• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Debit Air Masuk

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Perhitungan Debit Air Masuk

Perhitungan debit yang masuk ke dalam area pertambangan merupakan akumulasi dari air limpasan daerah sekitar tambang dan debit air tanah. Air yang terakumulasi ini akan berkurang secara evaporasi dikarenakan suhu sehingga debit masuk total akan dikurangi dengan debit evaporasi yang terjadi pada suhu tertentu. Pada pembahasan ini, akan didapatkan data perhitungan debit air masuk yang aktual dan rencana 2017.

4.3.1. Perkiraan Curah Hujan dan Intensitas Hujan

Data curah hujan didapat dari satuan kerja Rencana Operasi (Renops) yang dicatat setiap terjadinya hujan. Cuah hujan yang di pakai adalah selama 10 tahun terakhir mulai dari tahun 2007 sampai tahun 2017 (bulan februari). Data curah

39

hujan yang didapat harus memuat berbaagai data, yaitu data curah hujan bulanan, curah hujan harian maksimum, jam hujan, dan hari hujan (Lampiran A). Namun, data yang digunakan untuk penyaliran tambang periode berikutnya perlu diolah terlebih dahulu dengan prinsip statistic, sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan data curah hujan yang telah ada secara langsung.

Metode yang digunakan untuk mendapatkan perkiraan curah hujan rencana tahun 2017 adalah metode analisa gumbel. Data curah hujan yang digunakan untuk membuat perkiraan curah hujan tahun 2017 yaitu 122 data yang meliputi dari data curah hujan bulanan mulai dari Januari 2007 sampai dengan bulan Februari 2017. Curah hujan maximum terjadi pada bulan Juli 2009 yaitu sebesar 332 mm/hari. Adapun rata – rata curah hujan 66,51 mm/hari dengan rata – rata curah hujan sebesar 44,12 jam dan 16 hari/bulan.

Perhitungan instensitas dilakukan dengan menghitung rata – rata hujan perhari yaitu 66,51 mm/hari, dengan standart devisiasi 42,89 , Reduced mean (Yn) sebesar 0,56 , Reduced standart deviation (Sn) sebesar 1,22. Periode ulang yang dihitunga dalah selama 5 tahun sehingga nilai Reduced variate (Yt) adalah 1,4999. Metode yang digunakan dalam pengolahan data curah hujan adalah analisa Gumbel tipe satu dan pengolahan intensitas curah hujan dengan menggunakan analisa Mononobe. Berdasarkan perhitungan untuk curah hujan rencana periode ulang 5 tahun di Pit Taman Tambang Air Laya didapatkan nilai curah hujan harian sebesar 99,55 mm/hari ( Lampiran B ) dan intensitas curah hujan rencana adalah sebesar 17,54 mm/jam ( Lampiran C ).

4.3.2 Daerah Tangkapan Hujan

4.3.2.1 Daerah Tangkapan Hujan situasi sekarang

Daerah Tangkapan Hujan (DTH) atau catchment area yang ada pada pit taman saat ini dibagi atas 4 buah DTH. Air dari catchmen area ini akan mengalir masuk kelokasi tambang dalam bentuk air limpasan,sehingga air yang masuk ke sump temporary,sump sementara,ring kanal dan Kolam Pengendapan lumpur memiliki daerah tangkapan hujan yang berbeda beda pula. Oleh karena itu luas catchment area dibagi menjadi 4 bagian.

Secara garis besar pada daerah pit taman ini dibagi atas empat daerah tangkapan hujan (DTH). DTH 1 terletak di front penambangan yang terdapat

sump A dan langsung dipompakan ke KPL. DTH 2 terletak pada seberang jalan dari front yang memiliki kolam tampungan air limpasan sementara (disebut sump

23 yang kemudian di pompakan menuju saluran tambang. DTH 3 terletak pada

elevasi tertinggi dari catchment area sampai saluran tambang yang menuju ke KPL. DTH 4 terletak di daerah KPL Taman.

Berdasarkan hasil pembacaan peta rencana penambangan pit Taman yang didapat dari Rencana operasi (renops), total luas catchment area pada pit taman adalah DTH1 sebesar 21,69 hektar atau sebesar 216.900 m2. DTH2 sebesar 19,38 hektar atau sebesar 193.800 m2 dan DTH3 sebesar 4,3 hektar atau sebesar 43.000 m2. DTH 4 yang berada di KPL memiliki luas sebesar 2,85 Hektar atau 28.500 m2 (lampiran D)

4.3.2.2 Daerah Tangkapan Hujan rencana 2017

Daerah Tangkapan Hujan yang direncanakan untuk tahun 2017 didapatkan dari peta rencana operasi 2017 yang didapat dari satuan kerja Rencana Operasi (renops). Dimana luas catchment area nya lebih besar dibandingkan situasi saat ini. Cathment area rencana ini juga terbagi atas 4 DTH. Dimana DTH 1 yang terletak di front kerja memiliki luas sebesar 27,45 hektar atau 274.500 m2. Pada DTH 1 ini terdapat sump A sebagai sump utama yang bersifat travelling sump yang air pemompaan langsung menuju KPL.

DTH 2 rencana berada sama seperti aktual saat ini dimana luas dari DTH 2 rencana ini sebesar 21,83 hektar atau 218.300 m2. Pada DTH 2 ini juga sump B Berada dimana air yang masuk di sump B dipompakan menuju ring kanal rencana. Kemudian DTH 3 yang terletak sebelah selatan dari front kerja saat ini yang memiliki luas DTH rencana sebesar 7,55 Hektar atau 75.500 m2. Dimana pada DTH 3 terdapat ring kanal rencana yang letaknya sama seperti ring kanal saat ini. DTH 4 pada rencana juga berada di daerah KPL yang memiliki luas sebesar 4,86 hektar atau 48.600 m2. (lampiran D)

4.3.3 Perhitungan Debit Air Limpasan

Debit air total yang masuk ke dalam tambang merupakan akumulasi dari air limpasan sekitar sesuai dengan daerah atau topografi daerah yang mengarah ke dalam pit atau sump. Pada pit taman yang memiliki 4 DTH, oleh karena itu debit air limpasan yang dihitung juga per DTH.

41

Jenis lahan limpasan adalah lahan terbuka daerah tambang dengan koefisien limpasannya 0,6 (Tabel 2.6). Dengan menggunakan persamaan rasional dimana satu hari diasumsikan hanya terjadi hujan selama 2,76 jam ( lampiran C).

4.3.3.1 Debit air limpasan Sekarang

Maka didapatkan jumlah debit air limpasan per jam yang masuk kedalam tambang pit Taman untuk situasi saat ini adalah sebesar : (Lampiran F).

5888 DTH 1 sebesar 6300,13 m3/hari

5889 DTH 2 sebesar 5629,16 m3/hari

5890 DTH 3 sebesar 1248,99 m3/hari

5891 DTH 4 sebesar 827,82 m3/hari

4.3.3.2 Debit air limpasan Rencana 2017

Sedangkan menurut situasi Rencana 2017 didapatkan jumlah debit air limpasan perjam yang masuk kedalam tambang adalah sebesar : (lampiran G)

0 DTH 1 sebesar 7973,19 m3/hari

1 DTH 2 sebesar 6340,79 m3/hari

2 DTH 3 sebesar 2192,99 m3/hari

3 DTH 4 sebesar 1411,65 m3/hari 4.3.4 Perhitungan Debit Air Tanah

Debit air tanah diasumsikan sebesar 0,001 m3/detik sesuai dengan perhitungan data geoteknik hidrologi.Maka, selama satu jam terjadi penambahan debit air sebesar 3,6 m3/jam dan 86,4 m3/hari (Lampiran F). Nilai debit air tanah antara aktual dan rencana 2017 diasumsikan sama besar.

4.3.5 Perhitungan Debit Evaporasi

Debit evaporasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus Dalton, dengan mempertimbangkan curah hujan rata-rata tahunan dan suhu rata-rata pada daerah penambangan. Suhu rata – rata yang terdapat di pit Taman adalah 270 dan tekanan uap air jenuh sebesar 23,7 mmHg serta kecepatan angin di lokasi tambang yaitu 1,67 m/s , sehingga berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada (Lampiran F) diperoleh data persentase air yang mengalami penguapan sebesar 0,55%. Dimana persentase air yang mengalami penguapan antara aktual saat ini dan rencana 2017 diasumsikan sama.

4.3.5.1 Evaporasi menurut Data aktual Sekarang

Hal ini berarti dengan luasan wilayah saat ini yang mengalami penguapan per DTH sebagai berikut:

0 DTH 1 dengan luas 216.900 m2 hanya menguap sebesar 1192,95 m2

1 DTH 2 dengan luas 193.800 m2 hanya menguap sebesar 1065,9 m2

2 DTH 3 dengan luas 43.000 m2 hanya menguap sebesar 236,5 m2

3 DTH 2 dengan luas 28.500 m2 hanya menguap sebesar 156,75 m2 Maka luas total wilayah penguapan adalah 2652,1 m2

Jika evaporasi air permukaan bebas adalah 0,097 x 10-3 m/jam, maka air akan berkurang sebesar :

0 DTH 1 Sebesar 0,12 m3/jam atau 2,88 m3/hari

1 DTH 2 sebesar 0,10 m3/jam atau 2,4 m3/hari

2 DTH 3 sebesar 0,02 m3/jam atau 0,48 m3/hari

3 DTH 4 sebesar 0,015 m3/jam atau 0,36 m3/hari

Maka debit Evaporasi Total (ET) adalah 0,255 m3/jam atau 6,12 m3/hari 4.3.5.2 Evaporasi menurut Data rencana 2017

Luas wilayah rencana yang mengalami penguapan per DTH rencana yaitu sebesar :

5888 DTH 1 dengan luas 274.500 m2 hanya menguap sebesar 1509,75 m2

5889 DTH 2 dengan luas 218.300 m2 hanya menguap sebesar 1200,65 m2

5890 DTH 3 dengan luas 75.500m2 hanya menguap sebesar 415,25 m2

5891 DTH 2 dengan luas 48.600m2 hanya menguap sebesar 267,3 m2

Maka luas total wilayah penguapan adalah 3392,95 m2

Jika evaporasi air permukaan bebas adalah 0,097 x 10-3 m/jam, maka air akan berkurang sebesar :

0 DTH 1 Sebesar 0,15 m3/jam atau 3,6 m3/hari

1 DTH 2 sebesar 0,12 m3/jam atau 2,88 m3/hari

2 DTH 3 sebesar 0,04 m3/jam atau 0,96 m3/hari

3 DTH 4 sebesar 0,03 m3/jam atau 0,72 m3/hari

Maka debit Evaporasi Total (ET) adalah 0,34 m3/jam atau 8,16 m3/hari

43

4.3.6 Perhitungan Total Debit Air

Total debit air yang masuk ke sump pit Taman merupakan penjumlahan debit air limpasan dengan debit air tanah kemudian mengalami pengurangan akibat terjadinya evaporasi.

4.3.6.1 Total Debit Air menurut situasi sekarang

Diperoleh total debit air aktual saat ini yang masuk ke sump pit Taman yang dihitung per DTH ( Lampiran F) sebagai berikut:

0 DTH 1 sebesar 6383,65 m3/hari

1 DTH 2 sebesar 5713,16 m3/hari

2 DTH 3 sebesar 1334,91 m3/hari

3 DTH 4 sebesar 913,86 m3/hari

Maka Total seluruh daerah tangkapan hujan adalah 14345,58 m3/hari

Jika diasumsikan satu bulan terjadi hujan selama 16 hari maka total debit air aktual saat ini yang masuk ke dalam sump adalah ( Lampiran F ).

23DTH 1 sebesar 102.138,39 m3/bulan untuk sump A

24DTH 2 sebesar 91.410,58 m3/bulan untuk sump B 4.3.6.2 Total Debit Air Menurut Data rencana 2017

Untuk total debit air rencana tahun 2017 per DTH (lampiran G) adalah sebagai berikut:

23DTH 1 sebesar 8056 m3/hari

24 DTH 2 sebesar 6424,31 m3/hari

25 DTH 3 sebesar 2278,43 m3/hari

26 DTH 4 sebesar 1497,33 m3/hari

Total debit air rencana 2017 yang masuk ke sump adalah :

23DTH 1 sebesar 128.896 m3/bulan untuk sump A

Tabel 4.1. Perbandingan luas Daerah Tangkapan Hujan, debit air total sekarang dan rencana 2017

LUAS AREA (m2) DEBIT AIR TOTAL (m3/hari)

AREA

SEKARANG RENCANA SEKARANG RENCANA

2017 2017

DTH 1 216.900 274.500 6383,65 8056

DTH 2 193.800 218.300 5713,16 6424,31

DTH 3 43.000 75.500 1334,91 2278,43

DTH 4(KPL) 28.500 48.600 913,86 1497,33

4.4 Perhitungan Debit Keluar

Perhitungan debit keluar dapat didapatkan sesuai dengan perhitungan kapasitas pompa sesuai dengan total head pompa dan debit pompa aktual serta perhitungan pompa optimal yang selayaknya didapatkan saat menggunakan pompa dengan kapasitas optimal.

4.4.1 Perhitungan Head Total dan kapasitas Pompa 4.4.1.1 Menurut situasi Sekarang

Kebutuhan pompa pada areal penambangan diperoleh dengan mengetahui terlebih dahulu head total dari pompa, diketahui lokasi tambang pit Taman memiliki ketersediaan 2 jenis pompa yaitu pompa Multiflo 420E dimana masing-masing pompa memiliki kapasitas debit pemompaan maksimum yaitu 350 L/detik (Lampiran H). Pompa 1 terletak di sump A yang berada di front kerja,sedangkan pompa 2 terletak di sump B di sebelah timur front kerja.

Berdasarkan peta penambangan pit Taman Februari 2017, pompa 1 (WP 5888berada di elevasi 25 mdpl, dan lokasi Kolam Pengendapan Lumpur di elevasi +58 mdpl dimana pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE dengan diameter 315 mm dan panjang 290 meter. Sedangkan pompa 2 (WP 531) berada di elevasi 28 mdpl, dan ring kanal di elevasi +68 mdpl dimana pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE dengan diameter 315 mm dan panjang 290 meter. Sistem pemompaan pit Taman, air yang terkumpul di sump A akan di pompakan langsung keluar menuju Kolam Pengendapan Lumpur, sedangkan sump B akan di pompakan langsung

45

keluar menuju ring kanal dan air tersebut akan mengalir menuju kolam pengendapan lumpur.

Perhitungan head total pompa bertujuan untuk menentukan kapasitas debit pompa. Adapun debit pompa 1 dengan total head sebesar 79,5 m adalah sebesar 0,32 m3/detik atau 1152 m3/jam. Untuk debit pompa 2 dengan total head sebesar 86,5 m adalah sebesar 0,300 m3/detik atau 1080 m3/jam. Debit aktual pompa setelah dihitung hanya sebesar 0,158 m3/detik atau 568,8 m3/jam. (Lampiran I) 4.4.1.2 Menurut Situasi Rencana 2017

Berdasarkan peta penambangan pit Taman rencana 2017, pompa 1 (WP

23 berada di elevasi -13 mdpl, dan lokasi Kolam Pengendapan Lumpur di elevasi +58 mdpl dimana pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE dengan diameter 315 mm dan panjang 290 meter. Sedangkan pompa 2 (WP 531) berada di elevasi -13 mdpl, dan ring kanal di elevasi +58 mdpl dimana pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE dengan diameter 315 mm dan panjang 290 meter.

Perhitungan head total pompa bertujuan untuk menentukan kapasitas debit pompa. Adapun debit pompa 1 dengan total head sebesar 122,53 m adalah sebesar 0,23 m3/detik atau 828 m3/jam. Dan untuk debit pompa 2 dengan total head sebesar 122,53 m adalah sebesar 0,23 m3/detik atau 828 m3/jam.(lampiran J) 4.4.2 Perhitungan Jumlah Pompa

4.4.2.1 Menurut situasi Sekarang

Jumlah pompa yang dibutuhkan untuk mengeluarkan air yang masuk ke tambang pit Taman digunakan debit air total yang masuk ke tambang dibagi dengan kapasitas pompa yang dapat dicapai pompa. Adapun jumlah pompa yang diperlukan antara lain : (Lampiran I)

23 Pompa 1 WP 378 ( berada di sump A)

23 Jumlah pompa dengan jam kerja aktual 15 jam dan kapasitas pompa yang dapat dicapai sebesar 1152 m3/jam adalah 1 unit

24 Jumlah Pompa dengan jam kerja aktual 15 jam dan kapasitas aktual pompa di perusahaan 568,8 m3/jam adalah 1 Unit.

24 Pompa 2 WP 531 ( berada di sump B)

23 Jumlah pompa dengan jam kerja aktual 4 jam dan kapasitas pompa yang dapat dicapai sebesar 1080 m3/jam Adalah 2 Unit.

23 Jumlah Pompa dengan jam kerja aktual 4 jam dan kapasitas aktual pompa di perusahaan 568,8 m3/jam adalah 3 Unit.

4.4.2.2 Menurut Situasi Rencana 2017

Menurut rencana 2017 menggunakan dua buah asumsi. Asumsi pertama menggunakan spesifikasi pompa dengan RPM 1300 dan asumsi kedua menggunakn RPM 1400 untuk mendapatkan rencana pompa optimum yang baik untuk digunakan.

Maka didapatkan jumlah pompa yang diperlukan antara lain : (Lampiran J) 5888 Dengan RPM 1300

5888 Pompa 1 WP 378 ( berada di sump A)

Jumlah pompa dengan jam kerja aktual 15 jam dan kapasitas pompa yang dapat dicapai sebesar 540 m3/jam adalah 1 unit.

0 Pompa 2 WP 531 ( berada di sump B)

Jumlah pompa dengan jam kerja aktual 4 jam dan kapasitas pompa yang dapat dicapai sebesar 540 m3/jam adalah 3 Unit.

2) Dengan RPM 1400

0 Pompa 1 WP 378 ( berada di sump A)

Jumlah pompa dengan jam kerja aktual 15 jam dan kapasitas pompa yang dapat dicapai sebesar 828 m3/jam adalah 1 Unit.

0 Pompa 2 WP 531 ( berada di sump B)

Jumlah pompa dengan jam kerja aktual 4 jam dan kapasitas pompa yang dapat dicapai sebesar 828 m3/jam adalah 1 Unit.

4.4.3 Perhitungan Jumlah Jam Kerja Pompa 4.4.3.1 Menurut situasi Sekarang

Optimalisasi debit keluar dari sump dapat dihitung dari jumlah pompa, debit pompa, dan jam kerja pompa dalam sehari. Adapun perhitungan jumlah jam kerja dihitung berdasarkan debit pompa aktual dan jumlah pompa aktual yang ada. Maka, jumlah jam kerja pompa sebagai berikut: (Lampiran I)

1) Pompa 1 WP 378 di sump A = 12 jam/hari

Jika debit pompa aktual masih sebesar 568,8 m3/hari dan jumlah pompa sebanyak 1 pompa (tidak ada penambahan pompa), maka jam kerja pompa bisa dikurang menjadi 12 jam/hari.

47

2) Pompa 2 WP 531 di sump B = 11 jam/hari

Jika debit pompa aktual masih sebesar 568,8 m3/hari dan jumlah pompa sebanyak 1 pompa (tidak ada penambahan pompa), maka jam kerja pompa Harus ditambah menjadi 11 jam/hari.

4.4.3.2 Menurut rencana 2017

Adapun jumlah jam kerja yang didapat berdasarkan debit pompa rencana dan jumlah pompa rencana yang ada adalah sebagai berikut: (Lampiran J)

1. Dengan RPM 1300

a) Pompa 1 WP 378 di sump A = 15 jam/hari

Jika debit pompa rencana masih sebesar 540 m3/hari dan jumlah pompa sebanyak 1 pompa (tidak ada penambahan pompa) dengan RPM 1300, maka jam kerja pompa WP 378 harus ditambah menjadi 15 jam/hari.

b) Pompa 2 WP 531 di sump B = 12 jam/hari

Jika debit pompa rencana sebesar 540 m3/hari dan jumlah pompa sebanyak 1 pompa (tidak ada penambahan pompa) dengan RPM 1300, maka jam kerja pompa WP 531 harus ditambah menjadi 12 jam/hari.

2. Dengan RPM 1400

a) Pompa 1 WP 378 di sump A = 10 jam/hari

Jika debit pompa rencana sebesar 828 m3/hari dan jumlah pompa sebanyak 1 pompa dengan RPM 1400, maka jam kerja pompa bisa dikurang menjadi 10 jam/hari.

b) Pompa 2 WP 531 di sump B = 8 jam/hari

Jika debit pompa rencana sebesar 828 m3/hari dan jumlah pompa sebanyak 1 pompa (tidak ada penambahan pompa) dengan RPM 1400, maka jam kerja pompa Harus ditambah menjadi 8 jam/hari.

Tabel 4.2. Perbandingan jumlah pompa,dan jam kerja pompa sekarang dan rencana 2017

JUMLAH POMPA JAM KERJA POMPA ( jam/hari)

POMPA SEKARANG RENCANA SEKARANG RENCANA

2017 2017

AKTUAL RENCANA RPM RPM AKTUAL RENCANA RPM RPM

1300 1400 1300 1400

WP 378 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 15 12 15 10

WP 531 1 unit 3 unit 3 unit 1 unit 4 11 12 8

Tabel 4.3. Perbandingan debit air yang masuk dan yang keluar sekarang dan rencana 2017

DEBIT AIR YANG MASUK DEBIT AIR YANG KELUAR (m3/bulan)

(m3/bulan)

SUMURAN RENCANA RENCANA 2017

SEKARANG SEKARANG 2017 RPM 1300 RPM 1400 SUMP A 102.138,39 128.896 136.512 69.120 172.800 (DTH1) SUMP B 91.410,58 102.788,96 69.120 18.432 172.800 (DTH2) 4.5 Sump Gambar 4.1 Sump A Universitas Sriwijaya

49

Sump berfungsi sebagai penampungan air sekitar daerah limpasan dan kemudian dipompakan menuju saluran tambang untuk dibawa ke kolam pengendapan lumpur. Sump yang ada di pit taman dibagi menjadi sump A dan sump B. Kapasitas sump penambangan didapatkan dengan cara menghitung selisih antara debit air yang masuk dalam satu hari dengan debit pompa yang ada.

Gambar 4.2 sump B

4.5.1 Dimensi Sump menurut Situasi Sekarang

Kapasitas sump dihitung dengaan selisih debit air yang masuk dan debit pompa optimal yang seharusnya terjadi sebelum adanya pengurangan performa.

23 Sump A

Selisih terbesar terjadi dalam rentang waktu 5 jam yaitu sebesar 5922,70 m3 (Lampiran K). Selisih terbesar ini menjadi patokan dalam perhitungan diimensi sump yaitu sebesar :

a. Panjang permukaan sumuran = 43 m

b. Lebar permukaan sumuran = 43 m

c. Panjang dasar sumuran = 35 m

d. Lebar dasar sumuran = 35 m

e. Kedalaman = 4 m

Volume maksimum yang dapat ditampung oleh sump A dengan dimensi di atas adalah :

23 = {(luas permukaan sumuran + luas dasar sumuran)} x ½ kedalaman = { 43 m x 43 m) + (35 m x 35 m)} x ½ 4

= 6148 m3

Jadi volume sump A yang akan direncanakan di pit Taman adalah 6148 m3dalam 1 hari.

5888 Sump B

Selisih terbesar terjadi dalam rentang waktu 1 jam yaitu sebesar 2748,54 m3 (Lampiran K). Selisih terbesar ini menjadi patokan dalam perhitungan diimensi sump yaitu sebesar :

a. Panjang permukaan sumuran = 30 m

b. Lebar permukaan sumuran = 30 m

c. Panjang dasar sumuran = 22 m

d. Lebar dasar sumuran = 22 m

e. Kedalaman = 4 m

Volume maksimum yang dapat ditampung oleh sump B dengan dimensi di atas adalah :

0 = {(luas permukaan sumuran + luas dasar sumuran)} x ½ kedalaman 0 { 30 m x 30 m) + (22 m x 22 m)} x ½ 4

1 2768 m3

Jadi volume sump B yang akan direncanakan di pit Taman adalah 2768 m3dalam 1 hari

4.5.2 Dimensi Sump menurut Data Rencana tahun 2017 0 Asumsi menggunakan RPM 1300

0 Sump A

Selisih terbesar terjadi dalam rentang waktu 7 jam yaitu sebesar 7117,51 m3 (Lampiran L). Selisih terbesar ini menjadi patokan dalam perhitungan diimensi sump yaitu sebesar :

a. Panjang permukaan sumuran = 46 m

b. Lebar permukaan sumuran = 46 m

c. Panjang dasar sumuran = 38 m

d. Lebar dasar sumuran = 38 m

e. Kedalaman = 4 m

51

Volume maksimum yang dapat ditampung oleh sump A dengan dimensi di atas adalah :

0 = {(luas permukaan sumuran + luas dasar sumuran)} x ½ kedalaman 0 { 46 m x 46 m) + (38 m x 38 m)} x ½ 4

1 7120 m3

Jadi volume sump A yang akan direncanakan di pit Taman Untuk tahun 2017 adalah 7120 m3dalam 1 hari

Sump B

Selisih terbesar terjadi dalam rentang waktu 3 jam yaitu sebesar 2903,87 m3 (Lampiran L). Selisih terbesar ini menjadi patokan dalam perhitungan

diimensi sump yaitu sebesar :

a. Panjang permukaan sumuran = 31 m

b. Lebar permukaan sumuran = 31 m

c. Panjang dasar sumuran = 23 m

d. Lebar dasar sumuran = 23 m

e. Kedalaman = 4 m

Volume maksimum yang dapat ditampung oleh sump B dengan dimensi di atas adalah :

= {(luas permukaan sumuran + luas dasar sumuran)} x ½ kedalaman { 31 m x 31 m) + (23 m x 23 m)} x ½ 4

2980 m3

Jadi volume sump B yang akan direncanakan di pit Taman adalah 2980 m3dalam 1 hari

Asumsi menggunakan RPM 1400 Sump A

Selisih terbesar terjadi dalam rentang waktu 4 jam yaitu sebesar 5724,80 m3 (Lampiran L). Selisih terbesar ini menjadi patokan dalam perhitungan diimensi sump yaitu sebesar :

a. Panjang permukaan sumuran = 42 m

b. Lebar permukaan sumuran = 42 m

e. Kedalaman = 4 m

Volume maksimum yang dapat ditampung oleh sump A dengan dimensi di atas adalah :

= {(luas permukaan sumuran + luas dasar sumuran)} x ½ kedalaman { 42 m x 42 m) + (34 m x 34 m)} x ½ 4

5840 m3

Jadi volume sump A yang akan direncanakan di pit Taman adalah 5840 m3dalam 1 hari

Sump B

Selisih terbesar terjadi dalam rentang waktu 32 jam yaitu sebesar 4046,29 m3 (Lampiran L). Selisih terbesar ini menjadi patokan dalam perhitungan

diimensi sump yaitu sebesar :

a. Panjang permukaan sumuran = 36 m

b. Lebar permukaan sumuran = 36 m

c. Panjang dasar sumuran = 28 m

d. Lebar dasar sumuran = 28 m

e. Kedalaman = 4 m

Volume maksimum yang dapat ditampung oleh sump B dengan dimensi di atas adalah :

= {(luas permukaan sumuran + luas dasar sumuran)} x ½ kedalaman { 36 m x 36 m) + (28 m x 28 m)} x ½ 4

4160 m3

Jadi volume sump B yang akan direncanakan di pit Taman adalah 4160 m3dalam 1 hari

53

Tabel 4.4. Perbandingan dimensi sump sekarang dan rencana 2017 DIMENSI SUMP A (meter) DIMENSI SUMP B (meter) SEKARANG RENCANA 2017 SEKARANG RENCANA 2017 DIMENSI

AKTUA RENCA RPM RPM AKTUA RENCAN RPM RPM

L NA 1300 1400 L A 1300 1400 Panjang 30 43 46 42 78 30 31 36 permukaan Lebar 22 43 46 42 59 30 31 36 permukaan Panjang 22 35 38 34 68 22 23 28 dasar Lebar 14 35 38 34 49 22 23 28 dasar Kedalaman 4 4 4 4 5 4 4 4

4.5.3 Perhitungan Lama Hujan yang dapat Ditampung Kapasitas Sump 1. Menurut situasi Sekarang

Sump A memiliki kapasitas maksimum sebesar 1.936 m3. Jika diasumsikan pompa mati, maka sump hanya dapat menampung air masuk selama 7 Jam saja. Sedangkan sump B memiliki kapasitas maksimum sebesar 19.835 m3 . jika diasumsikan pompa mati, maka sump dapat menampung air masuk selama 3 hari. (Lampiran K).

Menurut Situasi Rencana 2017

Dari dua situasi rencana diatas menggunakan perbandingan RPM, dapat di analisa bahwa untuk mendapatkan waktu yang efektif lebih baik menggunakan RPM 1400, dimana cukup hanya menggunakan 1 buah pompa.

Sump A memiliki kapasitas maksimum sebesar 5.840 m3 (RPM 1400). Jika diasumsikan pompa mati, maka sump hanya dapat menampung air masuk selama 18 Jam saja. Sedangkan sump B memiliki kapasitas maksimum sebesar 4160 m3 . jika diasumsikan pompa mati, maka sump dapat menampung air masuk selama 16 Jam. (Lampiran L).

Dokumen terkait