• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.4 Tahap Pekembangan Anak Usia Sekolah (9 Tahun) .1 Perkembangan Fisik

2.4.5 Perkembangan Bahasa

Selain berbica dengan baik, bagian dari perkembangan tahap bahasa anak usia 6-9 tahun ini ditunjukkan dengan kemampuan menulis dan membaca anak yang semakin lihai.

41 2.5 Penelitian Relevan

Penelitian ini berdasarkan pada hasil yang telah dilakukan terhadap interaksi sosial anak dengan teman sebaya pada anak umur 6-12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis interaksi sosial dan teman sebayaa. Adapun penelitian yang releven adalah sebgai berikut:

Penelitian yang dilakukan oleh Permatasary (2015). Hasil penelitian menunjukkan Interaksi sosial penari bujangganong pada Sale Creative Community di desa Sale Kabupaten Rembang. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nur Rachma Permatasary adalah Berdirinya komunitas ini merupakan bentuk sosial yang tumbuh dan berkembang dari berbagai kalangan lembaga. Banyak anggapan bahwa kelompok kesenian memiliki fenomena interaksi sosial yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya dan adanya pernyataan lain bahwa antara penari memiliki karakter yang berbeda untuk dapat menyesuaikan dalam sebuah kelompok kesenian bujangganong dan antara kelompok kesenian bujangganong Sale Creative Community dengan kelompok kesenian bujangganong lainnya yang mempunyai gerak yang khas dan tujuan yang berbeda dari masing-masing kelompok untuk dappat berkolaborasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Handika (2019) yang berjudul “Interaksi teman sebaya dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran PAI kelas x di SMA Negeri 1 way tenong lampung barat”. Dari penelitian yang dilakukan oleh Angga Handika, bahwa Peneliti ini menunjukkan penerapan interaksi sosial teman sebaya di SMA Negeri 1 way tenong lampung barat dapat berjalan dengan hasil yang memuaskan bagi guru dan siswa, terbukti dengan terdapat komunikasi antara siswa yang saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang materi pokok bahasan. Guru pendidikan agama islam di sini menjadi seorang pengawas jalannya pengajaran secara terprogram, mengatur kelompok, membantu mengatasi kesulitan, menyempurnakan kompetensi yang belum dicapai, mengevaluasi pada tiap akhir bulan.

42

Penelitian yang dilakukan Miraningsih (2013). Yang berjudul “Hubungan antara interaksi sosial dan konsep diri dengan perilaaku reproduksi sehat pada siswa kelas XI di madrasah aliyah Negeri Man purworejo”. Dari penelitian yang dilakukan oleh Wahyu Miraningsih adalah Penelitian ini menemukan fenomena di MAN purworejo yang menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas XI yang mempunyai permaslahan tentang perilaku seksual pra nikah. Tujuan pnelitian ini untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan perilaku reproduksi sehat siswa, hubungan antara interaksi sosial dengan perilaku reproduksi sehat siswa, hubungan antara konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat siswa.

Penelitian yang dilakukan oleh Yuliasti (2017), yang berjudul “Interaksi sosial anak Slow Learning di Sd Negeri Semarang 5 kecamatan godean kabupaten seleman”. Dari penelitian yang dilakukan oleh alifi yuliasti Peneliti menunjukakan bahwa interasi sosial anak Slow Learning RA dan DV dalam beberapa aspek hampir sama dengan anak rata-rata. Interaksi antara individu dengan individu ditunjukkan melalui kegiatan piket, bermain, dan pinjam meiminjam alat tulis, menaggapi teman yang berbicara dan berbuat kasar dan menyalahkan orang lain bila berbuat salah.

Dapat dilihat pada Tabel 2.1 persamaan dan perbedaan teori relevan No Nama Peneliti Persamaan Perbedaan Orisinalitas

43

Penggunaan teori yang digunakan dalam peneliti ini adalah teori Walgito (2004: 15) mengatakan perilaku manusia tidak lepas dari keadaan individu itu sendiri dan lingkungan dimana individu ini berada. Perilaku sosial ini adalah suatu aktifitas fisik dan pesikis seseorang terhadap orang lain atau sebaliknya dalam rangka memenuhi diri atau orang lain yang sesuai dengan tuntutan sosial.

Selanjutnya Notoatmojo (dalam Nurlaela, 2014: 43) menyatakan bahwa perilaku dibedakan menjadi dua yaitu perilaku tertutup (convert behavior) dan perilaku terbuka (Overt behavior). Perilaku tertutup merupakan respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung, respon terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian sikap, kesadaran dan presepsi yang terjadi pada seseorang yang menerima stimulus tersebut dan belum dapat diamati secar jelas oleh orang lain.

Perilaku terbuka merupakan respon seseorang terhadap stimulusn dalam bentuk tindakan yang nyata, respon terhadap stimulus ini sudah jelas dalam bentuk tindakan yang mudah dapat dilihat orang lain.

44

Gambar 2.1 Kerangka Teori 2.7 Kerangka Berpikir

Pendidikan merupakan usaha manuasia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan selama hidupnya mulai dari lahir hingga meinggal. Pendidikan memegang persan yang sangat penting bagi kemajuan bangsa maupun Negara, karena pendidikan akan membentuk kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Kegiatan utama dalam proses pendidikan disekolah adalah kegiatan belajar mengajar, dimana proses belajar mengajar yang ada merupakan penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan siswa yang belajar diharapkan mengalami perubahan baik dalam bidang pengetahuan pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. Arsyad (2017: 1) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya, sehingga belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Pandemi covid-19 ini menjadi permasalahan dibidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran, sehingga peserta didik dituntut untuk belajar dirumah secara online melalui WhatsApp group (WAG) atau Google clasroom. Penulis masih melihat beberapa

Interaksi Simbolik

45

kendala yang terjadi pada interaksi sosial siswa dalam pembelajaran daring di Desa Sugihan Rw01, namun penulis fokus untuk menganalisis interaksi sosial dalam pembelajaran daring.

Bilfaqih dan Qomarudin (2015: 1) mengatakan “Pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas. Melalui jaringan, pembelajaran dapat diselenggarakan secara masif dengan peserta didik yang kurang dalam interaksi sosial dalam pembelajaran daring.

46

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir Masalah adanya pembelajaran

daring

Hubungan interaksi simbolik dan interaksi

sosial

Perkembangan Anak Anak Usia 9 Tahun

Hasil Interaksi Sosial Anak Usia 9 Tahun Dalam Pembelajaran Daring Di Desa

Sugihan Rw01

47 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dokumen terkait