BAB III METEDOLOGI PENELITIAN
3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, penelitian kualiatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari sumber informasi, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah (Walidin, Saifullah & Tabrani, 2015: 77). Penelitian ini akan mengamati bagaimana persepsi anak dalam berapresiasi seni gebyok di desa Blimbing Rejo Jepara.
Penelitian kualitatif ini dilaksanakan menggunakan beberapa informasi untuk memahami respons yang terjadi terhadap persepsi anak dalam berapresiasi seni gebyok di desa Blimbing Rejo Jepara. Degan adanya informasi yang berbeda beda dan luas dari masing-masing anak, peneliti dapat menggali informasi secara intens mengenai respons anak-anak terhadap gebyok ukir Jepara.
Karakteristik penelitian kualitatif yaitu dilaukan pada kondisi yang alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci, penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka, penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk, penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif dan lebih menekankan makna dibalik data yang diamati (Bogan dan Biklen, 1982).
Dengan karaketristik tersebut maka penelitian dilaukan secara mendalam dan dengan hati-hati mencatat suatu fenomena yang ditemukan, melakukan analisis dokumen yang didapatkan, dan menyusun sebuah laporang yang detail.
30
Dalam penelitian kualitatif penelitilah yang menjadi instrumen dalam penelitian utama, karena dimana permasalahan yang belum jelas dan pasti belum mempunyai fokus penelitian, prosedur penelitian, hipoteisis yang digunaan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semua belum dapat dipastikan dengan jelas maka dari itu penelitilah satu-satunya yang dapat mencapainya menurut (Nasution 1988) Karena data merupakan komponen yang sangat penting dalam penelitian ini kareana data tersebut yang akan menjadi sumber menganalisis data yang nantinya akan ditarik kesimpulannya. Sehingga data yang akan diperoleh dalam penelitian ini harus memenuhi syarat keabsahan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi anak dalam berapresiasi seni di masyarakat pengrajin gebyok ukir Jepara.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis pendekatan naratif, menurut (Daliman, 2014) pendekatan naratif/Historis merupakan suatu metode dalam riset ilmu sosial, untuk membantu memahami identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita (narasi) yang didengarkan atau dituturkan. Dapat dikatakan juga sebagai proses penyelidikan secara kritis terhadap peristiwa masa lalu dan menghasilkan deskripsi/narasi serta penafsiran yang tepat, benar mengenai peristiwa-peristiwa. Biasanya teknik yang digunakan adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi sedangkan menurut (Franzosi, 1998) Teks naratif mengandung banyak informasi sosiologis, dan banyak bukti empiris kami dalam bentuk naratif. Menurut (Clandinin dan Connelly, 2000) prosedur penelitian naratif sebagai berikut: menentukan masalah atau problem terkait penelitian yang akan dilaksanakannya, memfokuskan pada seorang individu tunggal, mengumpulkan informasi tentang konteks dari cerita atau pengalaman yang disampaikan partisipan, peneliti menyusun kembali cerita yang didapat dalam bentuk kronologi yang utuh, menganalisis data dan membuat laporan, dan membuat refleksi dari peneliti tentang proses dan hasil penelitiannya.
Berdasarkan uraian diatas untuk mendesain naratif dapat digambarkan dalam bentuk bagan seperti berikut.
31
Gambar 2. Bagan Penelitian Naratif Menentukan Masalah
Persepsi anak dalam berapresiasi seni gebyok
Pengalaman anak dalam proses pembuatan gebyok
Respon anak tentang gebyok
Respon anak terhadap fenomena covid-19 Partisipasi anak
dalam pembuatan gebyok
Pengumpulan data:
1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi
Respon orang tua tentang gebyok
Analisis Data
Penyajian Data
Kesimpulan Peneliti
Hasil Penelitian
Verifikasi Reduksi Data
Nilai apresiasi apa saja yang di apresiasikan seni
gebyok Hasil persepsi anak
dalam berapresiasi seni gebyok
32 3.3 Peranan Penelitian
Peranan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai instrumen dan pengumpul data. Saat pertama kali memasuki lingkungan penelitian, peneliti sebagai penghubung antara informan dengan obyek yang akan diteliti. Saat penelitian berlangsung, peneliti berperan sebagai pendamping informan untukmemudahkan peneliti memperoleh data melalui observasi dan wawancara kepada informan serta memperoleh dokumentasi baik hasil karya maupun foto selama kegiatan penelitian berlangsung. Peneliti bertanggung jawab penuh dengan segala penelitian yang dilakukan, seorang peneliti harus mampu menjadi perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, dan menjadi pelapor hasil penelitian yang telah dilakukan.
3.4 Data dan Sumber Data 3.4.1 Data
Data dalam penelitian pada dasarnya terdiri dari semua informasi atau bahan yang disediakan alam yang harus dicari, dikumpulkan dan dipilih oleh peneliti. Data bisa terdapat pada segala sesuatu apa pun yang menjadi bidang dan sasaran penelitian (Subroto, 1992:34). Dalam penelitian ini data kualitatif yang dibutuhkan adalah data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Selain itu dapat menggunakan data tertulis yang diperoleh dari para ahli dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi langsung ke rumah anak SD yang orang tuanya pengrajin gebyok di desa Blimbing Rejo, selain itu peneliti melakukan wawancara dengan beberapa pertanyaan yang sudah dibuat peneliti tentang gebyok ke narasumber disini peneliti mewawancarai anak SD dan orang tua pengrajin gebyok di desa Blimbing Rejo, untuk dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa foto dengan narasumber.
3.4.2 Sumber Data
Perlunya pemahaman tentang berbagai sumber data sangatlah penting bagi peneliti, sebab ketepatan dalam memilih dan menentukan sumber data akan menentukan ketepatan, kedalaman, dan kelayakan informasi yang akan diperoleh nantinya, menurut (Sutopo, 2006:103) jika penelitian kurang
33
memahami prosesnya secara utuh dapat mengakibatkan munculnya simpulan yang kurang dapat dipertanggungjawabkan secara mantab.
Penelitian ini dilakukan terhadap anak-anak sekolah dasar anak dari para pengrajin gebyok di desa Blimbing Rejo. Adapun sampel sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Sumber Data Anak-anak SD desa Blimbing Rejo
No Nama Kelas
1 FTN I
2 SRA II
3 HN III
4 FDH V
5 FDL VI
3.5 Pengumpulan Data 3.5.1 Observasi
Observasi menurut Asyari (1983) adalah suatu pengamatan yang khusus dan pencatatan yang simetris yang ditunjukkan pada satu atau beberapa fase masalah dalam rangka penelitian, dengan maksud untuk mendapatkan data yang diperoleh untuk pemecahan masalah yang dihadapi.
Dalam penelitian ini observasi dilakukan untuk mengetahui keadaan awal di lapangan . observasi diawal dengan melakukan pengamatan secara langsung tentang keadaan anak-anak berkaitan berkaitan dengan pendidikan seni dan pemahaman anak tentang seni gebyok yang terdapat dilingkungan mereka. Keadaan yang diamati adalah persepsi dalam berapresiasi seni gebyok, perkembangan anak memahami seni gebyok. Sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam penelitian yang akan dilakukan.
3.5.2 Wawancara
Menurut Arikunto (1993) Wawancara adalah sebuah diaolog yang digunakan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Sedangkan menurut Esterberg (2002) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
34
Dalam penelitian ini wawancara bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai persepsi anak dalam berapresiasi seni gebyok yang dituangkan melalui wawancara. Wawancara dilakukan kepada anak dan orang tua pengrajin gebyok untuk mengetahui persepsi anak dalam berapresiasi seni gebyok secara mendalam. Wawancara dilakukan kepada anak-anak SD dan orang tua pengrajin gebyok di desa Blimbing Rejo kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara. Anak dan orang tua diminta untuk menyampaikan pemikiran mereka mengenai seni gebyok.
3.5.3 Dokumentasi
Moleong (1990: 161) menjelaskan bahwa semua dokumen yang berkaitan dengan topik penelitian, dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, dan bahkan untuk meramalkan data dalam penelitian. Sedangkan menurut (Yin 2000:104) dokumen dapat memberikan rincian spesifik yang mengandung informasi dari sumber-sumber lain.
Dokumen merupakan pelengkap dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian akan dipercaya jika dilakukan oleh dokumen yang didapatkan peneliti. Dalam penelitian ini dokumentasi dapat berupa gambar gebyok yang dibuat pengarajin gebyok di desa Blimbing Rejo.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil observasi, wawancara, pendapat responden, dan dokumentasi. Data dianalisis secara naratif kualitatif.
3.6 Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk mengetahui ketepatan data yang diperoleh dalam penelitian, dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Data dikatakan valid jika data yang diperoleh sama dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Berikut adalah uji keabsahan data dalam penelitian: Uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas, uji konfirmabilitas.
3.6.1 Uji Kredibilitas
Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kreadibilitas triangulasi. Menurut (Moleong, 1990:178) Triangulasi adalah
35
teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data yang bersangkutan.
Triangulasi sumber dilakukan untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Untuk menguji kredibilitas data tentang persepsi anak terhadap gebtok ukir maka sumber data berasal dari perkataan dan ekspresi anak saat melakukan wawancara.
Triangulasi teknik dilakukan untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Untuk menguji kreadibilitas data tentang persepsi anak terhadap gebyok ukir maka teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Triangulasi waktu digunakan untuk menguji kredibilitas data, dilakukan dengan mempertimbangkan waktu, karena waktu dapat mempengaruhi kredibilitas data. Maka untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan teknik lain dalam waktu berbeda. Untuk menguji kredibilitas data tentang persepsi anak terhadap gebyok ukir maka waktu yang digunakan adalah pagi, siang dan sore.
3.6.2 Uji Transferabilitas
Transferabilitas merupakan validitas ekternal dalam penelitian kualitatif. Validitas ekternal menunjukkan derajad ketepatan atau dapat diterapkan hasil penelitian ke populasi dimana sampel tersebut diperoleh, menurut (Sanafiah Faisal, 1990) Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian jelasnya, suatu penelitian dapat diberlakukan atau transferabilitas, maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas.
Maka dari itu agar orang lain memahami hasil penelitian kualitatif maka peneliti harus membuat laporan dan memberi urai yang jelas, rinci, sistematis, dan dapat dipercaya agar dapat diterapkan dipenelitian lain.
3.6.3 Uji Dependabilitas
Menurut Amzir (2014) kriteria dependabilitas sama dengan reliabiitas dalam penelitian kuantitatif. Pandangan kuantitatif tradisional tentang reliabilitas didasarkan pada asumsi replikabilitas (replicability) atau keterulangan (repeatabillity) atau keterulangan.
36 3.6.4 Uji Konfirmabilitas
Konfirmabilitas atau objektivitas, objektivitas seringkali dipertentangkan dengan subjektivitas. Dalam penelitian kualitatif tidak dapat dilakukan eksperimen untuk menguji objektivitas. Namun penelitian kualitatif harus berusaha untuk meperkecil faktor subjektivitas agar dapat menjauhi segala kemungkinan bias atau prasangka pada peneliti yang dilatarbelakangi pada hidup dan pendidikan, agama, kesukuan, status sosial, dan sebagainya.
Menurut (Creswell, 2007) penelitian kualitatif biasanya tidak menggunakan kata bias dalam penelitian; mereka akan mengatakan bahwa semua penelitian adalah interpretatif dan bahwa peneliti harus jadi reflektif diri mengenai perannya dalam penelitian, bagaimana dia menginterpretasikan temuan, dan sejarah personal dan politiknya yang membangun interpretasinya. Dengan demikian akurasi dan kredibilitas temuan adalah sangat penting menurut (Amzir, 2014).
3.7 Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, dan setelah dilapangan. Nasution (1988) menyatakan analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian. Analisis data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang grounded. Namun dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data. Dalam kenyataanya, analisis data kualitatif berlangsung selama proses pengumpulan data dari pada setelah selesai pengumpulan data menurut Nasution (1988).
Analisis data kualitatif berdasarkan data yang diperoleh sebelum memasuki lapangan selama dilapangan dan setelah selesai di lapangan.
3.7.1 Analisis sebelum di Lapangan
Analisis dilakukan peneliti sebelum memasuki lapangan terhadap data hasil studi pendahuluan yang akan digunakan untuk fokus penelitian. Namun focus penelitian tersebut masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah masuk ke lapangan.
Berdasarkan keadaan di desa Blimbing Rejo Nalumsari Jepara penelti menemukan bahwa tingkat persepsi anak dalam berapresiasi seni gebyok ukir
37
masih sangatlah rendah. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti seberapa paham anak terhadap gebyok ukir Jepara.
3.7.2 Analisis di Lapangan
Menurut miles dan Huberman (2014) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Kegiatan dalam analisis data menurut Miles dan Huberman meliputi:
a. Penyajian data (data display)
Penyajian data merupakan proses pengumpulan informasi yang disusun berdasarkan kategori atau penegelompokan-pengelompokan yang diperlukan. Penyajian data dapat berupa bentuk tulisan atau kata-kata, gambar, grafik dan tabel. Tujuan penyajian data adalah untuk menggabungkan informasi sehingga dapat menggambarkan keadaan yang terjadi. Dalam hal ini, agar peneliti tidak kesulitan dalam penguasaan informasi baik secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari hasil penelitian, maka peneliti harus membuat naratif, matrik atau grafik untuk memudahkan penguasaan informasi atau data tersebut. Dengan demikian peneliti dapat tetap menguasai data dan tidak tenggelam dalam kesimpulan informasi yang dapat membosankan. Hal ini dilakukan karena data yang terpencarpencar dan kurang tersusun dengan baik dapat mempengaruhi peneliti dalam bertindak secara ceroboh dan mengambil kesimpulan yang memihak, tersekat-sekat daan tidak mendasar. Untuk display data harus disadari sebagai bagian dalam analisis data.
b. Reduksi Data (data reduction)
Reduksi data diartikan secara sempit sebagai proses pengurangan data, namun dalam arti yang lebih luas adalah proses penyem-purnaan data, baik pengurangan terhadap data yang kurang perlu dan tidak relevan, maupun penambahan terhadap data yang dirasa masih kurang. Setelah data terkumpul, selanjutnya dibuat reduksi data, guna memilih data yang relevan dan bermakna, memfokuskan data yang mengarah untuk memecahkan masalah, penemuan, pemaknaan atau untuk menjawab pertanyaan penelitian. Kemudian menyederhanakan dan menyusun secara
38
sistematis dan menjabarkan hal-hal penting tentang hasil temuan dan maknanya. Pada proses reduksi data, hanya temuan data atau temuan yang berkenaan dengan permasalahan penelitian saja yang direduksi. Sedangkan data yang tidak berkaitan dengan masalah penelitian dibuang. Dengan kata lain reduksi data digunakan untuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan dan membuang yang tidak penting, serta mengorganisasikan data, sehingga memudah-kan peneliti untuk menarik kesimpulan.
c. Verifikasi Data/Interprestasi Data
Interpretasi data merupakan proses pemahaman makna dari serangkaian data yang telah tersaji, dalam wujud yang tidak sekedar melihat apa yang tersurat, namun lebih pada memahami atau menafsirkan mengenai apa yang tersirat di dalam data yang telah disajikan. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua bagian yaitu deskriptif dan reflektif. Catatan deskriptif adalah catatan alami, (catatan tentang apa yang dilihat, didengar, disaksikan dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti terhadap fenomena yang dialami. Catatan reflektif adalah catatan yang berisi kesan, komentar, pendapat, dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai, dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya.
d. Penarikan Kesimpulan (conclusion drawing)
Penarikan kesimpula merupakan proses perumusan makna dari hasil penelitian yang diungkapkan dengan kalimat yang singkat-padat dan mudah difahami, serta dilakukan dengan cara berulangkali melakukan peninjauan mengenai kebenaran dari penyimpulan itu, khususnya berkaitan dengan relevansi dan konsistensinya terhadap judul, tujuan dan perumusan masalah yang ada. Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung seperti halnya proses reduksi data, setelah data terkumpul cukup memadai maka selanjutnya diambil kesimpulan sementara, dan setelah data benar-benar lengkap maka diambil kesimpulan akhir.
39
DAFTAR PUSTAKA
Fadli, m. R. (2021) ‘memahami desain metode penelitian kualitatif’, humanika, 21(1), pp.
33–54.
Ilham, i. (2020) ‘perkembangan’, el-muhbib: jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar, 4, pp. 162–180.
Kaharuddin, k. (2020) ‘kualitatif: ciri dan karakter sebagai metodologi’, equilibrium:
jurnal pendidikan, 9, pp. 1–8.
Kasiyan (2016) apresiasi seni rupa dan seni teater. Edited by p. Hajar and r. Widiarto.
Jakarta: pusat pengembangan dan pemberdayaan.
Khaulani, f., s, n. And irdamurni, i. (2020) ‘fase dan tugas perkembangan anak sekolah dasar’, jurnal ilmiah pendidikan dasar, 7, p. 51.
Kurniawan, b. K. And wiyoto, w. (2018) ‘jepara, ukiran dan perubahan jaman’, productum: jurnal desain produk (pengetahuan dan perancangan produk), 3(3), pp. 91–94.
Nie, y. (2017) ‘combining narrative analysis, grounded theory and qualitative data analysis software to develop a case study research’, journal of management research, 9(2), p. 53.
Nisa, khairun, elfiandri, r. (2019) ‘apresiasi siswa slta kota pariaman terhadap tradisi tabuik’, jurnal riset, 1(1).
Nugrahani, f. (2014) dalam penelitian pendidikan bahasa. 1st edn. Surakarta: cakra book.
Rachmayanti, a., triana, d. D. And haerudin, d. (2020) ‘persepsi siswa tentang metode mengajar guru mata pelajaran seni budaya kelas xi semester 1 di sma negeri 13 pendidikan tari , universitas negeri jakarta’, jurnal pendidikan, 1(01), pp. 1–10.
Riandy, r. (2019) apresiasi mahasiswa program studi pendidikan seni rupa fakultas seni dan desain universitas negeri makassar terhadap lukisan kaligrafi abd. Aziz ahmad. Universitas negeri makassar.
Rondhi, m. (2017) ‘apresiasi seni dalam konteks pendidikan seni’, imajinasi, 11, pp. 9–18.
40
Rousell, d. (2019) ‘inhuman forms of life: on art as a problem for post-qualitative research’, international journal of qualitative studies in education, 32, pp. 887–
908.
Saleh, s. (2016) analisis data kualitatif. 1st edn, pustaka ramadhan. 1st edn. Edited by h.
Upu. Bandung: pustaka ramadhan.
Samsu (2017) metode penelitian: teori dan aplikasi penelitian kualitatif, kuantitatif, mixed methods, serta research & development, diterbitkan oleh: pusat studi agama dan kemasyarakatan (pusaka). Jambi.
Sugiarto, e. (2013) ‘nilai-nilai karakter dalam pembelajaran apresiasi seni berbasis multikultural’, sabda : jurnal kajian kebudayaan, 8, p. 52.
Sugrah, n. U. (2020) ‘implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran sains’, humanika, 19(2), pp. 121–138.
Suharsaputra, u. (2013) metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan. 19th edn.
Edited by sugiyono. Bandung: alfabeta cv.
Tirta, i. M. D. (2019) ‘konstruk estetika hindu dalam realitas seni di bali’, pangkaja, 22(1), pp. 90–102.
Tristiani, v. D. And lanjari, r. (2019) ‘nilai estetika tari gambang semarang pada komunitas gambang semarang art company’, jurnal seni tari, 8(2), pp. 198–204.
Utami, r. N. F. Et al. (2021) ‘etnomatematika: eksplorasi seni ukir jepara’, jp3m (jurnal penelitian pendidikan dan pengajaran matematika), 7(1), pp. 23–38.
41
LAMPIRAN
42 Lampiran 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian
JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN
No Jadwal Kegiatan Bulan
Agst 21 Sept 21 Okt 21 Nov 21 Des 21 Jan 22 Feb 22 Mar 22 April 22 A. Persiapan
1. Pengajuan Judul Penelitian
2. Observasi
3. Penyusunan Proposal Penelitian
4. Penyusunan Instrumen Penelitian
5. Seminar Proposal 6. Mengurus Perijinan
B. Pelaksanaan Penelitian
1.
Wawancara Anak dan Orang Tua Pengrajin Gebyok
C. Laporan Penelitian 1. Penyusunan Laporan
43 2. Penyusunan Hasil
Penelitian 3. Sidang Skripsi
Kudus, Januari 2022 Peneliti,
RisaNisrina Nahdah NIM 201833169
44 Lampiran 2. Pedoman Observasi
PEDOMAN OBSERVASI
Nama :
Kelas : Hari/Tanggal : Lokasi :
No Aspek yang Diamati
Terlihat Tidak Terlihat Keterangan
1. Cara anak
bercerita terhadap gebyok
2. Cara orang tua bercerita terhadap gebyok
Kudus, Desember 2021 Peneliti,
Risa Nisrina Nahdah NIM 201833169
45
46 Lampiran 3. Kisi-kisi Wawancara Anak
KISI-KISI WAWANCARA ANAK
No Indikator Pertanyaan Nomor
Butir
1. Gebyok
Apa yang kamu ketahui tentang
gebyok? 1
Apa bahan baku utama dalam
pembuatan gebyok? 2
Kayu jenis apa yang biasanya digunakan dalam pembuatan gebyok?
3
Apa saja alat-alat yang biasa digunakan dalam pembuatan gebyok?
4
Apa yang kamu ketahui tentang motif-motif yang digunakan di gebyok?
5
Apa saja benda-benda yang biasanya ada gebyoknya? 6 Apa kamu pernah membantu orang tuamu membuat gebyok? 7 Apa kamu bisa menyebutkan tahapan dalam proses pembuatan gebyok?
8
Bagaimana perasaanmu saat membantu orang tuamu dalam membuat gebyok?
9
Sulit atau mudah saat kamu membantu dalam proses pembuatan gebyok?
10
47 Lampiran 4. Pedoman Wawancara Anak
PEDOMAN WAWANCARA ANAK
Nama :
Kelas : Hari/Tanggal : Lokasi :
No. Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang kamu ketahui tentang gebyok?
2. Apa bahan baku utama dalam pembuatan gebyok?
3. Kayu jenis apa yang biasanya digunakan dalam pembuatan gebyok?
4. Apa saja alat-alat yang biasa digunakan dalam pembuatan gebyok?
5. Apa yang kamu ketahui tentang motif-motif yang digunakan di gebyok?
6. Apa saja benda-benda yang biasanya ada gebyoknya?
7. Apa kamu pernah membantu orang tuamu membuat gebyok?
8. Apa kamu bisa menyebutkan tahapan dalam proses pembuatan gebyok?
9. Bagaimana perasaanmu saat membantu orang tuamu dalam membuat gebyok?
48 10. Sulit atau mudah saat kamu
membantu dalam proses pembuatan gebyok?
Kudus, Februari 2022 Peneliti,
Risa Nisrina Nahdah NIM 201833169
49 Lampiran 5. Kisi-kisi Wawancara Orang Tua
KISI-KISI WAWANCARA ORANG TUA
No Indikator Pertanyaan Nomor
Butir
1. Gebyok
Apakah anda pengrajin
gebyok? 1
Sudah berapa lama anda menjadi pengrajin gebyok? 2 Asal mula anda menjadi
pengrajin gebyok? 3
Ciri khas gebyok anda? 4 Kendala apa saja yang anda rasakan selama anda menjadi pengrajin gebyok?
5
Menurut anda dapatkah gebyok
di ajarkan ke anak? 6
50 Lampiran 6. Pedoman Wawancara Orang Tua
PEDOMAN WAWANCARA ORANG TUA
Nama :
Kelas : Hari/Tanggal : Lokasi :
No. Pertanyaan Jawaban
1. Apakah anda pengrajin gebyok?
2. Sudah berapa lama anda menjadi pengrajin gebyok?
3. Bagaimana asal mula anda menjadi pengrajin gebyok?
4. Apa ciri khas gebyok yang anda buat?
5. Kendala apa saja yang anda rasakan selama anda menjadi pengrajin gebyok?
6. Apakah menurut anda gebyok dapat diajarkan ke anak? Jika iya apa alasanya
6. Apakah menurut anda gebyok dapat diajarkan ke anak? Jika iya apa alasanya