BAB III PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN
3.4. Perkembangan Sistem Pembayaran
Perkembangan aliran uang kartal yang tercatat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung pada triwulan III-2013 mengalami net-outflow sebesar Rp1.127,07 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II-2013 yang hanya mencapai Rp893,58 miliar.Net-outflow ini berarti jumlah aliran uang keluar dari Bank Indonesia lebih besar dibandingkan aliran uang masuk. Pada triwulan laporan, jumlah aliran uang masuk (inflow) tercatat sebesar Rp2.171,06miliar, atau meningkat sebesar 88,06% (qtq), sedangkan jumlah aliran uang keluar (outflow) pada periode laporan tercatat sebesar Rp3.298,13miliar atau meningkat sebesar 61,04% (qtq). Kecenderungan meningkatnyaaliran uang keluar ini menjadi indikasi bahwa kebutuhan uang kartal di masyarakat pada periode triwulan III-2013mengalami peningkatan signifikan, sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakatmenjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H di bulan Agustus 2013 dan adanya panen raya kopi, serta dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tanggal 21 Juni 2013. Sementara itu, net-outflow yang terjadi di triwulan III-2013 mengalami peningkatan sebesar 1.551,56% (yoy) bila dibandingkan dengan triwulan III-2012 yang hanya mencapai Rp68,24 miliar.
Pada bulan pertama di triwulan III-2013, jumlah uang kartal yang masuk (inflow) selama triwulan laporan yaitu sebesar Rp299,97miliar, kemudian meningkat tajam di bulan Agustussebesar Rp1.367,64 miliar dan kembali menurun di bulan September sebesar Rp503,45 miliar.Inflow tertinggi terjadi pada bulan Agustus karena terjadi arus pengembalian uang kartal setelah Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Total aliran uang keluar pada triwulan laporanlebih tinggi daripada triwulan II-2013 dimana puncak outflow terjadi pada bulan Juli 2013 yaitu mencapai Rp1.974,12 miliar. Sedangkan pada bulan Agustus dan bulan September kembali mengalami penurunan dengan tren yang lebih stabil dengan nilai outflow masing-masing sebesar Rp642,31 miliar dan Rp681,70 miliar.
Sumber : KPw BI Provinsi Lampung
2.171,06 (1.127,07) -2.500 -1.500-500 500 1.500 2.500 III IV I II III 2012 2013
Rp miliar inflow outflow net flow
Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran
61
3.4.2. PEMBERIAN TANDA TIDAK BERHARGA (PTTB)
Sejalan dengan peningkatanaliranuang masuk, kegiatan pemusnahan uang tidak layak edar pada triwulan laporan mengalami peningkatan sebesar 28,95% (qtq) dari Rp396,87 miliar pada triwulan II-2013 menjadi Rp511,77 miliarpada triwulan laporan. Pemberian Tanda Tidak Berharga (PTTB) diberikan kepada Uang Tidak Layak Edar (UTLE), namun rasio PTTB terhadap uang kartal yang masuk (inflow) pada triwulan III-2013lebih rendah yaitu sebesar23,57%dibandingkan triwulan II-2013 yang tercatat sebesar34,38%, karena sebagian besar uang masuk masih dianggap dalam kondisi layak edar. Walau demikian, Bank Indonesia terus meningkatkan peran kebijakan clean money policy, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung selalu memastikankelayakan uang yang beredar di masyarakat Provinsi Lampung.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang pecahan di masyarakat, Bank Indonesia senantiasa menyediakan uang kartal layak edar baik melalui kegiatan kas keliling maupun loket penukaran uang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. Jumlah nominal penukaran uang pada triwulan laporan tercatat meningkatsebesar 41,62% (qtq) dari Rp25,45 miliar pada triwulan II-2013 menjadi Rp36,04miliar di triwulan laporan. Pangsa pecahan terbesar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah pecahan dengan nominal Rp5.000,-yaitu sebesar32,88%, diikuti oleh pecahan dengan nominal Rp10.000,- dan Rp2.000,- masing-masing dengan pangsa sebesar 30,92% dan 18,78%.
Sumber : KPw BI Provinsi Lampung
-20 40 60 80 100 120 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000
III IV I II III IV I II III 2011 2012 2013
% Rp miliar Inflow PTTB Rasio PTTB/Inflow (Axis Kanan)
Grafik 3.28. Perkembangan PTTB dan Inflow di KPw BI Provinsi Lampung
Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran
62
Rp100.000 74.76% Rp50.000 22.94% Rp20.000 1.72% Rp5.000 0.57%Tabel 3.15. Perkembangan Penukaran Uang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung
Sumber : KPw BI Provinsi Lampung
3.4.3. PENEMUAN UANG PALSU
Jumlah temuan uang palsu yang dilaporkan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung selama triwulan III-2013 menurun sebesar 29,70% (qtq) atau dengan temuan bilyet dari744 lembar menjadi 523 lembar. Berdasarkan sumbernya, uang palsu yang ditemukan berasal dari penukaran uang di loket Bank Indonesia, kas keliling, loket perbankan, setoran perbankan, maupun yang dilaporkan masyarakat.
Dari jumlah uang palsu yang ditemukan tersebut, pecahan yang paling banyak dipalsukan adalah Rp100.000,- dengan porsi mencapai 74,76% dan Rp50.000,- sebesar22,94%.Dalam rangka meminimalisasi tindak pemalsuan uang rupiah, Bank Indonesia secara berkelanjutan terus berupaya mengembangkan security featuresuang yang beredar serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakatmelalui sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah melalui penerapan program 3D yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang. 100,000 Rp Rp 50,000 Rp 20,000 Rp 10,000 Rp 5,000 Rp 2,000 Rp 1,000 Rp 500 Rp 200 Rp 100 TOTAL Juli 20.00 3,887.30 5,741.60 5,167.90 3,138.90 523.50 42.00 4.00 3.00 18,528.20 Agustus 234.60 4,062.10 5,843.30 7,858.40 6,019.60 1,771.60 39.80 5.00 3.00 25,837.40 September 17.50 115.00 3,528.80 2,020.30 1,540.00 670.00 307.50 20.30 10.40 4.50 8,234.30 TW III-2012 17.50 369.60 11,478.20 13,605.20 14,566.30 9,828.50 2,602.60 102.10 19.40 10.50 52,599.90 Oktober 85.00 1,386.02 1,919.36 1,180.96 626.31 226.31 27.50 7.80 6.00 5,465.26 November 369.00 1,406.50 1,973.58 1,274.81 660.17 161.38 5.00 7.60 2.50 5,860.54 Desember 1,292.60 1,799.56 1,178.49 743.04 165.41 0.10 2.20 0.20 5,181.60 TW IV-2012 - 454.00 4,085.12 5,692.50 3,634.26 2,029.53 553.10 32.60 17.60 8.70 16,507.40 Januari 58.40 2,109.36 2,383.26 1,453.68 843.60 192.48 165.75 2.00 1.10 7,209.62 Februari 82.80 1,448.92 1,760.08 1,262.13 681.95 159.27 29.00 2.00 1.80 5,427.95 Maret 90.00 21.80 1,316.76 2,253.52 1,164.02 666.65 146.00 10.03 - 2.00 5,670.77 TW I-2013 90.00 163.00 4,875.04 6,396.86 3,879.83 2,192.20 497.74 204.78 4.00 4.90 18,308.34 April 70.00 878.70 2,850.89 2,001.01 1,291.70 210.92 32.50 21.30 24.00 7,381.02 Mei 2,010.00 101.00 101.50 3,583.87 2,566.50 1,393.25 168.40 70.00 7.00 10,001.52 Juni 100.00 - 147.00 3,556.70 2,453.10 1,471.20 234.10 90.00 14.90 1.00 8,068.00 TW II-2013 2,110.00 171.00 1,127.20 9,991.46 7,020.61 4,156.15 613.42 192.50 43.20 25.00 25,450.54 Juli 10.00 755.00 1,903.58 6,647.68 6,979.76 3,913.35 378.76 91.25 19.80 9.00 20,708.18 Agustus 236.00 150.00 1,239.10 2,471.30 3,745.30 2,275.54 108.84 41.50 15.40 10.00 10,292.98 September 415.00 637.40 2,025.84 1,125.55 579.52 196.28 40.55 15.20 6.10 5,041.44 TW III-2013 246.00 1,320.00 3,780.08 11,144.82 11,850.61 6,768.41 683.88 173.30 50.40 25.10 36,042.60
Periode Nominal (Rp Juta)
Sumber : KPw BI Provinsi Lampung
Grafik 3.29. Komposisi Penemuan Uang Palsu Berdasarkan Jumlah Bilyet
Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran
63
3.4.4. PERKEMBANGAN KLIRING DAN REAL TIME GROSS SETTLEMENT (RTGS)
Nilai transaksi kliring selama triwulan III-2013 tercatat sebesar Rp7.875,71miliar meningkat sebesar 8,00% (qtq) bila dibandingkan dengan triwulan II-2013 yang hanya mencapai Rp7.292,16miliar. Sementara itu,volume transaksi kliringmenurun sebesar1,33% (qtq) dari 210.363 lembar pada triwulan sebelumnya menjadi 207.566 lembar pada triwulan laporan, dengan rata-rata perputaran harian sebanyak 3.295 lembar. Secara tahunan, nilai transaksi pada periode triwulan yang sama di tahun 2012 adalah sebesar Rp7.322,48 miliar atau meningkat 7,56% (yoy), sedangkan volume transaksinya sebanyak 207.635 lembar atau menurun sebesar 0,03% (yoy) di triwulan III-2013.
Secara bulanan sepanjang triwulan laporan, aktivitas kliring mengalami fluktuasi yaitu dari Rp2.910,88 miliarpada bulan Juli 2013, kemudian menurun menjadi Rp2.181,58 miliar pada bulan Agustus 2013. Penurunan nilai kliring pada pertengahan triwulan III-2013 ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat melakukan transaksi secara tunai sehubungan terdapat libur HBKN yang berujung pada berkurangnya jumlah hari kerja Perbankan dalam memberikan layanan jasa kliring.Pada bulan September 2013 nilai kliring kembali meningkat yaitu sebesar Rp2.783,25miliar dimana aktivitas transaksional yang dilakukan oleh masyarakat kembali normal.
Tabel 3.16. Perkembangan Transaksi Kliring diKantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung
Sumber: KPw BI Provinsi Lampung
Terjadinya peningkatannilai transaksi kliring selama triwulan III-2013 diperkirakan menjadi pendorong meningkatnyatemuan cek dan bilyet giro (BG) kosong sebesar 13,34% (qtq), yaitu dari Rp95,38miliar menjadi Rp108,11miliar. Secara bulanan penolakan cek dan bilyet giro mengalami pola penurunan, dandi bulan Juli 2013 tercatat penolakan cek dan bilyet girotertinggi yaitu sebesar Rp40,61miliar. Trw I Trw II Trw III Trw IV Trw I Trw II Trw III Perputaran Nominal (milyar Rp) 6,461.76 7,056.13 7,322.48 7,111.23 6,881.76 7,292.16 7,875.71 Lembar 202,870 210,894 207,635 208,509 208,863 210,363 207,566 Perputaran Harian Nominal (milyar Rp) 102.57 113.81 120.04 118.52 114.70 115.75 125.01 Lembar 3,220 3,402 3,404 3,475 3,481 3,339 3,295 Cek/BG Kosong Nominal (milyar Rp) 96.77 79.81 85.85 135.73 124.18 95.38 108.11 Lembar 2,813 2,614 2,713 3,115 3,243 3,032 3,669 rasio jumlah cek/bg kosong (%) 1.39 1.24 1.31 1.49 1.55 1.44 1.77
2012
Perkembangan Perbankan dan Sistem Pembayaran
64
Grafik 3.30. Perkembangan Cek/BG yang ditolak
Sumber : KPw BI Provinsi Lampung
Kegiatan penyelesaian transaksi keuangan bernilai besar melalui transaksi RTGS di Lampung selama triwulan laporan secara umum meningkatdari sisi nominal, namun mengalami penurunan dari sisi jumlah transaksi. Dari sisi nominalnya, transaksi keuangan melalui RTGS tercatat sebesar Rp33,31 triliun, meningkatsebesar 0,47% (qtq) dari triwulan sebelumnya atau 21,54% (yoy) secara tahunan yang berasal darimeningkatnya transaksi masuk (incoming) sebesar 5,07% (qtq). Namun di sisi lain, transaksi keluar (outgoing) dan transaksi antar nasabah dalam Provinsi Lampung mengalami penurunan masing-masing sebesar 5,37% (qtq) dan 12,75% (qtq). Dari sisi jumlah transaksi, terjadi penurunan sebesar 9,33% (qtq) dari 35.247 lembar warkat menjadi 31.958 lembar warkat atau 14,46% (yoy) secara tahunan.
Grafik 3.31 Perkembangan Sistem Pembayaran Non Tunai
Sumber : KPw BI Provinsi Lampung
3.669 1,77 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 III IV I II III 2012 2013 Lembar
Lembar Warkat Rasio cek/BG kosong (axis kanan)
5.500 6.000 6.500 7.000 7.500 8.000 -5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 III IV I II III 2012 2013 Rp miliar
Rp miliar RTGS-OutGoing RTGS-Incoming
Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat Daerah