu saya Stella Maris pernah merumuskan 12 nilai karakter pada tahun 2008-2009. Saya tidak ingat betul ke-12 nilai-nilai tersebut akan tetapi beberapa nilai yang cukup mengakar dari nilai-nilai yang dirumuskan tersebut ialah kristiani, disiplin, mandiri, santun, kreatif dan cerdas.” (B1. PPK. G.O)

Penuturan-penuturan yang telah disampaikan oleh beberapa guru mengenai perencanaan pendidikan karakter, menjadi tonggak kelanjutan tentang pemahaman para guru mengenai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil penuturan oleh beberapa guru mata pelajaran, guru BK dan kepala sekolah, akhirnya terumuslah kesimpulan pendidikan karakter dari bapak/ibu guru SMP Stella Maris yaitu, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang dapat merubah sikap, pemikiran, tutur kata dan tingkah laku siswa menjadi lebih baik. Jelas sekali pemahaman yang dapat diperoleh dari para para guru SMP Stella Maris bahwa karakter itu dilihat dari sikap lahiriah pribadi yang bersangkutan atau para peserta didik. “Pendidikan karakter berhubungan dengan sikap, tingkah laku, tutur kata yang baik.”(B1. PK. G.O). Demikian pernyataan salah satu guru tentang pendidikan karakter.

Selain itu pendapat dari beberapa subyek lainnya yang terkait dengan pemahamannya mengenai pendidikan karakter. “Pendidikan karakter adalah lebih mengacu pada bagaimana kita sebagai pribadi.” (B1. PK. G.BI); ”Pendidikan karakter itu adalah pendidikan yang dapat merubah anak dari segi sikap, pemikiran dan intelektualnya.” (B1. PK. G.F)

Pemaparan-pemaparan yang telah dijabarkan oleh para subyek, baik subyek 5, 3 dan 4 memiliki kesamaan pada komponen pemahaman, contoh, perilaku ideal, hal apa saja yang seharusnya ada pada diri seorang individu dan inti dari proses pendidikan karakter. Pemahaman yang dimiliki oleh tiap subyek mengarah pada pendidikan karakter membawa pengaruh positif dan baik. Contohnya siswa dapat bersikap sebagaimana mestinya sebagai seorang pribadi. Perilaku idealnya, sebagai seorang pribadi, peserta didik dituntut dan atas kesadarannya sendiri memiliki keinginan, aku ingin menjadi seseorang yang baik sesuai dengan apa yang ia bayangkan. Lalu yang terakhir melalui pendidikan karakter, para peserta didik mampu menemukan jati diri yang sesuai dengannya untuk diterapkan dan dihayati sebagai seorang pribadi yang bermartabat dan luhur.

Subyek 5 mau menekankan pada aspek sikap, tingkah laku, dan tutur kata yang baik. Tingkah laku atau perbuatan merupakan tindakan yang tampak dari kehidupan sehari-hari dan melalui tutur kata, sikap dan tingkah laku dapat dikenali. Setiap penuturan yang disampaikan oleh

subyek 1 memberikan bukti untuk menjadi orang yang berkarakter harus memberi tekanan kuat pada sikap, tingkah laku dan tutur kata.

Subyek 3, memberikan gambaran untuk memiliki gambaran diri ideal yang semestinya diharapkan, yaitu manusia yang berbudi luhur. Subyek 4 tidak terlalu jauh dengan pemikiran subyek 5 akan tetapi yang sedikit membedakan adalah sisi intelektual. Pengembangan karakter tidak lepas dari pengembangan aspek kognitif dan pengembangan aspek kognitif juga tidak bisa dipisahkan dari pengembangan karakter. Keduanya merupakan sisi mata uang yang tidak terpisahkan dan saling menyatu.

Pelaksanaan pendidikan karaker di SMP Stella Maris Tangerang, salah satu cara pengaplikasiannya adalah dengan penggabungan bahan ajar dengan nilai-nilai karakter dalam rupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan metode penyampaian di kelas. Kedua kegiatan ini merupakan kunci pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Konsep dasar silabus dan RPP adalah konsep yang dijadikan acuan dalam pengembangan silabus dan RPP.

Pembuatan RPP sepenuhnya menjadi tanggungjawab guru. Setiap guru memiliki tanggungjawab untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada setiap aspek pembelajaran yang ingin ia bangun bersama dengan peserta didiknya. Berdasarkan intepretasi hasil wawancara penyusunan RPP dengan muatan pendidikan karakter, kesimpulannya adalah

a. Sebelum proses pembelajaran dimulai para guru menyusun dan merancang RPP sebagai pedoman mengajar.

Pedoman mengajar atau yang lebih akrab dengan nama RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) membantu guru untuk mempersiapkan guru memberikan materi pembelajaran di kelas, selain itu pada hakekatnya RPP merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan tindakan apakah yang akan dilakukan dalam pembelajaran, baik oleh pengajar maupun perserta didik untuk mencapai suatu kompetensi yang sudah ditetapkan

.

“Materi pendidikan karakter telah tertuang dalam RPP yang telah saya buat. Hasilnya memang terletak pada saat saya memberikan pengajaran dan permainan saat di lapangan ataupun di kelas.”(B2. RPPPK. G.O)

Berdasarkan penuturan subyek 5, subyek 5 telah menjalankan pembuatan dan penyusunan RPP sebagaimana mestinya sebagai seorang guru. Dampak lain yang dapat dilihat dari hasil penuturan subyek 5, pada saat memberikan materi pembelajaran subyek 5 juga dapat melihat respon atau tanggapan para peserta didik yang mengindikasikan penanaman nilai karakter pada peserta didik telah terjadi. Hasilnya, subyek 5 mampu melihat perkembangan peserta didik dari RPP yang telah disusun sebelumnya.

b. Setiap kali menyusun RPP, para guru perlu menyesuaikan karakter yang ingin dibangun dengan tema pembelajaran.

Penulisan nilai-nilai karakter bangsa dalam RPP, bertujuan supaya para tenaga pendidik lebih fokus dan waspada dalam penerapan nilai afeksi, sehingga siswa terlatih, terbiasa dan akhirnya menjadi karakter kepribadian yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai karakter bangsa dalam RPP hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kompetensi pengetahuan, keahlian, keterampilan dan kepedulian terhadap perkembangan kehidupan peserta didiknya. Berikut pemaparan salah seorang guru terhadap penyusunan RPP berkarakter.“RPP memang telah memuat mengenai pendidikan karakter bagi siswa dan saya tentunya menyesuaikan karakter yang ingin dibangun sesuai dengan tema pembelajaran yang saat ini sedang dipelajari.” (B2. RPPPK. G.F)

Peran dan tanggungjawab subyek 4 telah terpenuhi dengan menyusun RPP yang bermuatan nilai karakter. Sebagai seorang guru, subyek 4 telah mengembangkan kompetensi keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya, guna mengembangkan kehidupan berkarakter peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara berikutnya RPP yang telah dibuat disesuaikan per-KD. Pernyataan ini menjadi dukungan bahwa guru-guru yang telah diwawancarai memberikan muatan karaker pada RPP yang mereka buat. “Ada tertulis. Misalnya kalau kami membuat RPP itu kan per KD. Nah, KD 1 nilai-nilai yang akan diambil, dimasukkan di dalam

situ. Dituliskan misalnya nilai religiusitas, nilai kepercayaan diri dan nilai kerja sama. (B2. RPPPK. G.BI)

Pengembangan RPP yang merupakan tindak lanjut dari silabus, guru diberi kewenangan merubah, memodifikasi, dan menyesuaikan RPP dengan kondisi tingkat satuan pendidikan dan kondisi daerah, serta dengan karakteristik peserta didik. RPP merupakan perencanaan jangka pendek untuk memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran dalam rangka penuntasan kompetensi untuk satu KD. Satu silabus untuk satu KD, satu silabus untuk satu RPP, satu RPP dapat untuk beberapa kali pertemuan dalam proses kegiatan pembelajaran. Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, RPP adalah panduan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, hal inilah yang sebenarnya menjadi fungsi RPP yang telah disusun sedemikian rupa, dengan tujuan guru menyiapkan diri, secara optimal baik secara lahir mapun batin. Guru yang telah siap secara lahir dan batin untuk melakukan proses pembelajaran, tentunya ia akan dapat mengaktifkan proses kegiatan pembelajaran secara baik dan benar, sesuai dengan perencanaan kompetensi yang akan dicapai.

Guru dapat mengembangkan RPP sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tingkat satuan pendidikan. guru juga diwajibkan mengadakan perkembangan, sebab jumlah unsur dan urutannya masih dimungkinkan terdapat banyak peluang. Peluang tersebut dilakukan dengan cara

menganalisis terlebih dahulu dengan alat ukur yang ada dengan melihat keurgensian dan sesuai dengan tuntutan prinsip-prinsip penyusunan RPP.

c. Muatan nilai karakter dalam RPP dapat terlihat langsung hasilnya saat pembelajaran berlangsung.

Pemaparan-pemaparan yang tertera diatas, telah membuka gambaran mengenai perencanaan pendidikan karakter di SMP Stella Maris. Komentar para guru terkait penyusunan RPP dan pengimplementasiannya dalam kegiatan belajar terlihat langsung. Perencanaan pendidikan karakter tentunya tidak selalu dapat dilihat secara langsung perkembangannya. Walaupun demikian akan tampak perubahan sikap yang terjadi pada peserta didik ketika mengikuti proses belajar-mengajar. Perlu ada pembiasaan dan keinginan untuk mengulang-ulang perilaku tersebut sehingga menjadi habbit. “Materi pendidikan karakter telah tertuang dalam RPP yang telah saya buat. Hasilnya memang terletak pada saat saya memberikan pengajaran dan permainan saat di lapangan ataupun di kelas.” (B2. RPPPK. G.O)