HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6 Perhitungan Dimensi Saluran Terbuka
Gambar 4.3 saluran Tambang ( ring kanal)
Saluran tambang merupakan salah satu sarana pengaliran air. PT Bukit asam khususnya di pit taman memiliki saluran tambang yang berfungsi untuk mengalirkan air yang teah dipompakan dari sump B untuk dialirkan ke kolam pengendapan lumpur.
4.6.1 Menurut Situasi Sekarang
Dalam menentukan dimensi saluran terbuka dilakukan dengan memperhitungkan debit air yang akan masuk ke saluran yaitu debit air dari pemompaan WP 531 dan debit air limpasan permukaan dari daerah di sekitar saluran (DTH3). Debit yang masuk dari pompa adalah sebesar 0,300 m3/detik, debit saluran tambang sebesar 0,04 m3/detik dan debit catchment sekitar 0,52 m3/detik
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada Lampiran M, dimensi saluran terbuka yang ideal yaitu dengan panjang sisi luar saluran (a) 0,88 m, lebar dasar saluran (b) 0,76 m, lebar permukaan saluran (B) 1,64 m, dan kedalaman saluran (h) 0,76 m (Gambar 412).
55
1,64 m
0,66 m 0,76 m
0,88m
0,76 m
Gambar 4.4 Dimensi Saluran Terbuka rencana sekarang
Pit taman memiliki dimensi aktual yaitu panjang sisi luar saluran = 1,1 m, lebar dasar saluran 2,1 m, lebar permukaan = 3,8 m , dan kedalaman = 0,6 m. Hal ini bisa saja disebabkan oleh erosi dan sedimentsi yang diakibatkan lumpur mengendap.
4.6.2 Menurut Situasi Rencana 2017
Dalam menentukan dimensi saluran terbuka dilakukan dengan memperhitungkan debit air yang akan masuk ke saluran yaitu debit air dari pemompaan WP 531 dan debit air limpasan permukaan dari daerah di sekitar saluran (DTH3). Debit yang masuk dari pompa adalah sebesar 0,230 m3/detik, debit saluran tambang sebesar 0,03 m3/detik dan debit catchment sekitar 0,95 m3/detik
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada Lampiran N, dimensi saluran terbuka untuk Rencana 2017 yang ideal yaitu dengan panjang sisi luar saluran (a) 0,99 m, lebar dasar saluran (b) 0,86 m, lebar permukaan saluran (B) 1,86 m, dan kedalaman saluran (h) 0,86 m (Gambar 412).
1,86 m
0,86 m
0,99 m 0,75 m
0,86 m
Tabel 4.5. Perbandingan dimensi saluran sekarang dan rencana 2017
Dimensi Saluran ring kanal (meter)
Dimensi saluran SEKARANG
RENCANA 2017
AKTUAL RENCANA
Panjang sisi luar 1,1 0,88 0,99
Lebar permukaan 3,8 1,64 1,86
Lebar dasar 2,1 0,76 0,86
kedalaman 0,6 0,76 0,86
4.7 Dimensi Kolam Pengendapan Lumpur (Settling Pond)
Pembuatan kolam pengendapan lumpur bertujuan untuk menampung air dari tambang yang mengandung material (lumpur) sebelum di alirkan ke perairan umum (sungai). Hal ini dilakukan agar patikel-partikel material halus yang tersuspensi didalam air diendapkan terlebih dahulu sebelum dialirkan ke perairan umum, sehingga nantinya tercipta suatu penambangan yang berwawasan lingkungan.
Gambar 4.6 pengukuran dimensi Kolam Pengendapan Lumpur aktual
57
4.7.1 Menurut Situasi Sekarang
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada Lampiran O volume air yang masuk ke kolam memiliki volume 27.959,04 m3/hari. Sedangkan volume maksimal dari kolam aktual hanya sebesar 16.477,1 m3. Sehingga kolam pengendapan lumpur aktual pada tahun 2017 harus diperbesar sesuai dengan dimensi kolam pengendapan lumpur yang direncanakan. Maka dimensi kolam pengendapan lumpur yang akan direncanakan adalah dengan panjang 50 m, lebar 42 m dan kedalaman KPL 5 m. Waktu pengerukan yang dibutuhkan adalah setiap 194 hari.
4.7.2 Menurut Situasi Rencana 2017
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada Lampiran O volume air yang masuk ke kolam memiliki volume 26.032,32 m3/hari. Sedangkan volume maksimal dari kolam aktual hanya sebesar 16.477,1 m3. Sehingga kolam pengendapan lumpur aktual pada tahun 2017 harus diperbesar sesuai dengan dimensi kolam pengendapan lumpur yang direncanakan. Maka dimensi kolam pengendapan lumpur yang akan direncanakan adalah dengan panjang 42 m, lebar 32 m dan kedalaman KPL 5 m. Waktu pengerukan yang dibutuhkan adalah setiap 105 hari.
Tabel 4.6. Perbandingan dimensi KPL sekarang dan rencana 2017
SEKARANG (meter) DIMENSI RENCANA AKTUAL KPL 2017 RENCANA K. 1 K.2 K.3 K.4 (meter) Panjang 22 46,5 37,5 22,4 50 42 Lebar 22 33 22,4 19,8 42 32 Kedalaman 5 5 5 5 5 5
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan:
Pada pit Taman Tambang Air Laya memiliki sumuran penampung air limpasan sebanyak 2 buah, dimana sump utama berada di daerah front kerja dan masih bersifat temporary mengikuti kemajuan tambang.
Catchmen Area yang ada pada pit taman menurut situasi sekarang dibagi menjadi 4 buah Daerah Tangkapan Hujan (DTH). Begitupun dengan situasi Rencana 2017 juga memiliki 4 buah DTH. Dengan persentase catchment area sekarang dibanding dengan catchment area untuk rencana 2017 sudah mencapai 78%. Pada data aktual situasi sekarang didapatkan Debit air keluar pada sump B lebih
sedikit dibandingkan dengan debit yang masuk sehingga perlu dilakukan penambahan pompa sebanyak 2 unit di sump B sehingga menjadi 3 unit dengan waktu kerja aktual sekarang 4 jam. Sedangkan untuk sump A tidak perlu adanya penambahan Alat karena sudah sesuai dengan debit air yang masuk. Pompa memerlukan waktu kerja selama 12 jam di sump A dan 11 jam di sump B
untuk jumlah pompa yang ada dan dengan debit air aktual yang dapat dikeluarkan pompa pada saat sekarang.
Perhitungan pompa untuk rencana tahun 2017 lebih baik jika menggunakan Spesifikasi Pompa dengan RPM 1400 dibandingkan 1300, karena hanya memerlukan 1 buah pompa saja untuk tiap tiap sump dengan jam kerja untuk pompa 1 sebanyak 10 jam perhari dan pompa 2 sebanyak 8 jam perhari.
Dengan Menggunakan data situasi saat ini dan rencana 2017 Kapasitas sump belum maksimal menampung air yang ada sehingga perlu dilakukan perubahan umtuk sump A sebesar 42 m x 34 m x 4 m dan untuk sump B sebesar 36 m x 28 m x 4 m, dengan menggunakan RPM rencana 1400. jika pompa
58
59
diasumsikan mati maka sump hanya mampu menampung air untuk sump A selama 18 Jam dan untuk sump B selama 16 jam agar tidak keluar sump. Saluran tambang saat ini hanya memiliki sudut 290, sehingga dibutuhkan
pembuatan saluran dengan sudut kemiringan 450. Untuk mendapatkan dimensi yang optimum maka lebih baik menggunakan perhitungan dari data rencana tahun 2017. Dimana didapatkan dimensi saluran tambang dengan sisi luar saluran (a) 0,99 m, lebar dasar saluran (b) 0,86 m, lebar permukaan saluran (B) 1,86 m, dan kedalaman saluran (h) 0,86 m.
Menurut data situasi sekarang volume dimensi aktual Kolam Pengendapan Lumpur saat ini sebesar 16.477,1 m3. Sedangkan volume air yang masuk ke Kolam adalah sebanyak 27.959,04 m3/hari. Oleh Karena itu Dimensi Kolam Pengendapan Lumpur harus diperbesar guna menampung debit air yang masuk ke dalam Kolam Pengendapan Lumpur dengan 4 kali pengurasan yaitu sebesar 50 m x 42 m x 5 m.
5.2 Saran
Saran-saran yang dapat penulis berikan dalam skripsi ini adalah:
Pada saat penggalian, sebaiknya perhatikan kemiringan lantai bukaan tambang sehingga air dapat mengalir dengan baik menuju sump agar tidak terjadi genangan air pada lantai bukaan tambang,kemudian agar proses pengaliran air ke Kolam Pengendapan Lumpur optimal maka harus dilakukan perawatan secara berkala terhadap pompa untuk menghindari kerusakan pada saat operasi dan terhadap saluran ring kanal untuk mencegah terjadinya pendangkalan akibat proses sedimentasi.
Desain tambang dan kemajuan bukaan tambang pada pit taman sebaiknya lebih memprioritaskan untuk pembentukan dimensi main sump (A) yang optimal dengan cara melakukan penggalian disalah satu sisi yang akan diprioritaskan untuk menjadi main sump.
Pembentukan dimensi Kolam Pengendapan Lumpur harus selaras dengan air maksimum yang akan masuk ke Kolam dengan memperhatikan volume lumpur yang masuk dari main sump dan juga dari faktor erosi pada aliran ring kanal sehingga dengan dimensi Kolam Pengendapan Lumpur yang optimal,waktu
pengurasan Kolam bisa lebih lama agar tidak terjadi lagi pengurasan lumpur tiap minggunya.