• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN TRANSAKSI SISTEM PEMBAYARAN PEMBAYARAN

Asesmen Infrastruktur Sistem Keuangan

6.2. PERKEMBANGAN TRANSAKSI SISTEM PEMBAYARAN PEMBAYARAN

-Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)

nilai sempurna. Dengan kinerja yang baik tersebut, selama semeter II 2013 sistem BI-RTGS, BI-SSSS dan SKNBI dapat beroperasi secara penuh sesuai dengan ǁŝŶĚŽǁ ƚŝŵĞ operasional dan mampu melayani transaksi senilai Rp68,52 ribu triliun, meningkat 29,39% dibandingkan semester II 2012 (yoy) yang sebesar Rp52,96 ribu triliun. Nilai tersebut mencapai 97,01% dari keseluruhan nilai transaksi sistem pembayaran.

6.1.2 Sistem Pembayaran yang Diselenggarakan oleh Selain Bank Indonesia

Penyelenggaraan sistem pembayaran yang dilakukan oleh pihak selain Bank Indonesia, yaitu penyelenggaraan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) dan Uang Elektronik, selama semester II 2013 berjalan baik dan ůĂŶĐĂƌ͘,ĂůŝŶŝƟĚĂŬƚĞƌůĞƉĂƐĚĂƌŝƵƉĂLJĂĂŶŬ/ŶĚŽŶĞƐŝĂĚĂůĂŵ

menjalankan fungsinya sebagai regulator, fasilitator dan pengawas sistem pembayaran dimaksud.

Pada semester II 2013 penyelenggara APMK dan Uang Elektronik masing-masing mampu melayani transaksi pembayaran masing-masing sebanyak 1,98 miliar transaksi dan 72,91 juta transaksi dengan nilai masing-masing sebesar Rp2,11 ribu triliun dan Rp1,64 triliun.

Sebagai pengawas sistem pembayaran yang ĚŝƐĞůĞŶŐŐĂƌĂŬĂŶŽůĞŚŝŶĚƵƐƚƌŝ͕ĂŶŬ/ŶĚŽŶĞƐŝĂŵĞŵĂƐƟŬĂŶ

penyelenggaraan sistem pembayaran dilakukan secara aman ĚĂŶ ĞĮƐŝĞŶ ĚĞŶŐĂŶ ŵĞŵƉĞƌŚĂƟŬĂŶ ƉƌŝŶƐŝƉ ƉĞƌůŝŶĚƵŶŐĂŶ

konsumen. Pengawasan tersebut dilakukan terhadap seluruh penyelenggara sistem pembayaran yang mendapat izin penyelenggaraan dari Bank Indonesia melalui kegiatan monitoring, asesmen, dan upaya mendorong perubahan

;ŝŶĚƵĐŝŶŐĐŚĂŶŐĞͿ͘

6.2. PERKEMBANGAN TRANSAKSI SISTEM PEMBAYARAN

ŬƟǀŝƚĂƐƚƌĂŶƐĂŬƐŝŬĞƵĂŶŐĂŶŵĞůĂůƵŝƐŝƐƚĞŵƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ

selama semester II 2013 mengalami peningkatan baik pada

sisi volume maupun nilai. Dari sisi nilai, transaksi keuangan melalui sistem pembayaran non tunai masih didominasi oleh transaksi yang melalui Sistem BI-RTGS. Sementara itu, dari volume transaksi, porsi terbesar masih berasal dari pengunaan Kartu ƵƚŽŵĂƟĐdĞůůĞƌDĂĐŚŝŶĞ (ATM) dan ATM/

Debet.

6.2.1. Bank Indonesia ZĞĂů dŝŵĞ 'ƌŽƐƐ ^ĞƩůĞŵĞŶƚ (BI-RTGS)

ŬƟǀŝƚĂƐƚƌĂŶƐĂŬƐŝƉĞŵďĂLJĂƌĂŶŵĞůĂůƵŝƐŝƐƚĞŵ/ͲZd'^

pada semester II 2013 mengalami peningkatan dari sisi nilai transaksi, namun menurun dari sisi volume transaksi dibandingkan semester II 2012 (yoy).

Nilai transaksi yang penyelesaiannya dilakukan melalui sistem BI-RTGS pada semester II 2013 mencapai Rp50,77 ribu triliun atau meningkat sebesar 25,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp40,45 ribu triliun. Sementara itu dari sisi volume transaksi terjadi penurunan sebesar 1,66%, yaitu dari 9,03 juta transaksi pada semester II 2012 menjadi 8,88 juta transaksi.

Dengan demikian, rata-rata harian transaksi yang dilakukan melalui sistem BI-RTGS pada semester II 2013 mencapai nilai Rp410 triliun dengan volume sebesar 71,6 ribu transaksi.

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Perkembangan Transaksi Sistem BI-RTGS 'ƌĂĮŬϲ͘ϭ͘

RRH Volume RRh Nilai

-Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 Mei-12 Jun-12 Jul-12 Ags-12 Sep-12 Okt-12 Nov-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Jul-13 Ags-13 Sep-13 Okt-13 Nov-13 Des-13

-Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)

RRH Volume RRh Nilai

90 250

Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 Mei-12 Jun-12 Jul-12 Ags-12 Sep-12 Okt-12 Nov-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Jul-13 Ags-13 Sep-13 Okt-13 Nov-13 Des-13

-Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)

6.2.2. Bank Indonesia ^ĐƌŝƉůĞƐƐ ^ĞĐƵƌŝƟĞƐ ^ĞƩůĞŵĞŶƚ

System (BI-SSSS)

^ĞƉĞƌƟŚĂůŶLJĂƉĂĚĂ^ŝƐƚĞŵ/ͲZd'^͕ĂŬƟǀŝƚĂƐƚƌĂŶƐĂŬƐŝ

pembayaran melalui BI-SSSS pada semester II 2013 mengalami peningkatan dari sisi nilai transaksi dan penurunan dari sisi volume transaksi. Pada semester II 2013 nilai transaksi yang diselesaikan melalui BI-SSSS sebesar Rp16,36 ribu triliun atau naik sebesar 43,72% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp11,38 ribu triliun.

Sementara itu, untuk volume transaksi tercatat sebanyak 63,35 ribu transaksi atau turun sebesar 14,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 74,04 ribu transaksi.

Dengan demikian rata-rata harian transaksi yang dilakukan melalui BI-SSSS pada semester II 2013 mencapai nilai Rp133,1 triliun dengan volume sebanyak 515 transaksi. Penurunan volume transaksi BI-SSSS tersebut disebabkan menurunnya volume transaksi operasi moneter yang sejalan dengan ƐƚĂŶĐĞ kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia.

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Perkembangan Transaksi BI-SSSS

Perkembangan Transaksi SKNBI

'ƌĂĮŬϲ͘Ϯ͘

'ƌĂĮŬϲ͘ϯ͘

Rp1,12 ribu triliun. Sementara volume transaksi yang tercatat sebanyak 54,02 juta transaksi atau turun sebesar 1,54%

dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 54,87 juta transaksi.Dengan demikian rata-rata harian transaksi yang dilakukan melalui SKNBI pada semester II tahun 2013 mencapai nilai Rp11,2 triliun dengan volume sebesar 435 ribu transaksi. Sampai dengan akhir periode laporan, jumlah peserta SKNBI sebanyak 139 peserta bank dan 1 peserta Bank Indonesia.

ϲ͘Ϯ͘ϯ͘^ŝƐƚĞŵ<ůŝƌŝŶŐEĂƐŝŽŶĂůĂŶŬ/ŶĚŽŶĞƐŝĂ;^<E/Ϳ Aktivitas transaksi melalui SKNBI pada semester II 2013 meningkat. Nilai transaksi melalui SKNBI mencapai Rp1,39 ribu triliun atau naik sebesar 23,86% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai

6.2.4. Transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu

ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ ůĂƚ

Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) selama semester II 2013 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi dengan menggunakan APMK mencapai Rp2,11 ribu triliun atau naik sebesar 22,30% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,73 ribu triliun. Sementara volume transaksi yang tercatat sebanyak 1,98 miliar transaksi atau naik sebesar 22,87% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,61 miliar transaksi.

Selama semester II 2013, rata-rata harian nilai dan volume transaksi APMK sebesar Rp11,48 triliun dan 10,77 juta transaksi.

Volume (dalam ribu) Nilai (Miliar Rp)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan) Volume (dalam ribu)

Nilai (Triliun Rp)

Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan) Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)

Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan)

6.2.4.1. Transaksi Menggunakan Kartu ATM dan ATM/

Debet

6.2.4.2. Transaksi Menggunakan Kartu Kredit

ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ <ĂƌƚƵ

Perkembangan Transaksi APMK

Perkembangan Transaksi Kartu ATM/Debet Perkembangan Transaksi Kartu Kredit GraĮk 6.4.

GraĮk 6.5. GraĮk 6.6.

0,00

BUKU 1 BUKU 2 BUKU 3 BUKU 4 Industri

2012 Sem I 2012 Sem II 2013 Sem I 2013 Sem II Turn Over RaƟo = Outgoing transacƟon dibagi saldo awal peserta Sistem BI-RTGS Volume (dalam ribu)

Nilai (Miliar Rp)

Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan)

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Perkembangan Transaksi Uang Elektronik

Perkembangan dƵƌŶKǀĞƌZĂƟŽ

'ƌĂĮŬϲ͘ϳ͘

'ƌĂĮŬϲ͘ϴ͘

ϲ͘Ϯ͘ϱ͘dƌĂŶƐĂŬƐŝDĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶhĂŶŐůĞŬƚƌŽŶŝŬ

ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ hĂŶŐ

Elektronik selama semester II 2013 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama semester II 2013, rata-rata harian nilai dan volume transaksi menggunakan Uang Elektronik sebesar Rp8,88 miliar dan 396,34 ribu transaksi dengan total nilai dan volume transaksi selama semester II 2013 mencapai Rp1,64 triliun dan 72,91 juta transaksi.

mengharapkan ŝŶĐŽŵŝŶŐ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ untuk menyelesaikan transaksi pembayaran, terutama kelompok BUKU 2 dengan TOR sebesar 1,36. Sebaliknya, peserta Sistem BI-RTGS yang ƟĚĂŬĐĞŶĚĞƌƵŶŐŵĞŶŐŚĂƌĂƉŬĂŶŝŶĐŽŵŝŶŐƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ untuk menyelesaikan transaksi pembayaran berasal dari kelompok BUKU 4 dengan TOR sebesar 0,97.

ϲ͘ϯ͘/E/<dKZ^/^dDWDzZE ϲ͘ϯ͘ϭ͘dƵƌŶKǀĞƌZĂƟŽ

Indikator dƵƌŶ KǀĞƌ ZĂƚŝŽ (TOR) digunakan untuk mengetahui kecenderungan kemampuan peserta sistem BI-RTGS memenuhi kewajiban dalam melakukan transaksi pembayaran. Secara industri perbankan, pada semester II 2013 nilai TOR sebesar 1,09. Nilai tersebut mengalami sedikit kenaikan dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 0,94. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa peserta BI-RTGS memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban dalam melakukan transaksi pembayaran.

Sementara itu, apabila dilihat dari sisi BUKU, pada semester II 2013 sebagian peserta sistem BI-RTGS cenderung

ϲ͘ϯ͘Ϯ͘YƵĞƵĞdƌĂŶƐĂĐƟŽŶ

YƵĞƵĞdƌĂŶƐĂĐƟŽŶ merupakan transaksi yang pernah ŵĞŶŐĂůĂŵŝ ĂŶƚƌŝĂŶ Ěŝ ƐŝƐƚĞŵ /ͲZd'^ ŬĂƌĞŶĂ ďĂŶŬ ƟĚĂŬ

memiliki kecukupan dana untuk melakukan setelmen pada saat transaksi dikirimkan. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pada semester II 2013 terjadi penurunan ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƚŝŽŶ baik secara nilai maupun volume. Selama periode laporan nilai ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ

tercatat sebesar Rp84,87 miliar atau 0,0016% dari total nilai transaksi sistem BI-RTGS. Nilai tersebut menurun 45,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp156,77 miliar. Penurunan ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƚŝŽŶ pada semester II 2013 merupakan dampak dari upaya yang dilakukan Bank Indonesia untuk memitigasi likuiditas perbankan yang cenderung ketat, khususnya melalui kebijakan penurunan batas atas GWM LDR dari 100% menjadi 92%. Penurunan ƋƵĞƵĞƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ

0 4000

3000

2000

1000

BUKU 1 BUKU 2 BUKU 3 BUKU 4 Industri

2012 Sem I 2012 Sem II 2013 Sem I 2013 Sem II

BUKU 1 BUKU 2 BUKU 3 BUKU 4 Industri

2012 Sem I Miliar Rp

2012 Sem II 2013 Sem I 2013 Sem II

tersebut menunjukan bahwa perbankan memiliki likuiditas yang lebih memadai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi BUKU, penurunan nilai queue transaction terjadi pada seluruh kelompok BUKU, kecuali kelompok BUKU 1 yang mengalami peningkatan sebesar Rp0,71 miliar.

Demikian pula halnya dengan volume Ƌueue transacƟon yang sepanjang semester II 2013 tercatat sebanyak 1375 transaksi, menurun 44,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 2496 transaksi.

Penurunan volume Ƌueue transacƟon tersebut terutama berasal dari kelompok BUKU 2, yang mengalami penurunan sebanyak 1066 transaksi atau sebesar 87,88%. Pada umumnya queue transacƟon dapat diselesaikan sebelum ǁĂŬƚƵ ŽƉĞƌĂƐŝŽŶĂů ƐŝƐƚĞŵ /ͲZd'^ ďĞƌĂŬŚŝƌ͕ƐĞŚŝŶŐŐĂ ƟĚĂŬ

menggangu operasional secara keseluruhan.

6.3.3. Saldo Giro

Pada semester II 2013, secara keseluruhan saldo akhir rekening giro peserta sistem BI-RTGS di Bank Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan saldo awal, yaitu dari Rp227,98 triliun menjadi Rp244,31 triliun atau meningkat sebesar 7,16%. Peningkatan saldo rekening giro tersebut mencerminkan bahwa likuiditas peserta sistem BI-RTGS secara ŬĞƐĞůƵƌƵŚĂŶ ƌĞůĂƟĨ ŵĞŵĂĚĂŝ ƵŶƚƵŬ ŵĞŵĞŶƵŚŝ ŬĞǁĂũŝďĂŶ

transaksi pembayaran.

Meningkatnya likuiditas pada saldo rekening giro peserta sistem BI-RTGS di Bank Indonesia terutama berasal dari transaksi Pemerintah (ekspansi net sebesar Rp122,82 triliun), sementara menurunnya likuiditas terutama berasal dari transaksi setelmen intervensi valas oleh BI (kontraksi net sebesar Rp89,34 triliun).

6.4. RISIKO SISTE M PEM BAYA R A N DAN U PAYA

Dokumen terkait