• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

J. Perencanaan Strategis dan Formulasi Strategis

Dalam proses perencanaan strategis dalam pengertian sebagian para ahli mengacu pada formulasi strategis. Formulasi strategis termasuk di didalamnya mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Implementasi strategis mensyaratkan organisasi menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan.

1. Mengembangkan Visi dan Misi

Visi sekolah dijelaskan oleh Sugeng merupakan tujuan jauh yang harus dicapai sekolah dalam kurun waktu tertentu. Dengan ditetapkannya tujuan jauh tersebut maka seluruh komponen lembaga akan diarahkan

kearah tujuan tersebut. Perbandingan antara sekolah yang memiliki dan mengarah kepada visi dengan yang tidak dapat digambarkan sebagai berikut;76

Gambar 6.

Visi Sebagai Penentu Arah Lembaga77

Itulah sebabnya sekolah yang belum memiliki visi atau memiliki visi namun belum menjadi acuan dalam keseluruhan proses pekerjaan di sekolah, maka kepala sekolah harus mensosialisasikannya dan berusaha untuk menggerakkannya kearah visi tersebut.

76

Sugeng Listyo Prabowo, Manajemen Pengembangan Mutu Sekolah/Madrasah

(Malang: UIN-Malang Press, 2008), h. 169-171. 77

UNIT UNIT 2 UNIT 3 UNIT 4 UNT 5

Gambar 7.

Tingkatan Lembaga Berkaitan dengan Kemampuan Lembaga Mengarahkan Visi78

Sekolah yang tidak memiliki visi atau memiliki visi yang belum menjadi acuan kerja, maka setiap komponen sekolah tersebut akan bergerak ke arah yang menjadi visinya sendiri-sendiri, sehingga sekolah tersebut tidak punya arah karena setiap komponen menentukan arahnya sendiri.

Ditegaskan Sugeng bahwa kepala sekolah dengan kemampuan kepemimpinannya harus menyamakan visi setiap komponen tersebut. Proses menyamakan visi bukanlah hal yang mudah dan dapat dilakukan secara serta merta, namun membutuhkan proses yang bertahap. Jika hampir seluruh komponen sekolah sudah mulai memiliki kesamaan visi maka lembaga mulai memasuki tahap berkembang sampai akhirnya seluruh komponen menuju arah yang sama. Pada kondisi inilah sekolah sudah memiliki daya saing yang baik, atau mungkin sudah memiliki daya saing unggul.79

Visi harus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan stakeholder potensial dan kegiatan utama lembaga. Visi dirumuskan dalam kalimat yang mudah dipahami dan menunjukkan suatu keadaan sekolah dalam jangka panjang (bisa berkisar 5-10 tahun). Keadan tersebut

78

Ibid.

79

dapat diwujudkan dalam ukuran yang kualitatif. Secara lengkap Sugeng menjelaskan penyusunan visi yang baik harus:80

a. Menggambarkan kepercayaan-kepercayaan, dan kebutuhan dan harapan stakeholder sekolah.

b. Enggambarkan apa yang diinginkan pada masa yang akan datang. c. Spesifik hanya khusus untuk sekolah tertentu

d. Mampu memberikan inspirasi

e. Jangan mengasumsikan pada sistem yang sama pada saat ini

f.Terbuka untuk dilakukan pengembangan sesuai dengan organisasi yang ada, metodologi, fasilitas dan proses pembelajaran.

Siagian mengartikan misi adalah maksud dan kegiatan utama yang membuat organisasi memiliki jati diri yang khas dan sekaligus membedakannya dari organisasi lain yang bergerak dalam bidang sejenis. Misi merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. Meskipun bersifat umum, rumusan suatu misi biasanya mengandung pernyataan tentang kepercayaan yang dianut organisasi.81

Hal-hal yang ingin dicapai melalui rumusan misi diuraikan oleh Siagian antara lain adalah:82

a. Dengan rumusan misi yang tepat, di kalangan para anggota organisasi terdapat kesamaan persepsi tentang maksud keberadaan organisasi yang bersangkutan.

b. Dengan rumusan misi yang baik, dasar kuat diletakkan untuk motivasi penggunaan sumber daya, sarana, prasarana, tenaga dan waktu yang dimiliki oleh organisasi secara efisien dan efektif.

c. Dengan misi tergambar skala prioritas yang dianut oleh pengambil keputusan stratejik.

80

Ibid., h. 173-174. Lihat juga: Muhaimin, et. al., Manajemen Pendidikan, Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (Jakarta: Kencana, 2009), h. 155- 158.

81

Sondang P. Siagian, Manajemen Stratejik (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 43-44. 82

d. Dengan rumusan misi yang baik, sudah harus terdapat "petunjuk" tentang iklim organisasi yang bagaimana akan ditumbuhkan, dikembangkan dan dipelihara dalam organisasi.

e. Misi yang dirumuskan dan diproyeksikan secara tepat akan sangat bermanfaat bagi mereka yang mempunyai wawasan yang sama dengan manajemen organisasi sebagai bahan pertimbangan meniti karier.

f. Misi bukanlah suatu hal yang "berdiri sendiri" karena digali dari tujuan yang ingin dicapai dan diikuti oleh berbagai langkahdalam manajemen strategis.

g. Misi yang dirumuskan dengan tepat mengidentifikasikan secara umum hal-hal yang ingin dicapai dan memungkinkan penerjemahan hal-hal tersebut sedengan rupa sehingga operasionalisasi berbagai kegiatan dan hasilnya dapat diukur dan dikendalikan berdasarkan berbagai criteria yang rasional dan objektif seperti criteria biaya, waktu, tenaga dan sarana serta prasarana yang dimanfaatkan.

Misi pada sekolah dikembangkan dari kegiatan utama lembaga dengan memperhatikan visi yang telah ditetapkan. Misi merupakan hal-hal penting yang harus dilakukan oleh sekolah dalam upaya untuk mencapai visi. Namun demikian, akan lebih mudah jika misi lembaga tersebut dikembangkan dari kegiatan utama lembaga. Itulah sebabnya misi lembaga harus terhubung dengan visi.

Dalam pembuatan misi ditegaskan Sugeng, penting untuk diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan:83

a. Misi harus mampu menggambarkan berbagai kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut sekolah.

b. Statemen misi harus berorientasi ke masa depan dan mampu menggambarkan sekolah/madrasah pada masa yang akan datang dengan berpijak pada apa yang telah ada.

c. Statemen misi harus focus pada pencapaian visi.

d. Statemen misi bukan sesuatu yang umum, tetapi khusus berlaku untuk

83

sekolah tertentu.

e. Statemen misi merupakan statemen yang singkat dan padat tidak lebih dari dua kalimat.

2. Analisis Lingkungan Strategis

Analisis lingkungan strategis dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai peluang (opportunities) dan ancaman (threat). Peluang adalah kondisi-kondisi lingkungan umum yang dapat membantu organisasi dapat mencapai daya saing strategis. Sedangkan ancaman adalah kondisi-kondisi dalam lingkungan umum yang dapat mengganggu usaha organisasi dalam mencapai daya saing strategis. Ringkasnya, peluang dalam lingkungan eksternal mencerminkan kemungkinan, sedangkan ancaman adalah kendala potensial. Ada empat komponen dalam analisis eksternal, yaitu; scanning, monitoring, forecasting dan assessing.

Pertama,scanning adalah usaha untuk mempelajari seluruh segmen dalam lingkungan umum. Melalui scanning, organisasi mengidentifikasi sinyal-sinyal awal perubahan yang mungkin terjadi dalam lingkungan umum dan mendeteksi setiap perubahan yang sedang terjadi. Dengan scanning, analis secara khusus berhubungan dengan informasi dan data yang tidak jelas, tidak lengkap dan tidak berkaitan satu sama lain.

Kedua, monitoring adalah kegiatan para analis mengamati perubahan untuk melihat apakah, sebenarnya, suatu kecenderungan yang sedang berkembang. Hal penting untuk suksesnya suatu monitoring adalah kemampuan untuk mendeteksi arti dari setiap kejadian lingkungan. Sebagai contoh, kecenderungan baru dalam hal pendidikan dapat diperkirakan dari perubahan dalam dana dari pemerintah pusat dan daerah untuk lembaga pendidikan, perubahan dalam persyaratan kelulusan di sekolah menengah, atau perubahan isi kurikulum. Dalam hal ini, analis akan menentukan apakah peristiwa yang berbeda ini menggambarkan suatu kecenderungan dalam pendidikan, dan jika memang demikian, apakah data atau informasi lainnya harus dipelajari untuk memantau kecenderungan tersebut.

Ketiga, forecasting adalah kegiatan analis mengembangkan proyeksi tentang apa yang akan terjadi, dan seberapa cepat, sebagai hasil perubahan dan kecenderungan yang dideteksi melalui scanning dan monitoring. Jadi scanning dan monitoring berhubungan dengan apa yang terjadi dalam lingkungan umum pada suatu waktu tertentu.

Keempat, assessing bertujuan untuk menentukan saat dan pengaruh perubahan lingkungan serta kecenderungan dalam manajemen strategis suatu organisasi. Melalui scanning, monitoring dan forecasting, analis dapat mengerti lingkungan umum. Selangkah lebih maju, tujuan dari assessment adalah untuk menentukan implikasi dari pengertian itu terhadap organisasi. Tanpa assessment, analis akan mendapatkan data yang menarik, tapi tanpa mengetahui relevansinya.

Analisis lingkungan strategis juga dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai berbagai kekuatan dan kelemahan internal (internal strengths and weaknesses). Kekuatan dan kelemahan internal dilakukan dengan melakukan analisis pengembangan profil organisasi yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan dan merupakan hasil analisis internal untuk mengidentivikasi tujuan dan strategi sekarang, serta memerinci kuantitas dan kualitas sumber-sumber daya organisasi yang tersedia. Profil perusahaan menunjukkan kesuksesan perusahaan dimasa lalu dan kemampuannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai implementasi untuk pencapaian tujuan