• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PRESENTASI MATA KULIAH DAN PERKEMBANGAN

B. Presentasi Mata Kuliah

3. Teknik Penyampaian Presentasi Mata Kuliah

Kegiatan penyampaian informasi dikatakan efektif apabila informasi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh banyak orang. Demikian halnya dalam presentasi mata kuliah, presentasi penyampaian materi kuliah dikatakan efektif apabila para mahasiswa dapat menerima dan memahami materi yang disampaikan dengan mudah. Kemudahan para mahasiswa dalam menerima dan memahami materi kuliah yang disampaikan melalui kegiatan presentasi dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Salah satu hal yang mempengaruhi presentasi yaitu teknik penyampaian presentasi tersebut. Menarik atau tidaknya seorang penyaji dalam menyampaikan presentasi dipengaruhi teknik penyampaiannya. Pada kenyataannya seorang penyaji yang menarik akan mempengaruhi perhatian pendengar.

Dengan demikian ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam penyampaian presentasi agar pendengar lebih tertarik dan lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan. Hal-hal yang hendaknya diperhatikan tersebut yaitu:

a. Menguasai Materi

Penguasaan materi merupakan kunci utama kesuksesan presentasi (Danu Pratyahara, 2011:29). Tingkat keberhasilan presentasi dapat diukur dari tercapai atau tidaknya suatu tujuan yang hendak dicapai yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pemahaman materi yang dikuasai penyaji. Penyaji presentasi yang sungguh- sungguh menguasai materi biasanya dapat meyakinkan pendengar dengan mantap dan percaya diri, sehingga pendengar akan menyimak ucapan penyaji. Semakin menguasai materi penyaji presentasi semakin tenang hati dalam presentasi. Oleh karena itu, penguasaan materi presentasi merupakan modal awal yang hendaknya dimiliki oleh seorang penyaji presentasi.

b. Penampilan Diri

Dalam menyajikan presentasi penampilan mahasiswa sebagai seorang penyaji sangatlah penting. Penampilan penyaji yang baik tidak hanya mempengaruhi kenyamanan dirinya dalam membawakan presentasi melainkan juga mempengaruhi kenyamanan para pendengar. Semua yang ada dalam diri penyaji akan diperhatikan oleh pendengar. Apabila ada sesuatu yang kurang pas dalam diri penyaji dapat menjadi bahan gunjingan pendengar. Hal ini akan sangat merugikan seorang penyaji karena belum mulai berbicara sudah memberikan kesan kurang baik. Sebagus apapun materi yang akan disampaikan, tetapi jika mengabaikan penampilan semua dapat menjadi sia-sia. Oleh karena itu kesan pertama sangat penting.

1) Ekspresi

Tubuh dapat menyampaikan pesan tanpa kata-kata kepada para pendengar. Bagian tubuh yang mendapatkan perhatian penting karena dapat memunculkan

berbagai ekspresi adalah wajah dan tangan. Wajah merupakan bagian tubuh yang paling ekspresif, sensitif terhadap perubahan emosi yang dapat diketahui dengan cepat. Ekspresi hendaknya alami dari dalam diri tidak dibuat-buat karena dapat menganggu kenyamanan dalam menyampaikan materi dan juga menganggu konsentrasi pendengar untuk mendengarkan materi yang disampaikan.

Senyum sangat penting ketika berbicara di depan orang banyak. Senyum yang proposional dan situasional wajib ketika menyajikan presentasi. Senyum yang proposional artinya dalam menyajikan presentasi seorang penyaji tidak kurang dan tidak terlalu banyak senyum. Apabila kurang tersenyum pendengar bisa menganggap penyaji angkuh dan suasana pun bisa menjadi tegang. Namun, apabila terlalu banyak senyum pendengar menganggap penyaji aneh dan tidak serius. Senyum yang situasional artinya penyaji hendaknya dapat melihat situasi kapan seharusnya tersenyum dan kapan tidak. Selain memberikan kesan yang baik kepada pendengar senyum juga membuat penyaji menjadi rileks dalam menyampaikan presentasi (Gabri, 2011:35).

2) Cara Berpakaian

Penampilan seorang penyaji presentasi dalam hal berpakaian mempengaruhi kenyamanan dirinya sendiri dan kenyamanan para pendengarnya. Apabila seorang penyaji tidak nyaman dengan pakaian yang dikenakan, hal ini biasanya akan mempengaruhi gerak tubuh dan juga sikap tubuhnya. Dengan ketidaknyamanannya pula penyaji menjadi kurang percaya diri di depan para pendengarnya. Demikian halnya para pendengar juga akan terganggu apabila seorang penyaji terlihat tidak nyaman dalam menyajikan presentasi.

Ada beberapa prinsip mengenai tata cara berpakaian dalam kaitannya menjadi seorang penyaji presentasi. Pertama, penyaji hendaknya mengenakan pakaian dengan sederhana. Berpakaian sederhana berarti tidak berlebihan. Apabila seorang penyaji mengenakan pakaian dan aksesoris berlebihan dapat sangat menganggu dan bahkan mengalihkan perhatian pendengar yang semestinya mendengarkan penyampaian materi penyaji menjadi memperhatikan penampilan penyaji. Kedua, serasi artinya selaras, cocok dan sepadan. Serasi dalam berpakaian artinya serasi warnanya dan juga serasi dengan bentuk tubuh. Ketiga, sopan dalam hal berpakaian maupun tingkah laku. Dengan sopan dalam berpakaian maupun tingkah laku pendengar akan memiliki kesan yang baik kepada seorang penyaji (Gabri, 2011:40).

3) Kontak mata

Melakukan kontak mata dengan pendengar secara menyeluruh pada saat presentasi akan membangkitkan kepercayaan para pendengar. Jeffrey Davidson dalam Gabri (2011:37) mengatakan bahwa mengadakan kontak mata dengan pendengar saat anda menjadi pembicara merupakan hal yang erat kaitannya dengan kemampuan anda untuk membiarkan energi anda keluar. Dengan melakukan kontak mata pula penyaji dapat merasakan tanggapan pendengar terhadap presentasi yang disampaikannya.

c. Cara Berbicara

Cara berbicara yang membosankan dalam suatu presentasi akan membuat pendengar mengalihkan perhatiannya dari penyaji. Sebagai seorang penyaji

hendaknya berbicara secara wajar tidak dibuat-buat dan apa adanya. Apa yang dibicarakan adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya. Memperhatikan tekanan suara, artikulasi dan nada bicara sangat penting dalam menyajikan presentasi. Apabila menggunakan istilah, hendaknya menggunakan istilah yang sudah populer atau jika menggunakan istilah yang jarang dimengerti pendengar sebaiknya menjelaskan arti istilah tersebut.

1) Volume Suara dan Nada Bicara

Variasi suara penyaji pada saat presentasi akan membuat pendengar menjadi lebih tertarik. Menambah atau mengurangi volume suara dalam penekanan kata atau kalimat sangat membantu para pendengar dalam memahami materi presentasi. Memberikan penekanan pada kata atau kalimat tertentu tersebut mengisyaratkan bahwa para pendengar harus memperhatikan lebih seksama. Volume suara penyaji juga merupakan faktor yang menentukan keberhasilan presentasi (Mas’ud dan Mahmud, 2008:152). Oleh karena itu penyaji harus dapat menyesuaikan dan menjaga tingkat volume bicaranya selama berbicara dalam presentasi.

Dalam hal ini Gabri (2011: 28) berpendapat bahwa pada saat menyajikan presentasi seorang penyaji hendaknya berbicara dengan suara alami dan wajar serta bernada menyenangkan. Berbicara dengan nada menyenangkan pada saat menyajikan presentasi akan memunculkan aura persahabatan dan menciptakan keakraban antara penyaji dengan pendengar. Berbicara secara ekspresif dan dinamis dalam menyajikan presentasi juga mempengaruhi minat pendengar untuk mendengarkan penyaji. Suara penyaji yang ekspresif dapat mengungkapkan berbagai arti dan rasa, serta presentasi terkesan tidak monoton. Sedangkan suara dinamis yang

artinya bertenaga dan memiliki kekuatan dapat membangkitkan rasa percaya pendengar terhadap materi atau informasi yang disampaikan oleh penyaji.

2) Artikulasi

Artikulasi saat berbicara sangat menentukan kejelasan, ketepatan dan kebenaran dalam mengucapkan kata. Pada saat menyajikan presentasi di hadapan banyak orang seorang penyaji dituntut untuk berbicara dengan artikulasi yang jelas, benar dan tepat. Apabila seorang penyaji presentasi berbicara dengan artikulasi yang tidak jelas kemungkinan besar pendengar tidak dapat mendengar dan mengerti materi yang disampaikan oleh penyaji (Gabri, 2011: 31).

3) Pemilihan Kata

Dalam menyampaikan materi presentasi seorang penyaji hendaknya memilih kata yang tepat dan sesuai dengan tingkat pemahaman para pendengar. Bahasa presentasi yang bagus bersifat sederhana, singkat dan kalimat pendek (Herimanto dan Indrojiono, 2005:187). Penyaji hendaknya memilih istilah yang popular atau yang dimengerti oleh para pendengar dan menghindari pemakaian akronim. Apabila penyaji menggunakan istilah atau akronim yang jarang didengar atau tidak dimengerti oleh semua pendengar sebaiknya penyaji menjelaskan arti istilah kata tersebut.

d. Pengolahan Waktu

Setiap presentasi penyaji memiliki kesempatan dan waktu yang sangat terbatas. Penyaji hendaknya dapat menyesuaikan materi dan alokasi waktu yang

tersedia (Mas’ud dan Mahmud, 2008:140). Dengan demikian kemampuan mengolah waktu dengan baik sangat diperlukan oleh penyaji dalam menyajikan sebuah presentasi. Supaya presentasi tidak melebihi batas waktu yang tersedia sebaiknya penyaji menandai catatatnya, melihat waktu sesering mungkin atau meminta bantuan seseorang untuk memberi isyarat pada menit-menit terakhir (Bender, 1997:194).

e. Sistematika Penyajian

Memperhatikan sistematika penyajian presentasi sangat bermanfaat bagi pendengar maupun bagi diri penyaji sendiri. Dengan sistematika yang baik penyaji presentasi dapat menyampaikan materi presentasinya dengan runtut sehingga pendengar dapat mencerna materi yang disampaikan oleh penyaji dengan mudah. Sistematika sebuah presentasi yang baik adalah dimulai dengan pembukaan, inti materi presentasi, penutup yang berisi kesimpulan, dan diakhiri dengan tanya jawab. Apabila dalam penyampaian materi para pendengar terlihat mulai bosan penyaji dapat menyisipkan sebuah kisah atau ilustrasi yang sesuai dengan materi presentasi untuk membangkitkan kembali antusiasme pendengar (Danu Pratyahara, 2011: 14).

Dokumen terkait