• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perikanan Budidaya

Dalam dokumen BAB V- 1 - DOCRPIJM 9f541f544c BAB V5.BAB V NR (Halaman 145-150)

SUB SEKTOR HIGIENE

B. Peruntukan Perkebunan Rakyat

5.7.4.2 Perikanan Budidaya

Perikanan Budidaya seluas 404,20 ha, terdiri atas:

a. Perikanan budidaya air tawar kolam air tenang seluas 357,50 ha, meliputi:

1. Kecamatan Kuala seluas 8,50 ha berada di Gampong Alue Ie Mameh, Blang Teungoh, Simpang Peut, dan Ujong Pasi;

2. Kecamatan Suka Makmue seluas 37,50 ha berada di Gampong Alue Kambuk, Alue Gajah, dan Alue Peusaja;

3. Kecamatan Seunagan seluas 36,50 ha berada di Gampong Alue Dodok, Blang Puuk Nigan, Krueng Ceh, dan Bantan;

4. Kecamatan Seunagan Timur seluas 178,50 ha berada di Gampong Blang Tengku, Sapeng, Blang Ara Gampong, Blang Ara Keude, Blang Bayu, Blang Preh, Krueng Kulu, dan Suak Peureubong; dan

5. Kecamatan Beutong seluas 96,50 ha berada di Gampong Blang Mesjid, Blang Seumot, Lhok Seumot, Kuta Jumpa, Blang Dalam, Blang Baro Rambong, Meunasah Dayah, dan Meunasah Krueng. b. Perikanan budidaya air tawar keramba jarring apung dan tancap seluas

46,70 ha, meliputi:

1. Kecamatan Kuala Pesisir seluas 10,90 ha berada di Gampong Suak Puntong, Langkak, Kuala Trang, dan Padang Panyang;

2. Kecamatan Tadu Raya seluas 13,30 ha berada di Gampong Alue Bata, Babah Dua, Rantau Selamat, Cot Mue, dan Kuala Tadu;

3. Kecamatan Tripa Makmur seluas 2,80 ha berada di Gampong Kuala Tripa; dan

4. Kecamatan Darul Makmur seluas 19,70 ha berada di Gampong Alue Geutah, Krueng Alem, Alue Rambot, dan Kuala Seumayam.

Kawasan pengolahan perikanan berupa industri pengolahan ikan terletak di Kecamatan Tadu Raya dan Kecamatan Kuala Pesisir sedangkan Kawasan Sentra pengolahan dan pemasaran hasil perikanan terletak di Desa Kuala Tuha Kecamatan Kuala Pesisir

penyesuaian dengan model pengembangan titik tumbuh (Multi Nuclei Model dan Konsep Neighbourhood) yang dikembangkan RTRW Kabupaten Nagan Raya. Pengalokasian pelayanan melalui unit lingkungan ini merupakan salah satu pendekatan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan kawasan, optimalisasi pemanfaatan ruang dan titik tumbuhnya pengembangan lokasi-lokasi kegiatan penduduk sehingga aglomerasi kegiatan pelayanan pada satu simpul tertentu dapat dihindari.

Pola Ruang Kawasan Perkotaan

Berdasarkan rencana pola ruang seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2009 dan penyesuaian dengan arahan dari tim BKPR Pemerintah Aceh, maka pola ruang untuk Kabupaten Nagan Raya dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Rencana Pola Ruang Kawasan Lindung. 2. Rencana Pola Ruang Kawasan Budidaya. 3. Rencana Pola Ruang Kawasan Laut.

Berikut ini akan di jabarkan sesuai dengan pengelompokan rencana pola ruang yang terdapt dalam wilayah Kabupaten Nagan Raya.

Dengan memperhatikan ketentuan penyusunan pola ruang, kebijakan pola ruang nasional dan provinsi, kebijakan pembangunan daerah, kondisi objektif wilayah, daya tampung dan kebutuhan ruang untuk masa mendatang, maka dapat dirumuskan rencana pola ruang untuk Kabupaten Nagan Raya yang dibagi atas 3 pola ruang, antara lain:

4. Pola Ruang Kawasan Lindung; 5. Pola Ruang Kawasan Budidaya; 6. Pola Ruang Kawasan Laut;

Pengembangan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Suka Makmue

Air Bersih

Sistem pelayanan air bersih di kota Suka Makmue ini termasuk dalam pengelolaan BLUD SPAM Tirta Suka Makmue dengan kapasitas 63 liter/detik. Sedangkan bagian utara kawasan pada umumnya belum dijangkau pelayanan istem pelayanan BLUD SPAM. Saat ini sedang disusun rencana teknik perpipaan air bersih ke rumah-rumah (Detail Engineering Design oleh BRR NAD-Nias).

Penyusunan rencana penyediaan air bersih didasarkan pada rencana pengembangan pipa-pipa pelayanan oleh BLUD SPAM Tirta Suka Makmue, sedangkan besar kebutuhan didasarkan standar. Berdasarkan analisis dan perhitungan, kebutuhan untuk Kota Suka Makmue adalah sekitar 1.633 m3/hari di BWK I, 5.298 m3/hari di BWK II dan 2.815 m3/hari di BWK III pada tahun 2028. Ketersediaan air bersih dimanfaatkan juga bagi keperluan rumah tangga dan kebutuhan non rumah tangga, perdagangan/komersil, perkantoran dan sarana sosial lainnya.

Air Kotor

Sampai saat ini cara pembuangan air kotor di kota Suka Makmue dari hasil kegiatan rumah tangga, sosial dan komersial pada umunya dilakukan dengan cara membuang langsung ke saluran drainase alam terdekat (saluran, sungai, alur sungai). Sedangkan sisitem pembuangan air kotor pada MCK sebagian lagi telah menggunakan septik tank.

Dengan kata lain, sistem penanganan air kotor dari rumah tangga termasuk dari pertokoan dilakukan secara on site system (sistem pembuangan air limbah setempat) dengan menggunakan septic tank. Pembuangan limbah dari septic tank dilakukan dengan bantuan armada truk untuk selanjutnya dibuang ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Mengingat pembangunan suatu sistem pengolahan air kotor memerlukan biaya yang cukup besar maka sebaiknya sejak awal pembangunan diterapkan suatu sistem pembuangan air kotor tertentu yang baik dan terencana sehingga dapat terhindar dari pencemaran, baik oleh hasil kegiatan rumah tangga, sosial, komersial maupun industri rumah tangga

Sistem pembuangan air kotor yang dapat diterapkan untuk air kotor/limbah hasil dari MCK antara lain :

 Sistem septic tank tanpa pengolahan atau dengan pengolahan.

Tabel 5.17. Proyeksi Kebutuhan Air Bersih Perkotaan Suka Makmue

No. Uraian Satuan Tahun 2028

BWK I BWK II BWK III

1 Proyeksi Penduduk Jiwa 2 Cakupan Pelayanan lt/dt Jiwa 3 Kebutuhan Domestik (KD) - Sambungan Rumah (SR) % Jiwa 90 lt/org/hr m3/hr lt/dt - Kran Umum % Jiwa 30 lt/org/hr m3/hr lt/dt

Total Kebutuhan Domestik lt/org/hr

m3/hr lt/dt

4 Kebutuhan Non Domestik (KND)

Sosial

- Fasllltas Pendidikan 15 lt/org/hr m3/hr

lt/dt - Fasilitaa Perkantoran 20 lt/org/hr

m3/hr lt/dt - Fasilitaa Kesehatan 135 lt/org/hr

m3/hr lt/dt - Fasilitaa Peribadatan 135 lt/org/hr

m3/hr lt/dt Komersial -Terminal 2000 lt/org/ha m3/hr lt/dt -Pasar 1500 lt/unit/hr m3/hr lt/dt -Pertokoan 95 lt/unit/hr m3/hr lt/dt

Total Kebutuhan Non

Domestik lt/unit/hr m3/hr lt/dt 5 KD + KND lt/unit/hr m3/hr lt/dt 6 Kehilangan Air 20% m3/hr lt/dt

7 Total Kebutuhan Air Bersih lt/unit/hr

m3/hr lt/dt

Sumber : SPPIP Kota Suka Makmue

Sistem yang cukup sesuai diterapkan di kawasan ini adalah sistem on site yakni menggunakan septik tank dengan bidang resapan, dimana air kotor hasil aktifitas MCK ditampung dalam bak khusus yang tertutup dengan dimensi tertentu dan dapat digunakan secara umum dengan dimensi standard (2 m x 1 m x 1,5 m) dapat digunakan oleh 4 buah rumah.

Besarnya volume air kotor yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan adalah sebesar 70 – 80% dari pemakaian air bersihnya. Perkiraan jumlah total.

Tabel 5.27. Proyeksi Volume Air Kotor di Perkotaan Suka Makmue

No. Uraian Satuan Tahun 2028

BWK I BWK II BWK III

1 Air Kotor Domestik (AKD)

- Sambungan Rumah (SR) lt/dt 2.8 4.8 9 - Kran Umum lt/dt 0.4 0.6 1.2 Total Air Rotor Domestik lt/dt 3.2 5.4 10.2 2 Air Kotor Non Domestik (AKND)

A Sosial lt/dt - Fasilitas Penddikan lt/dt 0.6 1.2 2.2 - Fasilitas Perkantoran lt/dt 0.8 1.6 2.8 - Fasilitas Kesehatan lt/dt 0 0 0 - Fasilitas Peribadatan lt/dt 0 0 0 B Komersial - Terminal lt/dt 0 0 0 - Pasar lt/dt 0 0 0 - Pertokoan lt/dt 0 0 0 Total Air Kotor Non Domestik lt/dt 1.4 2.8 5,000 3 AKD.AKND lt/dt 4.6 8.2 15.2 4 KehilangariAir Rotor 20% 0.92 1.64 3.04 5 Total Volume Air Rotor lt/dt 5.52 9.84 18.24

Sumber : SPPIP Kota Suka Makmue

Drainase

Jaringan saluran drainase/air hujan umumnya terbagi atas 3 bagian yaitu jaringan primer, jaringan sekunder dan jaringan tersier. Jaringan primer berupa sungai/anak sungai atau saluran relatif besar sebagai badan air penerima yang menampung aliran dari saluran-saluran. Jaringan sekunder berfungsi sebagai penerima saluran yang berasal dari kawasan perumahan, kawasan perdagangan dan lain-lain. Sedangkan jaringan tersier merupakan saluran air yang menerima aliran air langsung dari perumahan atau bangunan lainnya.

Sistem drainase yang digunakan ada 2 (dua) macam yaitu sistem drainase tertutup dan sistem drainase terbuka. Sistem drainase tertutup dipergunakan pada

perdagangan. Sedangkan sistem saluran terbuka digunakan pada kawasan dengan kepadatan bangunan rendah dan pada umumnya diterapkan pada kawasan perumahan.

Sesuai dengan pembahasan bab sebelumnya, permasalahan drainase kawasan perkotaan Suka Makmue merupakan masalah yang berkaitan erat dengan sistem drainase Kabupaten Nagan Raya ditambah lagi kerusakan sistem dan munculnya kantong-kawasan genangan baru yang diakibatkan tsunami, sehingga perencanaan yang disusun secara parsial belum tentu akan menyelesaikan kawasan ini dari persoalan banjir (bebas banjir).

Untuk kawasan lain di kota Suka Makmue pengembangan saluran drainase direncanakan dengan mengoptimasikan saluran drainase yang sudah ada dan pembuatan saluran sekunder baru, sedangkan rencana saluran tersier tergantung dari rencana tapak-tapak bangunan dari kawasan perumahan baru yang akan dibangun. Perencanaan jaringan drainase pada kawasan perumahan baru tersebut, diusahakan mengikuti saluran sekunder dan pola jaringan jalan yang ada. Lebar saluran primer kurang lebih 2 meter dan saluran sekunder 1 meter. Optimasi dilakukan dengan :

1. Memperbaiki konstruksi saluran yang telah rusak, mengembalikan atau bila perlu menambahkan kedalaman saluran tanpa menimbulkan perubahan terhadap arah dan kecepatan aliran normal.

2. Pengerukan sampah dan endapan yang ada di dalam saluran. 3. Selain itu, kawasan ini ditinjau dari segi topografinya memungkinkan

untuk dibuat kolam-kolam penampung air (tandom) karena memiliki topografi yang relatif datar, namun masalahnya adalah stabilitas agrerat tanah/lahan yang kurang sehingga tanahnya mudah terkikis oleh erosi

4. Merencanakan alinemen saluran-saluran sekunder yang baru

Dalam dokumen BAB V- 1 - DOCRPIJM 9f541f544c BAB V5.BAB V NR (Halaman 145-150)

Dokumen terkait