PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH
4.2. PRIORITAS PEMBANGUNAN
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Semarang Tahun 2013 merupakan rencana Tahun ketiga dalam pencapaian visi dan misi Pemerintah Kota Semarang. Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2013 tersebut berisi kebijakan pembangunan baik yang terkait dengan kebijakan APBD maupun yang diarahkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dalam menentukan prioritas pembangunan di Tahun 2013, uraian diawali dengan kondisi yang menguraikan isu strategis dan masalah serta tantangan yang harus dihadapi untuk masing-masing bidang pembangunan. Dari perkembangan keadaan tersebut, kemudian dirumuskan prioritas pembangunan yang hendak ditempuh dengan mengacu pada agenda pembangunan yang harus diselesaikan pada Tahun 2013.
4.2.1. Isu Strategis dari Permasalahan Pembangunan tahun 2013 yang Dimunculkan
Tahapan Pencapaian Visi Kota Semarang dalam kurun waktu tahun 2010-2015 yaitu: 1. Tahap Konsolidasi, Juli 2010-2011
2. Tahap Percepatan Infrastruktur, tahun 2012
3. Tahap Percepatan Pencapaian Sapta Program, tahun 2013 4. Tahap Pemantapan Pencapaian Sapta Program, tahun 2014 5. Tahap Pengembangan, tahun 2015
Berdasarkan pada deskripsi kondisi, potensi, permasalahan, dan prediksi pembangunan daerah pada berbagai bidang pembangunan, maka selanjutnya ditetapkan isu-isu strategis yang dihadapi Kota Semarang lima tahun yang akan datang.
Isu strategis yang muncul dari analisis dan identifikasi permasalahan pembangunan Kota Semarang di Tahap Percepatan Pencapaian Sapta Program tahun 2013 yaitu:
Sapta 1, Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran
Kemiskinan, secara umum ada 5 masalah pokok yang diminta dan diharapkan masyarakat
miskin, yaitu: Perut tidak lapar;
Masih diperlukan jaminan terhadap ketahanan pangan terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Kesehatan terjamin;
Perlunya peningkatan jaminan kesehatan daerah khususnya bagi masyarakat miskin, tidak mampu dan marginal.
Anak-anak bisa sekolah;
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan peran serta masyarakat dalam pembangunan, tingkat keberhasilan wajib belajar 12 tahun perlu diperhatikan dengan mengedepankan pendidikan murah kepada masyarakat dan khusus pendidikan gratis kepada masyarakat miskin dan marginal. Mendapatkan peluang kerja / usaha; dan
Masih diperlukan upaya-upaya peningkatan peluang kerja/usaha bagi masyarakat miskin dan marginal.
Rasa aman dan nyaman
Untuk perwujudan ketahanan ekonomi, sosial budaya dan masyarakat, kondisi aman dan nyaman perlu lebih ditingkatkan.
Pengangguran, kinerja Pemerintah Daerah dalam penanganan pengangguran pada tahun 2011
relatif cukup baik. Angka pengangguran tahun 2011 mengalami penurunan dari 14,96 pada tahun 2010 menjadi sebesar 11,90 %. Walaupun sudah mengalami penurunan namun angka pengangguran masih relatif tinggi. Hal ini menggambar jumlah kesempatan kerja yang tersedia belum bisa menampung angkatan kerja yang ada.
Sapta 2, Penanganan Rob dan Banjir
Luas genangan rob 1.500 ha dengan tinggi genangan 40 cm selama 240 menit, Penurunan tanah hingga mencapai 13 cm,
Tingginya sedimentasi saluran drainase,
Kurangnya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola dan memelihara sistem drainase Sapta 3, Peningkatan Pelayanan Publik
Penyerasian jumlah pertumbuhan penduduk
Jumlah yang besar memang merupakan modal pembangunan, tapi dalam rangka penyediaan fasilitas dasar dan pelayanan publik kurang menguntungkan justru merupakan beban.
Kapasitas Aparatur Pemerintah
Belum optimalnya kinerja aparatur, Tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, Pelayanan kepada masyarakat belum optimal
Keterbukaan Informasi Publik /Transparansi
Transparansi informasi bagi masyarakat dari proses kebijakan, perencanaan, pelaksanaan & pengawasan serta mudah diakses oleh semua pihak yang membutuhkan informasi
PILKADA 2013
Mendukung Pilkada Gubernur Tahun 2013 Kemudahan berinvestasi
Masih ada pihak-pihak tertentu dalam kasus-kasus tertentu yang masih merasa tidak puas dalam kaitannya penanaman modal/ investasi di Kota Semarang terutama dari kemudahan dalam proses perijinannya.
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan
Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam proses pembangunan, baik itu dalam proses perencanaan, proses pelaksanaan, proses pengawasan maupun proses evaluasi pembangunannya. Peningkatan pendapatan daerah
Kebutuhan akan pendanaan untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan juga semakin besar, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penggalian potensi sumberdaya di Kota Semarang.
Destinasi wisata, terkait dengan pelaksanaan Visit Jateng Year tahun 2013
Penguatan Pasar Tradisonal, terkait dengan maraknya pertumbuhan retail modern. Sapta 4, Peningkatan Infrastruktur
Peningkatan pembangunan dan aksesbilitas wilayah pinggiran
Perkembangan wilayan daerah pinggiran kota diharapkan dapat semakin berkembang seiring dengan perkembangan di tengah Kota. Sehingga pembangunan tidak hanya difokuskan di pusat kota namun juga didaerah pinggiran dengan pembangunan aksesbilitasnya dan juga untuk meningkatkan aksesbilitas antar daerah hinterland
Penataan Wajah Kota
Penataan wajah kota merupakan salah satu upaya untuk mendukung “SEMARANG SETARA”
yakni untuk menyetarakan Kota Semarang dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Walapun pembangunan telah dilaksanakan namun diperlukan pengelolaan yang secara terus menerus.
Penyediaan Air Bersih
Pemenuhan air bersih untuk masyarakat di Kota Semarang berasal dari PDAM masih sangat terbatas (70%). Keterbatasan infrastruktur dan masalah teknis membuat masyarakat yang berada diwilayah pinggiran belum terpenuhi air bersih/baku.
Peningkatan dan Pembangunan Jalan
Kondisi geografis Kota Semarang, mengakibatkan banyaknya jalan lebih cepat rusak jika dibanding dengan umur ekonomis yang seharusnya. Pada tahun 2011 jalan Kota dengan kondisi rusak mencapai 57,75%. Kepadatan lalulintas juga semakin meningkat, yang disebabkan tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan dengan infrastruktur jalan.
Pengelolaan Sampah dan Limbah
Tingkat kemampuan penanganan sampah Kota Semarang Tahun 2011 baru sebesar 79,15% (1.351.743 m3 : 1.707.904,00 m3 ). Disisi lain daya tampung TPA Jatibarang sudah tidak
mencukupi. Tingkat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga masih kurang, hal tersebut masih banyak dijumpai sampah yang dibuang ke sungai.
Transportasi
Pelayanan angkutan umum masih sangat rendah, selain dari kenyamanan angkutan umum juga pelayanan di terminal dan halte, oleh karena itu perlu peningkatan dengan optimalisasi BRT koridor satu dan dua dengan optimalisasi terminal dan halte.
Sapta 5, Pengarusutamaan Gender
Anggaran Responsive Gender
Belum optimal penyediaan data pilah hasil pembangunan, SKPD belum optimal mengakomodir perspektif gender dalam setiap pelaksanaan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan;
Kekerasan terhadap perempuan dan anak
Masih dijumpainya kasus kekerasan perempuan dan anak, pada tahun 2011 tercatat sebanyak 90 pengaduan dan yang ditangani hanya sebesar 82,22% atau sebanyak 74 kasus.
Kota Layak Anak
Jumlah penduduk Kota Semarang yang berusia 0-14 sebanyak 297.041 anak. Sapta 6, Peningkatan Pelayanan di Bidang Pendidikan
Sarana dan Prasarana ruang/kelas sekolah masih rendah, Rata-rata kondisi sekolah
SD/SMP/SMK sebesar 93,8 %
Kualitas tenaga pendidik, kualitas tenaga pendidik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA yang
memenuhi kualifikasi S1/DV sebesar 86,34%.
Kualitas Manajemen pendidikan (efektifitas penggunaan/penyerapan anggaran belum optimal)
Sapta 7, Peningkatan Pelayanan di Bidang Kesehatan
Pencapaian “Semarang Sehat 2013”.
Pencapaian Total Coverage
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin pada tahun 2011 baru mencapai
71,44 %
Rendahnya perilaku masyarakat dalam hidup bersih dan sehat.
Dari berbagai macam isu strategis dan permasalahan dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan yang menjadi prioritas untuk ditangani dalam jangka menengah (2010-2015) dan disesuaikan dengan tahapan pencapaian Visi dan Misi Kota Semarang, maka prioritas pembangunan yang ditempuh oleh Pemerintah Kota Semarang dalam rangka Percepatan Pencapaian Sapta Program di Tahun 2013 ini adalah sebagai berikut:
1. Program Penanganan Kemiskinan Dan Pengangguran
Dalam rangka pencapaian salah satu dari sapta program, yaitu penanganan kemiskinan dan pengangguran, maka ditetapkan beberapa prioritas program pembangunan Kota Semarang pada Tahun 2013, yaitu:
a. Mempercepat penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2%.
Upaya untuk menurunkan penduduk miskin di Kota Semarang dilaksanakan secara terpadu melalui GERDU KEMPLING.
1) Beasiswa pendidikan bagi masyarakat kurang mampu 2) Pemugaran rumah tidak layak huni bagi penduduk miskin
3) Pemberdayaan masyarakat dan kelompok masyarakat dalam peningkatan pendapatan masyarakat
4) Pelatihan ketrampilan,
5) Pemberian akses permodalan, modal usaha dan peralatan usaha 6) Penanganan PMKS
8) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana lingkungan bagi kelurahan cakupan Gerdu Kempling
9) Penyediaan air bersih bagi masyarakat miskin 10) Sanitasi dasar masyarakat miskin (kota jaga) 11) Kelurahan Vokasi
12) Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Kelurahan di 48 Kelurahan b. Menurunkan angka pengangguran sebesar 2%
Prioritas pembangunan pada tahun 2013 dalam menurunkan angka pengangguran antara lain:
1) Perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.
2) Pendidikan dan pelatihan kerampilan bagi 1.000 orang calon angkatan kerja
3) Peningkatan pemberdayaan dan daya saing koperasi, UMKM/IKM,petani/nelayan serta pengembangan kewirausahaan.
4) Padat Karya di berbagai sektor dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal. 5) Peningkatan iklim investasi
2. Program Penanganan Rob Dan Banjir
Dalam rangka pencapaian salah satu dari sapta program, yaitu penanganan rob dan banjir, maka ditetapkan beberapa prioritas program pembangunan Kota Semarang pada Tahun 2013, yaitu:
a. Penyelesaian Paket DAM Jatibarang b. Penyelesaian Polder Banger
c. Pembuatan Embung dan normalisasi Kali Bringin d. Rehabilitasi Lahan kawasan Semarang Atas e. Rehabilitasi kawasan pesisir
f. Normalisasi Sungai dan Drainase kota g. Peningkatan Kapasitas Pompa
3. Program Peningkatan Pelayanan Publik
Dalam rangka pencapaian salah satu dari sapta program, yaitu peningkatan pelayanan publik, maka ditetapkan beberapa prioritas program pembangunan Kota Semarang pada Tahun 2013, yaitu:
a. Reformasi Birokrasi
1) Peningkatan Tata Kelola Perijinan dan Budaya Aparatur 2) Peningkatan Zona Integritas dan budaya anti korupsi 3) Tertib Administrasi Kependudukan
4) Pencapaian Laporan Keuangan WTP 5) Peningkatan keterbukaan informasi publik
6) Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi (E-Gov)
7) Optimalisasi perencanaan dalam penyelenggaraan pembangunan 8) Peningkatan pelayanan penyelenggaraan pemerintahan
9) Peningkatan kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan b. Fasilitasi Jateng Year 2013
1) Penyelenggaraan event –event mendukung Visit Jateng Year 2013 2) Promosi dan pemasaran wisata di Kota Semarang
c. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) d. Stabilitas Sosial dan Politik
1) Dukungan pelaksanaan pilkada Jateng 2013 e. Mitigasi bencana