REALISASI RPJMD
2.3. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH
Permasalahan pembangunan daerah merupakan “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai dimasa datang dengan kondisi riil saat perencanaan sedang dibuat. Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal dan kelemahan yang tidak diatasi. Faktor-faktor yang menjadi peluang maupun yang menjadi faktor penghambat perlu ditelaah dan dianalisis lebih dalam.
Tujuan dari perumusan permasalahan pembangunan daerah adalah untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan kinerja pembangunan daerah dimasa lalu, khususnya yang berhubungan dengan kemampuan manajemen pemerintahan dalam memberdayakan kewenangan yang dimilikinya.
2.3.1. Permasalahan Daerah yang Berhubungan dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan
Daerah.
Suatu permasalahan daerah dianggap memiliki nilai prioritas jika berhubungan dengan tujuan dan sasaran pembangunan khususnya program pembangunan daerah (RPJMD) dengan prioritas pembangunan daerah (RKPD) pada tahun rencana serta prioritas lain dari kebijakan nasional/provinsi yang bersifat mandatory. Permasalahan pembangunan Kota Semarang yang akan dihadapi di Tahun 2013 yang berhubungan dengan sasaran pembangunan daerah sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang adalah sebagai berikut:
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
1. Mengembangkan pemerataan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun dan rintisan wajar 12 tahun didukung oleh sarana/prasarana yang memadai dan tenaga pendidikan yang profesional serta peningkatan tata kelola pendidikan yang berskala standar nasional, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
1. Kualitas sarana dan prasarana sekolah masih belum merata, kondisi fisik ruang kelas untuk kegiatan belajar terutama Sekolah-Sekolah di wilayah pengembangan masih memprihatinkan. 2. Masih dijumpai adanya siswa putus sekolah; 3. Adanya kesenjangan mutu dan pelayanan
pendidikan diantara sekolah-sekolah.
4. Relevansi Pendidikan belum mengarah pada kebutuhan pasar kerja
5. Pencapaian wajardikdas 12 tahun. 2. Pengembangan pemerataan jangkauan
dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perseorangan /rujukan dengan rintisan pengembangan pelayanan berskala rumah sakit, pengembangan profesionalisme dan kompetensi tenaga kesehatan yang didukung dengan pesebaran sarana dan prasarana dan terwujudnya jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat.
1. Masih terdapat penderita DBD pada tahun 2011. 2. Kurangnya SDM Kesehatan serta distribusi yang
tidak merata.
3. Menuju Semarang Sehat tahun 2013
4. Distribusi obat yang bermutu dan terjangkau; 5. Akses pelayanan kesehatan khususnya bagi
masyarakat yang kurang mampu sebagian tidak mengenai sasaran yang tepat
3. Pengembangan sistem pengendalian laju pertumbuhan dan persebarannya, fasilitasi Keluarga Berencana dan sistem administrasi kependudukan
1. Urbanisasi sebagai dampak Kota semarang merupakan pusat perdagangan, pendidikan, jasa, pemerintah merupakan daya tarik penduduk 2. Penyelenggaraan SIAK belum optimal;
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
4. Angka TFR pada tahun 2011sebesar 2,04 TFR 5. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam
ber KB 4. Fasilitasi pengembangan kesempatan
kerja/ berusaha, kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja, serta kualitas tenaga kerja yang mampu bersaing di era global
1. Masih tingginya angka pengangguran meskipun dari tahun ke tahun terus terjadi penurunan 2. Rendahnya Kualitas SDM tenaga kerja sehingga
berpengaruh pada daya saing tenaga kerja dari luar kota Semarang
3. Masih tingginya angka kecelakaan kerja dan jumlah perselisihan hubungan industrial PHI/PHK/Unjukrasa yang ada, meskipun jumlah perusahaan yang telah menerapkan K3 selalu menunjukkan peningkatan.
5. Pengembangan peran pemuda dan organisasi kepemudaan dalam mendukung sikap dan perilaku, kepeloporan, kemandirian, inovasi, dan kreativititas serta wawasan kebangsaan dan cinta tanah air guna meningkatkan partisipasi dalam pembangunan
1. Belum optimalnya peran serta pemuda dalam pembangunan fisik dan non fisik;
2. Menurunnya sikap pemuda dalam mendukung sikap dan perilaku, kepeloporan, kemandirian, inovasi, dan kreativititas, wawasan kebangsaan
6. Pengembangan pembudayaan olahraga masyarakat dan fasilitasi olahraga prestasi unggulan yang didukung sarana prasarana olahraga yang memadahi
1. Belum optimalnya prestasi olah raga dan budaya olahraga, dan masih terbatasnya sarana dan prasarana olahraga
7. Pengembangan pelayanan dan aksesbilitas perpustakaan berbasis teknologi informasi, optimalisasi minat baca masyarakat dan rintisan Perpustakaan berbasis IT
1. Meski secara data jumlah pengunjung perpustakaan meningkat, namun budaya baca masyarakat harus terus didukung melalui Gerakan Gemar Membaca (GGM) ataupun melalui akses yang lebih mudah (web/internet). 8. Pengembangan dan pelestarian seni
dan budaya tradisional, bangunan bersejarah serta benda cagar budaya dalam rangka memperkuat identitas dan jati diri masyarakat
1. Masih belum tingginya minat generasi muda terhadap seni dan budaya tradisional sehingga sulit untuk menghasilkan generasi penerus khususnya terhadap seni tradisi dan budaya local;
2. Belum optimalnya kepedulian masyarakat terhadap seni dan budaya;
3. Kurang lengkapnya fasilitas dan kualitas sarana dan prasarana di obyek wisata
9. Peningkatan pemahaman,
penghayatan, dan pengamalan ajaran agama/kepercayaan melalui pemeliharaan kerukunan hubungan antar dan inter umat beragama serta fasilitasi sarana prasarana peribadatan,
1. Menurunnya sikap dan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma /etika agama; 2. Pendidikan agama untuk anak-anak akan
semakin diperlukan dan menjadi kebutuhan di masyarakat.
10. Pengembangan pemahaman politik untuk mewujudkan budaya politik
1. Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam demokrasi politik
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
demokratis yang santun dan partisipasi politik yang didukung oleh infra dan supra struktur politik yang sehat
11. Pengembangan kualitas
penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien sesuai dengan prinsip-prinsip good governance yang didukung penerapan e-government menuju e-city,
1. Belum optimalnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan pengawasan serta pengendalian penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
2. Masih terbatasnya kemampuan masyarakat dalam penggunaan teknologi tepat guna
12. Pengembangan sumber-sumber pendapatan daerah yang potensial dan kreatif dengan tidak membebani rakyat
1. Meskipun mengalami kenaikan secara jumlah (rupiah) maupun prosentasenya terhadap APBD, potensi pendapatan asli daerah masih dapat ditingkatkan lagi melalui optimalisasi sumber- sumber pendapatan yang sudah ada atau melalui ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang lain;
2. Pelimpahan pengelolalan PBB dan BPHTB ke Pemerintah Kota Semarang kedepan akan menjadi potensi dan peluang bagi peningkatan pendapatan. Untuk itu diperlukan adanya SDM
yang memadai untuk mendukung
pelaksanaannya 13. Pengembangan budaya kerja aparatur
yang profesional, bersih, beretika, dan berwibawa serta anti korupsi, kolusi dan nepotisme dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik yang didukung
oleh kelembagaan dan
ketatalaksanaan serta Sistem Informasi Manajemen kepegawaian yang transparan dan akuntabel serta Pengembangan kerjasama daerah dengan berbagai pihak baik tingkat lokal, nasional maupun internasional
1. Keterbatasan kapasitas dan kuantitas PNS, distribusi pegawai yang tidak merata, serta jabatan struktural dan fungsional yang masih belum memadai. Hal ini terutama dirasakan di kelurahan dan kecamatan
14. Pengembangan sistem dan akses pelayanan publik melalui peningkatan kompetensi sesuai kewenangan pada bidang pelayanan dasar dan penunjang berbasis teknologi infomatika guna mewujudkan pelayanan prima.
1. Sebagai bagian dari akuntabilitas kepada publik, ketersediaan akses informasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan masih dirasakan belum optimal. Untuk itu diperlukan adanya pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diakses oleh masyarakat, optimalisasi Pusat Informasi Pembangunan serta transparansi pelaporan keuangan daerah.
2. Kurangnya kemampuan SDM apratur dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat;
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
memelihara keamanan, ketertiban, persatuan, dan kesatuan serta kerukunan masyarakat dalam rangka mewujudkan terjaminnya keamanan dan ketertiban umum dan tegaknya hukum serta terselenggaranya perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat yang didukung oleh sarana prasarana keamanan dan ketertiban yang memadahi
ketrtiban
2. Rendahnya kesadaran hukum masyarakat dalam mematuhi peraturan daerah (keterlambatan mengajukan ijin);
3. Masih adanya daerah rawan pelanggaran (relokasi PKL yg belum terselesaikan)
16. Pengembangan komunikasi timbal balik antara pemerintah dan pemangku kepentingan yang mendorong terwujudnya masyarakat yang responsif terhadap informasi yang didukung oleh keterbukaan informasi publik yang bertanggungjawab
1. Diperlukan adanya pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diakses oleh masyarakat, optimalisasi Pusat Informasi Pembangunan serta transparansi pelaporan keuangan daerah;
2. Tuntutan masyarakat untuk keterbukaan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan akan semakin besar (UU no.14 ttg keterbukaan informasi publik);
3. Meningkatnya kebutuhan sarana dan prasarana pemerintahan dalam menunjang teknologi informasi;
4. Masih terbatasnya kemampuan masyarakat dalam penggunaan teknologi tepat guna;
5. Belum terkoordinasinya e-goverment dengan sempurna.
17. Mengembangkan peran koperasi dan UMKM serta lembaga keuangan mikro dalam pemenuhan kebutuhan pasar, serta pengembangan kewirausahaan dan pengembangan lokal untuk mendorong daya saing,
1. Rendahnya kualitas SDM yang tercemin dari masih rendahnya produktivitas dan pemanfaatan peluang usaha dan pasar
2. Keterbatasan akses sumberdaya produktif baik berupa akses permodalan, informasi dan pemasaran;
3. Kurangnya sarana dan prasarana usaha bagi KUMKM;
4. Rendahnya kualitas SDM yang tercemin dari masih rendahnya produktivitas dan pemanfaatan peluang usaha dan pasar.
18. Mengembangkan struktur
perekonomian daerah melalui pengembangan investasi, potensi dan produk unggulan daerah yang berdaya saing serta mengembangkan BUMD dan aset-aset daerah untuk mendorong sektor riil dalam rangka memperluas kesempatan kerja
1. Dalam Pengembangan investasi kota masih sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian makro nasional;
2. Meski sudah dilakukan, namun promosi investasi masih perlu ditingkatkan (jar. Komunikasi & web)
3. Masih rendahnya kualitas pengurusan perijinan di Kota Semarang yang ditandai dengan belum optimalnya integritas dan transparansi serta akuntabilitas pengurusan perijinan. Diperlukan adanya perbaikan tata kelola perijinan dan
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
peningkatan budaya aparatur
4. Belum optimalnya kinerja BUMD, sehingga belum memberikan kontribusi terhadap PAD. 19. Mengembangkan produktivitas
pertanian yang berorientasi pada sistem agribisnis
1. Masih rendahnya kualitas SDM pertanian ditingkat pelaku utama, yang disebabkan lambatnya sistem alih regenerasi, sehingga diperlukan sosialisasi lebih intensif (dalam hal menarik minat);
2. Masih belum optimalnya akses petani dan lembaga tani terhadap sumberdaya produktif, termasuk akses permodalan dan infrastruktur. 20. Mengembangkan produktivitas bahan
pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan
1. Masih adanya warga miskin yang belum mengkonsumsi pangan B2SA secara optimal; 2. Kapasitas produksi pangan yang semakin
terbatas, dimana Kota Semarang bukan merupakan daerah produksi pangan melainkan pusat konsumen.
3. Kelembagaan pemasasaran hasil pangan belum mampu berperan dalam menstabilkan harga; 4. Perilaku konsumsi masyarakat terhadap pangan
impor cenderung meningkat khususnya di perkotaan.
5. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan yang dihasilkan oleh industri tumah tangga;
6. Masih banyak digunakan bahan tambahan
pangan yang berbahaya dalam
pengolahanpangan seperti pewarna tekstil, boraks, formalin dsb.
21. Mengembangkan kualitas pariwisata melalui pemanfaatan teknologi, kelembagaan, obyek wisata dan sarana prasarana pendukung
1. Kurang makasimalnya promosi pariwisata; 2. Kurang efektifnya koordinasi antar asosiasi
pelaku pariwisata;
3. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kepariwisataan.
22. Mengembangkan Produktivitas kelautan dan perikanan yang berorientasi pada sistem agribisnis
1. Belum optimalnya fungsi UPTD PIH;
2. Berubahnya bentuk fisik pantai dan laut akibat adanya reklamasi, erosi dan sedimentasi pantai; 3. Terbatasnya infrastutur di wilayah pesisir dan
belum lengkapnya dokumen pengelolaan wilayah pesisir;
4. Terbatasnya kapasitas usaha perikanan, mencakup permodalan, sarana prasarana produksi dan teknologi serta produktifitas; 5. Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan
pelaku usaha perikanan;
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
7. Peraturan Daerah Perikanan masih dlam proses pembahasan.
23. Rintisan pasar-pasar tradisional modern dan perlindungan bagi keberadaan pasar tradisional serta pengembangan perdagangan dalam negeri dan ekspor
1. Pengelolaan baik manajemen maupun operasional dari pasar-pasr modern yang telah dibangun;
2. Masih terdapat sarana perdagangan baik bangunan maupun lingkungan yang belum representatif.
3. Menjamurnya mini market/swalayan, memerlukan regulasi yang lebih tegas.
4. Pengoptimalan pendapatan pasar. 24. Mengembangkan kualitas produk
sektor perindustrian melalui pemanfaatan teknologi, kelembagaan dan sarana prasarana pendukung
1. Masih belum optimalnya kualitas daya saing produk dan akses pasar baik regional maupun internasional;
2. Rendahnya kualitas SDM yang tercemin dari masih rendahnya produktivitas dan pemanfaatan peluang usaha dan pasar;
3. Masih kurangnya sarana dan prasarana usaha bagi KUMKM;
4. Keterbatasan akses sumberdaya produktif baik berupa akses permodalan, informasi dan pemasaran.
25. Meningkatkan penataan lahan kritis, penataan lahan bekas galian C dan penataan kawasan pantai dan pengembangan kegiatan perlindungan dan konservasi, rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumberdaya alam dan pengendalian polusi
1. Menurunnya muka tanah (landsubsidance), 2. Rusaknya lingkungan bekas galian,
3. Tingginya bencana longsor
4. Menurunya debit sumber air baku 5. Tingginya tingkat sedimentasi sungai 6. Kejadian rob dan banjir
7. Antisiasi perubahan iklim
8. Masih adanya kasus pencemaran lingkungan, pada tahun 2010 sebanyak 37 kasus; jumlah industry/perusahaan yang berpotensi menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan sebanyak 89 perush/industri.
26. Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengelolaan sampah serta pengembangan kegiatan penanganan sampah
1. Daya tampung TPA Jatibang melebihi kapasitas, 2. Pelayanan persampahan baru 123 kelurahan dari
seluruh wilayah Kota Semarang;
3. Pelayanan sampah terangkut baru 77% dari total sampah + 4.250 m3/hari
4. Aksesbilitas ke TPA sulit
5. Kurngnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah 3R
27. Pengembangan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTAHUN)
1. Penanganan RTAHUN baru 51 %
2. Kebijakan yang belum mengarah kepada pembuatan lahan terbuka baru
3. Pergantian lahan untuk permukiman yang cukup tinggi
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
taman atau ruang terbuka hijau
5. Kebijakan yang kurang tegas terkait dengan penyedian lahan terbuka hijau 20%-40% dalam setiap pembangunan bangunan/rumah
28. Perwujudan struktur tata ruang yang seimbang, peningkatan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang yang konsisten dengan rencana tata ruang yang ditetapkan
1. Alih fungsi lahan yang begitu cepat
2. Kurang konsistennya SKPD terkait dalam memahami rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Semarang 2011-2030
3. Terbatasnya pengawasan pemanfaatan lahan dilapangan
29. Pengembangan pengelolaan manajemen pelayanan transportasi
1. Menurunnya pelayanan angkutan umum karena kurang nyaman dan rendahnya pelayanan angkutan umum
2. Masih banyaknya parkir on street yang berdampak pada penyempitan jalan sehingga menggangu kelancaran lalu lintas;
3. Belum optimalnya pengoperasioan BRT;
4. Rendahnya minat masyarakat untuk memanfaatkan BRT;
5. Kurangnya integrasi antar moda angkutan umum dan moda transportasi (darat, laut dan udara); 30. Pengembangan manajemen pola
pergerakan angkutan barang yang terintegrasi antar moda angkutan darat dan laut
1. Kurangnya konsep yang terintegrasi dalam penataan angkutan barang
2. Sarana dan prasaran yang kurang memadai untuk sistem integrasi antar moda
31. Pengembangan kelengkapan jalan (street furniture)
1. Penataan wajah kota yang sedang dalam proses 2. Terbatasnya penyediaan kelengkapan jalan
untuk daerah pedalaman / perbatasan
3. Pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan prasana jalan
4. Menurunnya kualitas prasarana jalan, jalan kondisi baik sebesar 43,49%.
5. Akses wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah khususnya daerah pinggiran/terisolir
32. Penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan fasilitas pendukungnya,
1. Masih adanya permukiman kumuh di 42 kawasan;
2. Masih adanya rumah yang tidak layak huni, 3. Keterbatasan masyarakat khususnya masyarakat
miskin untuk memiliki rumah yang layak huni; 33. Pengembangan sarana dan prasarana
penanganan system jaringan drainase
1. Terbatasnya koordinasi antar pemeirintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dari hulu hingga hilir;
2. Luas genangan rob dan banjir cenderung meningkat
No Tujuan /Sasaran Pembangunan
(RPJMD) Kota Semarang Permasalahan Tahun 2013
penyediaan air baku masyarakat dan kerjasama antar wilayah, hulu hilir dan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota dalam pengelolaan air baku
air bersih, bagi masyarakat yang tidak terlayani PDAM;
2. Penyediaan air baku untuk pertanian;
3. Tidak adanya program pengelolaan air hujan; 4. Belum jelasnya sistem kerjasama antar daerah
dalam pengelolaan air baku. 35. Pengembangan pengarusutamaan
gender melalui fasilitasi pengembangan kelembagaan, kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan serta perlindungan anak, remaja dan perempuan dalam segala bentuk diskriminasi dan eksploitasi
1. Masih tingginya kesenjangan gender diberbagai bidang pembangunan.
2. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep kesetaraan dan keadilan gender;
3. Masih adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mencapai 176 kasus;
4. Belum optimalnya peran serta
lembaga/organisasi wanita dalam pembangunan. 5. Belum terkoordinasinya penyusunan
perencanaan dan penganggaran responsive gender di SKPD.
36. Pengembangan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), lansia, anak jalanan dan anak terlantar, anak berkebutuhan khusus, korban napza, penyandang HIV- AIDS, wanita rawan sosial dan penyandang cacat secara sistematis, berkelanjutan dan bermartabat melalui pelayanan panti, non panti maupun rumah singgah dilandasi rasa kesetiakawanan sosial
1. Meski jumlah penanganan PMKS meningkat, namun hal tsb belum bisa mengurangi jumlah PMKS secara signifikan;
2. Dengan bertambahnya sarana sosial, maka diperlukan pengelolaan sarana prasarana pelayanan yang harus lebih memadai,
3. Masih perlu penanganan lebih intensif untuk penderita cacat, anak jalanan, kenakalan remaja, penyalahgunaan NAPZA, Gelandangan dan pengemis serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya;
4. Perlu ditingkatkannya partisipasi masyarakat dan kerelawanan dunia usaha dalam kepedulian sosial,
2.3.2. Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
Permasalahan pada bagian ini merupakan permasalahan pembangunan yang dibuat tiap urusan yang menyangkut layanan dasar dan tugas/fungsi tiap SKPD. Suatu identifikasi permasalahan menjelaskan apa yang menjadi masalah dimasa lalu dan masa mendatang serta gambaran solusi yang ditawarkan. Permasalahan perurusan dapat disampaikan sebagai berikut:
1. Urusan Pendidikan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Jangkauan akses pelayanan dan mutu pendidikan; Biaya penyelenggaraan pendidikan; Relevansi dan daya saing pendidikan menengah umum dan khusus; dan Pendidikan karakter berbasis moral dan budi pekerti.
2. Urusan Kesehatan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Derajat kesehatan masyarakat; Jangkauan dan biaya pelayanan kesehatan, dan Pencapaian Semarang sehat.
3. Urusan Pekerjaan Umum, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Rob dan Banjir; Kelancaran arus barang dan jasa; Pengelolaan sanitasi; Peningkatan kualitas jalan; dan Pengelolaan pedestrian (Street Furniture).
4. Urusan Perumahan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Permukiman kumuh; Kepemilikan rumah; dan Keterbatasan lahan permukiman (vertical housing).
5. Urusan Penataan Ruang, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Alih fungsi lahan; Pengendalian bangunan Liar; dan Ketidaksesuaian tata ruang.
6. Urusan Perencanaan Pembangunan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Ketimpangan pertumbuhan wilayah; Koordinasi lintas sektoral; dan Keserasian pembangunan wilayah perbatasan.
7. Urusan Perhubungan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Pengembangan moda transportasi massal; Kemacetan lalu lintas; Kecelakaan lalu lintas; Sarana prasarana perhubungan darat (terminal); dan pengelolaan parkir.
8. Urusan Lingkungan Hidup, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Erosi, abrasi, reklamasi pantai, pengelolaan pesisir, penurunan muka tanah; Perubahan iklim; Pencemaran dan kerusakan lingkungan; galian mineral non logam (galian C); dan Pengelolaan sampah.
9. Urusan Pertanahan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Konflik kepentingan pertanahan.
10. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Urbanisasi; dan Administrasi kependudukan.
11. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Pengarusutamaan gender; Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); dan Diskriminasi, eksploitasi perdagangan perempuan dan anak.
12. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Pengendalian angka kelahiran (TFR); dan Kesehatan reproduksi.
13. Urusan Sosial, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Kemiskinan; PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial); dan Mitigasi Bencana.
14. Urusan Tenaga Kerja, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Pengangguran; dan Konflik perburuhan.
15. Urusan Koperasi dan UKM, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Persaingan ekonomi kerakyatan dengan investor besar.
16. Urusan Penanaman Modal, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Daya Saing Daerah; Infrastruktur Kawasan Industri; dan Insentif dan Disinsentif Investasi.
17. Urusan Budaya, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Lunturnya nilai-nilai budaya dan kesenian tradisional dikalangan Masyarakat; dan Cagar budaya dan bangunan bersejarah.
18. Urusan Pemuda dan Olah Raga, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Prestasi dan budaya olah raga; dan Potensi dan partisipasi pemuda.
19. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilu; dan Kerukunan hidup berbangsa dan bernegara. 20. Urusan Pemerintahan Umum, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Pelayanan publik;
Optimalisasi PAD dan asset daerah; Rasio kemandirian daerah; Pembudayaan zona integritas; dan Penyehatan BUMD.
21. Urusan Kepegawaian, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Profesionalisme Birokrasi; dan Budaya Kerja Birokrasi.
22. Urusan Pemberdayaan Masyarakat, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan; dan Budaya gotong royong masyarakat.
23. Urusan Statistik, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Akurasi data base pembangunan; dan Unifikasi dan kodifikasi data.
24. Urusan Kearsipan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Inventarisasi arsip.
25. Urusan Komunikasi dan Informatika, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Keterbukaan informasi publik; dan Perkembangan Teknologi Informatika (E-Gov dan E-city).
26. Urusan Ketahanan Pangan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Ketersediaan bahan pangan; dan Keanekaragaman pangan.
28. Urusan Perikanan dan Kelautan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Rendahnya pengelolaan dan pemasaran Produk Hasil Perikanan dan Kelautan; Semakin terbatasnya lahan budidaya; dan Semakin meluasnya kerusakan pantai.
29. Urusan Perdagangan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Penataan PKL; Revitalisasi pasar tradisional; dan Penataan pasar semi modern (retail modern).
30. Urusan Perindustrian, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Keterbatasan pusat-pusat industri kecil dan menengah; Ketergantungan produk-produk industri; dan City branding.
31. Urusan Kehutanan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Konservasi lahan.
32. Urusan Pariwisata, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Pengembangan destinasi pariwisata; Kuantitas kunjungan wisatawan; dan Kualitas dan kuantitas sarana prasarana pariwisata.
33. Urusan Perpustakaan, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah: Minat baca; dan Rumah