Pertemuan Bulanan Internal Satu KSM • Mendiskusikan perkembangan kegiatan KSM
PERKEMBANGAN KONDISI PENDIDIKAN
Bahan Serahan | Pelatihan Penguatan BKM tahun ke 4 115
11. Diskusikan upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan.
12. Sampaikan kembali kesepakatan tindak lanjut bersama.
PERKEMBANGAN KONDISI PENDIDIKAN
13. Sampaikan bahwa sekarang kita akan berdiskusi mengenai kondisi dan kebutuhan pendidikan keluarga. Jelaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata hanya mengenai sekolah. Tetapi lebih luas dari itu adalah pendidikan pengembangan kualitas hidup seperti pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat, pengetahuan keagamaan, informasi hiburan, informasi kegiatan sosial dan kepemerintahan, dsb.
14. Galilah kebutuhan-kebutuhan pendidikan masing-masing KSM yang selama ini belum mampu diselesaikan sendiri oleh KSM, misalnya kebutuhan biaya sekolah, buku sekolah, kebutuhan keterampilan pertanian, dsb.
Diskusi dapat juga dimulai dengan persoalan-persoalan aktual pendidikan di lingkungan warga seperti ada beberapa anak putus sekolah karena tidak punya biaya, gedung-gedung sekolah yang rusak, beberapa orang masih tidak bisa baca tulis, dsb. Persoalan-persoalan ini dibicarakan bersama, dicari solusinya bersama.
15. Diskusikan potensi-potensi yang ada di sekitar masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan di atas.
16. Persilahkan pihak-pihak penyedia layanan pendidikan untuk memberi masukan.
17. Sepakati kebutuhan pengembangan pendidikan masyarakat yang menjadi prioritas 3 bulan ke depan serta tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan.
Kebutuhan
Pendidikan Potensi Tindakan Diperlukan yg
116 Bahan Serahan | Pelatihan Penguatan BKM tahun ke 4
Belajar dari Pengalaman
Proses pembelajaran yang dipakai adalah belajar dari pengalaman atau seringkali disebut sebagai pengalaman berstruktur. Cara ini dipakai agar dalam proses belajar tersebut , warga belajar terbiasa untuk menganalisa persoalan dan kebutuhan hidupnya agar menjadi manusia yang kritis.
Proses belajar dari pengalaman dapat digambarkan sebagai berikut :
Mengalami atau Melakukan
Seseorang akan mendapatkan pengetahuan melalui apa yang dia lakukan berdasarkan pengalaman – pengalaman yang dialaminya. Akan tetapi bisa juga pengetahuan itu didapat dari apa yang dialami oleh orang lain. Proses pertukaran pengalaman dan pengetahuan akan terjadi kalau dia antara warga saling bertukar informasi melalui berbagai kegiatan salah satunya bisa dilakukan dalam belajar.
Mengungkapkan
Pada proses belajar bersama dalam kegiatan belajar di BKM/LKM, UP & relawan, para warga belajar diajak untuk mengungkapkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Mengolah atau Menganalisis
1. Melakukan atau Mengalami
5. Menerapkan
4. Menyimpulkan 3. Mengolah atau
menganalisis
2. Mengungkapkan
Bahan Serahan | Pelatihan Penguatan BKM tahun ke 4 117
Dalam proses ini anggota BKM/LKM, UP & relawan, diajak untuk menemukan pola dengan mengkaji sebab – sebab dan kaitan – kaitan permasalahan yang dialami tersebut – yakni tatanan, aturan – aturan, sistem , sikap dan perilaku yang menjadi akar persoalan.
Menyimpulkan
Anggota BKM/LKM, UP & relawan diajak untuk merumuskan makna dari pengalaman dan kondisi kehidupan yang dialami tersebut sebagai suatu pelajaran dan pemahaman atau pengetahuan baru yang lebih utuh, berupa prinsip – prinsip atau kesimpulan umum (generalisasi) dari hasil pengkajian atas pengalaman tersebut.
Penerapan
Anggota BKM/LKM, UP & relawan diajak untuk merumuskan dan merencanakan tindakan – tindakan baru yang lebih baik berdasarkan hasil pemahaman atau pengertian baru tersebut, sehingga sangat memungkinkan untuk menciptakan kenyataan – kenyataan baru yang lebih baik. Proses pengalaman belumlah lengkap, sebelum pemahaman baru penemuan baru tersebut dilaksanakan dan diuji dalam perilaku yang sesungguhnya. Tahap inilah bagian yang bersifat ’uji coba’.
Setiap orang sering melalui tahapan yang berbeda – beda dalam proses belajar, ada yang belajar dimulai dari pengalaman nyata, ada yang mulai dari pengamatan, dan seterusnya. Untuk kelompok anak – anak apabila pengalaman ini belum didapatkan proses mengalami bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dirancang khusus misalnya melalui permainan, menanam tumbuh – tumbuhan dalam pot, atau kegiatan lainnya dan setelah itu mereka diajak untuk mengamati kegiatan bersama – sama.
Tahapan Kegiatan Belajar
Kegiatan belajar dalam BKM/LKM, UP & relawan dapat dimulai dari proses identifikasi kebutuhan, perencanaan proses belajar, pelaksanaan kegiatan belajar , penilaian perkembangan belajar dan penerapan hasil belajar dalam kehidupan sehari – hari.
Proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Partisipasi Masyarakat Perubahan Sosial Identifikasi Kebutuhan Belajar Rencana Proses Belajar Pelaksanaan Kegiatan Belajar Penilaian Perkembangan Belajar
118 Bahan Serahan | Pelatihan Penguatan BKM tahun ke 4
Identifikasi Kebutuhan Belajar :
Sebelum memulai proses pembelajaran, kita terlebih dahulu harus mengetahui apa yang ingin dipelajari oleh anggota BKM/LKM, UP & relawan hal ini disebut dengan identifikasi kebutuhan belajar. Kebutuhan belajar ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan pemecahan masalah yang dihadapi oleh anggota kelompok yang semestinya sudah bisa diperkirakan dari sejak refleksi kemiskinan, misalnya ada kelompok buta aksara, ada kelompok yang harus menambah pengetahuannya mengenai kesehatan, ada kelompok yang membutuhkan tambahan pengetahuan dan keterampilan membuat kue, cara menghitung biaya untuk berjualan dan sebagainya. Harus diperhatikan bahwa setiap anggota mempunyai kebutuhan yang berbeda – beda, tetapi biar bagaimanapun pasti ada beberapa anggota yang mempunyai kebutuhan dan harapan – harapan yang sama dan bisa dijadikan satu kelompok.
Perencanaan Proses Belajar
Setelah kebutuhan belajar ditemukan dan disepakati bersama, tahap selanjutnya adalah membuat proses perencanaan yang kita sebut dengan rencana belajar. Rencana belajar adalah langkah demi langkah bagaimana kegiatan belajar akan dilakukan. Rencana ini merupakan panduan bagi pengelola BKM/LKM, UP & relawan dan relawan – relawan yang akan membantu proses belajar anggota kelompok . langkah demi langkah bagaimana kegiatan belajar akan dilakukan. Sedangkan bagi anggota BKM/LKM, UP & relawan rencana ini merupakan gambaran bagi mereka bagaimana proses belajar akan dilalui dan dijalankan, sehingga mereka tahu apa yang akan mereka alami dalam proses belajar. Usahakan penyusunan rencana belajar ini dilakukan bersama – sama anggota kelompok, bukan hanya disusun oleh Koordinator BKM/LKM, UP & relawan.
Pelaksanaan Kegiatan Belajar
Bagaimana proses belajar dilaksanakan?. Pada umumnya dalam pelaksanaan kegiatan belajar , warga belajar hanya dianggap sebagai orang yang akan menerima pengetahuan dari pihak luar (guru, instruktur, atau yang lainnya). Dalam kasus – kasus pembelajaran tersebut pihak “pengajar” lah yang lebih banyak memberikan arahan – arahan, penjelasan – penjelasan dan bicara lebih banyak. Warga belajar hanya menjadi pendengar, sehingga tidak banyak memperoleh kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapatnya.
Kenyataannya warga belajar juga sebetulnya mempunyai pengetahuan dan pengalaman masing – masing yang bisa dibagikan kepada yang lainnya, oleh karena itu berkembanglah proses pembelajaran partisipatif. Dalam proses pembelajaran partisipatif warga belajar diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat , bertanya dan tukar pengalaman melalui proses – proses dialog dalam diskusi kelompok, tanya jawab , presentasi dan cara – cara lainnya. Dengan memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk mengemukakan pendapat dan pengalamannya , biasanya proses pembelajaran akan lebih efektif.
Penilaian Perkembangan Belajar
Proses belajar bersama BKM/LKM, UP & relawan bukanlah proses yang hanya terjadi satu kali, akan tetapi berjalan secara menerus dalam kurun waktu tertentu berdasarkan kesepakatan bersama. Untuk mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan peserta, kita harus mengetahui perkembangan kemajuan warga belajar setiap kelompok /anggota BKM/LKM, UP & relawan.
Mengukur atau mengetahui perkembangan kemajuan, baik menyangkut kemajuan belajar warga maupun kemajuan cara – cara kita memfasilitasi proses belajar dengan cara yang runtut biasa disebut evaluasi atau penilaian. Penilaian ini bisa dilakukan pada saat proses belajar sedang berlangsung, setelah proses selesai dengan cara – cara formal maupun informal. Penilaian menyangkut kepada : 1) Apa saja yang berhasil dan faktor apa yang menyebabkan berhasil; 2) Apa saja yang gagal dan faktor apa yang menyebabkan kegagalan? Dan 3) Proses perubahan apa yang terjadi pada warga belajar?.
Bahan Serahan | Pelatihan Penguatan BKM tahun ke 4 119