4.6 Perhitungan Biaya
4.6.1 Perhitungan Biaya Setelah Memakai Metode Farthest Insert
Melalui data-data yang telah terkumpul pada tabel operasional maka data kemudian diolah untuk mendapatkan biaya pengeluaran operasional per hari. Berikut perhitungan biaya tersebut.
a. Biaya Bahan Bakar
Rasio untuk penggunaan bahan bakar minyak yaitu solar pada mobil operasional perusahaan ini, rasionya semua sama yaitu 1 : 2 , yaitu penggunaan solar 1 liter untuk jarak 2 kilometer oleh tiap kendaraan. Biaya satu liter solar saat ini adalah Rp. 5.500,- data ini didapat dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan. Dari rasio tersebut, diperoleh bahwa dalam 1km perjalanan membutuhkan biaya sebesar Rp.,2750,-. Maka diperoleh biaya dari setiap rute yang ditempuh oleh setiap kendaraan seperti berikut.
Tabel 4.34 Biaya Bahan Bakar
No. Kendaraan Jarak Biaya
1 B 9167 ZO 170,76 Km Rp.469.590,- 2 B 9172 ZO 170,76 Km Rp.469.590, 3 B 9293 UEK 170,76 Km Rp.469.590, 4 B 9294 UEK 170,76 Km Rp.469.590, 5 A 9299 UA 170,76 Km Rp.469.590, 6 B 9300 UEI 170,76 Km Rp.469.590, 7 B 9054 SU 170,76 Km Rp.469.590, 8 B 9204 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 9 B 9213 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 10 B 9214 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 11 B 9215 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 12 B 9627 UEL 170,76 Km Rp.469.590, 13 B 9864 UU 170,76 Km Rp.469.590, 14 B 9554 GJ 170,76 Km Rp.469.590, 15 B 9703 JN 170,76 Km Rp.469.590,
Sumber: Diolah Penulis (2013) b. Biaya Depresiasi
Perusahaan telah menentukan besar depresiasi pada kendaraannya sebesar 10% per tahun. Jumlah hari dalam setahun perusahaan menetapkan sebanyak 300 hari dalam setahun. Maka perusahaan dapat menentukan pengeluaran per harinya dengan perhitungan seperti berikut :
• Biaya depresiasi truk B 9167 ZO Rp. 1.140.000.000,- x 10% : 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9172 ZO Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9293 UEK Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9294 UEK Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk A 9299 UA Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9300 UEI Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9054 SU Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9204 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9213 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9214 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9215 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9627 UEL Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9864 UU Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9554 GJ Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari
• Biaya depresiasi truk B 9703 JN Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari
c. Biaya Tenaga Kerja
Untuk satu mobil perusahaan menyiapkan tenaga kerja satu orang supir dan satu orang kenek. Karena perusahaan menetapkan 300 hari untuk satu tahunnya, dan 25 hari dalam sebulan. Biaya untuk satu mobil adalah Rp.120.000,- / hari untuk supir dan Rp.52.000,- / hari untuk kenek. Maka total pengeluaran per harinya sebesar Rp. 172.000,-
d. Biaya Pajak Kendaraan
Biaya pajak kendaraan dibuat menjadi perhitungan pengeluaran per hari yaitu seperti berikut :
• Biaya pajak truk B 9167 ZO Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9172 ZO Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9293 UEK Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9294 UEK Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk A 9299 UA Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9300 UEI Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9054 SU Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9204 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9213 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9214 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9215 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9627 UEL Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9864 UU Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9554 GJ Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari • Biaya pajak truk B 9703 JN Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari
e. Biaya Maintenance
Satu mobil operasional untuk sebulan mengeluarkan biaya maintenance sebesar Rp.4.000.000,- ,biaya maintenance untuk setiap mobil perusahaan menetapkan sama besarnya, karena perusahaan menetapkan dalam setahun adalah 300 hari
maka sebulannya hanya 25 hari, jadi diketahui biaya dalam sehari untuk maintenance kendaraan operasional adalah sebesar Rp.4.000.000,- / 25 = Rp.160.000
f. Biaya Pembayaran Container
Biaya setiap penyewaan container untuk satu truk adalah sebesar Rp. 1.000.000,- dalam sekali pengiriman.
Berdasarkan perincian biaya operasional dalam pengiriman untuk perusahaan pengguna jasa. Berikut ini yaitu pengeluaran biaya berdasarkan rute dan mobil yang digunakan yang menggunakan prosedur metode Farthest Insert. Total biayanya adalah Biaya Bahan Bakar + Biaya Depresiasi + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Pajak Kendaraan +Biaya Maintenance + Biaya Pembayaran Container
• Pengeluaran total untuk truk B 9167 ZO
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9172 ZO
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9293 UEK
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9294 UEK
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk A 9299 UA
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000-+ Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9300 UEI
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9054 SU
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.099.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9204 UEJ
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9213 UEJ
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9214 UEJ
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9215 UEJ
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9627 UEL
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000, + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9864 UU
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.201.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9554 GJ
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
= Rp.2.099.590,-
• Pengeluaran total untuk truk B 9703 JN
Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + Rp.160.000,- + Rp.1.000.000,-
Disini didapat bahwa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya operasional seperti biaya tenaga kerja, biaya depresiasi, biaya pajak kendaraan dan biaya maintenance merupakan biaya tetap yang setiap bulannya dikeluarkan dengan secara terus menerus walaupun dengan jumlah yang berbeda.
Namun biaya yang paling mempengaruhi adalah biaya bahan bakar.yang selalu berubah sesuai dengan jarak yang ditempuh. Semakin jauh jarak tempuh semakin banyak pula pengeluaran biaya yang akan dikeluarkan, maka dengan metode farthest insert ditentukan rute yang akan digunakan oleh kendaraan sehingga biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisasi dibandingkan harus mengantar ke satu perusahaan saja yang tentunya memakan biaya dan waktu yang cukup besar.