4.3. Perhitungan Harga Pokok Produksi Boneka Whimsy CV ATLAS
4.3.2 Perhitungan harga pokok produksi Boneka Whimsy dengan metode Full Costing
CV ATLAS memproduksi bahan baku utama kayu mahoni menjadi boneka whimsy. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data produksi selama bulan Desember 2011. Selama periode bulan Desember 2011 CV ATLAS telah memproduksi 800 buah boneka whimsy. Harga pokok produksi boneka whimsy CV ATLAS dihitung secara keseluruhan dengan rumus total biaya pengolahan boneka whimsy dibagi dengan total produksi boneka whimsy dalam periode tertentu. Pemisahan harga pokok produksi boneka whimsy dilakukan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk masing-masing produk. Perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode full costing.
33
A. Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan untuk membuat boneka whimsy adalah kayu mahoni. CV ATLAS memproduksi dua desain boneka whimsy yaitu boneka whimsy berbentuk buah jeruk dan boneka whimsy berbentuk buah alpukat. Jumlah boneka whimsy buah jeruk yang di produksi adalah setengah dari produksi boneka whimsy buah alpukat. Penenlitian ini menggunakan data produksi selama bulan Desember 2011. Biaya kayu mahoni yang digunakan dalam proses produksi boneka whimsy CV ATLAS selama bulan Desember 2011 adalah Rp. 1.440.000.
Jumlah kayu mahoni yang dibutuhkan dalam satu bulan sebanyak 0.9 m³ dengan harga per 1 m³ Rp. 1.600.000. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli kayu mahoni selama satu bulan Rp. 1.440.000. sehingga total biaya yang dikeluarkan selama satu bulan untuk produksi boneka whimsy adalah Rp. 1.440.000 dengan jumlah produksi sebanyak 800 buah boneka whimsy.
B. Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung dihitung berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Sistem upah yang berlaku berdasakan pada sistem borongan, dimana tenaga kerja dibayar berdasarkan jumlah boneka whimsy yang dihasilkan (per unit boneka whimsy). Upah tenaga kerja bervariasi berdasarkan pekerjaan yang dikuasainya. Adapun pengklasifikasian tenaga kerja yang dilakukan di CV ATLAS pada Tabel 7.
Tabel 7. Biaya tenaga kerja langsung per unit Boneka Whimsy
No Jenis Pekerjaan Biaya/Unit
(Rp) Jumlah Produksi (Unit) Total (Rp) 1 Carving 7.000 800 5.600.000 2 Pengecatan 6.500 800 5.200.000 3 Finishing 1.500 800 1.200.000 Total 12.000.000
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
Dari Tabel 7. Dapat dilihat bahwa biaya tenaga kerja untuk melakukan carving per unitnya ialah sebesar Rp. 7.000, dengan jumlah produksi sebanyak 800 unit boneka whimsy maka perolehan total biaya tenaga kerja
34
carving sebesar Rp. 5.600.000. Selanjutnya, untuk biaya pengecatan per unit ialah Rp. 6.500, dengan jumlah produksi sebanyak 800 unit maka diperoleh total biaya tenaga kerja untuk melakukan pengecatan sebesar Rp. 5.200.000. untuk biaya finishing per unit Rp. 1.500, dengan jumlah produksi sebanyak 800 unit, maka diperoleh total biaya tenaga kerja yang dibuthkan untuk melakukan finishing sebsesar Rp. 1.200.000. Jadi total biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan oleh perusahaan ialah sebesar Rp. 12.000.000. C. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead merupakan biaya yang secara tidak langsung mempengaruhi proses produksi. Biaya overhead pabrik adalah keseluruhan biaya selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
Adapun beberapa biaya overhead pabrik yang berhubungan dengan proses produksi boneka whimsy antara lain:
1. Biaya Bahan Baku Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian produk jadi tetapi nilainya relatif kecil. Bahan penoloing dalam produksi boneka whimsy ini antara lain cat, impra, tinner, benang. Penggunaan biaya bahan baku penolong produksi boneka whimsy terdapat pada Tabel 8.
Tabel 8. Biaya penggunaan bahan penolong per Desember 2011 No Jenis Bahan Penolong Pemakaian Biaya (Rp) Total Biaya (Rp) 1 Cat 4 Kg 90.000 360.000 2 Impra 2 Liter 60.000 120.000 3 Tinner 6 Liter 13.000 78.000 4 Amplas 1 M 9.000 9.000 5 Benang 4 unit 5.000 20.000
6 Bubble Wrap Plastic 1 Roll 600.000 600.000
Total 1.187.000
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
Tabel 8. Menunjukan bahwa untuk memproduksi 800 unit boneka whimsy kayu, cat yang digunakan ialah sebanyak 4 Kg, dimana harga 1 Kg cat Rp. 90.000, sehingga total biaya yang dkeluarkan seluruhnya sebesar Rp. 360.000. Bahan penolong kedua ialah impra dengan pemakaian
35
sebanyak 23 liter, dimana 1 liter berharga Rp. 60.000, maka total biaya yang dikeluarkan untuk impra adalah sebesar Rp.120.000. Bahan penolong ketiga yaitu tinner dengan pemakaian 6 liter dan biaya per liter sebesar Rp. 13.000, maka total biaya yang dikeluarkan untuk 800 unit boneka whimsy ialah Rp. 78.000. Kemudian untuk bahan penolong keempat yaitu amplas, dibutuhkan sebanyak 1 m dengan total biaya sebesar Rp. 9.000. Bahan penolong kelima ialah benang untuk merakit tangan dan kaki dengan pemakaian 4 unit, dimana harga perunitnya Rp. 5.000, maka total biaya penggunaan benang sebesar Rp. 20.000. Bahan penolong terakhir yaitu bubble wrap plastic untuk mengemas boneka pada saat pengiriman. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, maka total biaya penggunaan bahan penolong di bulan Desember 2011 sebesar Rp. 1.187.000.
2. Biaya listrik
Listrik digunakan oleh CV ATLAS untuk mendukung kegiatan produksi, listrik biasanya digunakan sebagai penerangan dan pengoprasian mesin. CV ATLAS menggunakan listrik yang dipasok dari PLN. Berdasarkan pengeluaran perusahaan, setiap bulannya tagihan listrik untuk pabrik mengeluarkan biaya sebesar Rp. 260.000/bulan. Tagihan listrik pabrik di pisah dengan listrik yang digunakan oleh pemilik rumah.
3. Biaya Perawatan dan Pemeliharaan Mesin dan Peralatan
Biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan dilakukan untuk menjaga agar barang-barang tersebut selalu berada dalam kondisi baik dan agar lebih tahan lama. Pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan oleh CV ATLAS adalah dengan mengganti peralatan yang sudah tidak layak pakai serta memperbaiki mesin dan peralatan yang telah rusak. Biaya yang dikeluarkan CV ATLAS untuk bulan Desember ialah Rp. 400.000 yang terdiri dari pemeliharaan mesin bubut Rp. 250.000 dan kompresor set Rp.150.000. Untuk lebih jelasnya perhitungan biaya pemeliharaan mesin dan peralatan dijelaskan pada Tabel 9.
36
Tabel 9. Biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan selama satu bulan
No Keterangan Total Biaya (Rp)
1. Mesin Bubut (Pisau) 250.000
2. Kompresor Set 150.000
Total 400.000
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
4. Biaya Penyusutan Peralatan, Mesin Bangunan Dan Kendaraan
Setiap penggunaan mesin dan peralatan dalam kegiatan produksi akan mengalami penyusutan. Penyusutan dari mesin dan peralatan tersebut akan mengakibatkan timbulnya biaya yang disebut dengan biaya penyusutan. Perhitungan nilai penyusutan yang digunakan adalah berdasarkan nilai ekonomis atau lebih dikenal dengan metode garis lurus.
Beban Penyusutan = ( ℎ − ) ………..(4)
Tabel 10. Beban penyusutan peralatan mesin bangunan dan kendaraan
Keterangan Harga per Unit (A) (Rp) Jumlah Unit (B) (Unit) Harga Beli (AxB) (Rp) Nilai Sisa (Rp) Umur Ekonomis (Thn) Beban Penyusutan (Rp/Thn) Mesin Bubut 4.000.000 3 12.000.000 2.700.000 15 620.000 Gergaji 9.000.000 1 9.000.000 1.750.000 10 725.000 Bangunan 80.000.000 1 80.000.000 2.000.000 30 2.600.000 Motor 14.000.000 1 14.000.000 6.000.000 3 2.666.666 Total 6.611.666
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
Berdasarkan Tabel 10, diketahui bahwa beban penyusutan peralatan mesin bangunan dan kendaraan yang dihasilkan pertahun berjumlah Rp. 6.611.666 sehingga jumlah penyusutan perbulan adalah Rp. 550.972 Selama Bulan Desember 2011 CV ATLAS mengeluarkan biaya penyusutan sebesar Rp. 550.972.
Jadi total biaya overhead pabrik yang digunakan selama bulan Desember 2011 adalah jumlah dari biaya bahan baku penolong, biaya listrik, biaya perawatan dan pemeliharaan mesin serta biaya penyusutan
37
peralatan mesin bangunan dan kendaraan. Untuk lebih lanjut dapat dilihat pada Tabel 11 .
Tabel 11. Biaya overhead pabrik per Desember 2011
No Keterangan Total Biaya
(Rp) 1 Biaya Bahan Baku Penolong 1.187.000
2 Biaya Listrik 260.000
3 Biaya Perawatan dan Pemeliharaan Mesin dan Peralatan 400.000
4 Biaya Penyusutan 550.972
Total 2.397.972
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
Setelah diketahui biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik maka dapat dilakukan perhitungan harga pokok produksi per unit boneka whimsy. Proses perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan Metode Full Costing per Unit Boneka Whimsy, Desember 2011
Keterangan Total Biaya
Biaya Bahan Baku Langsung 1.440.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung 12.000.000
Biaya Overhead 2.397.972
Jumlah Total (per Desember 2011) 15.837.972
Jumlah Produksi 800
Biaya Per Unit Boneka whimsy 19.797,465
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
Berdasarkan Tabel 12. dapat dilihat bahwa harga pokok produksi per unit boneka whimsy adalah Rp 19.797,465diperoleh dari total biaya selama bulan Desember 2011 dibagi dengan jumlah produksi Desember 2011.
Diketahui bahwa perhitungan harga pokok produksi dengan metode perusahaan dan metode full costing memiliki perbedaan. Pada perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing harga pokok yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan perhitungan harga pokok produksi dengan mengggunanakan metode perusahaan. Hal ini dikarenakan
38
metode full costing merinci seluruh biaya secara jelas mulai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja serta biaya overhead pabrik.
Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode perusahaan yang dihasilkan lebih kecil karena perusahaan tidak memasukkan biaya overhead pabrik secara rinci ke dalam biaya produksinya. Perusahaan hanya merinci biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja dan biaya overhead, namun perusahaan tidak memasukkan biaya penyusutan peralatan dan biaya pemeliharaan peralatan oleh karena itu biaya yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan menggunakan metode full costing.