• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERHITUNGAN PEMBEBANAN 20 DERAJAT

PEMBEBANAN MODEL 20 DERAJAT

I. PERHITUNGAN PEMBEBANAN 20 DERAJAT

1.1.2. Beban Mati Tambahan (SIDL)

Beban SDL yang digunakan dalam desain ini adalah :

kN/m3 kg/m3 Atap :

Genteng keramik (reng + kasau) 0.5 50

Atap metal 1mm (reng + kasau) 0.1 10

Dek Beton (screed)

Plafon, ceilling, langit-langit 0.18 18 Finising lantai :

Keramik (+ screed/adukan semen) 1.5 150

Raised floor (+ carpet) 0.2 20

Dinding :

Pasangan bata merah satu batu 4.5 450 Pasangan bata merah setengah batu 2.5 250

Batako berlubang, t 10 cm 1.2 120

Batako berlubang, t 20 cm 2 200

Batako tanpa lubang, t 15 cm 3 300

Batako berlubang, t 10 cm 2 200

Hebel 10 cm + render 1 100

Hebel 12.5 cm + render 1.2 120

Celcon10 cm + render 1.5 150

Celcon12.5 cm + render 1.7 170

Beban mati tambahan lantai

-Keramik (+ screed/adukan semen) = 1.5 kN/m²

-Berat plapond + penggantung = 0.180 kN/m²

-Raised floor (+ carpet) = 0.200 kN/m²

-Berat Instalasi ME = 0.200 kN/m²

Total beban mati tambahan qDL = 2.080 kN/m²

dipakai q = 2.080 kN/m²

Berat Volume Tabel 1.2. Daftar Beban Mati sebagai Beban Mati Tambahan

Beban mati tambahan atau super imposed dead load adalah berat komponen non struktural (arsitektural dan MEP) yang terdapat pada struktur bangungan.

Material

Beban mati tambahan dinding bata lantai 1 ke lantai 10

-Pasangan dinding 1/2 bata = 2.500 kN/m²

-Tinggi dinding = 4.000 M

Total beban mati tambahan qDL = 10.000 kN/m² dipakai qDL = 10.000 kN/m²

Beban mati tambahan dinding bata pada sisi tangga

-Pasangan dinding 1/2 bata = 2.500 kN/m²

-Tinggi dinding = 2.000 M

Total beban mati tambahan qDL = 5.000 kN/m²

dipakai qDL = 5.000 kN/m²

Beban mati tambahan dak atap

-Keramik (+ screed/adukan semen) = 1.500 kN/m²

-Berat plapond + penggantung = 0.180 kN/m²

-Berat Instalasi ME = 0.200 kN/m²

Total beban mati tambahan qDL = 1.880 kN/m²

dipakai qDL = 1.880 kN/m²

Beban mati tambahan lift

-Pu Berat Lift = 2000

-Berat beban Lift = 1000

-Berat mesin = 258

Total beban mati tambahan qDL = 3258 Kg

dipakai qDL = 32.580 kN

Beban mati tambahan Tangga

Keterangan :

Langkah datar (antrede ) = 300 mm

Langkah naik (optrede ) = 200 mm

Jumlah total = 12 N

1. Beban mati tambahan pada Plat Tangga Berat finising lantai (spesi + keramik) tebal 5 cm

0.05 x 22 1.10 kN/m2

Beban mati trap beton

0.07 x 0.2 x 24 0.32 kN/m2

Berat dinding pegangan (handrill )

1.2 x 2.5 / 2 1.5 kN/m2

qDL 2.92 kN/m2

2. Beban mati tambahan pada Plat Bordes

Berat finising lantai (spesi + keramik) tebal 5 cm

0.05 x 22 1.10 kN/m2

Berat dinding pegangan (handrill )

1.2 x 2.5 / 2 1.5 kN/m2

qDL 2.60 kN/m2

Beban pada tangga meliputi beban mati berupa antrede, optrede, dan finising berupa pasangan keramik. Data teknis tangga dalam perencanaan sebagai berikut

Keramik Spesi

Trap tangga

Pelat beton Antrade

Optrede

Tebal pelat

1.2 BEBAN HIDUP (LL)

dimana :

KLL = faktor elemen beban hidup (tabel 4-2)luas tributari m2 AT = luas tributari m2

Syarat :

Beban hidup atau live load adalah beban yang terjadi akibat penghunian atau

penggunaan gedung yang berasal dari barang atau orang yang dapat berpindah tempat sehingga mengakibatkan perubahan dalam pembebanan lantai dan atap. Berdasarkan SNI 1727 : 1013 untuk beban hidup gedung, beban hidup dapat di reduksi, yakni faktor elemen diambil 3 karena masuk golongan kolom-kolom tepi dengan plat kantilever.

Misalnya area tributari kolom terbesar berapa sebagai acuan reduksi beban hidup.

L tidak boleh kurang dari 0.5 Lo untuk komponen struktur yang mendukung satu lantai dan L tidak boleh kurang dari 0.4 Lo untuk komponen struktur yang mendukung dua lantai atau lebih dari dua lantai

Tabel 1.3 Fator elemen beban hidup, KLL

Lo = beban hidup rencana tanpa reduksi per m2 dari luasan yang didukung oleh komponen struktur

L = beban hidup rencana reduksi per m2 dari luasan yang didukung oleh komponen struktur

kN/m3 kg/m3

Beban hidup ruang kantor 2.4 2400

Beban hidup ruang komputer 4.79 4790

Koridor di atas lantai pertama 3.83 3830

Koridor lantai pertama 4.79 4790

Beban hidup ruang operasi, Laboratorium 2.87 2870

Beban hidup ruang pasien 1.92 1920

Beban hidup koridor di atas lantai pertama 3.83 3830

Ruang penyimpanan 7.18 7180

Beban hidup tangga sebesar 4.79 4790

Beban hidup dak sebesar 0.96 960

Beban hidup ruang pertemuan sebesar 4.79 4790

Beban hidup lantai parkir sebesar 1.92 1920

Beban hidup lantai parkir terpusat sebesar 13.35 13350

Beban hidup ruang mesin lift 7.18 7180

Semua ruang kecuali tangga (Apartemen) 1.92 1920

1.3 BEBAN GEMPA (E)

1.3.1. Tahapan Analisis Gempa pada Bangunan Gedung 1. Menentukan kategori resiko bangunan gedung (I-IV)

Jenis pemanfaatan :

SNI 1276 : 2019, Tabel 3- Ketegori risiko bangunan gedung dan non gedung untuk beban Gempa

SNI 1726 : 2019 menentukan pengaruh gempa rencana yang harus ditinjau dalam perencanaan dan evaluasi strukturbangunan gedung dan nongedung serta berbagai bagian dan peralatannya secara umum. Gempa rencana ditetapkan sebagai gempa dengan kemungkina terlampaui besarannya selama umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2%.

Helipad, Helikopter dengan berat lepas landas lebih 2870 dari 3000. Lb (13.35 kN)

Beban sesuai fungsi ruang Berat per luasan

2.87 Tabel 1.4 Rangkuman beban hidup (LL)

Gedung apartemen/ rumah susun

2. Menentukan Faktor Keutamaan Gempa

SNI 1276 : 2019, Tabel 4- Faktor keutamaan gempa

Kategori risiko : II

Faktor keutamaan Gempa, Ie : 1

3. Menentukan parameter percepatan tanah (Ss, S1)

(redaman kritis 5% ) adalah : Ss = 1.0 - 1.20 g 1.105731

(redaman kritis 5% ) adalah : S1 = 0.40 - 0.50 g 0.438478

4. Menentukan Klasifikasi Situs (SA - SF)

Lihat SNI 1276 : 2019, Tabel 5- Klasifikasi Situs

5. Menentukan Koefisien Situs (Fa , FV)

Lihat di SNI 1276 : 2019, Tabel 6 - Koefisien Situs, Fa 1.0154152

Ss Fa INTERPOLASI Fa

1 1.1 Input

1.25 0.9 Input

1.1057 1.0154152

Lihat di SNI 1276 : 2019, Tabel 7 - Koefisien Situs, Fv 2.323044

S1 Fv INTERPOLASI Fv

0.4 2.4 Input

0.5 2.2 Input

0.4385 2.323044

Bersasarkan Peta di atas Pulau lombok mempunyai Parameter gerak tanah S1, gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER) wilayah Indonesia untuk spektrum respon 1,0 detik

SE ( Tanah Lunak )

Bersasarkan Peta di atas Pulau lombok mempunyai Parameter gerak tanah Ss, gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER) wilayah Indonesia untuk spektrum respon 0,2 detik

SNI 1726:2019, Gambar 15-Parameter gerak tanah Ss, gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER) wilayah Indonesia untuk spektrum respon 0,2 detik (redaman kritis 5%)

Klasifikasi situs ditetapkan sebagai SA (batuan keras), SB (batuan), SC (tanah keras), SD (tanah sedang), SE (tanah lunak) dan SF (tanah khusus). Apabila untuk tebal lapisan setebal maksimum 30 m paling atas dopenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam standar peraturan gempa.

6. Menghitung Parameter Percepatan desain (Sds, Sd1) Parameter Respon Spektral Percepatan Periode Pendek

SMS = Fa * Ss 1.12277606 Parameter Respon Spektral Percepatan Periode 1 sec

SM1 = Fv * S1 1.01860369 Parameter Respon Spektral Percepatan Desain Periode Pendek

SDS = (2/3) * SMS 0.74851738 Parameter Respon Spektral Percepatan Desain Periode 1 sec

SD1 = (2/3) * SM1 0.67906912

7. Parameter percepatan respon gempa

Area lokasi Gedung Latitude : -8.437997 Longitude : 116.03982

Dalam mendapatkan data gempa dalam perencanaan ini bangunan ini seperti urutan langkah-langkah di atas, menggunakan sofware Puskim-PusGeN-ESRC, 2019-2020 dengan menginput data koordinat pada lokasi proyek

Untuk berbagai variabel respon gempa, harus disesuaikan dengan lokasi bangunan yang ditinjau, adapun parameter yang didapat dari Desain Spektara indonesia untuk lokasi kegatan pembangunan adalah sebagai berikut :

Dari data grafik, dipakai acuan respon desain "Tanah Lunak"

BATUAN

Variabel Satuan

PGA (g) g

SS (g) g

S1 (g) g

SMS (g) g

SM1 (g) g

SDS (g) dt

SD1 (g) dt

Gambar 1.1 . Spektrum Respon Desain dari Situs Sesuai Koordinat Lokasi

Nilai 0.479205

TANAH SEDANG (D) Tabel 1.5 Respon Desain

Gambar 1.2 Spektrum Respon Desain dari Situs Sesuai Koordinat Tanah Lunak 1.018604

0.748517 0.679069 0.438478 1.105731

1.122776

8. Menentukan Kategori desain Seismik, KDS (A-F)

Tabel 1.6. SNI 1276 : 2019, Tabel 8 - Kategori seismik berdasarkan parameter respon persepatan pada perode pendek

Berdasarkan data :

Sds = 0.7485

Sd1 = 0.6791

Maka Kategori Desain Seismik (KDS) yang dipakai D

9. Pilih Sistem dan Parameter Struktur (R, Cd, Wo)

Pemilihan Sistem Struktur

Koefisien Modifikasi Respon R 8

Faktor Kuat Lebih Sistem Ω0 3

Koefisien Amplifikasi Defleksi Cd 5.5

Tabel 1.7. SNI 1276 : 2019, Tabel 9 - Kategori seismik berdasarkan parameter respon persepatan pada perode 1 detik

Tabel 1.8. SNI 1276 : 2019, Tabel 12 - Kfaktor R, Cd, Wo untuk sistem pemikul gaya seismik

C. Rangka beton bertulang pemikul momen khusus

10. Periode Fundamental Struktur

Tabel 1.10. SNI 1276 : 2019, Tabel 18 Nilai parameter periode pendekatan Ct dan x

Tabel 1.9. SNI 1276 : 2019, Tabel 17 Koefisien untuk batas pada perioda yang dihitung

Tipe Struktur

Koefisien Ct Ct 0.0488

Tinggi Bangunan dari Muka Tanah hn 41.0882

Koefisien x x 0.75

Koefisien Batas Atas untuk Periode Terhitung Cu 1.4 Eksponen yang terkait periode struktur Arah X kx 1.304 Eksponen yang terkait periode struktur Arah Y ky 1.304 Periode Fundamental (Perhitungan Software) Arah Tcx 2.012 Periode Fundamental (Perhitungan Software) Arah Tcy 2.116 Periode Fundamental Pendekatan Ta = Ct * hnx 0.792 Batas Atas Periode Fundamental Cu * Ta 1.109

Ct x Hnx < T program < Ta x Cu

Periode Fundamental Struktur Arah X Pakai Tx 1.109 Periode Fundamental Struktur Arah Y Pakai Ty 1.109

11. Gaya Geser Dasar Dan Seismik

Koefisien Respons Seismik Cs = SDS / (R/Ie) 0.09356467 Batas Atas Arah X Cs,max,X = SD1 / Tx (R/Ie) 0.0765576 Batas Atas Arah Y Cs,max,Y = SD1 / Ty (R/Ie) 0.0765576 Batas Bawah Cs,min,1 (0.044 SDS Ie >= 0.01) 0.03293476 Batas Bawah (dipakai jika S1 >= 0,6 g) Cs,min,2 (0.5 S1 / (R/Ie)) 0.02740 Koefisien Respons Seismik Pakai Arah XCs,pakai,X 0.07656 Koefisien Respons Seismik Pakai Arah YCs,pakai,Y 0.07656

Berat Seismik Efektif W 87658.8155

Gaya Geser Dasar Seismik Arah X VX = Cs pakai x * W 6710.94842 Gaya Geser Dasar Seismik Arah Y VY = Cs pakai y * W 6710.94842 Gaya Geser Statik (ETABS) Arah X VeX -6709.4676 Gaya Geser Statik (ETABS) Arah Y VeY -6709.4676

Semua sistem struktur lainnya

Massa hi Wihi^k Fx Vx

(kg) M (Kgf-m) (Kgf) (Kgf)

ATAP 421257 41.0882 53634426.5 0.112746 77155.1785 19288.8 LT 10 813985.89 37.0882 90676113.3 0.190612 130441.065 32610.3 LT 9 825560.82 33.0882 79245886.5 0.166585 113998.246 28499.6 LT 8 825560.82 29.0882 66986700.9 0.140814 96362.9371 24090.7 LT 7 838573.83 25.0882 56101958.4 0.117933 80704.8177 20176.2 LT 6 853412.53 21.0882 45520449.1 0.09569 65482.911 16370.7 LT 5 853412.53 17.0882 34598758.8 0.072731 49771.6409 12442.9 LT 4 868040.77 13.0882 24852684.8 0.052243 35751.5398 8937.88 LT 3 884494.71 9.0882 15736652 0.03308 22637.7772 5659.44 LT 2 884494.71 5.0882 7384511.03 0.015523 10622.9022 2655.73 LT 1 869917.93 1.0882 971315.496 0.002042 1397.27458 349.319

TOTAL 8938711.5 475709457 6710.94842 6710.95

Massa hi Wihi^k Fy Vy

(kg) M (Kgf-m) (Kgf) (Kgf)

ATAP 421257 41.0882 53634426.5 0.112746 77155.1785 9644.4

LT 10 813985.89 37.0882 90676113.3 0.190612 130441.065 16305.1

LT 9 825560.82 33.0882 79245886.5 0.166585 113998.246 14249.8

LT 8 825560.82 29.0882 66986700.9 0.140814 96362.9371 12045.4

LT 7 838573.83 25.0882 56101958.4 0.117933 80704.8177 10088.1

LT 6 853412.53 21.0882 45520449.1 0.09569 65482.911 8185.36

LT 5 853412.53 17.0882 34598758.8 0.072731 49771.6409 6221.46

LT 4 868040.77 13.0882 24852684.8 0.052243 35751.5398 4468.94

LT 3 884494.71 9.0882 15736652 0.03308 22637.7772 2829.72

LT 2 884494.71 5.0882 7384511.03 0.015523 10622.9022 1327.86

LT 1 869917.93 1.0882 971315.496 0.002042 1397.27458 174.659

TOTAL 8938711.5 475709457 6710.94842 6710.95

Tabel 1.12. Distribusi Gaya Gempa Statik Ekivalen Tiap Lantai Arah y

Lantai KY Cv

1.304

Lantai KX Cv

1.304

Tabel 1.11. Distribusi Gaya Gempa Statik Ekivalen Tiap Lantai Arah x

Untuk menghitung nilai F, Cv dan Vx bisa menggunakan Persamaan berikut :

R 8 Tx 1.109

I 1 Ty 1.109

Ω0 3

Cd 5.5

Ss 1.1057

S1 0.4385

Beban Gempa statik ekivalen dihitung automatis dalam program, dalam kasus ini mengacu kepada ASCE 7-2016, dengan mengganti parameter gempa :

Gambar 2.3 Input data Gempa Statik sumbu X

12. Beban Gempa Dinamik

T T Sa Spektrum Respon Percepatan Desain

detik detik (g) T0 = 0.2 SD1/SDs 0.181443784

0 0 0.299 Ts = SD1/SDs 0.907218919

T0 0.181 0.749 TL = Periode Panjang 12

TS 0.907 0.749 jika, T < T0 maka :

Ts+0.50 1.407 0.483 Sa = SDS * (0.4 + 0.6 T/To) Ts+1.00 1.907 0.356 jika, T0 ≤ T ≤ Ts maka :

Ts+1.50 2.407 0.282 Sa = SDs

Ts+2.00 2.907 0.234 jika, T > Ts maka :

Ts+2.50 3.407 0.199 Sa = SD1 / T

Ts+3.00 3.907 0.174 jika, T > TL maka :

Ts+3.50 4.407 0.154 Sa = (SD1 / TL)/T^2

Ts+4.00 4.907 0.138

Ts+4.50 5.407 0.126

Ts+5.00 5.907 0.115

Ts+5.50 6.407 0.106

Gambar 2.4 Input data Gempa Statik sumbu Y

Ts+7.00 7.907 0.086

Ts+7.50 8.407 0.081

Ts+8.00 8.907 0.076

Ts+8.50 9.407 0.072

Ts+9.00 9.907 0.069

Ts+9.50 10.407 0.065 Ts+10.00 10.907 0.062 Ts+10.50 11.407 0.060 Ts+11.00 11.907 0.057 Ts+11.50 12.407 0.055

13. Penskalaan Gaya

Faktor Skala Awal SF = g / (R / I) 1.226 m/s2

1225.83 mm/s2 Gaya Geser Dasar Analisis Struktur Arah RSPX Vi,X 2660.76

Gaya Geser Dasar Analisis Struktur Arah RSPY Vi,Y 2739.27

Penskalaan Gaya Gempa Arah X fX 2.522 Fs Baru

Penskalaan Gaya Gempa Arah Y fY 2.450 Fs Baru

Faktor Skala Baru Arah X SFX 3091.788 mm/s2

Faktor Skala Baru Arah Y SFY 3003.171 mm/s2

0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8

0.00 0.91 1.91 2.91 3.91 4.91 5.91 6.91 7.91 8.91 9.91 10.91 11.91

Sa

T (detik)

Respons Spectrum

Gambar 1.5 Pengecekan Penskalaan Beban Gempa

SKRIPSI ALDO UTAMA PUTRA (HOTEL/APARTEMEN) Tanggal Hari dari Jl. Raya Senggigi Malimbu No.99, Malaka, Kec. Pemenang Dibuat

Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. 83352 Diperiksa

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR Disetujui

Rev Tgl Hal Dibuat Diperiksa Disetujui

II

PENGECEKAN PRILAKU STRUKTUR

Uraian

2.1 SYARAT TRANSLASI

Berikut adalah ilustrasi perilaku struktur pada mode 1, mode 2, dan mode 3

II. PENGECEKAN PRILAKU STRUKTUR

Berdasarkan SNI-1726-2019, bahwa mode 1 dan mode 2 berupa translasi arah X, maupun Y. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari torsi yang besar.

2.1 Tabel Translasi Arah X dan Y

Pada tabel diatas menunjukkan dominasi pada mode 1 dan 2 dominan terjadi translasi dimana pada mode 1 dominan UY=72.41%, dan pada mode 2 dominan UX=55.69%, dan pada mode ke-3 terjadi rotasi sebesar RZ=56.11%.

2.2 SYARAT PARTISIPASI MASSA

Gambar 2.3 Rotasi

Menurut SNI-1726-2019 Pasal 7.9.1.1 : Analisis harus menyertakan jumlah ragam yang cukup untuk mendapatkan partisipasi massa ragam terkombinasi sebesar paling sedikit 100

% dari massa aktual dalam masing-masing arah horisontal ortogonal dari respon yang ditinjau oleh model.

2.2 Tabel Partisipasi Massa Rasio Gambar 2.2 Translasi Arah Y

3.3 SIMPANGAN ANTAR LANTAI

Simpangan Antar Tingkat Izin (Tabel) Δa 0.02 h

Faktor Redundansi ρ 1

Story Drift Inelastik Izin (Syarat Sprm) Δmax 0.02

Faktor Pembesaran Defleksi Cd 5.5

Faktor Keutamaan Gempa Ie 1

Story Displaceme

nt Elastic Drift

Inelastic Drift (Komulatif)

Inelastic Drift (Per

Story)

Cek

δeX δeX ΔX ΔX

(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)

11 133.572 5.168 4000 734.646 28.424 80.000 OK

10 128.404 8.383 4000 706.222 46.107 80.000 OK

9 120.021 11.602 4000 660.116 63.811 80.000 OK

8 108.419 14.256 4000 596.305 78.408 80.000 OK

7 94.163 14.118 4000 517.897 77.649 80.000 OK

6 80.045 15.746 4000 440.248 86.603 80.000 NOT OK

5 64.299 17.002 4000 353.645 93.511 80.000 NOT OK

4 47.297 16.160 4000 260.134 88.880 80.000 NOT OK

3 31.137 16.014 4000 171.254 88.077 80.000 NOT OK

2 15.123 12.765 4000 83.177 70.208 80.000 OK

1 2.358 2.358 4000 12.969 12.969 80.000 OK

h Drift Limit

Tabel 2.3 Simpangan Antar Lantai Arah X

Story Displaceme

nt Elastic Drift h

Inelastic Drift (Komulatif)

Inelastic Drift (Per

Story)

Drift Limit

δeY δeY ΔX ΔY

(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)

11 147.597 5.465 4,000 811.784 30.058 80.000 OK

10 142.132 8.171 4,000 781.726 44.941 80.000 OK

9 133.961 11.315 4,000 736.786 62.233 80.000 OK

8 122.646 14.328 4,000 674.553 78.804 80.000 OK

7 108.318 16.053 4,000 595.749 88.292 80.000 NOT OK

6 92.265 18.078 4,000 507.458 99.429 80.000 NOT OK

5 74.187 19.736 4,000 408.029 108.548 80.000 NOT OK

4 54.451 19.839 4,000 299.481 109.115 80.000 NOT OK

3 34.612 18.997 4,000 190.366 104.484 80.000 NOT OK

2 15.615 13.804 4,000 85.883 75.922 80.000 OK

1 1.811 1.811 4,000 9.961 9.961 80.000 OK

Cek Tabel 2.4 Simpangan Antar Lantai Arah Y

Gambar 2.4 Simpangan Antar Lantai Arah X dan Y

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

0 20 40 60 80 100 120

Story

Simpangan Antar Tingkat (mm)

Arah x Arah Y Drift Limit

2.4. Ketidakberaturan Torsi Lantai

Δmaxavg Cek Δmaxavg Cek

11 1.079 OK 1.063 OK

10 1.096 OK 1.061 OK

9 1.104 OK 1.06 OK

8 1.108 OK 1.059 OK

7 1.112 OK 1.058 OK

6 1.114 OK 1.057 OK

5 1.119 OK 1.057 OK

4 1.127 OK 1.056 OK

3 1.132 OK 1.057 OK

2 1.142 OK 1.065 OK

1 1.546 H.1b 1.758 H.1b

Ratio Arah X Ratio Arah Y

JUDUL GAMBAR.

SKALA.

DATA PENGGAMBAR.

PARAF MUHAMMADIYAH MATARAM

(UMMAT)

Dokumen terkait