• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

Dalam dokumen PT ABM Investama dan entitas anak (Halaman 112-119)

x. Instrumen keuangan (lanjutan)

32. PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

SS (lanjutan)

b. Pada tanggal 1 Oktober 2010, Perusahaan menandatangani Perjanjian Operasi Bersama (JOA) dengan PT Jaya Dinamika Geohidro Energi (JDGE) untuk pengembangan Minihydro Power Plant dalam satu program yang meliputi maksimum 10 sub-proyek (dengan maksimal kapasitas 10 MW untuk masing-masing sub-proyek) di Indonesia Timur. Sebelum JOA, SS telah menandatangani “Convertible Grant and Option Agreement” (CGA) dengan International Finance Corporation (IFC), dimana IFC sepakat untuk membentuk fasilitas pinjaman Convertible Grant ke SS untuk membiayai sebagian pengembangan proyek. IFC adalah yayasan di bawah grup Bank Dunia yang bertujuan untuk mengembangkan dan mendukung investasi energi terbaharui pada negara-negara kelompok IDA dan Indonesia. Bantuan tersebut akan dicairkan sebagian setiap triwulanan dan hanya terbatas pada 50% dari biaya proyek yang dianggarkan dan maksimum USD900.000, dan sisa biaya proyek akan ditanggung bersama oleh SS dan JDGE dengan komposisi 25% untuk masing-masing pihak. Setelah pembangunan proyek selesai, IFC memiliki hak untuk menjadikan pembiayaan tersebut menjadi investasi ekuitas atau perpanjangan bentuk lain dari pembiayaan yang sesuai dengan masing-masing sub-proyek. IFC juga memiliki opsi untuk (i) mengalihkan pinjaman kepada penerimaan pinjaman atau pihak ketiga, (ii) membebaskan penerimaan pinjaman dari investasi ekuitas atau pembiayaan jangka panjang yang sesuai untuk masing-masing sub-proyek. Pada tanggal 30 Juni 2011, porsi sebesar Rp668 dari biaya pengembangan proyek yang telah dibayarkan oleh SS dicatat sebagai bagian dari "Aset Tidak Lancar Lainnya" (Catatan 13).

c. Pada tanggal 30 Desember 2010, SS menandatangani perjanjian jual beli dengan TU untuk membeli 23 unit Caterpillar Generator Set seharga USD6.888.500, tidak termasuk PPN. Pembayaran akan dilakukan dalam 12 angsuran bulanan mulai dari tanggal 1 Januari 2012 sampai dengan tanggal 30 Desember 2012.

PA

Berdasarkan perjanjian jual beli saham bersyarat pada tanggal 1 Juni 2011, PA menyetujui untuk mengambil alih 51% kepemilikan saham (diwakili oleh 306 saham) di Eramas dari EPU dengan harga total pembelian Rp371 dan mengambil alih piutang pinjaman pemegang saham dari Eramas sebesar USD15.252.000. Pembelian tersebut akan dilakukan dalam 2 tahap sebagai berikut:

- Tahap 1 : 240 saham dengan harga pembelian sebesar Rp288 (setara dengan 40% kepemilikan saham) dan mengambil-alih pinjaman pemegang saham sebesar USD11.856.000 yang akan dibayarkan setelah proses due diligence selesai, pada Tanggal Operasi Komersial.

- Tahap 2 : 66 saham pada harga total pembelian Rp83 (setara dengan 11% kepemilikan saham) dan mengambil alih pinjaman pemegang saham sebesar USD3.396.000 yang akan dibayarkan setelah proses due diligence selesai, pada Tanggal Operasi Komersial.

Jika ada bagian dari ketentuan tersebut tidak terpenuhi atau tidak sesuai sebelum penyelesaian, PA memiliki pilihan untuk:

1) Mengatur harga pembelian yang akan ditentukan lebih lanjut, atau

2) Membatalkan perjanjian dan mendapatkan pengembalian dana atas uang panjar transaksi pertama. Pada tanggal 30 Juni 2011, proses due diligence masih berlangsung.

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

CKB

a. Pada tanggal 28 Oktober 2010, CKB melakukan perjanjian jasa logistik dengan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO). Periode perjanjian adalah 2 tahun dan dapat diperpanjang selama 2 tahun.

b. Pada tanggal 20 April 2009, CKB melakukan perjanjian jasa impor logistik dengan BUT BP Berau Ltd untuk menyediakan jasa logistik terpadu dan jasa pengaturan barang dan logistik selama 5 tahun sejak tanggal 20 April 2009 atau tidak melebihi nilai kontrak maksimum sebesar USD19.502.670. c. Pada tanggal 16 Mei 2011, CKB menandatangani perjanjian sewa bangunan dan gudang dengan

PT Multi Sejahtera Abadi. Periode perjanjian ini selama lima tahun dari tanggal penyerahan obyek sewa atau selambat-lambatnya 1 Maret 2012 sampai dengan 28 Februari 2017. Syarat dan ketentuan mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak dinyatakan dalam kontrak perjanjian. d. Berdasarkan Perjanjian Transaksi Jual Beli Tanah dan Bangunan No. 13 tanggal 20 Juni 2011 yang

disahkan oleh Notaris Jafrizolfi, S.H., CKB mengadakan transaksi jual beli tanah dan bangunan dengan TMT, nilai total transaksi sebesar Rp56.589. Dari nilai transaksi tersebut, CKB telah melakukan pembayaran sebesar Rp11.318, dan sisa terhutang harus dibayarkan dalam waktu 14 hari setelah penerbitan sertifikat tanah, atau selambat-lambatnya 20 Desember 2012.

CK

Perjanjian pengangkutan, pemindahan batubara, dan lainnya

CK sebagai penyedia jasa kontraktor penambangan kepada produsen batubara. Dalam kontrak perjanjian dengan produsen batubara dinyatakan bahwa, CK menyediakan tenaga kerja, alat-alat berat, dan material untuk pengupasan tanah lapisan batubara (overburden), penambangan batubara, dan pengangkutan overburden dan batubara, dan diharuskan untuk memenuhi produksi minimum tertentu atas aktivitas-aktivitas ini. CK akan menerima imbalan jasa yang dihitung secara bulanan, berdasarkan suatu rumusan yang meliputi beberapa klausa penyesuaian.

Produsen Batubara Tanggal Perjanjian Periode Kontrak atau Tingkat Produksi (Metric Tonnes/MT)

PT Arutmin Indonesia (Ata & Mangkal api) 1 Juli 2006 Sampai masa umur tambang berakhir PT Arutmin Indonesia (sungkai) 1 Juli 2006

Agustus 2008 – Juli 2011 atau saat seluruh cadangan ekonomis tambang batubara telah habis

PT Kaltim Batumanunggal 18 Maret 2005 Sampai target produksi tercapai

PT Mahakam Sumber Jaya 14 Juni 2004 1 September 2010 – 31 Agustus 2015

PT Gema Rahmi Persada 27 Desember 2007 Maret 2008 – 1 September 2011

PT Multi Harapan Utama 29 November 2007 19 Oktober 2010 – 18 Oktober 2015

PT Tunas Inti Abadi 25 Juni 2009

Sampai berakhir masa pakai tambang atau sampai 30 Juni 2020

PT Titan Wijaya 18 Maret 2011 72 bulan terhitung dari tanggal mulainya CK beroperasi di tambang Titan Piutang yang berasal dari kontrak jasa penambangan batubara antara CK dengan para produsen batubara dijaminkan untuk fasilitas pinjaman sindikasi (Catatan 16).

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

ATR

a. Perjanjian penyewaan kapal dengan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO)

Pada bulan Desember 2006, ATR melakukan perjanjian sewa menyewa kapal (time charter) dengan INCO dimana ATR menyetujui untuk menyewakan kapal Alfa Trans Satu kepada INCO pada tanggal 1 Januari 2007 sampai dengan 31 Desember 2010. Harga sewa USD94.000 per bulan untuk dua tahun pertama, USD87.000 per bulan untuk tahun 2009 dan USD86.000 per bulan untuk tahun 2010. Pendapatan ATR dari perjanjian dengan INCO masing-masing sebesar USD516.000 (ekuivalen Rp4.783), USD1.032.000 (setara dengan Rp9.416), USD957.000 (setara dengan Rp10.158) dan USD1.128.000 (ekuivalen Rp10.943) untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.

b. Perjanjian penyewaan kapal dengan Talisman Energy Niugini Limited (Talisman)

Pada bulan Oktober 2010, ATR melakukan perjanjian sewa menyewa kapal (time charter) dengan Talisman berdasarkan kontrak TENL00146, dimana ATR menyetujui untuk menyewakan kapal Alfa Trans Dua ke Talisman terhitung tanggal 11 Oktober 2010 untuk jangka waktu 2 tahun, dan dapat diperpanjang selama 1 tahun. Harga sewa adalah USD6.325 per hari.

Perjanjian sewa kapal tersebut dijamin dengan jaminan kinerja dari CKB.

c. Perjanjian pembangunan kapal

Pada tanggal 8 September 2010, ATR melakukan perjanjian pembangunan kapal Landing Craft Tank (LCT) Adinda Azula dengan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) berdasarkan kontrak HULL No. N 10605. Nilai kontrak untuk kapal yang akan diserahkan kepada Perusahaan adalah sebesar USD2.662.000 tidak termasuk PPN. Pada tanggal 30 Juni 2011, jumlah pembayaran berdasarkan kontrak adalah sebesar USD1.464.100 (setara dengan Rp12.812). Kontrak pembuatan kapal ini dibiayai dengan pinjaman PTK II dari Mandiri (Catatan 16).

Pada tanggal 27 Mei 2011, ATR melakukan perjanjian pembangunan kapal N 11607 Adinda Bella dan N 11608 Adinda Cellina dengan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero). Nilai kontrak untuk kapal yang akan diserahkan kepada ATR adalah sebesar USD3.965.000 tidak termasuk pajak dan biaya lainnya. Pada tanggal 30 Juni 2011, total pembayaran untuk nilai kontrak adalah sebesar USD1.586.000 (setara dengan Rp13.644).

d. Fasilitas obligasi

Berdasarkan perjanjian No. 071/FA/ANZ/V/2011 tanggal 11 Mei 2011, ATR memperoleh fasilitas obligasi dari ANZ untuk memfasilitasi proses tender dan pengiriman kapal melalui penerbitan

performance bond, bid bond dan customs bond dengan jumlah maksimum USD750.000, yang tanpa

jaminan. Periode maksimum untuk setiap instrumen jaminan yang dikeluarkan oleh ANZ adalah satu tahun. Pada tanggal 30 Juni 2011, ATR telah menggunakan USD543.976 dari fasilitas tersebut.

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

TIA

a. Perjanjian penjualan batubara

TIA mempunyai beberapa komitmen untuk menjual batubara kepada beberapa pelanggan dengan jumlah tertentu yang disepakati. Penyerahan barang akan dilakukan secara berkala selama jangka waktu tertentu yang berkisar antara satu minggu hingga satu bulan.

Pada tanggal 9 Desember 2010, TIA telah melakukan perjanjian dengan MSPL untuk menjual 5.000.000 MT batubara dengan harga yang disepakati dalam perjanjian. Pengiriman batubara dilakukan selama periode Januari 2011 sampai dengan Desember 2016 (Catatan 18).

b. Perjanjian jasa penambangan batubara

TIA menandatangani perjanjian No. 01/CK-TIA/KONT-TAMB/VI/2009 tertanggal 25 Juni 2009 mengenai pekerjaan jasa penambangan batubara di tambang Sebamban dengan CK. Sesuai dengan perjanjian, CK sepakat untuk melakukan kegiatan pengupasan tanah lapisan batubara dan penambangan batubara dengan target produksi 2.434.923 MT dengan rasio pengupasan 5,75:1 MT, dan jumlah pengupasan tanah lapisan batubara sebanyak 14.000.259 Bank Cubic Meter (“BCM”) dalam waktu 3 tahun terhitung sejak tanggal 30 September 2009 sampai dengan tanggal 1 Oktober 2012.

Perubahan pertama atas perjanjian jasa penambangan batubara tertanggal 25 Juni 2010 untuk merubah jadwal pembayaran, harga penambangan batubara/BCM, dan merubah tanggal berakhirnya perjanjian sampai dengan berakhirnya umur tambang atau sampai dengan tanggal 30 Juni 2020 yang mana terjadi lebih dahulu dengan ketentuan target produksi batubara mencapai 3.000.000 MT per tahun.

c. Perjanjian penggunaan jasa pelabuhan

TIA mengadakan perjanjian penggunaan jasa pelabuhan dengan PT Berkat Borneo Coal (“BBC”)

sebagai pemilik sekaligus pengelola fasilitas dermaga pada tanggal 7 September 2009, perjanjian No. 001/CA-VDR/TIA-BBC/IX/09. Batubara yang akan diproduksi dan dikapalkan selama jangka waktu

perjanjian yaitu satu tahun sejumlah 800.000 MT dengan dikenakan harga untuk jasa pelabuhan sebesar Rp50.000/MT (dalam angka penuh) (termasuk didalamnya biaya pelabuhan, crushing,

re-handling, pemuatan, dan biaya jetty).

Perjanjian penggunaan jasa pelabuhan telah mengalami perubahan pada tanggal 21 Juni 2010, untuk merubah harga jasa pelabuhan menjadi Rp37.000/MT (dalam angka penuh) untuk batubara di ROM

dan Rp50.000/MT (dalam angka penuh) untuk batubara crushed (termasuk biaya pelabuhan, crushing,

re-handling, pemuatan, dan biaya jetty). d. Biaya eksploitasi

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45/2003 seluruh perusahaan yang memiliki ijin eksploitasi diwajibkan untuk membayar iuran eksploitasi sebesar 4% sampai 5% dari nilai penjualan, setelah dikurangi beban penjualan dan disajikan sebagai “Beban Penjualan, Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

TIA (lanjutan) e. Biaya keagenan

TIA memiliki perjanjian keagenan dengan agen Tn. Girish Raghavan untuk memasarkan batubara kepada beberapa pelanggan tertentu. Agen tersebut mendapatkan komisi sebesar USD0.75/MT berdasarkan jumlah penjualan batubara kepada pelanggan.

f. Jasa sampling dan analisa batubara

Pada tanggal 10 Februari 2011, TIA mengadakan perjanjian dengan PT Geoservices untuk jasa sampling dan analisa batubara di wilayah operasional TIA, Kalimantan Selatan. Biaya atas jasa ini adalah USD30.000/bulan (dalam angka penuh). Jangka waktu kontrak ini berlaku dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 dan dapat diperpanjang oleh kedua belah pihak.

g. Pembangunan Jetty

Pada tanggal 11 Januari 2011, TIA menandatangani kontrak perjanjian untuk pembangunan Jetty dengan PT Bangun Arta Hutama di Desa Sebamban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Nilai kontrak sebesar Rp53.000 (sebelum Pajak Pertambahan Nilai). Pada tanggal 30 Juni 2011, penyelesaian atas konstruksi ini diperkirakan mencapai 30%, dan TIA telah membayar Rp17.524 dari nilai kontrak.

h. Jual beli tanah

Berdasarkan Akta Notaris No. 20 tanggal 16 Juni 2011 oleh Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., TIA akan menjual beberapa bidang tanah di Desa Sebamban kepada PBR dengan nilai penjualan sebesar Rp150.000. Namun demikian sertifikat hak atas tanah tersebut masih digunakan sebagai jaminan utang TIA kepada Mandiri.

Jual beli akan dilakukan jika persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi oleh kedua belah pihak, sebagai berikut:

- TIA telah memperoleh surat pembebasan jaminan atas tanah dari Mandiri;

- PBR telah memperoleh izin dari Badan Usaha Pelabuhan Republik Indonesia cq Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

- Pembayaran dari nilai pembelian tanah akan dilakukan dengan angsuran;

- Setiap pihak telah memperoleh izin yang diperlukan, dari otoritas pemerintah/pusat atau otoritas pemerintah/daerah yang terlibat dalam pelaksanaan perjanjian berkaitan dengan penjualan dan pembelian tanah.

i. Perjanjian layanan hukum

Pada tanggal 1 April 2010, TIA mengadakan perjanjian jasa hukum dengan Yanuar & Partners Law Office dalam rangka memberikan pelayanan hukum dalam proses penambangan batubara di area pertambangan. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Maret 2013 dan dapat diperpanjang oleh kedua belah pihak.

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PERJANJIAN PENTING, PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)

Proses litigasi

a. CK terlibat dalam perkara dengan Bulk Trading, sehubungan dengan kegagalan Bulk Trading untuk melakukan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukan oleh CK senilai USD7.100.000 dan Rp3.800 berdasarkan kontrak pekerjaan penambangan batu bara tanggal 20 Februari 2007 antara CK dan Bulk Trading yang diakhiri oleh CK pada tanggal 24 Juni 2008. CK dan Bulk Trading pada awalnya mencoba menyelesaikan sengketa melalui proses arbitrase dengan menggunakan aturan-aturan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (“BANI”). Berdasarkan Keputusan BANI tanggal 25 Februari 2009, BANI memutuskan untuk menolak permohonan arbitrase CK dan memerintahkan CK untuk membayar biaya perkara seluruhnya sejumlah USD86.105 dan Rp46.5. CK kemudian mengajukan permohonan pembatalan keputusan BANI pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 8 Desember 2009. Berdasarkan Penetapan Perkara Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 4 Januari 2010, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan untuk membatalkan Putusan BANI tanggal 25 Februari 2009. BANI kemudian mengajukan banding atas Penetapan Perkara Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Berdasarkan Putusan No. 396K/PDT.SUS/2010, Mahkamah Agung memutuskan menerima permohonan banding dari BANI dan membatalkan Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. CK kemudian mengajukan permohonan Peninjauan Kembali pada tanggal 22 Juli 2011 kepada Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan, perkara ini masih dalam proses pemeriksaan Mahkamah Agung.

b. CK juga terlibat dalam perkara lainnya sehubungan dengan sengketa kepemilikan 2 buah bidang tanah yang terletak di Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dengan luas total 20.000 m2. Pada tahun 2011, sebuah gugatan diajukan oleh Abdul Hadi terhadap seorang bernama H. Darmansyah sebagai tergugat pertama, Arutmin sebagai tergugat kedua, dan CK sebagai tergugat ketiga pada Pengadilan Negeri Kotabaru. Dalam gugatan tersebut, penggugat menuntut Arutmin untuk membayar (i) kerugian material sebesar Rp358.800 dan Rp3.120 serta (ii) kerugian immaterial yang diderita oleh penggugat sebesar Rp10.000. Berdasarkan gugatan ini, penggugat juga menuntut CK untuk menghentikan kegiatan penambangan yang dilakukan di tanah sengketa sampai ada putusan pengadilan yang menetapkan hak milik dari obyek sengketa. Sampai dengan tanggal laporan, CK sedang dalam proses untuk mengajukan banding.

c. TIA terlibat dalam gugatan hukum sehubungan dengan kompensasi bagi pemanfaatan lahan yang berada pada area konsesi milik TIA. Pada bulan Januari 2011, penggugat mendaftarkan gugatan terhadap TIA di Pengadilan Negeri Banjarmasin. Penggugat berusaha untuk mencabut dan membatalkan IUP milik TIA berikut ijin pinjam pakai kawasan hutan yang telah diberikan kepada TIA. d. TIA juga terlibat dalam gugatan hukum sehubungan dengan kepemilikan tanah yang berada didalam area konsesi milik TIA. Pada bulan Januari 2011 penggugat mendaftarkan gugatan kepada tergugat lainnya di Pengadilan Negeri Kotabaru. Penggugat berusaha agar TIA melepaskan tanah yang menjadi sengketa.

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 33. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dan 31 Desember 2010, 2009, 2008 dan 2007, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter yang signifikan dalam mata uang asing sebagai berikut:

30Juni 31 Desember

2011 2010 2010 2009 2008 2007

Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan

USD Rupiah USD Rupiah USD Rupiah USD Rupiah USD Rupiah USD Rupiah

Dolar Amerika Serikat

Aset

Kas dan setara kas 34.210.422 294.200 26.698.998 242.507 22.998.554 206.780 15.627.660 146.900 12.252.420 134.164 12.039.495 113.408 Kas dan setara kas yang dibatasi

penggunaannya 17.799.985 153.027 - - - - - - - - - -

Piutang usaha 110.512.155 950.073 92.480.348 839.999 89.839.284 807.745 87.158.617 819.291 61.719.817 675.832 36.159.359 340.585

Aset lancar lainnya 3.112.500 26.758 - - - - - - - - - -

Sub-total 165.635.062 1.424.059 119.179.346 1.082.506 112.837.838 1.014.525 102.786.277 966.191 73.972.237 809.996 48.198.854 453.993

Liabilitas

Utang bank jangka pendek 16.775.965 144.223 18.000.000 163.494 32.500.000 292.208 10.500.000 98.700 10.153.494 111.188 6.000.000 56.514 Utang usaha 122.861.347 1.056.239 83.889.794 761.971 126.059.838 1.133.404 81.203.191 763.310 106.433.699 1.165.449 29.761.440 280.323 Utang bank jangka panjang 204.103.174 1.754.675 - - 36.740.990 330.338 - - - - - -

Pinjaman jangka panjang lainnya - - 44.500.000 404.194 - - 46.500.000 437.100 60.350.000 660.833 60.000.000 565.140 Sub-total 343.740.486 2.955.137 146.389.794 1.329.659 195.300.828 1.755.950 138.203.191 1.299.110 176.937.193 1.937.470 95.761.440 901.977 Liabilitas dalam Dolar Amerika Serikat, neto 178.105.424 1.531.079 27.210.448 247.153 82.462.990 741.425 35.416.914 332.919 102.964.956 1.127.474 47.562.586 447.984 30Juni 31 Desember 2011 2010 2010 2009 2008 2007

Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan

EURO Rupiah EURO Rupiah EURO Rupiah EURO Rupiah EURO Rupiah EURO Rupiah

Euro

Aset

Kas dan setara kas 26.962 336 12.988 144 23.168 277 24.946 337 16.135 249 20.567 283 Piutang usaha - - - - - - - - 37.001 571 - - Sub-total 26.962 336 12.988 144 23.168 277 24.946 337 53.136 820 20.567 283 Liabilitas Utang usaha 1.472.155 18.346 680.617 7.546 969.722 11.594 576.505 7.788 1.366.317 21.085 510.973 7.031 Utang bank - - 103.815 1.151 - - - - - - - - Sub-total 1.472.155 18.346 784.432 8.697 969.722 11.594 576.505 7.788 1.366.317 21.085 510.973 7.031

Liabilitas dalam Euro, neto 1.445.193 18.010 771.444 8.553 946.554 11.317 551.559 7.451 1.313.181 20.265 490.406 6.748

Dolar Australia Aset

Kas dan setara kas 9.653 89 34.670 268 9.734 89 25.620 216 55.850 422 43.505 358 Piutang usaha - - - - 175.763 1.607 351.441 2.963 - - - - Sub-total 9.653 89 34.670 268 185.497 1.696 377.061 3.179 55.850 422 43.505 358 Liabilitas Utang usaha 763.124 7.036 1.064.424 8.228 373.947 3.419 366.623 3.091 1.159.609 8.762 693.523 5.707

Liabilitas (aset) dalam dolar Australia, neto 753.471 6.947 1.029.754 7.960 188.450 1.723 (10.438) (88) 1.103.759 8.340 650.018 5.349

30 Juni 31 Desember

2011 2010 2010 2009 2008 2007

Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan

SGD Rupiah SGD Rupiah SGD Rupiah SGD Rupiah SGD Rupiah SGD Rupiah

Dolar Singapura

Aset

Kas dan setara kas 11.167 78 797.562 5.169 24.208 169 15.378 103 9.334 71 3.384 22 Piutang usaha 10.164 71 630.304 4.085 430 3 11.944 80 657 5 - - Sub-total 21.331 149 1.427.866 9.254 24.638 172 27.322 183 9.991 76 3.384 22 Liabilitas Utang usaha 2.347.745 16.399 2.158.000 13.986 1.221.888 8.530 921.917 6.175 1.268.963 9.653 163.181 1.061

Liabilitas dalam dolar

Singapura, neto 2.326.414 16.250 730.134 4.732 1.197.250 8.358 894.595 5.992 1.258.972 9.577 159.797 1.039

PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)

dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 33. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dan 31 Desember 2010, 2009, 2008 dan 2007, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter yang signifikan dalam mata uang asing sebagai berikut: (lanjutan)

30Juni 31 Desember

2011 2010 2010 2009 2008 2007

Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan

JPY Rupiah JPY Rupiah JPY Rupiah JPY Rupiah JPY Rupiah JPY Rupiah

Yen Jepang Liabilitas Utang usaha 9.785.047 1.047 13.805.825 1.422 5.054.545 556 544.554 55 16.529 2 - 30Juni 31 Desember 2011 2010 2010 2009 2008 2007

Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan

GPB Rupiah GBP Rupiah GPB Rupiah GPB Rupiah GPB Rupiah GPB Rupiah

Poundsterling Liabilitas Utang usaha 14.528 201 3.289 45 720 10 - - - - - 30Juni 31 Desember 2011 2010 2010 2009 2008 2007

Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan Setara dengan

PGK Rupiah PGK Rupiah PGK Rupiah PGK Rupiah PGK Rupiah PGK Rupiah

Kina Papua New Guinea Aset

Kas dan setara kas 1.052 4 - - - - - - - - -

Dalam dokumen PT ABM Investama dan entitas anak (Halaman 112-119)