• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERINTAH BERJALAN JALUR KIRI (PERINTAH BK)

BERJALAN JALUR KIRI PADA PETAK JALAN JALUR GANDA

Kereta api ... harus berjaIan meIalui jalur kiri dari………… sampai... SinyaI keluar yang berindikasi kereta api harus “berhenti” boleh dilaIui.

Semboyan Pembatas Kecepatan Tidak ada 1) Dipasang di antara km………+……… s.d. km ………+………=………km/jam km ………+……… s.d. km ………+………=………km/jam km ………+……… s.d. km ………+………=………km/jam ………, ...20... Ppka, (………..) (tanda tangan dan nama) Bentuk ini harus dibuat rangkap 2.

Lembar pertama untuk Masinis Lembar kedua tinggal dalam buku

Catatan : Nama stasiun harus ditulis lengkap. 1) Yang tidak perlu harus dicoret

--- No. …………... Bentuk No.91 Sudah terima : Masinis, (………..) (tanda tangan dan nama) 1. Persilangan yang terjadi karena ketentuan “berjalan jalur kiri” tidak perlu

dicatat dalam Lapka, dan selama berlaku ketentuan “berjalan jalur kiri” pemindahan persilangan tidak boleh dilakukan, sedangkan pemindahan penyusulan tetap sebagaimana mestinya. {PD 19 Jilid 1 pasal 84 ayat (6)} 2. Kereta api hanya boleh berjalan melalui jalur kiri, apabila masinis telah

diberitahu secara lisan dan diberi bentuk perintah berjalan jalur kiri (bentuk perintah BK) oleh Ppka/Pap. {PD 19 Jilid 1 pasal 84 ayat (7) huruf b}

3. Dalam keadaan hubungan blok normal, untuk kereta api yang melalui jalur kiri berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. Pada petak jalan yang dilengkapi sinyal jalur kiri: 1) hubungan blok dapat dilayani dan

2) semua sinyal jalur kiri harus dilayani dan berlaku untuk kereta api yang berjalan "jalur kiri".

b. Pada petak jalan yang tidak dilengkapi sinyal jalur kiri: 1) hubungan blok tidak dilakukan.

2) semua sinyal jalur kanan tidak berlaku dan tidak boleh dilayani. 3) bentuk perintah BK sebagaimana pada ayat (7) huruf b juga

merupakan izin bagi masinis untuk melewati sinyal keluar jalur kanan yang tidak dilayani sebagaimana pada butir b).

4) kereta api yang berjalan melalui jalur kiri harus berhenti:

a) di muka tanda batas berhenti jalur kiri (semboyan 8D) yang terletak sejajar dengan sinyal masuk jalur kanan;

b) di muka sinyal blok dan sinyal jalan silang yang berlaku untuk jalur yang tidak dilalui;

c) di muka wesel jalur simpang di jalan bebas.

5) kereta api hanya boleh meneruskan perjalanan melewati sinyal atau tanda sebagaimana pada butir 4) a) dan b) setelah menerima perintah MS (bentuk 92) atau semboyan 4A, dan hanya boleh meneruskan perjalanan melalui wesel jalur simpang sebagaimana pada butir 4) c), setelah masinis memastikan bahwa wesel tersebut dapat dilalui. {PD 19 Jilid 1 pasal 84 ayat (9)}

4. Jika pemberitahuan kepada penjaga pintu perlintasan dan petugas perawatan prasarana di jalan bebas tidak berhasil, atas perintah Ppka/Pap, masinis kereta api pertama yang melalui jalur kiri agar dalam menjalankan kereta apinya berjalan hati-hati sambil memperdengarkan semboyan 39A sebagai pemberitahuan kepada petugas penjaga perlintasan dan petugas perawatan jalan rel di petak jalan yang bersangkutan. {PD 19 Jilid 1 pasal 84 ayat (5) huruf b}

Lampiran 6

PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)

No……….

PERINTAH MELEWATI SINYAL BERINDIKASI “BERHENTI” (PERINTAH MS) MELEWATI SINYAL BERINDIKASI BERHENTI Kereta api no. ……… diizinkan melalui : 1) Sinyal masuk no... di ……… pihak……….…....

Sinyal jalur masuk di……...…… pihak………..…… jalur ……...…

Sinyal keluar/sinyal keluar antara no…… di... pihak …...

Sinyal jalur keluar di…...… pihak…..…..…… jalur……….

Sinyal jalan silang antara ……..……...……/………...………

Yang berindikasi ………..……….…2)

Perhatian : Wesel-wesel tidak boleh dilalui dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam atau sesuai pembatas kecepatan yang ditunjukkan 1) Sinyal blok antara : no.…… antara…...……/………. di Km...

no.……antara.……..…/……….di Km...

Yang berindikasi ……….…….2)

Dengan nomor urut ……… Ppkp lintas………...… /…….….… huluhilir1) Perhatian : kecepatan kereta api tidak boleh melebihi : 1) 15 km/jam (hubungan blok otomatis terbuka). 2) 30 km/jam (hubungan blok otomatis tertutup). ...,...20 ...

Atas perintah Ppkp/Ppka 1) Bentuk ini harus dibuat rangkap 2. Lembar pertama untuk Masinis. Lembar kedua tinggal dalam buku. Catatan : Nama stasiun harus ditulis lengkap. 1) Coret yang tidak dipakai. (tanda tangan) (...)

2) Diisi menurut keadaan “indikasi kereta api harus berhenti” , “tidak tegas” atau “terganggu” --- No. …………... Bentuk No.92 Sudah Terima : Masinis, (tanda tangan) (………..)

Lampiran 7

PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)

No. ………

PERMINTAAN KERETA API PENOLONG

(KAP)

Kepada Ppka di ...

PERMINTAAN KERETA API PENOLONG Diisi oleh Ppka yang menerima pemintaan Diisi oleh Masinis yang minta pertolongan. Diterima pada tgl ... Jam………...… oleh ... diteruskan melalui Kepada... jam ... oleh ... ... ... ... ... Catatan :  Bentuk ini harus dibuat rangkap 2 Tembusan tinggal dalam buku.  Nama stasiun harus ditulis lengkap.  1) Coret yang tidak dipakai  2) Jika sangat perlu sebutkanlah dari pihak mana pertolongan diharap kedatangannya.  3) Tempat kereta api yang membutuhkan pertolongan  4) keperluan permintaan pertolongan. Minta dikirim : ¹⁾ - Lokomotif penolong - Kereta api penolong ...²⁾ Beserta : a. Rangkaian...…………..………..

b. Peralatan, petugas dan pekerja untuk perbaikan sarana dan prasarana¹⁾ guna keperluan kereta api ...

di km………+... Petak jalan …...-... 1) 3) karena : ………... ... 4) ...………...……..20…... Masinis KA ... (tanda tangan)………. ---

Sudah terima permintaan kereta api penolong dari masinis kereta api………

pada tanggal ...20….….... pukul ...

Ppka stasiun/blokpos1) ...

1. Permintaan kereta api penolong oleh masinis disampaikan kepada Ppkp dan/atau stasiun terdekat melalui radio masinis atau alat komunikasi lain, kecuali apabila permintaan melalui kedua alat komunikasi tersebut tidak dapat dilakukan, permintaan tersebut disampaikan hanya secara tertulis.

{PD 19 Jilid I pasal 89 ayat (3)}

2. Bentuk permintaan kereta api penolong apabila hubungan komunikasi tidak dapat dilakukan harus dikirim ke stasiun terdekat oleh:

a. masinis, menggunakan lokomotif sendirian atau berikut sebagian rangkaian tanpa tanda akhiran (semboyan 21) dan memasang semboyan 31 pada siang hari atau memperdengarkan semboyan 39 pada malam hari; atau

b. pembantu masinis atau petugas perawatan jalan rel, melalui jalan terdekat atau tercepat, jika mungkin, mempergunakan kendaraan jalan raya. {PD 19 Jilid I pasal 89 ayat (6)}

3. Jika permintaan kereta api penolong telah diajukan baik secara tertulis maupun melalui alat komunikasi, kereta api yang membutuhkan pertolongan tersebut tidak boleh berpindah tempat sebelum kereta api penolong datang, kecuali apabila kereta api penolong tidak diperlukan lagi, dengan ketentuan:

a. telah disampaikan pembatalan permintaan pertolongan kepada Ppka stasiun penerima Kap dan masinis dapat melanjutkan perjalanannya setelah mendapat izin dari Ppka stasiun di depannya;

b. jika hubungan komunikasi dengan Ppkp tidak dapat dilakukan, masinis dapat menjalankan kereta apinya menuju stasiun terdekat dengan kecepatan tidak melebihi 5 km/jam yang didahului dan diikuti oleh petugas, masing-masing pada jarak minimum 100 meter sambil memperlihatkan semboyan 3, yang diperlihatkan di muka dan belakang. {PD 19 Jilid I pasal 90 ayat (1)}

4. Pada lintas bergigi lokomotif tidak boleh dilepas dari rangkaian dan masinis harus tetap tinggal di lokomotif. {PD 19 Jilid I pasal 90 ayat (2)}

5. Untuk kereta api penumpang, kondektur tidak boleh meninggalkan kereta apinya.

Apabila dalam bagian rangkaian yang ditinggalkan di jalan bebas tidak terdapat kereta berisi penumpang, kondektur diharuskan mengikuti sebagian kereta api yang meneruskan perjalanan. {PD 19 Jilid I pasal 90 ayat (3)}

Lampiran 8

PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)

No. ………

PEMBERITAHUAN TENTANG PERISTIWA LUAR BIASA Kepada Ppka di ...

PEMBERITAHUAN TENTANG PERISTIWA LUAR BIASA Diisi oleh Ppka yang menerima pemberitahuan Diisi oleh Masinis yang memberitahu. Diterima pada tgl .…... pukul ……...oleh ..…... diteruskan melalui ¹⁾ : 1) telepon 2) telepon PK 3) surat kepada ... pukul ... oleh ... Catatan :  Bentuk ini harus dibuat rangkap 2 Tembusan tinggal dalam buku.  Nama-nama stasiun harus ditulis lengkap.  1) Coret yang tidak dipakai Hari ini tanggal ...20…...

Di km ……...+...…

antara .../……...……..

Telah terjadi kejadian luar biasa sbb ... ... ... ... ... ... ... Masinis KA ... (Tanda tangan) ---

No. ………. Sudah terima Pemberitahuan tentang peristiwa luar biasa dari masinis KA ...

Pada tanggal ...20..., pukul …...

Ppka Stasiun ...

(………..) Bentuk No. 94

Lampiran 9

CONTOH PERHITUNGAN UNTUK PENETAPAN PENGALIHAN JALUR