• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Indeks Produktivitas Tenaga Kerja

Dalam dokumen Analisis Produktivitas Parsial Tenaga Ke (Halaman 68-81)

ANALISIS PRODUKTIVITAS PARSIAL TENAGA KERJA PENGOLAHAN CPO PADA STASIUN KERJA PENGEMASAN

D. Hasil dan Pembahasan

4. Perhitungan Indeks Produktivitas Tenaga Kerja

Perhitungan Indeks Produktivitas Tenaga Kerja memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran umum tingkat produktivitas selama waktu tertentu. Dalam penelitian yang dilakukan yang dipilih sebagai waktu pengukuran dan sebagai penggambaran adalah periode 2012-2013.. Menurut Gaspersz (2000), Periode dasar merupakan periode normal dimana output (jumlah produksi) tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Perhitungan yang dilakukan dengan cara membagi rasio produktivitas tenaga kerja sesuai perhitungan dengan rasio produktivitas tenaga kerja periode dasar. Periode dasar yang digunakan ialah periode dasar

pada bulan pertama pengambilan data. Sehingga diharapkan akan mampu digunakan sebagai pembanding pada bulan bulan berikutnya, dengan syarat bahwa bulan periode dasar tersebut berproduksi secara normal.

Indeks produktivitas tenaga kerja bagian pengemasan tahun 2012 – 2013 ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 6.4 Indeks Produktivitas Tenaga kerja

Bulan Rasio Produktivita s Tenaga Kerja Indeks Produktivitas Tenaga Kerja Perubahan IP Tenaga Kerja Januari (2012) (PD) 154,708 100 0 Februari 231,975 149,943765 49, 943765 Maret 138,329 89,41295861 -10,587041 April 86,991 56,229154 -43,7708 Mei 200,034 129,2977 29,2977 Juni 367,269 237,391496 137,391496 Juli 285,969 184,84435 84,84435 Agustus 219,836 142,09737 42,09737 September 273,900 177,043204 77, 043204 Oktober 239,929 155,066318 55,066318 November 301,257 194,72619 94,72619 Desember 58,577 37,86294 -62,137058 Januari (2013) 141,253 91,30297 -8,697829 Februari 207,217 133,9407 33,9407 Maret 211,750 136,87075 36,87075 April 76,673 49,55982 -50,44018 Mei 31,043 20,065543 -79,934457 Juni 335,18 216,65331 116,65331 Juli 154,965 100.16612 0.16612 Agustus 178,402 115,31530 15,31530 September 260,280 168,2395 68,2395 Oktober 57,114 36,917289 -63,08271 November 25,714 16,620989 -83,379010 Desember 97,226 62,844843 -37,155156

Indeks produktivitas maksimal : 237,391496 (Bulan Juni 2012) Indeks produktivitas minimal : 16,620989 (Bulan November 2013) Rerata indeks produktivitas : 113,0416509

Perubahan indeks produktivitas maksimal : 137,391496 (Bulan Juni 2012) Perubahan indeks produktivitas minimal :-83,379010 (Bulan November 2013) Rerata perubahan indeks produktivitas : 16,76715967

5. Pembahasan

Perhitungan produktivitas tenaga kerja bagian pengemasan minyak kelapa sawit PT. Darmex Oils and Fats bertujuan untuk melakukan analisa terhadap produktivitas tenaga kerja, mengidentifikasi penyebab fluktuasi produktivitas, melakukan evaluasi dan memberikan saran perbaikan terhadap produktivitas. Analisa produktivitas diawali dengan pengukuran produktivitas menggunakan cara membandingkan antara output dan input. Dengan perbandingan pengambilan pada periode dasar.

Pengukuran telah dilakukan dari bulan Januari 2012 hingga Desember 2013. Dalam pengukuran tersebut telah cukup untuk membandingkan tingkat produktivitas tenaga kerja pada bagian pengemasan minyak kelapa sawit. Data produksi PT. Darmex Oils and Fats pada tahun 2012 - 2013 sudah menunjukkan fluktuasi yang terjadi pada produksi minyak kelapa sawit setiap bulan di stasiun kerja pengemasan. Fluktuasi yang terjadi pada produksi minyak kelapa sawit PT. Darmex Oils and Fats tahun 2012 dan 2013 menunjukan bahwa terjadi kenaikan hampir tiga bulan sekali. Hal ini dikarenakan pada bulan bulan tersebut permintaan tinggi dari order yang masuk pada perusahaan tersebut. selain itu masa – masa panen kelapa sawit membuat minyak yang telah diproses harus segera di kemas untuk mengurangi penyimpanan ada tangki penyimpan. Selain itu pada bulan Juni 2012 dan 2013 juga mengalami peningkatan ini dikarenakan persiapan bulan puasa dan lebaran sehingga stok yang harus dipenuhi cukup tinggi membuat produksi juga harus ditingkatkan.

Untuk melakukan perhitungan analisis produktivitas terhadap sebuah perusahaan seharusnya akan lebih baik jika menggunakan data lebih dari satu tahun/periode, dikarenakan dengan hal tersebut akan lebih menunjukan trend yang terjadi selama periode tertentu apakah produksi di perusahaan tersebut cenderung mengalami trend naik atau turun sehingga analisis yang dihasilkan menjadi lebih kompleks. Output yang digunakan dalam pengukuran produktivitas tenaga kerja bagian pengemasan PT. Darmex Oils and Fats adalah jumlah produk minyak kelapa sawit yang dihasilkan oleh bagian pengemasan setiap bulan yaitu jumlah minyak kelapa sawit yang berhasil dikemas.

Jumlah output dinyatakan dalam satuan L karena minyak kelapa sawit dikemas dengan menggunakan punch atau kemasan plastik dengan ukuran 1L dan 2 L serta dirigen dengan ukuran 5L dan 18 L untuk setiap jenis minyak kelapa sawit. Sementara input yang digunakan dalam pengukuran produktivitas adalah jumlah total jam kerja tenaga kerja setiap bulan. Rasio produktivitas antara output dan input tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengetahui seberapa banyak minyak kelapa sawit yang berhasil dikemas setiap jamnya. Setelah diketahui rasio produktivitas kemudian dihitung indeks produktivitas. Indeks produktivitas merupakan nilai perbandingan rasio produktivitas pada periode yang dihitung dengan rasio produktivitas produktivitas pada periode dasar. Periode dasar yang digunakan ialah pada awal bulan pengambilan data dengan alasan dengan pengambilan periode dasar pada awal bulan dapat digunakan untuk melihat perbandingan pada bulan berikutnya. Rasio produktivitas tenaga kerja pada periode tersebut sebesar154,708 L/jam . Ini berarti setiap satu jam kerja dapat digunakan oleh tenaga kerja untuk mengemas 154,708 L/ jam minyak kelapa sawit. Periode dasar adalah periode normal dimana keadaan pabrik berupa input, peralatan dan kecepatan produksi pekerja dalam kondisi normal atau berjalan dengan baik. Oleh karena periode dasarnya adalah bulan Juli maka indeks produktivitas pada bulan bulan Juni sebesar 100%. Untuk periode-periode yang lain dapat diketahui nilai indeks produktivitas melalui perbandingan rasio produktivitasnya terhadap rasio

produktivitas pada periode dasar. Dari indeks produktivitas tersebut, kemudian dapat diketahui perubahan produktivitasnya apakah mengalami kenaikan ataukah mengalami penurunan terhadap periode dasar.

Berdasarkan pengukuran indeks produktivitas, dapat diketahui bahwa indeks produktivitas maksimal yaitu pada bulan Juni 2012 yaitu sebesar 237,391496. Hal ini dikarenakan pada bulan Juni 2012 terjadi peningkatan produktivitas paling besar yaitu sebesar 137,391496dibandingkan dengan produktivitas tenaga kerja pada bulan Januari 2012 (periode dasar). Sedangkan indeks produktivitas minimum yaitu 16,620989 pada bulan November 2013, hal ini dikarenakan pada bulan ini terjadi penurunan produktivitas paling signifikan dibanding dengan bulan lainnya, yaitu sebesar 83,379010 dibandingkan produktivitas tenaga kerja pada bulan Januari 2012. Sementara rata-rata indeks produktivitas selama tahun 2012 - 2013 adalah sebesar 113,0416509. Dari rata-rata indeks produktivitas tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik, namun masih terjadi fluktuasi indeks produktivitas setiap bulannya. Fluktuasi dari kenaikan dan penurunan indeks produktivitas tenaga kerja dapat dilihat dari grafik pada gambar berikut.

0 50 100 150 200 250 IP Tenaga Kerja Column1 Periode (bulan) P ro se nt as e (% )

Fluktuasi indeks produktivitas ditunjukkan oleh nilai hasil perhitungan perubahan indeks produktivitas, dimana nilai yang bertanda (+) menyatakan terjadinya kenaikan indeks produktivitas pada periode tersebut berdasarkan periode dasar dan nilai yang bertanda negatif (-) menunjukkan adanya penurunan indeks produktivitas.

Pada Gambar 6.2 terlihat jelas bahwa terjadi fluktuasi indeks produktivitas tenaga kerja di bagian pengemasan PT. Darmex Oils and Fats selama tahun 2012 - 2013. Dari grafik terlihat nilai produktivitas tenaga kerja tertinggi adalah pada bulan Juni 2012 yaitu. Nilai produktivitas tenaga kerja terendah adalah pada bulan. Peningkatan di bulan Juni terjadi karena pada masa itu stok dari CPO yang cukup tinggi karena pada masa panen selain itu pada masa itu produksi sangat meningkat karena persiapan puasa dan terdapat order dari luar yang tinggi untuk kebutuhan minyak goreng . Sedangkan penurunan terendah pada bulan November disebabkan rendahnya tingkat produksi yaitu 36.000 L sedangkan jam kerja karyawan pada bulan tersebut yaitu 175 jam. Sehingga terjadi ketidakefektifan kinerja dari karyawan karena dengan tingkat jumlah produksi rendah dengan total jam kerja karyawan yang cukup tinggi, maka produktivitas dari karyawan akan menurun karena banyak waktu yang tidak efektif atau menganggur. Ini terlihat walaupun waktu kerja yang berbeda namun dengan perbedaan yang hanya 7 hari namun hasil dari produksi tersebut dapat sangat berbeda.

Dari grafik juga terlihat pada bulan Februari 2012, Juni2012, September 2012, November 2012, dan Januari 2013, Februari 2013, Maret 2013 Juni 2013 Agustus 2013 September 2013 dan. Namun pada bulan lain indeks produktivitas tenaga kerja mengalami penurunan produktivitas. Dari hal tersebut, kinerja yang ditampilkan tenaga kerja bagian pengemasan PT. Darmex Oils and Fats pada tahun 2012 – 2013 masih kurang baik, karena masih terdapat nilai produktivitas yang berada dibawah nilai produktivitas standar yang diharapkan, sehingga masih terjadi fluktuasi dari satu periode bulan ke periode bulan lainnya. Keadaan ini digambarkan dengan adanya titik yang berada dibawah nilai 100 sebagai indeks dasar atau pembanding.

Kenaikan maupun penurunan indeks produktivitas tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:

a. Jumlah peermintaan yang tidak konstan

Jumlah pengemasan minyak kelapa sawit dilakukan sesuai permintaan dengan kontrak yang telah disepakati. Sementara itu, jam kerja karyawan dan jumlah tenaga kerja di bagian pengemasan tetap. Jumlah pesanan yang tidak konstan atau berubah-ubah menyebabkan jumlah produksi pengemasan yang tidak konstan pula. Para pekerja terkadang hanya melakukan pekerjaan sesuai dengan target sehingga rata-rata pekerja mampu memenuhi target produksi yang ditentukan, namun ketika permintaan sedikit maka karyawan bagian pengemasan banyak yang mengalami waktu menganggur. Biasanya waktu menganggur ini kemudian digunakan untuk membantu pekerjaan lain seperti pekerjaan penggudangan.

b. Jumlah bahan baku yang bergantung pada musim panen

Penurunan produktivitas disebabkan pula oleh ketersediaan bahan baku yang masuk tidak tetap sehingga produksi minyak juga tidak tetap. Jika pada bulan biasa maka pengemasan dapat berjalan sesuai standar namun ketika musim panen dan minyak mentah tidak sesuai standar ekspor minyak mentah terlalu banyak maka akan terjadi penumpukan bahan baku pembuatan minyak, sehingga bahan baku ini harus segera diproses agar tidak semakin turun kualitasnya. Dengan hasil yang banyak maka mau tidak mau pengemasan harus di tingkatkan ini untuk mengurangi beban dari tangki penampung minyak agar tidak terjadi penumpukan yang terlalu lama c. Tenaga kerja

Tingkat produktivitas dapat dipengaruhi oleh kemampuan pekerja. Setiap orang tentunya memiliki kemampuan kerja yang berbeda-beda, demikian pula dengan para tenaga kerja di bagian pengemasan minyak kelapa sawit PT. Darmex Oils and Fats. Keahlian yang dimiliki masing-masing pekerja juga berbeda. Hendaknya setiap pekerja memiliki kemampuan dan menguasai semua bagian pekerjaan dalam pengemasan minyak kelapa

sawit karena kemampuan pekerja dan kercepatan kerja pekerja akan berpengaruh pada output yang dihasilkan.Karena selama ini pelatihan pelatihan masih kurang dan hanya dilakukan saat awal masuk perusahaan Selain itu banyaknya pekerja yang tidak mengindahkan SOP seperti bekerja tetap bermain handphone serta banyak ngobrol membuat faktor ini diperhitungkan dalam penurunan produktivitas.

d. Mesin dan peralatan

Penurunan produktivitas dapat juga dikarenakan mesin. Pada mesin pengemas di perusahaan ini masih menggunakan model lama dengan hasil 30 kemasan permenit, namun karena mesin masih lama sering terjadi gangguan sehingga mobilitas mesin ini terganggu. Selain itu kurangnya tenaga ahli yang mengerti tentang mesin ini ( operator sedikit) membuat penurunan efisiensi mesin ini semakin terlihat

e. Metode

Metode yang digunakan dalam melakukan suatu kegiatan akan berpengaruh pula pada keberhasilannya. Dilihat dari metodenya, penurunan produktivitas tenaga kerja pada bagian pengemasan dapat disebabkan oleh metode pengaturan atau pembagian kerja yang kurang tepat. Pekerja yang bekerja di bagian pengemasan juga menangani pekerjaan pergudangan sehingga seringkali mengurangi efektivitas tenaga kerja karena mereka tidak terfokus pada satu pekerjaan. Selain itu metode kerja yang belum sesuai dengan SOP (Standard Operational Procedure) juga mampu mengurangi produktivitas terkait efektivitas prosedur yang digunakan. f. Lingkungan kerja

Lingkungan kerja akan sangat berpengaruh pada kinerja para pekerja terkait kenyamanan saat bekerja. Dengan lingkungan yang nyaman saat bekerja maka pekerja akan lebih bersemangat dan meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan. Lingkungan kerja yang nyaman, fasilitas kerja, dan pemenuhan hak-hak pekerja akan sangat berpengaruh pada kenyamanan pekerja. Pekerja yang tidak merasa nyaman saat bekerja tidak akan bekerja

secara maksimal sehingga produktivitas tenaga kerja dalam menghasilkan output juga menurun.

Bagian pengemasan PT. Darmex Oils and Fats memiliki lingkungan kerja yang kurang nyaman,karena suasana yang sedikit pengap juga sedikit anas walaupun pada bagian mesin terdapat ac namun pada pengemasan dalam kardusnya terdapat di luar area steril ( area mesin) . Hal ini dapat berpengaruh dan menyebabkan penurunan produktivitas tenaga kerja. Selain itu faktor pertemanan yang erat terkadang justru mengurangi produktivitas karena seringnya ngobrol di antara sesama.

Kemungkinan terjadinya penurunan produktivitas tenaga kerja bagian pengemasan selama tahun 2012 - 2013 dapat dilihat dari diagram CEDAC pada gambar berikut.

Lingkungan berdebu Kemampuan kerja dan bising , panas Mesin sering yang berbeda

mengalami kerusakan Fasilitas kurang

memadadi Kurang disiplin

Kurangnya kesesuaian Bahan Baku prosedur dengan SOP musiman

Gambar 6.4 Diagram CEDAC

Dari faktor-faktor didapat alasan – alasan yang mungkin dapat memperkuat cedak diantaranya:

1. Tenaga kerja PT. Darmex Oils and Fats banyak yang menunjukkan tingkat kehadiran yang kurang, baik pada lingkup karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan PT. Darmex Oils and Fats menerapkan sistem reward (Penghargaan) dan punishment

Lingkungan Mesin Manusia

Material Metode

Penurunan produktivitas

(Sanksi) yang digunakan sebagai sarana untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan kedisiplinan, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu sistem reward yang digunakan PT. Darmex Oils and Fats adalah dengan mengadakan pemilihan karyawan terbaik atau dengan memberikan penghargaan dan hadiah kepada karyawan. Sistem punishment, berupa teguran lisan sampai sanksi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), diterapkan pada karyawan yang melanggar peraturan secara terus menerus di PT. Darmex Oils and Fats. Setiap tahun PT. Darmex Oils and Fats akan melakukan pengukuran terhadap produktivitas perusahaan secara keseluruhan, jika terjadi penurunan produktivitas yang disebabkan oleh penurunan kinerja karyawan di PT. Darmex Oils and Fats, maka akan dilakukan evaluasi terhadap karyawan untuk menanggulangi hal tersebut. Dalam hal ini, PT. Darmex Oils and Fats tidak memberikan sangsi secara langsung apabila terjadi penurunan kinerja karyawan yang berdampak pada penurunan produktivitas perusahaan, namun PT. Darmex Oils and Fats akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kinerja karyawan tersebut.

2. Lingkungan kerja

Lingkungan kerja, termasuk kebersihan lingkungan di area kerja pengemasan perlu dijaga karena lingkungan kerja akan sangat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Selain kebersihan, kerapian lingkungan area kerja juga perlu dijaga karena hal ini terkait dengan kenyamanan pekerja. Kenyamanan lingkungan akan memberikan pengaruh yang baik bagi kinerja para pekerja.

3. Mesin dan peralatan

Pada mesin harus dilakukan perbaruan mesin karena mesin – mesin yang digunakan ialah mesindari tahun 2003 yang dianggap ketinggalan jalan. Namun selain dilakukan pembaruan mesin dapat dibenahi dengan

mengganti onderdil – onderdil sehingga efisiensi dapat ditingkatkan. Walaupunakan jauh lebih baik dengan penggantian mesin baru dengan kualitas yang lebih baik dan tingkat produksi permenit yang leih besar.

4. Metode

Perbaikan metode kerja dapat pula digunakan dalam upaya perbaikan produktivitas. Sebaiknya metode yang digunakan dalam proses pengemasan disesuaikan dengan SOP (Standard operational procedure). Kesesuaian terhadap SOP ini dimaksudkan agar penggunaan pekerja lebih efisien dan didapatkan output dengan kualitas yang diinginkan. Selain itu, dalam metode pembagian jam kerja, dapat diterapkan system shift yang jelas yang dimaksudkan untuk mencapai efisiensi pemakaian tenaga kerja dan jam kerja serta pembagian unit-unit kerja agar pekerjaannya lebih terfokus.

Manfaaat analisa produktivitas tenaga kerja di bagian pengemasan minyak kelapa sawit antara lain dapat digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat dianalisa solusi yang mungkin dapat ditempuh untuk menjaga agar produktivitas tetap tinggi sesuai yang diharapkan perusahaan atau bahkan meningkatkannya. Dari pengukuran produktivitas ini perusahaan minyak kelapa sawit PT. Darmex Oils and Fats dapat melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan kemudian dapat diketahui kegiatan yang harus diambil.

Dari data output jumlah produksi PT. Darmex Oils and Fats yang sangat berfluktuasi setiap bulannya, maka untuk mengoptimalkan produktivitas perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut :

1. Menerapkan adanya shift kerja karyawan.

Sistem shift kerja karyawan dapat memberikan kemungkinan meningkatnya hasil produksi perusahaan PT. Darmex Oils and Fats sehubungan dengan permintaan barang-barang produksi yang juga meningkat. Dengan demikian untuk meningkatkan produktivitas, PT.

Darmex Oils and Fats dapat melakukan pengaturan jam kerja karyawan. Jam kerja karyawan dibagi dalam dua waktu, yaitu jam kerja yang normal (tradisional) dan jam kerja shift. Jam kerja normal adalah jam kerja dimana karyawan diharuskan untuk bekerja penuh selama kurang lebih 7 jam sehari. Sedangkan jam kerja shift adalah jam kerja dimana karyawan memiliki periode tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk melaksanakan pekerjaan. Sebagai contoh pelaksanaan shift itu sendiri ada yang dalam satu shift dan ada shift yang berotasi. Dalam sistem kerja shift yang berotasi di PT. Darmex Oils and Fats, karyawan bekerja satu minggu pada shift pagi, dan satu minggu pada shift siang. Tidak ada keseragaman waktu shift kerja, sehingga dengan hal tersebut karyawan dapat bekerja secara optimal dan dapat meminimalkan karyawan yang menganggur pada saat jam kerja. Oleh karena itu, dengan adanya shift kerja ini dapat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas PT. Darmex Oils and Fats menjadi lebih optimal.

2. Menambah perkebunan dan mengurangi ekspor minyak mentah.

Untuk mempertahankan produktivitas agar tetap tinggi maka salah satu cara ialah menambah perkebuna kelapa sawit sehingga pasokan bahan baku akan lebih stabil . selain itu pengurangan ekspor minyak mentah juga dapat membantu agar produktivitas minyak kemasan ini tetap terjaga.

3. Menerapkan sistem inventori produk minyak kelapa sawit di gudang produksi PT. Darmex Oils and Fats.

Setiap perusahaan akan selalu mengadakan inventori/persediaan. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang/jasa. Persediaan diadakan apabila keuntungan yang diharapkan dari persediaan tersebut hendaknya lebih besar daripada biaya-biaya yang ditimbulkannya. Begitu juga pada PT. Darmex Oils and Fats yang menghasilkan produk minyak

kelapa sawit. Dimana dalam pengolahan minyak kelapa sawit semua bahan baku yang masuk pabrik harus dapat diolah menjadi produk minyak kelapa sawit. PT. Darmex Oils and Fats memproduksi minyak kelapa sawit setiap hari, dengan kapasitas produksi yang telah ditentukan sesuai dengan jumlah bahan baku yang masuk pabrik. Namun, jumlah permintaan setiap bulan di PT. Darmex Oils and Fats tidak konstan, sehingga sering terjadi perbedaan jumlah produksi antara produk minyak kelapa sawit yang dihasilkan setiap bulannya dengan permintaan minyak kelapa sawit setiap bulannya. Oleh karena itu, sistem invetori gudang sangat diperlukan pada unit produksi PT. Darmex Oils and Fats mengingat produk minyak kelapa sawit dapat bertahan sekitar 2 tahun. Sistem inventori ini dilakukan ketika terjadi kelebihan jumlah produksi pada bulan tertentu, sehingga produk minyak dapat dijadikan persediaan dan disimpan digudang untuk kemudian hari dapat digunakan untuk memenuhi permintaan ketika terjadi kekurangan jumlah produksi pada bulan tertentu. Sistem inventori ini akan sangat berguna di PT. Darmex Oils and Fats untuk mengoptimalkan dan meningkatkan produktivitas perusahaan selama dapat mengendalikan biaya-biaya yang timbul akibat inventori tersebut.

E. Penutup

Dalam dokumen Analisis Produktivitas Parsial Tenaga Ke (Halaman 68-81)

Dokumen terkait