PT ABM Investama dan entitas anak
Laporan keuangan konsolidasian beserta
laporan auditor independen tanggal 30 Juni 2011 (Diaudit)
dan 2010 (Tidak diaudit), 31 Desember 2010, 2009 dan
2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (Diaudit) dan
untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 Juni 2011 (Diaudit) dan 2010 (Tidak diaudit) dan tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010,
2009 dan 2008 (Diaudit)
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
TANGGAL 30 JUNI 2011 (DIAUDIT) DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT),
31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 DAN 1 JANUARI 2008/31 DESEMBER 2007 (DIAUDIT) DAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2011 (DIAUDIT) DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) DAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 (DIAUDIT)
Daftar Isi
Halaman Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ……… 1-3
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian ……….. 4
Laporan Perubahan Ekuitas (Defisiensi Modal) Konsolidasian ……… 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian …….………. 6
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ……… 7-122
Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT),
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 31 Desember 1 Januari 2008/ Catatan 2011 2010 2010 2009 2008 31 Desember 2007 Disajikan kembali –
Disajikan kembali – Catatan 2 Catatan 2
ASET ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2e,2x,4,33,34 792.675 679.334 433.039 614.575 159.424 151.563 Kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya 2f,2x,5,33,34 162.087 1.713 7.626 1.382 1.588 - Piutang usaha 2h,2x,6,33,34
Pihak ketiga, setelah dikurangi penyisihan kerugian atas penurunan nilai sebesar Rp28.683 pada tanggal 30 Juni 2011 (30 Juni 2010: Rp110.387; 31 Desember 2010: Rp36.378; 31 Desember 2009: Rp108.388; 31 Desember 2008: Rp78.544; 31 Desember 2007: Rp43.665) 1.113.978 876.284 918.142 933.573 715.459 588.775 Pihak-pihak berelasi 2g,29 153.326 61.360 67.096 24.683 120.861 61.143 Piutang lainnya 2h,2x,34 18.894 9.224 9.950 7.183 9.270 51.605 Jasa pertambangan dalam proses 7 296.951 109.741 223.634 128.591 37.373 29.880 Persediaan, setelah dikurangi penyisihan untuk persediaan usang Rp3.393 pada tanggal 30 Juni 2011 (30 Juni 2010: Rp7.131; 31 Desember 2010: Rp2.277; 31 Desember 2009: Rp5.694; 31 Desember 2008 Rp3.189; 31 Desember 2007: Rp3.272) 2i,2p,8 336.050 248.709 301.356 233.936 241.667 152.267 Uang muka 31.673 42.103 4.399 5.711 7.470 3.296 Beban dibayar dimuka 2j 40.710 12.066 11.526 8.551 7.852 6.067 Pajak dibayar di muka 108.537 16.892 62.091 15.081 46.818 105.990 Aset lancar lainnya 9 48.766 10.784 67.335 28.068 36.867 24.401
TOTAL ASET LANCAR 3.103.647 2.068.210 2.106.194 2.001.334 1.384.649 1.174.987
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan saham 2k,10 60.910 400 59.919 400 3.883 542 Aset pajak tangguhan 2t,22e 96.099 137.305 134.465 139.403 193.358 155.453 Aset tetap, setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Rp2.022.373 pada tanggal 30 Juni 2011 (30 Juni 2010: Rp1.712.021, 31 Desember 2010: Rp1.890.848, 31 Desember 2009: Rp1.513.612, 31 Desember 2008: Rp1.123.274, 31 Desember 2007: Rp798.378) 2l,2n,2p,2q,11 2.808.421 1.694.259 2.107.655 1.532.725 1.469.802 1.266.307 Taksiran tagihan pajak 22a 421.317 453.644 388.039 417.907 443.253 324.647
Goodwill 1b,2c 593.883 - - - - -
Biaya ekplorasi tambang dan pengembangan
ditangguhkan 2m,12 117.506 64.658 70.222 62.742 45.255 42.809 Aset tidak lancar lainnya 2o,2u,2x 13,34 141.457 54.947 23.772 45.466 8.929 97.840
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 4.239.593 2.405.213 2.784.072 2.198.643 2.164.480 1.887.598
TOTAL ASET 7.343.240 4.473.423 4.890.266 4.199.977 3.549.129 3.062.585
Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT),
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 31 Desember 1 Januari 2008/ Catatan 2011 2010 2010 2009 2008 31 Desember 2007 Disajikan kembali –
Disajikan kembali – Catatan 2 Catatan 2
LIABILITAS DAN EKUITAS/ DEFISIENSI MODAL LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 2x,14,33,34 469.705 164.645 292.208 98.700 111.188 56.514 Utang usaha 2x,15,33,34 Pihak ketiga 528.355 366.699 478.751 264.534 338.349 381.555 Pihak-pihak berelasi 2g,29 870.071 725.885 791.792 699.246 1.183.167 732.142 Utang lainnya 2x,34 Pihak ketiga 41.184 32.266 37.421 67.663 31.989 78.083 Pihak-pihak berelasi 2g,29 124.863 7.347 1.102 - - 2.599 Utang pajak 22b 34.646 56.844 33.836 21.263 18.367 11.527 Beban yang masih
harus dibayar 2x,17,34 317.121 316.220 282.130 282.402 256.425 191.288 Uang muka pelanggan 18 111.952 8.011 20.831 - - - Kewajiban jangka panjang yang
jatuh tempo dalam
satu tahun: 2x Utang bank jangka
panjang 16,33,34 204.863 28.829 131.813 - - - Utang sewa pembiayaan 2l,19,34
Pihak ketiga 140.495 127.269 95.028 179.228 279.297 239.103 Pihak-pihak berelasi 2g,29 191.108 187.024 194.173 184.833 119.699 50.214 TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 3.034.363 2.021.039 2.359.085 1.797.869 2.338.481 1.743.025 LIABILITAS JANGKA PANJANG
Kewajiban jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun: 2x Utang bank jangka
panjang 16,33,34 2.288.589 122.286 715.785 - - - Utang jangka
panjang lainnya 20,33,34
PIhak ketiga - 404.194 - 437.100 660.833 565.140 PIhak-pihak berelasi 2g,29 - 145.328 125.874 161.166 464.963 381.912 Utang sewa pembiayaan 2l,19,34
Pihak ketiga 300.530 107.561 74.981 167.382 403.275 449.810 Pihak-pihak berelasi 2g,29 236.244 361.283 294.204 450.540 382.780 139.376 Liabilitas pajak tangguhan 22e - - - 303 640 629 Liabilitas imbalan kerja 2w,28 80.118 58.604 67.939 43.309 33.297 23.005 Utang usaha
jangka panjang 2g,2x,15,29,34 - - 56.435 - - - Beban yang masih harus
dibayar - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2x,17,34 32.696 73.644 35.361 41.783 76.681 - Uang muka pelanggan 18 32.668 - 34.166 - - -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 2.970.845 1.272.900 1.404.745 1.301.583 2.022.469 1.559.872 TOTAL LIABILITAS 6.005.208 3.293.939 3.763.830 3.099.452 4.360.950 3.302.897
Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT),
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 31 Desember 1 Januari 2008/ Catatan 2011 2010 2010 2009 2008 31 Desember 2007
Disajikan kembali –
Disajikan kembali – Catatan 2 Catatan 2
EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL) EKUITAS YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal saham – nilai nominal Rp1.000 (dalam angka penuh) per saham pada
tanggal 30 Juni 2011 (30 Juni 2010, 31 Desember 2010 dan 2009:
Rp1.000 (dalam angka penuh), 31 Desember 2008
dan 2007: Rp100.000
(dalam angka penuh)) Modal dasar – 1.651.520.000 saham pada tanggal 30 Juni 2011 (30 Juni 2010, 31 Desember 2010 dan 2009:1.651.520.000 saham, 31 Desember 2008 dan 2007: 5.000 saham) Modal ditempatkan dan disetor penuh - 1.170.000.000 saham pada tanggal 30 Juni 2011 (30 Juni 2010 dan 31 Desember 2010 dan 2009: 412.880.000 saham, 31 Desember 2008 dan 2007: 2.500 saham) 23 1.170.000 412.880 412.880 412.880 250 250 Obligasi wajib konversi 2x,21 - 757.120 757.120 757.120 - - Selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas 2c,
sepengendali 2d,24 (152.914) (143.454) (152.914) (143.454) - - Modal proforma dari transaksi
restrukturisasi entitas
sepengendali 1b - 117.791 - 92.005 (805.391) (237.795 ) Saldo laba (defisit) 317.500 35.105 109.298 (18.026) (6.680) (2.767 )
Sub-total 1.334.586 1.179.442 1.126.384 1.100.525 (811.821) (240.312 ) Kepentingan Nonpengendali 1b,2b 3.446 42 52 - - - TOTAL EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 1.338.032 1.179.484 1.126.436 1.100.525 (811.821) (240.312 )
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS/
SETELAH DIKURANGI
DEFISIENSI MODAL 7.343.240 4.473.423 4.890.266 4.199.977 3.549.129 3.062.585
Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
Enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Enam bulan yang berakhir pada Tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 Juni pada tanggal-tanggal 31 Desember
Catatan 2011 2010 2010 2009 2008
Disajikan kembali – Catatan 2
PENJUALAN DAN
PENDAPATAN JASA 2r,25 2.777.875 2.196.678 4.486.419 3.926.320 3.235.172
BEBAN POKOK PENJUALAN
DAN PENDAPATAN JASA 2r,26 2.172.595 1.874.991 3.749.438 3.455.803 3.114.382
LABA BRUTO 605.280 321.687 736.981 470.517 120.790
Beban penjualan, umum dan
administrasi 2r,27 (357.093) (229.695) (487.555) (339.137) (274.048) Pendapatan operasi lainnya 2r,2s 96.083 52.105 68.667 368.720 31.333 Beban operasi lainnya 2r,2s (3.520) (4.418) (2.321) (8.671) (347.916)
LABA (RUGI) USAHA 340.750 139.679 315.772 491.429 (469.841)
Bagian atas laba neto entitas
asosiasi 2k,10 1.391 - - - -
Pendapatan keuangan 6.260 13.059 22.456 13.674 2.644 Biaya keuangan (65.035) (47.392) (100.811) (125.289) (111.420)
LABA (RUGI) SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN 283.366 105.346 237.417 379.814 (578.617)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN 2t,22c
Kini (36.770) (24.594) (61.528) (39.822) (30.783) Tangguhan (38.385) (1.793) (4.635) (53.618) 37.891
Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan - Neto (75.155) (26.387) (66.163) (93.440) 7.108
LABA SEBELUM LABA/RUGI PROFORMA DARI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI 208.211 78.959 171.254 286.374 (571.509)
RUGI (LABA) PROFORMA DARI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI
ENTITAS SEPENGENDALI 1b - (25.786) (43.878) (297.720) 567.596
LABA (RUGI) BERSIH 208.211 53.173 127.376 (11.346) (3.913 )
PENDAPATAN
KOMPREHENSIF LAIN - - - - -
TOTAL LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF 208.211 53.173 127.376 (11.346) (3.913 )
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 208.202 53.131 127.324 (11.346) (3.913 ) Kepentingan
nonpengendali 2b 9 42 52 - -
TOTAL 208.211 53.173 127.376 (11.346) (3.913 )
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR -
(dalam angka penuh) 2y,30 108 64 154 (54) (7.826)
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DILUSIAN -
(dalam angka penuh) 2y,30 89 23 54 (22) (7.826)
Catatan atas laporan keuangan interim konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim konsolidasian secara keseluruhan.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) KONSOLIDASIAN
Enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Selisih Modal proforma
nilai transaksi dari transaksi Total
Modal saham restukturisasi restrukturisasi ekuitas ditempatkan dan entitas entitas Obligasi Saldo laba Kepentingan (defisiensi Catatan disetor penuh sepengendali sepengendali wajib konversi (defisit) Nonpengendali modal)
Saldo, 31 Desember 2007 250 - (237.795 ) - (2.767 ) - (240.312)
Modal proforma dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 1b - - (567.596 ) - - - (567.596)
Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2008 - - - - (3.913 ) - (3.913)
Saldo, 31 Desember 2008 250 - (805.391 ) - (6.680 ) - (811.821)
Tambahan setoran modal 23 412.630 - - - - - 412.630
Obligasi wajib konversi 21 - - - 757.120 - - 757.120
Modal proforma dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 1b - - 897.396 - - - 897.396
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali 2d,24 - (143.454) - - - - (143.454)
Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2009 - - - - (11.346 ) - (11.346)
Saldo, 31 Desember 2009 412.880 (143.454) 92.005 757.120 (18.026 ) - 1.100.525
Modal proforma dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 1b - - 25.786 - - - 25.786
Laba untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 - - - - 53.131 42 53.173 Saldo, 30 Juni 2010 412.880 (143.454) 117.791 757.120 35.105 42 1.179.484 Saldo, 31 Desember 2009 412.880 (143.454) 92.005 757.120 (18.026 ) - 1.100.525
Modal proforma dari
transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 1b - - (92.005) - - - (92.005)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali 2d,24 - (9.460) - - - - (9.460)
Laba untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2010 - - - - 127.324 52 127.376
Saldo, 31 Desember 2010 412.880 (152.914) - 757.120 109.298 52 1.126.436
Konversi obligasi wajib
konversi 21 757.120 - - (757.120) - - -
Laba untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2011 - - - - 208.202 9 208.211
Kepentingan nonpengendali dari akuisisi entitas
anak baru 1b - - - - - 3.385 3.385
Saldo, 30 Juni 2011 1.170.000 (152.914) - - 317.500 3.446 1.338.032
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Enam bulan yang berakhir pada Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 Juni tanggal-tanggal 31 Desember
Catatan 2011 2010 2010 2009 2008
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 2.593.127 2.223.302 4.586.444 3.774.540 3.013.891 Pembayaran kepada pemasok (2.185.310) (1.462.514) (3.220.201) (2.521.382) (2.559.738) Pembayaran kepada karyawan (393.438) (305.700) (646.826) (459.307) (284.033)
Kas diperoleh dari operasi 14.379 455.088 719.417 793.851 170.120
Penerimaan lainnya 16.930 1.929 2.134 9.368 8.827
Penerimaan dari pendapatan bunga 6.361 13.050 22.456 13.674 2.644 Pembayaran bunga (62.998) (47.336) (112.342) (177.955) (42.295) Pembayaran pajak penghasilan (41.893) (35.342) (104.006) (105,035) (150.761) Pembayaran lainnya (25.629) (12.360) (43.469) (4.175) (73.628) Penerimaan dari taksiran
tagihan pajak - 580 128.286 149.270 80.529
Kas neto yang (digunakan untuk)
diperoleh dari aktivitas operasi (92.850) 375.609 612.476 678.998 (4.564 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 11 37.278 4.868 25.757 6.070 54.403 Hasil dari penjualan
penyertaaan saham 10 1.000 - - 13.116 80
Penambahan
penyertaan saham 1b (601.915) - (204.862) (372.453) -
Penambahan aset tetap 11,37 (383.093) (267.377) (786.936) (201.968) (208.777) Deposito berjangka yang digunakan
sebagai jaminan pinjaman 5 (152.421) - - - -
Penambahan biaya eksplorasi tambang
dan pengembangan 12 (29.657) (3.205) (9.897) (17.774) (5.746)
Penambahan aset takberwujud - - (7.426) - -
Kas neto yang digunakan untuk
aktivitas investasi (1.128.808) (265.714) (983.364) (573.009) (160.040)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan utang bank 2.112.378 220.773 1.636.017 96.198 54.674 Pembayaran utang bank (232.205) (32.906) (583.346) (96.369) - Pembayaran utang sewa
pembiayaan (164.181) (215.652) (593.461) (513.779) (79.549) Pembayaran utang jangka panjang (120.428) - - (17.436) - Penambahan dari pihak-pihak berelasi - 5.196 166.220 - 83.051 Pembayaran kepada pihak-pihak berelasi - (15.838) (428.179) - -
Perolehan utang jangka panjang - - - 489.525 95.693
Penambahan setoran modal - - - 412.630 -
Kas neto yang (digunakan untuk)
diperoleh dari aktivitas pendanaan 1.595.564 (38.427) 197.251 370.769 153.869
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS DAN SETARA KAS 373.906 71.468 (173.637) 476.758 (10.735)
DAMPAK NETO PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS DAN
SETARA KAS (14.761) (6.709) (7.899) (21.607) 18.596
KAS DAN SETARA KAS DARI
AKUISISI ENTITAS ANAK BARU 491 - - - -
KAS DAN SETARA KAS
AWAL PERIODE 4 433.039 614.575 614.575 159.424 151.563
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR PERIODE 4 792.675 679.334 433.039 614.575 159.424
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT ABM Investama (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Asih Wahyuni Martaningrum, S.H., No. 01 tanggal 1 Juni 2006 di Depok, Indonesia dengan nama PT Adiratna Bani Makmur. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-22790HT.01.01.Tahun. 2006 tanggal 3 Agustus 2006.
Berdasarkan Akta Notaris Dwi Yulianti, S.H., No. 5 tanggal 31 Agustus 2009, nama Perusahaan diubah dari PT Adiratna Bani Makmur menjadi PT ABM Investama. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-50239.AH.01.02 Tahun 2009 tanggal 16 Oktober 2009.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 163 tanggal 21 Juli 2011, sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (Catatan 39).
Perusahaan berkedudukan di gedung Tiara Marga Trakindo lantai 18, Jl. Cilandak KKO No.1, Jakarta Selatan, Indonesia. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial tahun 2006.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah perdagangan, jasa, pertambangan, pengangkutan, dan pemborong (kontraktor).
Valle Verde Pte. Ltd., yang didirikan di Singapura, adalah entitas induk akhir (ultimate parent) dari Perusahaan dan Entitas-entitas Anak (secara bersama-sama disebut “Grup”).
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
Persentase kepemilikan Perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan total aset entitas Anak dan entitas asosiasi adalah sebagai berikut:
Persentase kepemilikan (Langsung/Tidak langsung)
Tahun
Kedudukan, usaha 30 Juni 31 Desember Ruang lingkup tanggal komersial
Entitas Anak aktivitas pendirian dimulai 2011 2010 2010 2009 2008 2007
Kepemilikan langsung:
PT Cipta Kridatama Kontraktor Jakarta,
(CK) pertambangan 8 April 1997 1999 100% 100% 100% 100% 100% 100%
PT Sumberdaya Sewatama Penyewaan
(SS) mesin
pembangkit Jakarta
tenaga listrik 31 Januari 1992 1992 100% 100% 100% 100% 100% 100%
PT Sanggar Sarana Baja Perencanaan
(SSB) rekayasa mesin
Pengembangan dan pembuatan perlengkapan penunjang, alat- alat berat, alat angkut bahan, bejana tekan dan produk- Jakarta,
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)
Persentase (Langsung/tidak langsung)
Tahun
Kedudukan, usaha 30 Juni 31 Desember Ruang lingkup tanggal komersial
Entitas Anak aktivitas pendirian dimulai 2011 2010 2010 2009 2008 2007
Kepemilikan langsung: (lanjutan)
PT Reswara Minergi Jakarta,
Hartama (Reswara) Perdagangan 19 Oktober 2010 - 100% - 100% - - -
PT Cipta Krida Bahari Jasa Jakarta,
(CKB) logistik 9 Mei 1997 1997 100% 100% 100% 100% 100% 100%
PT Mongondow Mandiri Pertambangan Manado,
(MM) 24 Maret 2005 2006 - - - - - 51%
Kepemilikan tidak langsung: Melalui SS:
PT Nagata Bisma Shakti Pemeliharaan
(NBS) dan instalasi
mesin pembangkit tenaga listrik Jakarta,
13 Mei 2011 - 100% - - - - -
PT Pradipa Aryasatya Pemeliharaan
(PA) dan instalasi Jakarta,
mesin pembangkit
tenaga listrik 13 Mei 2011 - 100% - - - - -
Melalui SSB:
PT Prima Wiguna Parama Perdagangan Jakarta,
(PWP) dan konstruksi 20 Juni 2011 - 100% - - - - -
Melalui Reswara:
PT Tunas Inti Abadi Pengembangan
(TIA) dan pertambangan
sumberdaya,
terutama Jakarta,
batubara 11 November 2003 2009 100% 100% 100% 100% - -
PT Pelabuhan Buana Jasa
Reja (PBR) pengelolaan Jakarta,
pelabuhan 2 Desember 2010 - 100% - 100% - - -
PT Media Djaya Bersama Perdagangan,
(MDB) pengembangan Jakarta,
dan industri 6 Mei 2005 - 70% - - - - -
PT Mifa Bersaudara Pertambangan Aceh Darusalam,
(MB) batubara 14 Januari 2002 - 69,999% - - - - -
PT Bara Energi Lestari Pertambangan Aceh Darusalam,
(BEL) batubara 24 Juni 2005 - 69,997% - - - - -
Melalui CKB:
PT Baruna Dirga Dharma Transportasi laut Jakarta,
(BDD) domestik 24 Mei 2011 - 100% - - - - -
PT Alfa Trans Raya Transportasi Jakarta,
(ATR) laut 18 Desember 2006 2007 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Entitas Asosiasi
PT Mongondow Mandiri Pertambangan Manado,
(MM) 24 Maret 2005 2006 - - - - 42,8% -
PT Metaepsi Pejebe Pembangkit Jakarta,
Power Generation tenaga listrik 31 Januari 2005 2007 20% - 20% - - -
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)
Total Aset Sebelum Eliminasi
Tahun
Kedudukan, usaha 30 Juni 31 Desember Ruang lingkup tanggal komersial
Entitas Anak aktivitas pendirian dimulai 2011 2010 2010 2009 2008 2007
Kepemilikan langsung:
PT Cipta Kridatama Kontraktor Jakarta,
(CK) pertambangan 8 April 1997 1999 2.698.261 2.103.243 2.190.288 2.278.758 2.039.784 1.825.236 PT Sumberdaya Sewatama Penyewaan Jakarta.
(SS) mesin
pembangkit
tenaga listrik 31 Januari 1992 1992 1.860.705 988.551 1.297.272*) 676.281*) 740.877 721.332 PT Sanggar Sarana Baja Perencanaan
(SSB) rekayasa mesin
Pengembangan dan pembuatan perlengkapan penunjang. alat- alat berat, alat angkut bahan, bejana tekan dan produk- Jakarta,
produk lainnya 19 Maret 1977 1977 1.029.639 722.150 819.986*) 589.473 672.097 361.782
PT Reswara Minergi Jakarta,
Hartama (Reswara) Perdagangan 19 Oktober 2010 - 1.211.678 - 362.049 - - -
PT Cipta Krida Bahari Jasa Jakarta,
(CKB) logistik 9 Mei 1997 1997 411.695 210.761 231.567 164.688 140.790 76.483
PT Mongondow Mandiri Pertambangan Manado.
(MM) 24 Maret 2005 2006 - - - 6.607
Kepemilikan tidak langsung: Melalui SS:
PT Nagata Bisma Shakti Pemeliharaan dan instalasi
(NBS) mesin pembangkit
tenaga listrik Jakarta,
13 Mei 2011 - 1.000 - - - - -
PT Pradipa Aryasatya Pemeliharaan
(PA) dan instalasi
mesin pembangkit Jakarta,
listrik 13 Mei 2011 - 1.000 - - - - -
Melalui SSB:
PT Prima Wiguna Parama Perdagangan Jakarta,
(PWP) dan konstruksi 20 Juni 2011 - 5.000 - - - - -
Melalui Reswara:
PT Tunas Inti Abadi Pengembangan
(TIA) dan pertambangan
sumberdaya,
terutama Jakarta,
batubara 11 November 2003 2009 539.024 232.525 311.253 184.069 69.221 58.810
PT Pelabuhan Buana Jasa
Reja (PBR) pengelolaan Jakarta.
pelabuhan 2 Desember 2010 - 51.534 - 50.003 - - -
PT Media Djaya Bersama Perdagangan,
(MDB) pengembangan Jakarta,
dan industri 6 Mei 2005 - 80.895 - - - - -
PT Mifa Bersaudara Pertambangan Aceh Darusalam.
(MB) batubara 14 Januari 2002 - 18.404 - - - - -
PT Bara Energi Lestari Pertambangan Aceh Darusalam,
(BEL) batubara 24 Juni 2005 - 7.242 - - - - -
Melalui CKB:
PT Baruna Dirga Dharma Transportasi laut Jakarta,
(BDD) domestik 24 Mei 2011 - 1.002 - - - - -
PT Alfa Trans Raya Transportasi Jakarta,
(ATR) laut 18 Desember 2006 2007 101.050 49.427 71.401 50.318 39.605 23.771
Entitas Asosiasi
PT Mongondow Mandiri Pertambangan Manado.
(MM) 24 Maret 2005 2006 - - - - 14.995 -
PT Metaepsi Pejebe Pembangkit Jakarta,
Power Generation tenaga listrik 31 Januari 2005 2007 481.439 - 469.657 - - -
(Meppogen)
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan) SSB
Pada tanggal 9 Oktober 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan PT Tiara Marga Trakindo (“TMT”), pihak berelasi. Perusahaan mengakuisisi 100% kepemilikan saham SSB dari TMT.
PWP
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn. No. 31 tanggal 20 Juni 2011, SSB dan CKB mendirikan entitas anak dengan nama PT Prima Wiguna Parama, dengan total modal awal yang disetor Rp5.000.
SS
Pada tanggal 9 Oktober 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan TMT, pihak berelasi. Perusahaan mengakuisisi 100% kepemilikan saham SS dari TMT.
NBS
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., No. 26 tanggal 13 Mei 2011, SS dan SSB mendirikan entitas anak dengan nama PT Nagata Bisma Shakti, dengan total modal awal yang disetor Rp1.000.
PA
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., No. 25 tanggal 13 Mei 2011, SS dan SSB mendirikan entitas anak dengan nama PT Pradipa Aryasatya, dengan total modal awal disetor Rp1.000.
CKB
Pada tanggal 23 Oktober 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan TMT dan PT Trakindo Utama (TU), pihak berelasi. Perusahaan mengakuisisi 100% kepemilikan saham CKB dari TMT dan TU. CKB memiliki 100% kepemilikan saham di ATR dan 99,9% kepemilikan saham atas BDD.
BDD
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., No. 44 tanggal 24 Mei 2011, CKB dan SS mendirikan entitas anak dengan nama PT Baruna Dirga Dharma, dengan total modal awal disetor Rp1.000.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan) ATR
Berdasarkan Akta Notaris Justryani Koni, S.H., No. 20 tanggal 28 September 2010, ATR menerima tambahan setoran modal dari CKB sebesar Rp10.000 pada bulan September 2010.
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., No. 7 tanggal 1 Juni 2011, ATR meningkatkan modal dasar menjadi Rp180.000 dan menerima tambahan setoran modal dari CKB sebesar Rp25.000 pada bulan Juni 2011.
CK
Pada tanggal 9 Oktober 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan TMT, pihak berelasi. Perusahaan mengakuisisi 49% kepemilikan saham CK dari TMT.
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H. M.Kn., No. 18 tanggal 14 Desember 2010, Perusahaan meningkatkan kepemilikan saham di CK sebesar Rp484.475 sehingga pemilikan saham di CK menjadi sebesar 100%. Pada tanggal 31 Desember 2010, pemilikan saham Perusahaan bersama dengan pemilikan saham SSB di CK berjumlah Rp950.000. Investasi tersebut merupakan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, dan oleh karena itu, dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interests) sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 (Revisi 2004), "Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali". Oleh karena itu, laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, dan laporan posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 1 Januari 2008, 31 Desember 2007, telah disajikan kembali.
Reswara
Berdasarkan Akta Notaris Justriany Koni, S.H. No. 38 tanggal 19 Oktober 2010, Perusahaan mendirikan Reswara dengan total modal awal yang disetor Rp250.000, Jumlah penyertaan modal Perusahaan bersama dengan kepemilikan saham SSB di Reswara sebesar Rp250.000, mewakili 100% kepemilikan saham.
Reswara memiliki 100% kepemilikan saham TIA dan PBR dan 70% atas MDB.
TIA
Pada tanggal 9 Oktober 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan SS, entitas anak. Perusahaan mengakuisisi 100% kepemilikan saham TIA dari SS.
Berdasarkan Akta Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., No. 17 tanggal 10 Desember 2010, Perusahaan menjual investasinya di TIA sebesar Rp159.059 atau sebesar 100% kepemilikan saham kepada Reswara.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan) TIA (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2011, TIA memiliki ijin usaha pertambangan (“IUP”), sebagai berikut:
(Dalam jutaan ton)- tidak diaudit
Lokasi Kode Area Luas (ha) IUP Operasi Produksi Total Cadangan
Untuk Enam Bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 Akumulasi Total Produksi pada tanggal
30 Juni 2011 cadangan Sisa
Kusan Hulu dan Sungai Loban Sub-district
TB.07 OKTPR 45 718,7
No. 51.A Tahun 2011
Berlaku sampai 5 Maret 2021 52,0 0,8 2,0 50,0 Kusan Hulu dan Sungai Loban Sub-district
TB.04 FEBPR 03 2.355,2 No. 217 Tahun 2011 Berlaku sampai
16 Maret 2021
Cadangan didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh PT Runge Indonesia untuk menilai cadangan dari daerah di atas pada tanggal 30 Juni 2011 berdasarkan laporan No. ADV-JA-03768_TIA_2011 yang dikeluarkan pada tanggal 22 Juli 2011.
TIA telah mendapatkan izin lokasi tanah untuk pembangunan pelabuhan khusus dengan Surat Keputusan No. 95 Tahun 2005 tanggal 3 Juni 2005 dan izin pembangunan pelabuhan khusus dengan Surat Keputusan No. 125 Tahun 2007 tanggal 10 Mei 2007. Kedua izin tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, yang berlokasi di Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan mencakup 221 hektar. Pada tanggal 10 Maret 2008, TIA mendapatkan izin operasional dari Pemerintah Daerah Tanah Bumbu dengan Surat Keputusan No. 220 Tahun 2008 untuk menjalankan pelabuhan khusus di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Surat Keputusan ini berlaku sampai dengan 10 Maret 2013.
TIA mengadakan perjanjian “Pinjam Pakai Lahan” dengan PT Hutan Rindang Benua (HRB) pada tanggal 19 Januari 2010, dimana HRB menyetujui untuk meminjamkan area Hutan Tanaman Industri kepada TIA sebesar 1.753,8 hektar yang berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Perjanjian tersebut berlaku sampai dengan umur tambang TIA berakhir. Izin mengenai Pinjam Pakai Kawasan Hutan telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Daerah berdasarkan Surat Keputusan No. S.537/Menhut-VII/2009 tanggal 7 Juli 2009.
PBR
Berdasarkan Akta Notaris Justriany Koni, S.H., No. 3 tanggal 2 Desember 2010, Reswara mendirikan PBR dengan total penyertaan modal sebesar Rp50.000. Jumlah penyertaan modal Reswara bersama dengan SSB pada PBR adalah sebesar Rp50.000, mewakili 100% kepemilikan saham.
MDB
Pada tanggal 10 Juni 2011, PT Agrotama Raya (Agrotama) dan Equity First International Limited (EFIL), keduanya adalah pihak ketiga, menandatangani option agreement, dimana Agrotama memberikan opsi tanpa syarat dan mutlak kepada EFIL untuk membeli 54.250 saham milik Agrotama di MDB yang mewakili 70% dari kepemilikan saham MDB pada harga USD10.000.000 (setara dengan Rp86.095).
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan) MDB (lanjutan)
Pada tanggal 17 Juni 2011, Reswara, Agrotama dan EFIL menandatangani perjanjian dimana EFIL mengalihkan opsi untuk membeli saham MDB diatas kepada Reswara dengan harga opsi sebesar USD60.000.000 (setara dengan Rp512.820), yang dibayar Reswara pada tanggal 30 Juni 2011. Selain itu pada tanggal 17 Juni 2011, Reswara, Agrotama dan EFIL menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat, dimana Agrotama setuju untuk mengalihkan saham MDB yang disebutkan diatas. Berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., No. 167 tanggal 28 Juni 2011, Reswara memiliki total 54.250 saham MDB.
Total biaya investasi saham di MDB adalah sebesar USD70.000.000 (setara dengan Rp601.915). Sehubungan dengan akuisisi saham MDB, Reswara mengakui goodwill sebesar Rp593.883 dalam laporan posisi keuangan interim konsolidasian tahun 2011.
Mifa dan BEL adalah entitas anak dari MDB.
Mifa
Mifa adalah entitas anak dari MDB, yang memiliki 99,997% dari total saham yang dikeluarkan Mifa. Pada tanggal 30 Juni 2011, Mifa memiliki IUP, sebagai berikut:
(Dalam jutaan ton)- tidak diaudit
Lokasi Kode Area
Luas
(ha) IUP Operasi Produksi Total Cadangan
Untuk Enam Bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 Akumulasi Total Produksi pada tanggal 30 Juni 2011 Sisa cadangan Meureubo, Aceh Barat KW 020505/MB 3.134 No. 117.b Tahun 2011 Berlaku sampai 13 April 2025 150,0 - - 150,0
Cadangan didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh PT Runge Indonesia untuk menilai cadangan dari daerah di atas pada tanggal 30 Juni 2011 berdasarkan laporan No. ADV-JA-03770_MDB_2011 yang dikeluarkan pada tanggal 22 Juli 2011.
Mifa memegang Izin Eksplorasi No. 157 tanggal 30 Agustus 2003 untuk wilayah pertambangan 3.000 hektar di Meureubo dan Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam; Izin Pertambangan Eksploitasi No. 96 tanggal 1 Agustus 2005; dan Izin untuk memuat dan menjual barang tambang No. 95 tanggal 1 Agustus 2005 dari Bupati Aceh Barat.
Mifa juga memiliki izin lokasi untuk wilayah penambangan batubara seluas 3.134 hektar di Meureubo dan Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam yang terakhir diubah berdasarkan Surat Keputusan No. 179 Tahun 2008, tanggal 31 Mei 2008 dari Bupati Aceh Barat.
Pada tanggal 13 April 2010, Mifa memperoleh IUP dari Bupati Aceh Barat berdasarkan Surat Keputusan No. 124 Tahun 2010 untuk melakukan konstruksi, produksi, memuat dan menjual dan pengolahan dan pemurnian di lahan IUP untuk periode lima tahun yang berakhir pada tanggal 13 April 2015. Berdasarkan Surat Keputusan No. 117.b Tahun 2011 tanggal 30 Maret 2011 dari Bupati Aceh Barat, izin ini telah disesuaikan untuk periode 20 tahun yang berakhir pada tanggal 13 April 2025.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
b. Entitas Anak dan Etitas Asosiasi (lanjutan) BEL
BEL adalah entitas anak dari MDB, dengan kepemilikan 99,995% dari jumlah saham yang dikeluarkan BEL.
Pada tanggal 30 Juni 2011, BEL memiliki IUP, sebagai berikut:
(Dalam jutaan ton)- tidak diaudit
Lokasi Kode Area
Luas
(ha) IUP Operasi Produksi Total Cadangan
Untuk Enam Bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 Akumulasi Total Produksi pada tanggal 30 Juni 2011 Sisa cadangan Seunagan and Suka Makmue, Nagan Raya KW Sng 01 Ep 2007 1.495 No. 545/41/SK/IUP-OP/2010 Tahun 2011 Berlaku sampai 26 September 2017 19,0 - - 19,0
Cadangan didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh PT Runge Indonesia untuk menilai cadangan dari daerah di atas pada tanggal 30 Juni 2011 berdasarkan laporan No. ADV-JA-03770_MDB_2011 yang dikeluarkan pada tanggal 22 Juli 2011.
Berdasarkan Keputusan Kabupaten Nagan Raya No. 545/41/SK/IUP-OP/2010 tanggal 18 Maret 2010, BEL telah memperoleh persetujuan untuk perubahan izin pertambangan eksploitasi menjadi IUP yang berlaku hingga 26 September 2017.
MM
Sebelum tanggal 24 September 2008, Perusahaan memiliki penyertaan pada MM sebesar 51%. Pada tanggal 24 September 2008, berdasarkan Akta Notaris No. 771 tanggal 24 September 2008, para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal saham MM menjadi 35.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000 (dalam angka penuh) per saham. Sejak tanggal 24 September 2008, penyertaan saham Perusahaan pada MM menurun menjadi 42,8%. Penyertaan saham pada MM dijual kepada pihak ketiga pada tanggal 27 Juli 2009.
Meppogen
Berdasarkan Akta No. 36 dari Notaris Andreas, S.H., LL.M., pada tanggal 24 November 2010, SS mengakuisisi 27.900 saham (dengan nilai nominal Rp1.000.000 (dalam angka penuh) per saham) Meppogen dari PT Widjaja Tunggal Sejahtera, pihak ketiga, sebesar USD6.500.000 (setara dengan Rp59.519), yang mewakili 20% kepemilikan di Meppogen.
c. Dewan Komisaris dan Direksi dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 serta 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2011 30 Juni 2010 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Dewan Komisaris Komisaris Utama : Rachmat Mulyana Hamami Rachmat Mulyana Hamami Rachmat
Mulyana Hamami - Mivida Hamami
Komisaris : Mivida Hamami Mivida Hamami Mivida Hamami Mivida Hamami
Rachmat Sobari Hamami Komisaris Independen : Erry Riyana Hardjapamekas - - - -
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi dan Karyawan (lanjutan)
30 Juni 2011 30 Juni 2010 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Direksi Direktur Utama : Achmad Ananda Djajanegara Achmad Ananda Djajanegara Achmad Ananda Djajanegara Rachmat Mulyana Hamami - Direktur : Willy Agung Adipradhana Willy Agung Adipradhana Willy Agung Adipradhana Willy Agung Adipradhana Danan Kadarachman Direktur : Syahnan Poerba Syahnan Poerba Syahnan Poerba Syahnan Poerba -
Direktur : Yovie Priadi - -
Achmad Ananda
Djajanegara -
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham, yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 25 tanggal 24 Januari 2011 dari Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., para pemegang saham menyetujui pengangkatan Yovie Priadi sebagai Direktur.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham, yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 4 tanggal 14 Desember 2010 dari Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn., para pemegang saham menyetujui pengangkatan Rachmat Mulyana Hamami sebagai Komisaris Utama.
Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 13 tanggal 22 Desember 2009 dari Notaris Rina Utama Djauhari, S.H., para pemegang saham menyetujui pengangkatan Achmad Ananda Djajanegara sebagai Direktur.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham, yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 4 tanggal 6 November 2009 dari Notaris Masur Ishak, S.H., para pemegang saham menyetujui pengangkatan Willy Agung Adiprahana dan Syahnan Poerba sebagai Direktur.
Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 2 tanggal 28 Agustus 2009 dari Notaris Dwi Yulianti, S.H., para pemegang saham menyetujui pengangkatan Mivida Hamami sebagai Komisaris, Rachmat Mulyana Hamami sebagai Direktur Utama, dan Achmad Ananda Djajanegara sebagai Direktur.
Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 772 tanggal 24 September 2008 dari Notaris Ilmiawan Dekrit S., S.H., para pemegang saham menyetujui pengangkatan Mivida Hamami sebagai Komisaris Utama dan Rachmat Sobari Hamami sebagai Komisaris, dan Danan Kadarachman sebagai Direktur.
Pada tanggal 15 Agustus 2011, Syahnan Poerba diangkat sebagai sekretaris perusahaan.
Perusahaan berkomitmen untuk selanjutnya membentuk suatu Komite Audit dan Divisi Internal Audit terkait dengan perubahan status dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan publik sesuai dengan peraturan BAPEPAM.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Gaji dan tunjangan lainnya yang dibayarkan kepada anggota Dewan Komisaris adalah sebesar Rp30 untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011. Tidak ada gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Komisaris untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.
Gaji dan tunjangan lainnya yang dibayarkan kepada anggota Direksi adalah masing-masing sebesar Rp7.727, Rp4.612, Rp7.688 dan Rp607 untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Tidak ada gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Direktur untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008.
Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dan 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, Grup mempunyai jumlah karyawan tetap masing-masing adalah 4.300, 3.785, 4.067, 3.359 dan 2.759 (tidak diaudit).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (”PSAKs”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (”ISAKs”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”). Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2011 secara prospektif atau retrospektif. Oleh karena itu, laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan laporan posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 1 Januari 2008/31 Desember 2007 telah disajikan kembali sehubungan dengan reklasifikasi akun tertentu.
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan” dan PSAK No. 3 (Revisi 2010), “Laporan Keuangan Interim” (keduanya diterapkan pada tanggal 1 Januari 2011).
PSAK No. 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus, perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan kewajiban jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif, konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif lain, penyimpangan dari standar akuntansi keuangan, dan pernyataan kepatuhan. Sedangkan PSAK No. 3 (Revisi 2010) mengatur penyajian minimum laporan keuangan interim, serta prinsip pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan lengkap atau ringkas untuk periode interim.
Penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2009) dan PSAK No. 3 (Revisi 2010) tersebut memberikan pengaruh yang signifikan bagi penyajian dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan interim konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 seperti yang telah diungkapkan pada catatan ini.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang di ukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung.
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 2 (Revisi 2009), "Laporan Arus Kas", yang menggantikan PSAK No. 2 dengan judul yang sama. Pelaksanaan PSAK No. 2 (Revisi 2009) tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Sejak 1 Januari 2011
Efektif 1 Januari 2011, Grup menerapkan PSAK No. 4 (Revisi 2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri”, kecuali beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif: (i) rugi entitas anak yang menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan nonpengendali (“KNP”); (ii) kehilangan pengendalian pada entitas anak; (iii) perubahan kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian; (iv) hak suara potensial dalam menilai keberadaan pengendalian; dan (v) konsolidasian atas entitas anak yang memiliki pembatasan jangka panjang.
PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk, dan akuntansi untuk investasi pada entitas-entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.
Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan PSAK No. 4 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan keuangan, termasuk pengungkapan terkait, dalam laporan keuangan konsolidasian.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan entitas anak (SSB, PWP, SS, NBS, PA, CKB, BDD, ATR, CK, Reswara, TIA, PBR, MDB, Mifa dan BEL) dimana Perusahaan, baik secara langsung atau tidak langsung, memiliki lebih dari 50% kepemilikan saham.
Semua akun dan transaksi antar Perusahaan yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Grup sebagai satu kesatuan usaha.
Entitas-entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas-entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan) Sejak 1 Januari 2011 (lanjutan)
Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup:
- menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak; - menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
- menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada; - mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
- mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
- mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan
- mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas-entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Sebelum 1 Januari 2011
Proporsi bagian pemilikan pemegang saham minoritas atas aset bersih dan laba atau rugi bersih entitas anak konsolidasian sebelumnya disajikan sebagai "Hak Minoritas atas Aset Neto Entitas Anak" pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan sebagai "Hak Minoritas di Laba (Rugi) Neto Entitas Anak" pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Kerugian yang menjadi bagian pemegang saham minoritas pada suatu Entitas Anak dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas, dibebankan pada Perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas, kecuali apabila pemegang saham minoritas memiliki kepentingan jangka panjang lainnya pada Entitas Anak tersebut atau terdapat kewajiban yang mengikat untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi kewajibannya. Apabila pada tahun selanjutnya Entitas Anak melaporkan laba, maka laba tersebut terlebih dahulu dialokasikan kepada Perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang di bebankan pada Perusahaan dapat dipulihkan.
c. Kombinasi Bisnis
Sejak 1 Januari 2011
Efektif 1 Januari 2011, Grup menerapkan secara prospektif PSAK No. 22 (Revisi 2010), “Kombinasi Bisnis”, yang diterapkan bagi kombinasi bisnis yang terjadi pada atau setelah awal tahun/periode buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.
PT ABM INVESTAMA DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT), 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, dan 1 Januari 2008/31 Desember 2007 (DIAUDIT)
dan enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 (DIAUDIT) dan 2010 (TIDAK DIAUDIT) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 (DIAUDIT) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Sejak 1 Januari 2011 (lanjutan)
PSAK No. 22 (Revisi 2010) menjelaskan transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis guna meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya tentang kombinasi bisnis dan dampaknya. Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan PSAK No. 22 (Revisi 2010) tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan keuangan, termasuk pengungkapan terkait, dalam laporan keuangan konsolidasian.
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban-beban administrasi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Hal ini termasuk pengelompokan derivatif melekat dalam kontrak utama oleh pihak yang diakuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan melalui laba atau rugi. Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan diakui dalam laporan laba rugi atau pendapatan komprehensif lain sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2006). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui sebagai laba atau rugi.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.