• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN DAERAH

Dalam dokumen BAB 1 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL (Halaman 24-34)

Perkembangan perbankan secara umum menunjukkan trend peningkatan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Tingkat kepercayaan masyarakat mengalami peningkatan yang tercermin dari naiknya dana pihak ketiga yang dihimpun oleh perbankan. Fungsi intermediasi perbankan juga mengalami peningkatan dengan kualitas kredit yang masih terjaga yang terindikasi dari masih rendahnya rasio kredit bermasalah.

Transaksi pembayaran tunai pada triwulan III 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume dan nilai transaksi melalui instrumen uang giral terus menunjukkan sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya. Selama triwulan berjalan, transaksi keuangan masyarakat yang menggunakan fasilitas BI-RTGS di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

33..11.. PPEERRKKEEMMBBAANNGGAANN PPEERRBBAANNKKAANN DDAAEERRAAHH

Pada triwulan III-2012, perkembangan indikator perbankan secara umum menunjukkan trend yang meningkat. Volume usaha perbankan di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan ketiga 2012 mengalami peningkatan 23,93% (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp33,79 triliun. Sementara itu tingkat kepercayaan masyarakat yang tercermin dari penghimpunan dana pihak ketiga sampai triwulan III-2012 tercatat Rp28,01 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 24,15% (yoy). Intermediasi yang dilakukan oleh perbankan triwulan ketiga 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 30,62%

(yoy) sehingga menjadi sebesar Rp22,30 triliun. Peningkatan kredit tersebut juga diiringi peningkatan kualitas kredit yang tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,74% menjadi 2,42% pada triwulan laporan.

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEP OKT NOV DEC JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT

Total Asset Total Dana Total Kredit

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEP OKT NOV DEC JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT

LDR NPL

2011 2012

Triwulan III Triwulan IV Triwulan I Triwulan II Triwulan III Total Asset 27.273,06 28.685,52 30.250,54 31.793,82 33.799,07

Laju pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan laporan menunjukkan tren peningkatan. Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun oleh bank umum di Kepulauan Riau hingga akhir triwulan laporan tercatat sebesar Rp 28,01 triliun dengan pertumbuhan sebesar 24,15% (yoy) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pangsa dana pihak ketiga bank umum tidak terjadi pergeseran yang cukup berarti. Hingga akhir periode laporan, pangsa tabungan sebesar 41,41% dan giro sebesar 37,14%, sementara sisanya deposito sebesar 21,45%. Simpanan dalam bentuk giro mengalami peningkatan tertinggi dengan peningkatan sebesar 29,62% (yoy). Sementara itu simpanan dalam bentuk tabungan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 26,79% (yoy). Peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya sektor perdagangan meningkatkan jumlah transaksi dalam bentuk giral. Sementara itu simpanan dalam bentuk deposito mengalami peningkatan 11,52% (yoy).

Sumber: Bank Indonesia

Indikator Bank Umum di Provinsi Kepulauan Riau Sumber: Bank Indonesia

0.00%

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT 2012

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEP OKT NOV DEC JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT

2011 2012

Giro Tabungan Deposito

33..11..22.. PPEERRKKEEMMBBAANNGGAANN IINNTTEERRMMEEDDIIAASSII PPEERRBBAANNKKAANN

Perkembangan kredit yang berhasil disalurkan oleh bank umum cukup ekspansif hingga akhir triwulan laporan. Hal ini ditunjukkan dengan total kredit yang disalurkan di Kepulauan Riau pada triwulan III-2012 tercatat sebesar Rp22,30 triliun atau tumbuh 30,62%

(yoy). Meski cukup ekspansif, ruang bagi fungsi intermediasi perbankan khususnya bank umum masih terbuka mengingat rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada triwulan laporan masih 79,65%. Sementara itu risiko kredit bermasalah masih cukup terkendali dengan rasio NPL sebesar 2,42% di bawah target indikatif Bank Indonesia sebesar 5%. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik telah mendorong daya serap kredit yang disalurkan oleh perbankan di Kepulauan Riau pada periode triwulan laporan.

Perkembangan DPK Bank Umum Menurut Jenis Simpanan di Provinsi Kepulauan Riau

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEP OKT NOV DEC JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT

2011 2012

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT

2012 M. Kerja Konsumsi Investasi

Sementara itu, penyaluran kredit menurut jenis penggunaannya kredit investasi mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi pada posisi triwulan III-2012. Akselerasi kredit juga dialami oleh kredit konsumsi dan kredit modal kerja. Pertumbuhan kredit investasi mengalami peningkatan sebesar 49,22% (yoy). Sementara itu pertumbuhan kredit modal kerja meningkat sebesar 29,08% (yoy) sedangkan kredit konsumsi meningkat sebesar 21,39% (yoy) pada triwulan III-2012.

Meskipun perekonomian global khususnya Amerika Serikat dan Eropa mengalami perlambatan, perekonomian regional Provinsi Kepulauan Riau masih menunjukkan kinerja positif yang tercermin dari peningkatan daya serap kredit di sektor produktif. Berdasarkan sektor ekonomi, pangsa pembiayaan yang disalurkan bank umum konvensional untuk sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan sektor perdagangan masih dominan di Kepulauan Riau di luar kredit konsumsi.

0.48% Real Estate, Sewaan Dan Jasa PT Adm Pem, Pertahanan Dan Jam Sos Jasa Pendidikan

Pada triwulan III-2012, jumlah BPR yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 42 BPR atau tidak mengalami penambahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Diagram 3.1

Pangsa Kredit Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau

Demikian pula kantor cabang BPR tidak terjadi penambahan pada triwulan laporan sehingga total kantor BPR yang beroperasi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau masih tetap 63 kantor.

Kinerja kredit yang disalurkan oleh BPR terus mengalami peningkatan, secara nominal kredit yang disalurkan oleh BPR di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan III-2012 tercatat sebesar Rp3,42 triliun meningkat 22,14% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit BPR tercatat sebesar 36,97% (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga tercatat Rp2,49 triliun.

Tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga keuangan mikro ini terus menunjukkan peningkatan yang tercermin dari peningkatan DPK yang dihimpun oleh BPR.

Penghimpunan DPK BPR juga mengalami peningkatan. DPK BPR pada posisi triwulan III-2012 tercatat sebesar Rp2,73 triliun meningkat 20,90% (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEP OKT NOV DEC JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUST SEPT

Total Asset Dana Kredit LDR

Perkembangan fungsi intermediasi BPR di Kepulauan Riau menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada triwulan III 2011 LDR BPR tercatat sebesar 80,33% maka pada triwulan laporan LDR BPR tercatat sebesar 91,31%. Banyaknya jumlah BPR berpengaruh pada tingkat persaingan yang semakin tinggi di sektor kredit mikro. Oleh karena itu, BPR harus lebih jeli untuk menangkap peluang-peluang bisnis baru khususnya untuk kredit sektor produktif. Meski demikian pengurus BPR juga harus tetap memperhatikan unsure kehati-hatian dalam penyaluran kredit kepada masyarakat.

Kecenderungan BPR di Provinsi Kepulauan Riau lebih banyak menyalurkan kredit untuk sektor konsumsi seperti pembelian kendaraan bermotor maupun perumahan. Hal ini terkonfirmasi oleh data yang menunjukkan kredit konsumsi mendominasi dengan pangsa

Grafik 3.7

Perkembangan Perkembangan Indikator BPR di Provinsi Kepulauan Riau

Sumber: Bank Indonesia

dari aspek risiko kredit cukup terkendali yang tercermin dari rasio NPLs yang tercatat 2,56%, masih di bawah angka indikatif Bank Indonesia sebesar 5%.

33..11..44.. PPEERRKKEEMMBBAANNGGAANN PPEERRBBAANNKKAANN SSYYAARRIIAAHH

Pangsa asset bank syariah terhadap total asset seluruh bank di Kepulauan Riau terus mengalami trend peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dan telah melewati angka psikologis 5%. Pada posisi triwulan III-2012 pangsa asset perbankan syariah terhadap total asset tercatat 6,05%. Perkembangan positif dari sisi asset juga dibarengi dengan peningkatan fungsi intermediasi perbankan syariah yang tercermin dari peningkatan pembiayaan oleh perbankan syariah sebesar 23,34% dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp1,76 trilun. Sementara itu penghimpunan dana pihak ketiga oleh perbankan syariah juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,22 triliun menjadi Rp1,56 trilun atau mengalami peningkatan sebesar Rp334,93 triliun (27,35%). Salah satu karakteristik perbankan syariah di Provinsi Kepulauan Riau adalah tingkat intermediasi yang relatif tinggi tercermin dari rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 113,25% pada triwulan laporan dengan kualitas kredit yang masih terjaga dengan NPLs sebesar 2,43%.

Dilihat dari data historis, aset perbankan syariah terus mengalami peningkatan seiring semakin luasnya informasi mengenai perbankan syariah yang diterima oleh masyarakat di Kepulauan Riau. Dengan demikian, bank syariah di Kepulauan Riau memiliki peluang yang cukup besar untuk terus mengembangkan pangsa pasarnya dengan jaringan yang lebih luas agar bisa diakses oleh masyarakat baik di perkotaan maupun daerah hinterland.

Grafik 3.8

Perkembangan Perkembangan Indikator Perbankan Syariah di Provinsi Kepulauan Riau

Sumber: Bank Indonesia

33..22.. PPEERRKKEEMMBBAANNGGAANN SSIISSTTEEMM PPEEMMBBAAYYAARRAANN

Transaksi pembayaran tunai pada triwulan III 2012 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pergeseran awal Ramadhan yang jatuh pada bulan Juli berpengaruh pada peningkatan transaksi tunai pada tahun 2012. Sementara itu, volume dan nilai transaksi melalui instrumen uang giral mengalami peningkatan di banding periode sebelumnya.

33..22..11 TTRRAANNSSAAKKSSII PPEEMMBBAAYYAARRAANN TTUUNNAAII 3

3..22..11..11.. AAlliirranan UUaanngg KKaarrttaall MMaassuukk//KKeelluuaarr

Secara umum perkembangan transaksi tunai di Provinsi Kepulauan Riau dipengaruhi oleh siklus transaksi di masyarakat yang biasanya mengalami peningkatan di triwulan II dan triwulan III kemudian menunjukkan kecenderungan turun di triwulan IV dan triwulan I. Meski demikian pada triwulan III-2012 transaksi tunai di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang tercermin dari peningkatan transaksi outflow (uang kartal yang keluar dari kas Bank Indonesia melalui penarikan bank dan penukaran masyarakat). Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, transaksi outflow tercatat sebesar Rp2,39 triliun atau meningkat 19,95% (yoy).

Sementara itu transaksi inflow (uang kartal yang masuk ke kas Bank Indonesia melalui setoran bank dan penukaran masyarakat) mengalami sedikit penurunan sebesar 5,95% (yoy) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sehingga secara nominal tercatat sebesar Rp522 miliar. Sampai dengan triwulan laporan belum ada perubahan karateristik di KBI Batam di mana outflow hampir selalu lebih besar daripada inflow. Pada triwulan III-2012 net outflow (outflow-inflow) tercatat Rp1,87 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

2 per. Mov. Avg. (Outflow (Rp milyar))

-50.00%

Pertumbuhan Inflow – Outflow Uang Kartal di Provinsi Kepulauan Riau Grafik 3.9

Perkembangan Inflow-Outflow Uang Kartal di Provinsi Kepulauan Riau

33..22..11..22.. PPeennyyeeddiiaaaann UUaanngg KKaarrttaall LLaayyaakk EEddaarr

Dalam rangka menjaga ketersediaan uang dengan kondisi yang layak edar, Bank Indonesia tetap melakukan kebijakan clean money policy secara konsisten yaitu dengan melakukan pemusnahan terhadap uang kartal yang sudah tidak layak edar dan kegiatan penukaran kepada masyarakat. Pada triwulan laporan Bank Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau telah memusnahkan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dengan jumlah nominal mencapai Rp11,43 milyar atau turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp98,19 milyar.

Selain dengan melakukan pemusanahan UTLE, Bank Indonesia juga melakukan kegiatan kas keliling secara rutin ke kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, seperti Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas dan Kabupaten Lingga. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat di daerah rural dan hinterland juga dapat mendapatkan fasilitas uang rupiah yang masih relative baru dan layak edar.

0 50 100 150 200 250

Tw. I Tw. III Tw. I Tw. III Tw. I Tw. III Tw. I Tw. III Tw. I Tw. III

2008 2009 2010 2011 2012

Rp Miliar

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keaslian uang rupiah, Bank Indonesia juga melakukan sosialisasi tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat secara periodik. Sosialisasi ini dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar (baik modern maupun tradisional) serta pusat pendidikan seperti universitas dan sekolah. Selain kegiatan sosialisasi secara langsung, Bank Indonesia juga melakukan publikasi tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah melalui media massa baik cetak maupun elektronik.

Sumber: Bank Indonesia

Grafik 3.11

Perkembangan Pemusnahan Uang Tidak Layak Edar di Kepulauan Riau

33..22..22 TTRRAANNSSAAKKSSII PPEEMMBBAAYYAARRAANN NNOONN TTUUNNAAII 33..22..22..11.. KKlliirriningg LLookkaall

Volume transaksi non tunai melalui instrumen kliring di Provinsi Kepulauan Riau mengalami sedikit penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal yang sama juga dibukukan dari sisi jumlah warkat yang dipertukarkan selama triwulan laporan tercatat mengalami penurunan. Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap instrumen uang giral masih dapat dikategorikan baik terlihat dari kualitas penyelenggaraan kliring di Kepulauan Riau pada triwulan III-2012 cukup terkendali dengan rendahnya rasio tolakan kliring yang tercatat sebesar 1,96% dari seluruh jumlah warkat yang dipertukarkan turun dibandingkan dengan rasio triwulan sebelumnya yang tercatat 2,08%.

Tw. III Tw. IV Tw. I Tw. II Tw. III

Lembar 118,849 108,865 122,544 128,274 124,027 Nominal (Rp Miliar) 3,399 3,287 3,966 4,062 3,725 Lembar 2,989 2,522 2,362 2,664 2,431 Nominal (Rp Miliar) 109.47 86.96 93.22 86.01 98.68

Keterangan

Perputaran Kliring

Penolakan Cek/BG Kosong

2011 2012

3

3..22..22..22.. RReeaall TTiimmee GGrroosss s SSeettttlleemmeenntt ((RRTTGGSS))

Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per transaksi (individually processed/ gross settlement) dan bersifat real time (electronically processed), dimana rekening peserta dapat didebit/kredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan perintah pembayaran dan peneriman pembayaran.

Tabel 3.2 Perkembangan Transaksi Kliring

Sumber: Bank Indonesia

Tw. III Tw. IV Tw. I Tw. II Tw. III Batam Batam ke Luar Batam 6,630 7,137 5,736 6,895 7,504

Luar Batam ke Batam 12,592 12,780 11,113 13,617 13,963 Batam ke Batam 3,845 3,948 3,103 3,567 3,676

Karimun Karimun ke Luar Karimun 305 346 351 419 319

Luar Karimun ke Karimun 183 167 159 188 199

Karimun ke Karimun 55 50 46 66 59

Natuna Natuna ke Luar Natuna 1 21 0.48 - -Luar Natuna ke Natuna 42 154 342 301 665

Natuna ke Natuna 1 21 0.06 - -Tanjung Pinang Tg. Pinang ke Luar Tg. Pinang 218 381 186 198 160

Luar Tg. Pinang ke Tg. Pinang 1,367 1,695 1,041 1,156 1,159 Tg. Pinang ke Tg. Pinang 122 295 102 110 80

Batam Batam ke Luar Batam 13,022 13,359 11,657 13,451 13,936 Luar Batam ke Batam 16,143 17,602 15,279 16,315 16,309 Batam ke Batam 6,077 5,998 5,236 5,947 6,127 Karimun Karimun ke Luar Karimun 743 909 893 893 893

Luar Karimun ke Karimun 623 525 427 427 427

Karimun ke Karimun 109 87 85 85 85

Natuna Natuna ke Luar Natuna 11 18 7 -

-Luar Natuna ke Natuna 173 168 236 134 144

Natuna ke Natuna 1 1 1 -

-Tanjung Pinang Tg. Pinang ke Luar Tg. Pinang 593 639 462 462 432

Luar Tg. Pinang ke Tg. Pinang 1,673 2,451 1,518 1,713 1,715 Tg. Pinang ke Tg. Pinang 304 364 227 240 228

RTGS Nilai (Rp Miliar)

RTGS Volume

Wilayah 2011 2012

Selama triwulan berjalan, transaksi keuangan masyarakat yang menggunakan fasilitas BI-RTGS di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Secara rata-rata peningkatan transaksi BI-RTGS nominal tercatat 9,6% (yoy). Jika dilihat dari sebaran transaksi, sebagian besar transaksi BI-RGTS yang dilakukan oleh masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau terjadi di Kota Batam. Secara nominal Batam mendominasi transaksi BI-RTGS dengan pangsa sebesar 87,71% diikuti oleh Kota Tanjungpinang dengan pangsa 7,25%. Demikian pula secara volume, transaksi BI-RTGS di Provinsi Kepulauan Riau masih didominasi oleh transaksi masyarakat Kota Batam dengan pangsa 87,71% yang kembali diikuti oleh Kota Tanjungpinang dengan pangsa 9,22%.

Tabel 3.3 Transaksi RTGS Provinsi Kepulauan Riau

Sumber: Bank Indonesia

BAB 4

Dalam dokumen BAB 1 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL (Halaman 24-34)

Dokumen terkait