• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN LUAR NEGERI

REPUBLIK INDONESIA

1

RENCANA AKSI (ACTION PLAN)

TINDAK LANJUT REKOMENDASI BPK RI DALAM

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI TAHUN 2019

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

A. Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Internal 1. Penatausahaan Persediaan pada

Lima Satuan Kerja Pusat dan Sembilan Perwakilan RI di Luar Negeri Kurang Tertib

BPK merekomendasikan Menteri Luar Negeri agar menginstruksikan kepala satker terkait untuk:

Atas rekomendasi tersebut, Kementerian Luar Negeri akan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Akan dilaksanakan dalam kurun waktu:

Konsep LHP Buku 2 SPI Kemenlu, Hal 30 – 41 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. Sekretariat Jenderal 2. Ditjen Kerjasama

Multilaretal

3. Inspektorat Jenderal 4. BPPK

5. Ditjen Protokol dan Konsuler

(halam 32) 6. KBRI Ankara 7. KBRI London 8. KJRI Toronto 9. KJRI Melbourne 10. KBRI Bern

(hlm 34 -35) 11. KBRI Moskow 12. PTRI Jenewa

13. KBRI Washington DC 14. KBRI Wellington 15. PTRI New York 16. KBRI Helsinki 17. KBRI Ottawa

2

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

a. Memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada penanggung jawab dan petugas penatausahaan persediaan yang tidak cermat dalam menatausahakan persediaan;

Kepala Satker akan memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada penanggung jawab dan petugas penatausahaan persediaan yang tidak cermat dalam menatausahakan persediaan.

Juli 2020

b. Segera menyusun dan menetapkan kebijakan dan SOP terkait pengelolaan dan penatausahaan persediaan.

 Menlu cq. Sekretaris Jenderal akan menginstruksikan Kepala Satker untuk segera menyusun dan menetapkan kebijakan dan SOP terkait pengelolaan dan penatausahaan persediaan.

 Sekretariat Jenderal telah menyusun konsep SOP pengelolaan persediaan dan dokumen keimigrasian.

Selnajutnya konsep dimaksud akan dibahsa bersama dengan UAPB-E1, APIP, unit kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Satker Ditjen Imigrasi (terkait SOP penatausahaan dokumen keimigrasian di Perwakilan RI)

Juli – Desember 2020

Instansi yang terlibat:

1. Kemenkeu 2. Kemenkumham

2. Penatausahaan BMN Berupa Aset Tetap dan Aset Lainnya pada 4 Satuan Kerja Pusat dan 12 Perwakilan RI Kurang Tertib

BPK merekomendasikan Menteri Luar Negeri agar:

Atas rekomendasi tersebut, Kementerian Luar Negeri akan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Akan dilaksanakan dalam kurun waktu:

Konsep LHP Buku 2 SPI Kemenlu

Hal 41 – 57

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. Sekretariat Jenderal 2. Inspektorat Jenderal 3. Ditjen Protokol dan

Konsuler 4. Ditjen HPI

3

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

5. KBRI London 6. KJRI Melbourne 7. KBRI Moskow 8. PTRI Jenewa 9. PTRI New York 10. KBRI Washington DC 11. KBRI Helnsinki 12. KBRI Ankara 13. KBRI Ottawa 14. KBRI Wellington 15. KBRI Bern 16. ……….

Catatan : Perlu cek ulang kepada pihak BPK re jumlah Satker Perwakilan, karena masih kurang satu Perwakin.

a. Membentuk tim dan menyelenggarakan inventarisasi BMN melalui pelaksanaan sensus di lingkungan Kementerian Luar Negeri serta memutakhirkan penatausahaan BMN berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan;

1. Masing – masing Kepala Satker akan

membentuk tim dan

menyelenggarakan inventarisasi BMN melalui pelaksanaan sensus di lingkungan Kementerian Luar Negeri serta memutakhirkan penatausahaan BMN berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan, dengan melibatkan Biro Umum cq Bagian Pengelolaan BMN;

2. Sekretariat Jenderal bersama UAPB-E1 dan APIP sedang melaksanakan inventarisi BMN di lingkungan Sekretariat Jenderal (vide nota dinas Kepala Biro Umum no.

Juni – Desember 2020

4

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

09595/PL/05/2020/26 dan 09597/PL/05/2020/26)

b. Menyusun peraturan menteri yang mengatur lebih lanjut terkait ruang lingkup pengelolaan BMN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;

Menyusun peraturan menteri yang mengatur lebih lanjut terkait ruang lingkup pengelolaan BMN sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, dengan melibatkan Kementerian Keuangan cq Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN);

Juni – Desember 2020

Instansi yang terlibat:

1. Kemenkeu (DJKN)

c. Menginstruksikan kepala satuan kerja terkait untuk:

1) Memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada penanggung jawab dan petugas penatausahaan BMN yang lalai dalam menatausahakan BMN;

Sekjen akan mengingatkan Kepala satker untuk memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada penanggung jawab dan petugas penatausahaan BMN yang lalai dalam menatausahakan BMN .

Juni – Desember 2020

2) Memerintahkan pejabat pelaksana penatausahaan BMN di satuan kerja masing-masing untuk berkoordinasi dengan Biro Umum terkait pencatatan BMN yang belum diketahui nilai dan sumber perolehannya serta memperbaiki kesalahan pencatatan BMN dalam aplikasi SIMAK BMN;

Sekjen akan mengingatkan Kepala satker untuk berkoordinasi dengan Biro Umum terkait pencatatan BMN dan memperbaiki pencatatannya pada SIMAK BMN.

Juni – Desember 2020

3) Melengkapi dokumen pendukung terkait luas gedung dan bangunan pada

 Sekjen akan mengingatkan Kepala

satker untuk melengkapi dokumen Juni – Desember 2020

5

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

177 objek penilaian kembali BMN dan menyempurnakan LPK berdasarkan data dalam dokumen pendukung yang valid;

pendukung terkait luas gedung pada objek penilaian kembali.

 Biro Umum akan berkoordinasi dengan DJKN Kementerian Keuangan terkait dengan penyempurnaan LPK

4) Melengkapi

lampiran-lampiran yang

dipersyaratkan pada LPK atas 308 objek penilaian berupa tanah sebanyak 87 NUP dan gedung dan bangunan sebanyak 221 NUP.

Biro Umum berkoordinasi dengan DJKN Kementerian Keuangan terkait dengan lampiran-lampiran LPK yang harus dilengkapi oleh satuan kerja atas objek penilaian kembali.

Juni – Desember 2020

d. Menginstruksikan Kepala Perwakilan RI di London, Moskow, dan Ankara supaya menyelenggarakan mekanisme pembuatan BAST penggunaan BMN antara pejabat pelaksana penatausahaan BMN dan pejabat/unit kerja penerima barang;

Sekjen akan mengingatkan Kepala satker untuk menjalankan mekanisme pembuatan BAST penggunaan BMN sesuai ketentuan yang berlaku

Juli 2020 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. KBRI London 2. KBRI Moskow 3. KBRI Ankara

e. Menginstruksikan Kepala Perwakilan RI di London, Melbourne, dan Wellington supaya memerintahkan pejabat pelaksana penatausahaan BMN untuk segera melengkapi dokumen persyaratan dan mengajukan proses pengesahan hibah ke Kementerian Keuangan;

Sekjen akan mengingatkan Kepala satker untuk memerintahkan pejabat pelaksana penatausahaan BMN untuk segera melengkapi dokumen persyaratan dan mengajukan proses pengesahan hibah ke Kementerian Keuangan

Juli 2020 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. KBRI London 2. KJRI Melbourne 3. KBRI Wellington

6

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

f. Menginstruksikan Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, serta Kepala Perwakilan RI di Melbourne, Helsinki, Jenewa, Ankara, dan Ottawa untuk segera melengkapi dokumen persyaratan dan mengajukan proses penghapusan barang dalam kondisi rusak berat dan/atau dihentikan penggunaannya;

Sekjen akan mengingatkan Kepala satker untuk segera melengkapi dokumen persyaratan dan mengajukan proses penghapusan barang dalam kondisi rusak berat dan/atau dihentikan penggunaannya

Juli 2020 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. Sekretariat Jenderal 2. Inspektorat Jenderal 3. Ditjen Protokol dan

Konsuler g. Menginstruksikan Kepala

Perwakilan RI di Wellington untuk berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri terkait penyelesaian KDP pekerjaan penguatan gedung kantor KBRI Wellington;

Sekjen akan menginstruksikan Kepala Perwakilan RI di Wellington untuk berkoordinasi terkait penyelesaian KDP pekerjaan penguatan gedung kantor KBRI Wellington

Juni – Desember 2020

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut : 1. KBRI Wellington

h. Menginstruksikan Kepala Perwakilan RI di Bern, Jenewa, dan London untuk berkoordinasi dengan Biro Umum terkait penambahan pengungkapan terkait fasilitas tambahan dalam form pendataan objek penilaian kembali serta mengajukan penilaian atas aset tersebut kepada DJKN;

KBRI Bern dan PTRI Jenewa telah mengiirimkan data terkait dengan penambahan fasilitas pada form pendataan dan hal ini telah disampaikan ke Kementerian Keuangan serta telah masuk dalam perbaikan penilaian kembali pada LK Audited

April-Mei 2020 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. KBRI Bern 2. PTRI Jenewa 3. KBRI London

i. Menginstruksikan Sekretaris Jenderal supaya mengajukan proses penilaian kembali atas

Sekretariat Jenderal akan mengajukan kembali proses penilaian kembali setelah dilakukan:

Juni – Desember

2020 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

Sekretariat Jenderal

7

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

tanah seluas 2.428 m2 ke Kementerian Keuangan.

1. Pengajuan sertifikat hak pakai atas tanah dimaksud

2. Pengajuan Penetapan Status Penggunaan atas tanah dimaksud B. Temuan Ketidakpatuhan

atas Peraturan Perundang-undangan

3. Pengadaan Barang dan Jasa pada Dua Satker Pusat dan Satu Perwakilan RI di Luar Negeri Tidak Sesuai Ketentuan

BPK merekomendasikan kepada Menteri Luar Negeri agar menginstruksikan:

Atas rekomendasi tersebut, Kementerian Luar Negeri akan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Akan dilaksanakan dalam kurun waktu:

Konsep LHP Buku 3 Kepatuhan Kemenlu, Hal 14 – 25

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. Sekretariat Jenderal 2. Ditjen Protokol dan

Konsuler

3. …… (dalam LHP Buku 3 ridak tertera Perwakilan yang mana_…

a. Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri dan agar memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada PPK yang tidak cermat dalam melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan seta memerintahkan PPK menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp411.234.832,94 dengan rincian:

Sekretaris Jenderal akan meminta Kepala Biro Umum agar:

a. Memberikan teguran tertulis kepada PPK yang tidak cermat dalam melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan

b. Memberikan Pelatihan kepada PPK untuk meningkatkan kemampuan teknis terkait dengan konstruksi c. Memerintahkan PPK untuk menarik

kelebihan pembayaran kepada penyedia dan segera menyetorkan

Juni-September 2020

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

Sekretariat Jenderal

8

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

kelebihan pembayaran tersebut ke Kas Negara

1) Pekerjaan pengadaan perangkat presensi pegawai yang dilaksanakan oleh PT Mitra Sistematika Global sebesar Rp34.688.513,80;

2) Pekerjaan renovasi toilet Gedung Utama Kementerian Luar Negeri yang dilaksanakan oleh PT Putra El Tinjoan sebesar Rp127.994.911,37;

3) Pekerjaan renovasi ruang kerja Biro Perencanaan dan Organisasi yang dilaksanakan oleh CV Samjaya Mandiri sebesar Rp175.603.853,94;

4) Pengadaan renovasi ruang Kerja Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik yang dilaksanakan oleh PT Bintang Jaya Kreasi sebesar Rp20.666.595,83;

5) Pengadaan Lift Kantin Diplomasi yang dilaksanakan oleh PT Dana Simba sebesar Rp11.275.000,00; dan

6) Pekerjaan pengecatan tangga darurat Gedung RAG dan Kantin Diplomasi yang dilaksanakan oleh PT Dana

9

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

Simba sebesar

Rp41.005.958,00.

b. Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler untuk:

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut: Ditjen Protokol dan Konsuler

1) Memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada PPK yang tidak cermat dalam melakukan pemeriksaan atas hasil pekerjaan;

2) Memantau penyelesaiaan pengembangan aplikasi safe travel dan portal peduli WNI;

dan

3) Mengenakan denda keterlambatan kepada:

a) PT Gamatechno Indonesia minimal sebesar Rp16.371.300,00;

b) PT Traspac Makmur Sejahtera minimal sebesar Rp54.492.680,00.

4. Pemanfaatan Barang Milik Negara pada Sekretariat Jenderal, PTRI New York, dan KBRI London Belum Sesuai Ketentuan

BPK merekomendasikan kepada Menteri Luar Negeri agar:

Konsep LHP Buku 3 Kepatuhan Kemenlu, Hal 26 – 33

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

1. Sekretariat Jenderal

10

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

2. PTRI New York 3. KBRI London a. Menginstruksikan Sekretaris

Jenderal Kementerian Luar Negeri untuk:

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut:

Sekretariat Jenderal

1) Menarik kekurangan penerimaan sebesar Rp341.014.000,00 atas sewa Kantin Diplomasi yang belum dibayar oleh PT PI untuk jangka waktu 5 Juli 2019 sampai dengan 4 Juli 2021;

Melakukan penagihan melalui surat Kepala Biro Umum nomor:

04419/PL/07/2019/26 tanggal 22 Juli 2019 (sebelum dilakukan perjanjian sewa) dan nomor: 00107/PL/01/2020/26 tanggal 6 Januari 2020 terhadap nilai sewa yang belum dibayar oleh PT.

Provices Indonesia untuk jangka waktu 5 Juli 2019 sampai dengan 4 Juli 2021.

Sampai dengan Juli 2021

2) Mempertanggungjawabkan kehilangan penerimaan dengan memperhitungkan biaya sewa dari pemanfaatan BMN atas:

Melakukan koordinasi dengan APIP Kemlu untuk menindaklanjuti pemanfaatan atas BMN yang sudah dilaksanakan, namun belum memperoleh persetujuan Kementerian Keuangan sesuai ketentuan perundang-undangan

Juli-Desember 2020

Pada bulan Mei telah dikirimkan nota kepada APIP untuk melakukan pembahasan tindak lanjut terkait pemanfaatan BMN.

APIP akan melakukan audit segera untuk melakukan uji penilaian terhadap pemanfaatan BMN untuk periode tahun sebelumnya.

a) Kantin Diplomasi yang dikelola PT PI selama periode Juli 2018 sampai dengan Juni 2019;

b) Bangunan yang digunakan sebagai tempat ATM BNI selama periode Juli 2018 sampai dengan November 2019; dan

c) Tanah yang digunakan sebagai sekolah oleh

11

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

YPDDC selama tahun 2018 dan 2019.

3) Berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait penyusunan peraturan pemanfaatan BMN pada perwakilan RI di luar negeri dan percepatan proses persetujuan ijin pemanfaatan BMN.

Biro Umum telah melakukan koordinasi ke Kementerian Keuangan dengan mengirimkan surat nomor 03475/PL/03/2020/26 tanggal 11 Maret 2020 perihal bahan masukan untuk pemanfaatan BMN pada Perwakilan RI diluar negeri.

Selanjutnya kemlu akan berkoordinasi lebih lanjut terkait penyusunan peraturan pemanfaatan BMN pada perwakilan RI di luar negeri.

Juli-Desember 2020

Instansi yang terlibat : Kemenkeu (DJKN)

b. Menginstruksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Wakil Tetap RI di New York, dan Kepala Perwakilan RI di London agar meningkatkan pengendalian dan pengawasan dalam pemanfaatan BMN sesuai ketentuan yang berlaku.

Pusat (Sekjen) akan mengirimkan Berita ke Perwakilan untuk meningkatkan pengendalian dan pengawasan dalam pemanfaatan BMN sesuai ketentuan yang berlaku.

Juli – Agustus 2020 Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut : 1. Sekretariat Jenderal 2. PTRI New York 3. KBRI London

5 Penggunaan Barang Milik Negara oleh Sekretariat Asean Belum Sesuai Ketentuan

BPK merekomendasikan kepada Menteri Luar Negeri melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri untuk:

Atas rekomendasi tersebut, Kementerian Luar Negeri akan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Akan dilaksanakan dalam kurun waktu:

Konsep LHP Buku 3 Kepatuhan Kemenlu, Hal 34 – 38

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut : Sekretariat Jenderal a. Memproses usulan penetapan

status penggunaan BMN oleh Sekretariat ASEAN sesuai PMK Nomor 246/PMK.06/2014 sebagaimana terakhir diubah

Sekretariat Jenderal akan mengajukan usulan PSP Gedung Sekretariat ASEC ke Pengelola Barang

Juni s.d. Agustus 2020

12

NO. TEMUAN PEMERIKSAAN REKOMENDASI RENCANA AKSI WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN

dengan PMK Nomor

76/PMK.06/2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan BMN dan PMK Nomor 111/PMK.06/2016 tentang Tata

Cara Pelaksanaan

Pemindahtanganan Barang Milik Negara; dan

b. Berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional terkait pengukuran tanah yang menghasilkan luasan yang berbeda dibandingkan dengan data yang ada di sertifikat dan surat ukur sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri akan berkoordinasi dan meminta klarifikasi kepada Pemprov DKI Jakarta terkait batasan luas tanah yang tercantum pada sertifikat lama (sertifikat Hak Pakai no.

229) serta berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan atas pencatatan fasilitas umum (fasum) berupa trotoar yang mengelilingi komplek perkantoran ASEC dan gardu listrik yang berada dalam komplek perkantoran ASEC.

Juni s.d Desember 2020

6. Kesalahan Pembebanan Anggaran Biaya Dilapidasi Sewa Gedung Kantor Lama KBRI London

BPK merekomendasikan kepada Menteri Luar Negeri agar menginstruksikan Sekretaris Jenderal agar lebih cermat dalam menganggarkan kegiatan serupa di masa yang akan datang.

Atas rekomendasi tersebut, Kementerian Luar Negeri cq Sekretariat Jenderal akan lebih cermat dalam menganggarkan kegiatan serupa di masa yang akan datang.

Konsep LHP Buku 3 Kepatuhan Kemenlu Hal 63 – 65

Satker/Unit terkait yang harus tindak lanjut : Sekretariat Jenderal

Dokumen terkait