HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Perhitungan Harga Pokok Produksi Mie Basah UMKM Pak Taman
4.3.2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Mie Basah dengan Metode Full
Costing
Menghitung harga pokok produksi yaitu akumulasi biaya-biaya yang dibebankan pada produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Metode yang digunakan dalam perhitungan harga pokok produksi adalah metode full costing. Metode full costing adalah metode penentuan harga pokok produk yang membebankan seluruh biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat variable maupun tetap.
Penelitian yang dilakukan pada UMKM Mie Basah Pak Taman selama bulan November 2014 perusahaan mampu memproduksi 27.000 kilogram mie basah. Untuk memproduksi 27.000 kilogram mie basah, perusahaan membutuhkan bahan baku yaitu tepung terigu sebanyak 1.350 sag atau sebanyak 33.750 kilogram. Perincian pembuatan mie basah adalah sebagai berikut:
1) Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi mie basah adalah tepung terigu. Harga tepung terigu pada bulan November 2014 adalah Rp 151.000 per sag. Untuk rincian biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk memproduksi mie basah selama bulan November 2014 disajikan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2
Pengeluaran Biaya Bahan Baku Mie Basah Selama Bulan November 2014
Keterangan Pemakaian Tepung (sag)
Harga (Rp)
Total Biaya (Rp)
Tepung Terigu 1350 151.000/sag 203.850.000
Jumlah 203.850.000
Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
Berdasarkan tabel 4.2 UMKM Mie Basah Pak Taman mamproduksi mie basah selama bulan November 2014 yang terdapat 30 hari masa kerja membutuhkan 1350 sag tepung terigu atau sebanyak 33.750 kilogram karena setiap sag terdiri dari 25 kilogram tepung terigu. Dari perhitungan tersebut keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk membeli tepung terigu dalam waktu satu bulan adalah Rp 203.850.000.
2) Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya balas jasa yang diberikan kepada tenaga kerja yang secara langsung turut ikut mengerjakan produksi mie basah. UMKM Mie Basah Pak Taman mempunyai karyawan sebanyak 10 orang. Jam kerja UMKM Mie Basah Pak Taman dimulai dari pukul 03.00-10.00. Sedangkan masa kerja dalam 1 minggu adalah 7 hari kerja, dengan kata lain tidak ada hari libur kecuali pada hari besar. Misal ada karyawan yang sakit atau ada acara disaat jam
kerjanya maka akan digantikan dengan karyawan yang lain tanpa mencari pengganti karena semua karyawan menguasai setiap bagian produksi. Rincian biaya tenaga kerja langsung disajikan pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3
Biaya Tenaga Kerja Langsung Selama Bulan November 2014
Jumlah TKL Upah Per Hari (Rp)
Gaji Pokok Per Bulan (Rp)
Total Biaya (Rp)
10 Orang 80.000 500.000 29.000.000
Jumlah 29.000.000
Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
Berdasarkan tabel 4.3 biaya tenaga kerja langsung per orang adalah sebesar Rp 80.000 per hari dan masih ditambah dengan gaji pokok sebesar Rp 500.000 per bulan. Jadi untuk menggaji karyawan pada bulan November (30 hari kerja) dikeluarkan biaya sebesar Rp 29.000.000 dengan kata lain masing-masing karyawan mendapatkan upah sebesar Rp 2.900.000 dalam sebulan.
3) Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead merupakan biaya yang secara tidak langsung mempengaruhi proses produksi. Biaya overhead pabrik adalah keseluruhan biaya selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Macam-macam biaya overhead pabrik yang timbul dalam proses produksi selain yang termasuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan selama proses produksi mie basah di UMKM Mie Basah Pak Taman adalah sebagai berikut:
a. Biaya Bahan Baku Tidak Langsung
Bahan baku tidak langsung adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian produk jadi tetapi nilainya relatif
kecil. Bahan baku tidak langsung dalam produksi mie basah antara lain adalah soda kue, garam dan tepung sagu. Rincian biaya bahan baku tidak langsung disajikan pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4
Biaya Bahan Baku Tidak Langsung Selama Bulan November 2014
Keterangan Harga
(Rp) Pemakaian
Total Biaya (Rp)
Soda Kue 700/kilogram 150 kilogram 105.000
Garam 33.000/sag 15 sag 495.000
Tepung Sagu 170.000/sag 30 sag 5.100.000
Jumlah 5.700.000
Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
b. Biaya Listrik
Listrik digunakan oleh UMKM Mie Basah Pak Taman untuk mendukung kegiatan produksi. Listrik biasanya digunakan sebagai penerangan dan mengoperasikan mesin. Biaya listrik yang dikeluarkan UMKM Mie Basah Pak Taman pada bulan November adalah Rp 1.600.000. Rincian biaya listrik disajikan pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5
Biaya Listrik Selama Bulan November 2014
Keterangan Total Biaya (Rp)
Biaya Listrik 1.600.000
Jumlah 1.600.000
Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
c. Biaya Pemakaian Air
Air biasanya digunakan sebagai campuran dalam pembuatan adonan mie basah, selain itu juga digunakan sebagai sarana kebersihan para karyawan seperti untuk
mencuci tangan dan juga untuk mandi. Biaya pemakaian air yang dikeluarkan UMKM Mie Basah Pak Taman pada bulan November adalah Rp 100.000. Rincian biaya pemakaian air disajikan pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6
Biaya Pemakaian Air Selama Bulan November 2014
Keterangan Total Biaya
(Rp) Biaya Pemakaian Air 100.000
Jumlah 100.000
Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
d. Biaya Perawatan dan Pemeliharaan Mesin dan Kendaraan
Biaya perawatan mesin dan kendaraan dilakukan untuk menjaga mesin dan kendaraan agar lebih tahan lama. Terdapat 5 mesin yang digunakan dalam kegiatan produksi diantaranya mesin adon (2 unit), mesin pres besar, mesin pres kecil dan mesin iris. Sedangkan kendaraan yang digunakan untuk kegiatan operasional UMKM adalah 9 unit sepeda motor yang merupakan kendaraan milik pribadi. Biaya perawatan mesin yang dikeluarkan adalah biaya pembelian pelumas sedangkan biaya perawatan kendaraan antara lain biaya cuci motor, ganti oli dan service. Rincian biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dan kendaran disajikan pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7
Biaya Perawatan dan Pemeliharaan Mesin dan Kendaraan Selama Bulan November 2014
Keterangan Total Biaya (Rp)
Mesin Adon 20.000
Mesin Pres Besar 10.000 Mesin Pres Kecil 10.000
Mesin Iris 10.000
Motor 300.000
Jumlah 350.000
e. Beban Penyusutan Mesin, Kendaraan, Peralatan dan Bangunan
Mesin, kendaraan serta bangunan yang terus digunakan dalam kegiatan produksi dan operasional perusahaan menyebabkan menyusutnya atau berkurangnya nilai mesin, kendaraan serta bangunan tersebut. Untuk menghitung penyusutan mesin, kendaraan, peralatan dan gedung pada UMKM Mie Basah Pak Taman, digunakan merode garis lurus atau metode umur ekonomis. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Rincian beban penyusutan mesin, kendaraan, peralatan dan bangunan disajikan pada Tabel 4.8 dan Tabel 4.9.
Tabel 4.8
Beban Penyusutan Mesin, Kendaraan, Peralatan dan Bangunan Per Tahun
Keterangan Total (Unit) Harga Per Unit (Rp) Total Harga Beli (Rp) Nilai Sisa (Rp) Umur Ekonomi s (Tahun) Beban Penyusutan Per Tahun (Rp) Mesin Adon 2 25.000.000 50.000.000 12.500.000 4 9.375.000 Mesin Pres Besar 1 35.000.000 35.000.000 8.750.000 4 6.562.500 Mesin Pres Kecil 1 25.000.000 25.000.000 6.250.000 4 4.687.500 Mesin Iris 1 20.000.000 20.000.000 5.000.000 4 3.750.000 Motor 9 6.000.000 54.000.000 13.500.000 4 10.125.000 Tong Air Besar 1 125.000 125.000 31.250 4 23.437,5 Tong Air Sedang 1 100.000 100.000 25.000 4 18.750 Tong Air Kecil 1 75.000 75.000 18.750 4 14.062,5 Timbangan Mie 1 800.000 800.000 200.000 4 150.000 Bangunan 1 20.000.000 20.000.000 1.000.000 20 950.000
Jumlah beban penyusutan per tahun 35.656.250
Tabel 4.9
Beban Penyusutan Mesin, Kendaraan, Peralatan dan Bangunan Per Bulan
Keterangan
Beban Penyusutan Per Tahun
(Rp)
Beban Penyusutan Per Bulan
(Rp) Beban penyusutan mesin, peralatan,
kendaraan dan gedung 35.656.250 2.971.354
Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
Jadi, total biaya overhead pabrik yang digunakan selama bulan November adalah jumlah dari biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya listrik, biaya pemakaian air, biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dan kendaraan serta biaya penyusutan mesin, peralatan, kendaraan dan bangunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.10.
Tabel 4.10
Biaya Overhead Pabrik Selama Bulan November 2014
Keterangan
Total Biaya (Rp)
Biaya Bahan Baku Tidak Langsung 5.700.000
Biaya Listrik 1.600.000
Biaya Pemakaian Air 100.000
Biaya Perawatan Mesin dan Kendaraan 350.000
Biaya Penyusutan Mesin, Kendaraan, Peralatan dan Bangunan
2.971.354 Jumlah
10.721.354 Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
Setelah diketahui besarnya biaya overhead pabrik maka dapat dilakukan perhitungan harga pokok produksi per kilogram mie basah. Perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing disajikan pada Tabel 4.11.
Tabel 4.11
Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing November 2014
Keterangan
Total Biaya (Rp) Biaya Bahan Baku
203.850.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung 29.000.000
Biaya Overhead Pabrik
10.721.354 Jumlah
243.571.354
Jumlah Produksi 27.000
Harga Pokok Produksi per Kilogram Mie Basah
9.021 Sumber: Data diolah UMKM Mie Basah Pak Taman, 2014.
Dengan menggunakan metode full costing diketahui harga pokok produksi per kilogram mie basah adalah sebesar Rp 9.021, didapatkan dari hasil penjumlahan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik kemudian dibagi dengan volume produksi miee basah selama bulan November 2014.