BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
2. Perkembangan Kepercayaan Diri Mahasiswa IPPAK USD
Kepercayaan diri berkembang secara berkesinambungan. 24 responden menyatakan sangat setuju bahwa perkembangan kepercayaan diri tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses yang berkesinambungan (68,57%), sedangankan 1 responden menyatakan sangat tidak setuju (2,86%). Dari hasil tersebut dapat dikatakan mahasiswa menyadari bahwa untuk mengembangkan
kepercayaan diri membutuhkan waktu yang panjang. Dalam waktu yang panjang itulah mahasiswa melatih kepercayaan dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sehingga sedikit demi sedikit rasa percaya diri tumbuh menjadi semakin besar.
b. Bentuk Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri seseorang tercermin dalam tingkah laku, perasaan dan kinerja. 18 responden memberikan jawaban sangat setuju bahwa kepercayaan diri tercermin dalam tingkah laku, perasaan dan kinerja dalam melakukan suatu pekerjaan (51,43%). Hal ini menunjukkan bahwa cara para mahasiswa menilai seberapa besar kepercayaan diri dirinya dan orang-orang di sekitar dilihat melalui tingkah laku, perasaan dan kinerja pada saat melakukan suatu kegiatan. Sedangkan 1 responden memberikan jawaban tidak setuju (2,86%) karena tingkah laku dan kinerja seseorang belum tentu menunjukkan rasa percaya dirinya.
c. Ciri Kepercayaan Diri
Mandiri adalah sifat orang yang memiliki kepercayaan diri. 22 responden memberikan jawaban ya bahwa mandiri atau tidak selalu tergantung dengan orang lain sifat orang percaya diri dalam melakukan suatu kegiatan (62,86%), sedangkan 2 responden memberikan jawaban tidak (5,71%). Hasil di atas jelas menunjukkan bahwa mahasiswa menilai sifat kemandirian atau tidak selalu tergantung dengan orang lain merupakan salah satu sifat yang cenderung dimiliki oleh orang yang percaya diri. Orang yang percaya diri biasanya berusaha menyelesaikan
tanggungjawabnya dengan kemampuan diri secara maksimal, namun tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari orang lain.
d. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepercayaan Diri
Dari hasil penelitian 19 responden memberikan jawaban sangat setuju bahwa diri sendiri merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang (54,29%). Sedangkan 3 responden memberikan jawaban tidak setuju (8,57%). Jawaban responden tersebut membuktikan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh setiap orang itu berdasarkan keputusan diri sendiri bukan keputusan orang lain. Niat dan kemauan dari dalam diri merupakan landasan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Demikian halnya untuk memperkembangkan kepercayaan diri, dimulai dari niat dan kemauan yang kuat mahasiswa dapat mengembangkan kepercayaan dirinya karena tanpa dimulai dengan kedua hal tersebut mahasiswa tidak akan melakukan sesuatu yang dapat membuat perubahan menjadi lebih baik lagi.
Keluarga, masyarakat, lingkungan kampus beserta kegiatan yang ada di lingkungan sekitar mahasiswa berperan dalam mengembangkan kepercayaan dirinya. 31 responden memberikan jawaban ya bahwa keluarga, masyarakat, lingkungan beserta kegiatannya berperan dalam mengembangkan kepercayaan diri mahasiswa (88,57%), sedangkan 1 responden memberikan jawaban tidak berperan dalam mengembangkan kepercayaan diri mahasiswa (2,86%). Hal ini berarti mahasiswa menyadari bahwa dirinya tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa peran serta orang-orang dan kegiatan lingkungan di sekitarnya.
e. Usaha-Usaha yang dapat Mengembangkan Kepercayaan Diri
Aktivitas sehari-hari dapat melatih kepercayaan diri. 20 responden memberikan jawaban sangat setuju bahwa melakukan aktivitas sehari-hari dapat sekaligus melatih kepercayaan diri seseorang (57,14%). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari adanya manfaat lain dari aktivitas sehari- hari, selain sebagai rutinitas yaitu melatih kepercayaan diri. Aktivitas sehari-hari dapat melatih kepercayaan diri mahasiswa, misalnya pada saat berelasi dengan orang lain. Tidak semua orang memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk berelasi dengan orang lain terutama dengan orang yang baru saja dikenal. Melalui aktivitasnya yang menuntut untuk bisa berelasi dengan orang lain inilah secara tidak langsung melatih mahasiswa menjadi lebih percaya diri. Sedangkan 1 responden memberikan jawaban tidak setuju (2,86%) karena dalam melakukan aktivitasnya mahasiswa hanya sekedar menjalankan tugas saja dan kurang menyadari bahwa ada manfaat lain dari setiap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan sehari-hari.
Ada 28 responden memberikan jawaban ya bahwa berpola pikir positif akan lebih dapat mengembangkan kepercayaan diri dari pada berpola pikir negatif (80,00%), sedangkan 7 responden memberikan jawaban ragu-ragu (20,00%). Dari jawaban di atas jelas menunjukkan bahwa pola pikir positif memberikan pengaruh baik bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepercayaan diri. Dengan pola pikir yang positif akan memperkuat niat dan keyakinan mahasiswa untuk mengembangkan diri khususnya mengembangkan kepercayaan diri.
f. Manfaat Perkembangan Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam melakukan suatu kegiatan. 30 responden memberikan jawaban ya bahwa kepercayaan diri mendukung keberhasilan dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan (85,71%), sedangkan 1 responden memberikan jawaban kepercayaan diri tidak mendukung keberhasilan seseorang (2,86%). Hasil dari jawaban responden tersebut sangat jelas bahwa kepercayaan diri merupakan pendukung keberhasilan karena tanpa kepercayaan diri mahasiswa tidak akan pernah yakin dengan yang dikerjakannya sehingga kadang kala ketidakyakinan tersebut membuatnya takut dalam meraih cita-cita dan impiannya.
Sejumlah 31 responden menyatakan bahwa kepercayaan diri menjadikan mahasiswa berani dan mampu menghadapi tantangan (88,57%), sedangkan 4 responden ragu-ragu bahwa kepercayaan diri membuat mahasiswa berani dan mampu menghadapi tantangan (11,43%). Hal ini dapat dikatakan bahwa percaya dengan kemampuan diri merupakan modal awal yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi tantangan. Modal awal inilah yang menjadikan mahasiswa berani dan mampu menghadapi tantangan dalam meraih cita-cita.
g. Kegiatan Pengembangan Kepercayaan Diri Di Kampus
Presentasi mata kuliah merupakan salah satu kegiatan prodi yang mendukung perkembangan kepercayaan diri mahasiswa. 17 responden mengatakan setuju bahwa presentasi mata kuliah yang dilaksanakan prodi merupakan salah satu pendukung perkembangan kepercayaan diri mahasiswa (48,57%), sedangkan 3 responden mengatakan sangat tidak setuju (8,57%). Pernyataan tersebut disetujui oleh sebagian
besar responden karena menurut mereka dengan diterapkannya kegiatan presentasi mata kuliah sebagai kegiatan wajib, mau tidak mau setiap mahasiswa harus melaksanakan presentasi yang menuntut mereka untuk percaya diri tampil di hadapan dosen dan mahasiswa lainnya. Melalui hal ini secara tidak langsung kepercayaan diri mahasiswa dilatih dan dikembangkan.
h. Efektivitas Penerapan Kegiatan Presentasi Mata Kuliah terhadap Perkembangan Kepercayaan Diri
Kemampuan berbicara dengan baik meningkatkan rasa percaya diri. 31 responden memberikan jawaban ya bahwa memiliki kemampuan berbicara dengan baik meningkatkan rasa percaya diri (88,57%), sedangkan 4 responden memberikan jawaban ragu-ragu (11,43%). Hal ini berarti mahasiswa menyadari pentingnya memiliki kemampuan berbicara dengan baik. Semakin dapat berbicara dengan baik seseorang semakin dapat berkomunikasi dengan baik pula. Dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar dengan orang lain menjadikan mahasiswa percaya diri dalam berelasi dengan sesama.
Sejumlah 23 responden mengatakan bahwa presentasi mata kuliah merupakan kegiatan yang efektif untuk mengembangkan kepercayaan diri (63,71%), sedangkan 1 responden mengatakan tidak sama sekali (2,86%). Hal ini membuktikan bahwa kegiatan presentasi yang diterapkan dalam mata kuliah mampu mengembangkan kepercayaan diri mahasiswa karena dalam melaksanakan presentasi mata kuliah mahasiswa membutuhkan berbagai macam kemampuan, sehingga mereka dituntut untuk menumbuhkembangkan kemampuan tersebut. Jadi, apabila ada salah satu kemampuan yang kurang dimiliki mahasiswa lama-kelamaan kemampuan tersebut
akan menjadi tumbuh dan berkembang karena tuntutan dan kebiasaan yang sering dilakukan. Demikian halnya mahasiswa yang awalnya kurang atau tidak percaya diri karena sering dan terbiasa melakukan presentasi menjadi percaya diri.
27 responden memberikan pernyataan ya bahwa presentasi yang telah dilaksanakan para mahasiswa mendukung perkembangan kepercayaan diri (77,14%), sedangkan 1 responden menyatakan tidak mendukung (2,86%). Hal ini menunjukkan bahwa setelah berulang kali melaksanakan presentasi mata kuliah mahasiswa menjadi lebih percaya diri pada saat mengikuti berbagai kegiatan terlebih kegiatan yang melibatkan mereka untuk tampil di depan orang banyak.