• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KRONOLOGI KONFLIK DAN PERAN PEMERINTAH

A. Periode Nurdin Halid (2003-2011)

Konflik PSSI pada masa Nurdin Halid termasuk jenis konflik Interpesonal

yang berkembang menjadi konflik di dalam organisasi dan berkembang lagi

68

1. Konflik interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan

orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini

sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang

kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika

yang amat penting dalam perilaku organisasi karena dapat berkembang

menjadi konflik besar tergantung pengaruh para pihak yang berkonflik.

Pengaruh konflik antara Nurdin halid dan Arifin Panigoro

mempengaruhi beberapa pihak yang berada dalam kepengurusan PSSI

akhirnya terpecah mejadi kubu-kubu yang terpecah dan timbul konflik.

2. Konflik di dalam organisasi yang sama. Konflik ini merupakan tipe

konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik

PSSI di era Nurdin ditandai dengan berjalannya LPI yang diprakarsai

oleh penguasaha Arifin Panigoro. Ketidakpuasan beberapa orang atas

kinerja PSSI yang kemudian membentuk kelompok tandingan yang

gunanya sebagai alat untuk menuntut keadilan dan kualitas kompetisi.

Konflik menjadi semakin panas, PSSI mulai membentengi dengan

menggunkaan ancaman kepada pihak yang terlibat di IPL yaitu

pembekuan dan pelarangan hak bagi pemain untuk memperkuat Tim

Nasional.

3. Konflik antar organisasi. Terjadi antara organisasi yang berbeda, tidak

padunya PSSI dan pemerintah dalam mengatasi konflik. PSSI

menggunakan statuta FIFA yang berisi tidak boleh ada pihak ketiga

69

atau lembaga yang lain. Ancaman pembekuan assosiasi selalu

dilontarkan PSSI ketika pemerintah akan turun tangan dalam mengatasi

konflik PSSI, sebagaimana yang diutarakan Nurdin dalam rapat dengar

Komisi X DPR RI. Nurdin mengecam pemerintah yang mengusik

indepensensi PSSI dan Menpora Andi Malarangeng yang terlalu ikut

campur dalam urusan dalam negeri PSSI bahkan menggunakan

Undang-Undang Pemerintah di dalam tubuh PSSI. Andi Malarangeng

membantah melakukan intervensi terhadap PSSI pemerintah hanya

menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mengawasi keolahragaan

di Indonesia.73 Sebagaimana dijelaskan diatur dalam undang-undang

Nomor 3 tahun 2005 yang berisikan pemerintah bertugas dan

mempunyai wewenang untuk membina, melaksanakan, mengatur,

mengelola dan mengawasi keolahragaan nasional yang sebagaimana

dijelaskan dalam pasal 13 ayat 1 yang berbunyi: “Pemerintah

mempunyai kewenangan untuk mengatur, membina, mengembangkan,

melaksanakan, dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan secara

nasional”.74

Ramlan Subakti menjelaskan salah satu penyebab konflik karena konflik

senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni tujuan yang ingin

dicapai, alokasi sumber-sumber yang dibagikan, mencari mempertahankan atau

menguasai sumber yang di anggap penting baik berupa kedudukan, materi ataupun

73

Lihat,http://bola.liputan6.com/read/322341/nurdin-tuding-pemerintah-intervensi-pssi, (diakses,28 Agustus 2013)pukul 18.46 WIB.

74

70

koneksi, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat dan

permasalahan perebutan kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan.75 Penyebab

konflik dalam tubuh PSSI awalnya terjadi karena penolakan Nurdin Halid untuk

mengundurkan diri demi alasan etika dari pimpinan tertinggi PSSI ketika dirinya

terjerat kasus korupsi. Himbauan tersebut diutarakan para tokoh nasional seperti,

Jusuf Kalla ( wakil presiden ) dan Adyaksa Dault ( Menegpora ), serta Rita

Sobowo ( ketua KONI Pusat ), akan tetapi alih-alih Nurdin mundur, Nurdin bahkan

merubah statuta FIFA Pasal 32 mengenai ketua umum yang sebelumnya berbunyi

"harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal" (bahasa Inggris: “They..., must not have been previously found guilty of a criminal offense....") diubah dengan menghapuskan kata "pernah" (bahasa Inggris: "have been previously") sehingga

artinya menjadi "harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan

kriminal" (bahasa Inggris: "... Must not found guilty of a criminal offense...").76

Penyebab konflik juga dapat terjadi karena pihak atau kelompok yang

mempunyai kewenangan yang berdekatan ketika terjadi perbedaan masalah ide

atau keputusan, menyebabkan konflik terjadi. Peran pemrrintah dalam mengatasi

kemunduran persepakbolaan Indonesia dengan mengadakan KSN (Kongres

Spakbola Nasional). Kegagalan timnas Indonesia di Sea Games kalah oleh

Myanmar 1-3 di Laos tahun 2009 menjadi acuan pemerintah untuk mengadakan

kongres tersebut. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono

mengadakan rapat khusus kabinet membahas persepakbolaan nasional. Menteri

75

Ramalan Subakti,menahami Politik (Jakarta:Gramedia Mediasarana Indonesia ,1992)hal.1-2 76

Lihat, http://www.goal.com/id-ID/news/1390/pssi/2010/03/07/1822019/inilah-rapor-merah-nurdin-halid (diakses diakses tanggal 24 agusrtus 2013) pukul 11.09 WIB.

71

Koordinasi Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Pemuda dan

Olahraga mengumumkan rencana penyelenggaraan Kongres Sepak Bola Nasional.

KSN (Kongres Sepakbola Nasional) yang diinisiasi SIWO (Seksi Wartawan

Olahraga) yang dibuka resmi oleh presidan Susilo Bambang Yudhoyono di Malang

29 April 2010. Dalam KSN tersimpan ambisi untuk merombak total organisasi

PSSI yang terpuruk dalam prestasi olahraga bahkan di wilayah Asia Tenggara.

Sidang yang dipimpin oleh Agum Gumelar mengeluarkan tujuh

Rekomendasi Malang yang mendesak PSSI melakukan reformasi organisasi dan

programnya beberapa poin rekomendasi antara lain :

1. PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul,

saran dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah

kongkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang

diharapkan masyarakat.

2. Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga

khususnya sepakbola.

3. PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi dengan

seluruh stake holder terutama KONI dan pemerintah.

4. Dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penangan secara khusus

melalui pendekatan IPTEK, dengan melibatkan tim yang terdiri dari

dokter, psikolog, pemandu bakat, dan pakar olahraga, dan perlu segera

disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah

72

5. Metode pembinaan atlet pelajar atau muda agar memperhatikan

pendidikan formalnya.

6. Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk

mendukung dan menunjang target dan pencapaian sasaran untuk menuju

prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan).

7. Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang

fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam SEA

Games 2011 di Indonesia.

Sorotan yang terjadi dalam sidang KSN adalah dibatalkannya rekomendasi

yang kedelapan yang berisi: Pemerintah dan masyarakat perlu mengawal hasil

rekomendasi yang konkret, dalam hal ini diminta kepada Presiden RI untuk

membentuk Dewan Sepakbola Nasional yang bersifat Independen. Dihapusnya

rekomendasi kedelapan menandakan kegagalan pemerintah dalam upaya

mengawasi kinerja Nurdin Halid dan reformasi kepengurusan di PSSI.77

KSN yang awalnya bertujuan untuk mengawasi kinerja Nurdin Halid

terlihat tidak sesuai rencana, padahal pemerintah telah menggelontorkan dana

sebesar lima milyar untuk menggelar KSN. Bila ditelaah hasil KSN yang

merupakan tujuh butir resolusi seperti hanya pemberian mandat baru yang

diberikan kepada Nurdin Halid. Rekomendasi ke delapan yang sangat krusial yang

berisikan pembentukan Dewan PSSI untuk mengawasi pimpinan PSSI akhirnya

gagal terealisasi karena ditolak oleh seluruh jajaran PSSI dengan alasan institusi itu

77

Tjipta Lesmana, Bola Politik dan Politik Bola,Kemana Arah tendangannya? Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,2013, hal. 121.

73

tidak ada dalam AD/ART PSSI. Hegemoni Nurdin Halid ketika itu sulit digoyang.

Seminggu sebelum KSN berlangsung Nurdin Halid mengumpulkan para 33

pengurus Pengprov se Indonesia di Surabaya untuk konsolidasi terkalit KSN.

Hampir dipastikan seluruh pengurus Provinsi PSSI memberikan jaminannya untuk

mendukung Nurdin Halid untuk menghadapi KSN hasil akhir KSN pun dapat

ditebak kubu SIWO dan PWI tidak siap mengahadapi kekuatan pengurus PSSI.

Konflik juga berkaitan dengan kepentingan publik dan perilaku pemimpin

terhadap masyarakat, kekecewaan masyarakat karena kinerja yang buruk dan

kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. Kegagalan Timnas kompetisi piala

AFF yang memaksa Indonesia puas hanya sebagai runner-up menjadikan Nurdin

sebagai bulan-bulanan pecinta sepakbola. Alokasi tiket pertandingan yang

carut-marut menyebabkan terjadi kericuhan di area Gelora Bung Karno menandakan

kegagalan PSSI menangani persepakbolaan Indonesia terlihat jelas. Aksi damai

dan demonstrasi anti Nurdin Halid berlangsung di Gelora Bung Karno menuntut

Nurdin Halid mundur dari kepemimpinan PSSI. Dalam buku Dosa-Dosa Nurdin

Halid yang ditulis oleh Erwiyantoro membeberkan permasalahan dan penyelewengan yang dilakukan Nurdin Halid ketika menjabat ketua PSSI yang

disebut sebagai sepuluh dosa Nurdin halid antara lain adalah:78

1. Nurdin menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum

PSSI periode lalu (November 2003) dengan Sumaryoto dan Jacob Nuwa

Wea.

78

Erwiyantoro, Dosa-Dosa nurdin Halid, (Yogyakarta: Galang Press Yogyakarta, 2011) hal. 67

74

2. Nurdin dituding mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua

wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim (Persegi

Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan,

Persema, Persijap, dan Petrokimia Putra, PSPS, Pelita Jaya, serta Deltras).

3. Nurdin terindikasi melakukan jual beli trofi pada musim kompetisi 2003

lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik. Karena ketua atau

manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di pemilihan kepala daerah

atau pilkada.

4. Jebloknya timnas yang tiga kali gagal ke semifinal SEA Games pada 2003,

2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, namun PSSI saat itu

dipimpin Pjs (pejabat sementara) Agusman Effendi.

5. Nurdin membohongi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) dengan menggelar

musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) di Makassar, Sulawesi Selatan,

pada 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.

6. Tak jelas laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang

diberikan setiap tahunnya.

7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan, bahkan banyak yang

melibatkan petinggi PSSI, seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan

Nero.

8. Nurdin tak punya kekuatan untuk melobi polisi sehingga sejumlah

pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.

9. Nurdin adalah satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang

75

10.Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komisi Disiplin

sebagai alat lobi untuk kepetingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai

Ketua Umum PSSI.

Pergesekan wewenang terjadi kembali di dunia persepakbolaan Indonesia

ketika pemerintah dengan tangan terbuka mendukung digulirkan LPI, hal tersebut

menuai protes dari PSSI karena melanggar statuta FIFA. LPI yang didirikan oleh

Pengusaha Arifin Panigoro, visi dan misi LPI tidak menggunakan fasilitas negara

seperti APBD dan APBN, LPI juga memberikan dana segar senilai 20 milyar

rupiah bagi tim yang ikut ke LPI. PSM Makassar adalah klub pertama yang

menunjukkan antusiasnya bergabung ke LPI, kemudian disusul Persema Malang,

Persebaya Surabaya dan Persibo Bojonegoro.

Nuansa Politik kental dalam pendirian LPI, salah satunya adalah

perpindahan PSM Makasaar dari ISL ke LPI karena PSM dipimpin oleh Arif

Sirajudin, walikota PSM Makassar yang baru pindah dari partai Golkar ke

Demokrat, karena gagal mengalahkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin

Limpo dalam pemilihan ketua DPD partai Golkar, Arif Sirajudin merasa di curangi

karena dalam pemilihan ketua DPD seharusnya menggunakan voting namun

tiba-tiba menggunakan aklamasi untuk memilih Yasin Limpo sebagai ketua DPD.

Sidang yang dipimpin Nurdin Halid yang juga menjabat sebagai ketua wilayah

Sulawesi mengecewakan pihak Arif Sirajudin, merasa dikhianati Arif akhirnya

pindah ke Demokrat dan untuk menunjukkan loyalitasnya Arif membawa tim yang

76

Politik di kubu PSSI pun terlihat. Sosok Nirwan Bakrie sebagai adik

kandung Aburizal Bakrie. Nurdin Halid sendiri duduk di DPP partai Golkar

sebagai salah satu ketua, dengan demikian ada kekuatan politik besar di belakang

Nurdin. Hal tersebut telah ditampilkan oleh Nurdin, walaupun tanpa disadarinya,

membawa Tim Nasional dan pelatih Alfred Riedl lengkap dengan para asisten

pelatihnya mengunjungi kediaman Aburizal Bakrie menjelang pertandingan final

piala AFF 2010. Beberapa hari kemudian Nurdin Halid mengucapkan terima kasih

kepada Aburizal Bakrie yang telah membantu PSSI selama ini. Bahkan Nurdin

secara terang-terangan mengungkapkan alasan menurunkan tiket piala AFF karena

himbauan ketua umum partai Galkar bukan karena himbauan presdien RI,

pernyataan aneh karena Nurdin lebih loyal terhadap Aburizal Bakrie daripada

Presiden RI.79

Partai Demokrat sebagai penguasa eksekutif memberikan dukungan kepada

LPI, hal tersebut terlihat ketika pemerintah terkesan memaksakan bergulirnya LPI,

walaupun PSSI menolak keras hal tersebut karena melanggar statuta FIFA yang

menyebutkan hanya ada satu kompetisi di bawah naungan assosiasi. Pemerintah

sejatinya telah membuka negosisasi dan siap untuk memediasi namun PSSI tidak

hadir dalam proses mediasi yang dilakukan pemerintah. Menpora melalui BOPI

(Badan Olahraga Profesional Indonesia) mengizinkan bergulirnya LPI.

Sosok Arifin Panigoro sebagai pendiri LPI menjadi perhatian publik, selain

seorang pengusaha, Arifin panigoro adalah seorang Politisi. Arifin pada masa Orde

79

Tjipta Lesmana, Bola Politik dan Politik Bola,Kemana Arah tendangannya? (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama), 2013 hal. 126

77

Baru menjadi kader partai Golkar, karena runtuhnya orde baru pada tahun 1998

Arifin menyebrang ke PDIP. Arifin mendapatkan posisi penting di DPP PDIP

sebagai salah satu ketua. Aifin juga menjadi ketua Fraksi di DPR RI. Karena

konflik internal PDIP Arifin membentuk partai PDP (Partai Demokrasi

Pembaharu). Arifin juga sempat diisukan sempat merapat ke partai Demokrat.

Pendirian LPI tidak mungkin terjadi bila tidak ada campur tangan pemerintah dan

dukungan kuat partai Demokrat. Isu yang beredar LPI dapat digunakan untuk

mengakhiri dominasi Nurdin Halid di PSSI, Nurdin dapat dikatakan perwakilan

dari partai Golkar, ketika berhasil mengulingkan Nurdin dari kepemimpinan PSSI

maka dominasi Golkar akan pupus di kepengurusan PSSI.

Keputusan pengesahan LPI disesalkan PSSI karena menurut UU No 3

tahun 2005 pasal 51 menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan pertandingan

olahraga yang mendatangkan massa wajib mendapatkan rekomendasi induk

olahraga yang bersangkutan. Tetapi pemaparan pihak kepolisian yang diwakili

Komjen Wahyono menjelaskan bahwa kalau kompetisi tersebut bersifat amatir

harus ada rekomendasi induk cabang olahraga, namun jika bersifat profesional

harus ada izin pelenggaraan dari BOPI. Manakala BOPI memberikan izin, maka

Polri akan memeberikan izin dan pelayanan. Atas diselenggarakannya LPI, PSSI

melakukan berbagai cara dalam menjegal kompetisi LPI berupa ancaman bagi

yang terlibat dalam LPI baik para pemain, wasit dan official berupa larangan

memperkuat Tim Nasional dan pencabutan lisensi. Ancaman itupun ditanggapi

dingin oleh pemerintah karena menurut pemerintah semua warga negara berhak

78

Ungkapan Nurdin Halid yang mengatakan lebih loyal kepada Aburizal

bakrie secara tidak langsung dianggap pelecehan terhadap Presiden RI. Tahun

2011 berkenaan dengan pemilihan calonm ketua umum PSSI yang baru. Sosok

Arfin belum kuat untuk mengalahkan Nurdin yang mendapat dukungan kuat dari

semua jajaran PSSI, kubu Arifin Panigoro menggandeng KASAD Jendral George

Toisutta sebagai pasangan Arifin Panigoro. Mengapa George Tosisutta yang

diangkat menjadi pasangan Arifin Panogoro pun menjadi misteri, sosok yang

puluhan tahun tidak terkait dengan sepakbola Indonesia tiba-tiba muncul sebagai

calon ketua umum PSSI bahkan menggeser posisi Arifin Panigoro. Mantan wakil

Presiden Jusuf Kalla pun berkomentar George sebagai figur yang cocok memimpin

PSSI. George mengungkapkan alasan menerima tanggung jawab sebagai calon

ketua umum PSSI merupakan amanah, amanah dari siapa? Amanah selalu datang

dari orang yang berkuasa dan dihormati. Keberadaan George selalu menjadi

misteri, karena sosok George tidak pernah terlibat di sepakbola nasioal walaupun

dikabarkan sudah lama aktif di Persatuan Sepakbola Angkatan Darat (PSAD).

Keberadaan George juga dinilai dapat menjadi bulldozer bagi kelompok Nurdin

Halid seperti adanya indikasi kegagalan kongres di Pekanbaru dan Jakarta adanya

peran TNI terlibat didalamnya.

Kegagalan kongres Pekanbaru maret 2011, berubah ricuh dan bernuansa

kekerasan karena keterlibatan oknum-oknum militer, kongres juga diambil alih

oleh kelompok 78 yang mendukung duet GT-AP sebagai pemegang suara sah

79

Nurdin Halid, atas kegagalan tersebut pemerintah mengeluarkan berbagai sikap

antara lain :80

1. Menunggu sikap FIFA atas keputusan kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011

di Pekanbaru yang diikuti oleh 78 anggota PSSI pemilik hak suara.

2. Jika keputusan kongres tersebut disikapi secara positif oleh FIFA, maka

pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera dilaksanakannya

kongres PSSI untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan Anggota

Executive Committee PSSI Periode 2011-2015 sesuai jadwal yang telah

ditetapkan oleh FIFA yaitu sebelum tanggal 30 April 2011.

3. Apabila FIFA bersikap lain, maka Pemerintah bersama KONI/KOI

mendukung segera diselenggarakannya kongres PSSI untuk memilih

Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang baru, dan

selanjutnya melaksanakan kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua

umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015.

4. Apabila situasi butir 3 yang terjadi, maka Pemerintah bersama KONI/KOI

beranggapan bahwa Pengurus PSSI di bawah pimpinan ketua umum Nurdin

Halid dan Sekretaris Jenderal Noegraha Besoes tidak kompeten untuk

memimpin organisasi PSSI, dan tidak kompeten untuk menyelenggarakan

kongres PSSI.

5. Untuk mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terulangnya kegagalan

kongres PSSI karena ketidak kompetenan pengurus PSSI, terutama ketidak

tertiban di dalam penentuan hak suara, distribusi undangan, penentuan

80

Lihat, http://sport.detik.com/sepakbola/read/2011/03/28/163632/1602915/76/pemerintah-tak-akui-lagi-pssi-di-bawah-nh-dan-nb (diakses tanggal 31 agustus 2013)pukul 11.14 WIB.

80

peraturan pemilihan, agenda kongres, serta ketidak bertanggung jawaban

dalam penyelenggaraan kongres, maka dengan ini Pemerintah menyatakan

tidak mengakui lagi pengurus PSSI di bawah pimpinan ketua umum

Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Noegraha Besoes, serta

seluruh kegiatan keolahragaan yang diselenggarakan kepengurusan PSSI

tersebut.

6. Kebijakan ini diambil berdasarkan kewenangan pemerintah yang terdapat

pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 serta Peraturan Pemerintah

Nomor 16 Tahun 2007. Kebijakan ini juga diambil demi menyelamatkan

organisasi PSSI dan melindungi kepentingan persepakbolaan nasional.

7. Dengan kebijakan ini, maka seluruh jajaran pemerintahan baik di pusat

maupun di daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak

dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI

di bawah pimpinan ketua umum Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal

Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaannya.

8. Dengan ini pula maka pemerintah menghentikan sementara penyaluran

dana yang bersumber dari APBN, sampai terbentuk kepengurusan PSSI

yang baru periode 2011-2015.

9. Demi kepentingan nasional, maka persiapan Tim Nasional sepakbola

Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2011 harus terus berjalan. Dalam

hal ini Pemerintah bersama KONI/KOI sepakat bahwa KONI/ KOI

bersama Program Indonesia Emas (PRIMA) akan menjalankan persiapan

81

10.Seluruh pertandingan LSI, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III tetap berjalan

sebagaimana mestinya dengan supervisi KONI/KOI bersama Pengprov

PSSI dan Klub setempat.

11.Pemerintah bersama KONI/KOI akan terus berkomunikasi dan bekerjasama

dengan FIFA untuk mencari solusi terbaik dalam rangka penyelenggaraan

kongres PSSI serta terpilihnya Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015

yang kredibel.

12.Pemerintah bersama KONI/KOI meminta dukungan dan doa seluruh rakyat

Indonesia, seluruh pecinta bola di manapun berada agar langkah-langkah

yang diambil ini akan berujung pada terbentuknya Pengurus PSSI yang

kredibel dan kemajuan sepakbola Indonesia.

13.Sudah saatnya sepakbola Indonesia kembali menjadi yang terbaik di Asia

Tenggara, menjadi salah satu Macan Asia, dan berbicara pada tingkat

dunia.

Dalam penanganan konflik yang dianggap lebih besar assosiasi tertinggi

menggunakan lembaga abitrase, yaitu pihak ketiga yang menentukan wewenang

dan mengambil keputusan. Metode arbirtari menggunakan cara setiap pihak

membeberkan argumen terbaik tim abitrase memenangkan salah satu pihak. Taktik

ini jelas membawa kerugian besar terhadap kedua belah pihak. Namun, konflik

tahap tinggi dapat diselesaikan. Arbitrasi, terutama yang mengikat harus

ditegakkan. Semua pihak harus mematuhi dan menerima keputusan tim arbitrasi.

Metode yang dianggap ampuh ini biasanya akan menimbulkan konflik baru karena

82

PSSI membentuk lembaga abitrase yaitu Komite Banding dan Komite

Verifikasi, Komite Banding PSSI mecoret pasangan Arifin Panigoro dan Geogre

Toisuta serta Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Dicoretnya duet GT-AP membuat

kecaman dari kelompok 78. Himbauan dari Menpora untuk meninjau ulang

pencoretan GT-AP juga merupakan tekanan yang dianggap mengganggu

independensi Komite Banding karena melanggar statuta FIFA.81

Berikut keputusan lengkap Komite Banding PSSI pada tanggal 25 Februari

2011:

1. Komite Banding telah memeriksa dan meneliti berkas-berkas keberatan

banding yang disampaikan para pembanding. Ada empat orang, yakni Arifin

Panigoro, George Toisutta, Tuti Daud dan Sihar Sitor.

2. Untuk menjaga independensi dan obyektivitas yang diambilnya, Komite

Banding dengan mengingat adanya ancaman, intimidasi, tekanan dan

intervensi memutuskan mengambil keputusan atas keputusan Komite

Pemilihan dan keberatan dari para pembanding, maka Komite Banding

menolak banding Arifin Panigoro, Geogre Toisutta, pada waktu yang

bersamaan Komite Banding menolak keputusan Komite Pemilihan yang

memilih pasangan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie sebagai calon ketua

umum PSSI.

3. Komite Banding menyerahkannya kepada PSSI sebagai pemberi mandat

kepada Komite Banding.

81

Lihat,http://bola.inilah.com/read/detail/1271522/komite-banding-akui-diintimidasi-pemeri ntah /#.UiSRsdI0WuI

83

4. Komite Banding mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah

mempercayai kami sebagai anggota Komite Banding. Komite Banding juga

mengucapkan terima kasih kepada media massa, pecinta sepakbola di

seluruh Indonesia dan pihak-pihak yang turut memberi kontribusi pemikiran

selama Komite Banding bekerja.

Terkait sikap pemerintah dan intervensi pemerintah terhadap PSSI dan

Dokumen terkait