• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan Pengelolaan Olahraga Prestasi

BAB I PENDAHULUAN

1.3 Permasalahan Pengelolaan Olahraga Prestasi

Secara komprehensif identifikasi potensi dan permasalahan pada keolahragaan yang dilakukan melalui analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) adalah sebagai berikut :

STRENGTHS(POTENSI/KEKUATAN) 1. Pengembangan dan upaya mencapai sukses dalam

olahraga prestasi (elit) dalam event internasional;

2. Potensi pada olahraga prestasi bertumpu pada proses penyiapan olahragawan andalan Indonesia (elite squad) peraih peringkat dan medali di tingkat internasional (multievent/ single event);

3. Tata kelola pembinaan olahraga prestasi/

paralimpian nasional yang terencana dan berkesinambungan;

4. Indonesia dengan penduduk lebih dari 260 juta jiwa merupakan salah satu penyumbang terbesar jumlah penggemar sepakbola dunia

Secara khusus, negara sudah menunjukkan komitmennya untuk memajukan keolahragaan secara umum melalui Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional berserta peraturan turunannya, serta secara khusus untuk sepakbola telah diterbitkan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan.

WEAKNESSES(KELEMAHAN)

1. Belum adanya konsensus pihak-pihak terkait untuk menetapkan SDI sebagai alat ukur yang obyektif dan valid untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan keolahragaan di Indonesia;

2. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat berolahraga yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya berolahraga beberapa program kegiatan keolahragaan yang hanya menyasar pada level output, tidak outcome yang berdampak lebih luas kurangnya koordinasi antar kementerian/lembaga/pemerintah daerah serta pelibatan masyarakat dan dunia usaha dalam pembudayaan olahraga;

3. Masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana (ruang terbuka olahraga publik) dan Ketersediaan infrastruktur olahraga sebagai tempat untuk mengakomodasi program yang mencakup kegiatan latihan dan kompetisi;

4. Masih rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga pendukung olahraga masyarakat seperti pelatih dan instruktur;

5. Belum adanya defining victory olahraga Indonesia dan belum optimalnya penerapan manajement talenta yang berdampak pada terbatasnya sumber atlet pelapis;

6. Belum adanya mekanisme pengumpulan data dan pemetaan potensi olahraga nasional berbasis daerah yang dimulai dari kabupaten/kota;

7. Alokasi anggaran yang tidak konstan, dimana anggaran keolahragaan cenderung meningkat pada tahun tertentu disesuaikan dengan multi event yang dilaksanakanPenyelesaian perkuliahan mahasiswa eks Politeknik Olahraga Indonesia

8. Prestasi tim nasional sepakbola yang masih jauh dari harapan.

OPPORTUNITIES(PELUANG)

1. Sumber bibit-bibit atlet berbakat yang berhasil menjadi atlet elit nasional sebagian besar berasal dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO) serta Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang berada di 34 (tiga puluh tiga empat) Provinsi;

2. Pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah dan target prestasi pada Olimpiade dan Paralimpiade 2032;

3. Visi Indonesia 2045 yaitu mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan menjadi satu dari lima kekuatan ekonomi dunia dengan kualitas manusia unggul, berbudaya, dan menguasai iptek;

4. Adanya demand terhadap prestasi emas di Olimpiade 2021 dan 2024;

5. Strategi talent pool atlet yang berprestasi pada 10 cabang olahraga Olimpiade terpilih;

THREATS(TANTANGAN)

1. Dengan majunya teknologi memudahkan kegiatan manusia dapat menimbulkan permasalahan kurang gerak (hypokinetic), sehingga memicu timbulnya penyakit tidak menular;

2. Pandemi virus Corona baru, COVID-19 di tahun 2020 yang semakin masif penyebarannya di Indonesia yang membuat aktivitas fisik masyarakat semakin berkurang.

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 4 Berdasarkan pada analisis SWOT, permasalahan dalam olahraga prestasi menjadi tantangan bagi kebijakan pengelolaan keolahragaan kedepan, yaitu:

1) Pada beberapa cabang olahraga, olahragawan yang dipromosikan dari yunior sangat terbatas;

2) Rendahnya kemampuan untuk mempertahankan motivasi jangka panjang olahragawan disertai dukungan yang memadai (lingkungan sosial, finansial, motivasi psikologis);

3) Olahraga prestasi (elite) belum didukung sepenuhnya oleh iptek olahraga. (sports science);

4) Olahraga prestasi memerlukan penelitian dan data statistik untuk memperoleh pengetahuan baru dalam konteks peningkatan prestasi olahraga di Indonesia;

5) Manajemen talenta untuk mengetahui bakat anak-anak untuk pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi;

6) Klub merupakan unit organisasi terkecil dalam olahraga, dan merupakan lingkungan khusus yang memungkinkan program pengembangan dan pembinaan olahraga berlangsung;

7) Prasyarat utama untuk kegiatan olahraga adalah ketersediaan infrastruktur olahraga, sebagai tempat untuk mengakomodasi program, mencakup kegiatan latihan dan kompetisi. Konstruksi dan akses juga memperhitungkan kemudahan bagi olahragawan difabel atau penyandang disabilitas;

8) Olahraga merupakan hak asasi manusia, dan karena itu UU No. 3 Tahun 2005 menegaskan bahwa partisipasi olahraga di tanah air bersifat inklusif, merata, dan setara bagi setia orang, tanpa kecuali, termasuk olahragawan difabel;

9) Salah satu di antara kelemahan umum dalam pembinaan olahraga prestasi adalah sistem kompetisi yang kurang tertata, baik tentang frekuensi, jadwal, dan mutunya sesuai dengan jalurnya;

10) Koordinasi sering dibicarakan dan sering pula menjadi masalah karena pihak-pihak terkait yang seharusnya bekerja sama, tetapi berjalan sendiri-sendiri. Pembinaan olahraga di Provinsi membutuhkan koordinasi lintas sektoral dan lintas kabupaten/kota;

11) Doping menjadi masalah khususnya dalam olahraga prestasi. Doping tidak saja dicegah karena alasan etika tetapi juga alasan kesehatan.

Sudah bukan rahasia umum yaitu sudah mulai dikembangkan “doping”

terkait genetika yang sukar dideteksi;

12) Anggaran biaya memang ikut menentukan, tetapi isu utama adalah, bukan besar kecilnya anggaran, tetapi bagaimana biaya pembinaan olahraga prestasi diubah ukurannya menjadi medali;

13) Belum adanya konsensus pihak-pihak terkait untuk menetapkan SDI sebagai alat ukur yang obyektif dan valid untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan keolahragaan di Indonesia;

14) Sport industry belum dioptimalkan untuk mendukung prestasi olahraga nasional;

15) Prestasi tim nasional sepakbola yang masih jauh dari harapan.

Selanjutnya, langkah-langkah metodis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Mendorong dan menetapkan ukuran pembangunan keolahragaan yang objektif dan formulasi yang valid bersama pihak terkait;

2. Meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat secara lebih luas dan merata untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani serta membentuk watak bangsa;

3. Mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga dalam upaya mewujudkan penataan sistem pembinaan dan pengembangan olahraga secara terpadu dan berkelanjutan;

4. Meningkatkan pola kemitraan dan kewirausahaan dalam upaya menggali potensi ekonomi olahraga melalui pengembangan industri olahraga.

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 6 BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN KEMENTERIAN/LEMBAGA

2.1 Visi Kementerian/Lembaga

Terwujudnya pelayanan kepemudaan yang dapat membentuk pemuda Indonesia berkualitas dan berdaya saing melalui upaya peningkatan indeks pembangunan pemuda, serta pengelolaan sistem keolahragaan nasional yang dapat membentuk budaya berolahraga dan prestasi olahraga Indonesia yang produktif dan berdaya saing di tingkat internasional, menuju Indonesia yang sejahtera, adil, dan berkesinambungan.

2.2 Misi Kementerian/Lembaga

Mewujudkan posisi dan prestasi Indonesia sebagai negara yang kompetitif dalam bidang olahraga di mata dunia untuk mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa.

2.3 Tujuan Kementerian/Lembaga

1. Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan ilmu pengetahuan (iptek) keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan.

2. Peningkatan peringkat Indonesia : a) Asian Games 2022 Peringkat ke-5;

b) Asian Para Games 2022 Peringkat ke-4 atau 6;

c) Olimpiade 2024 Peringkat ke-30 ( 3 Medali Emas);

d) Paralimpiade 2024 Peringkat ke-55 (3 Medali Emas).

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan.

4. Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

5. Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga.

6. Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan keolahragaan.

7. Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

2.4 Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga

2.4.1 Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan iptek keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan.

a. Meningkatnya jumlah olahragawan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade yang didukung oleh iptek olahraga;

b. Meningkatnya kuantitas dan kualitas kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan yang berstandar nasional keolahragaan;

c. Meningkatnya dukungan pendanaan keolahragaan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

d. Meningkatnya penerapan iptek Olahraga dalam sistem pembinaan berjenjang dan berkesinambungan;

e. Meningkatnya penghargaan kepada olahragawan dan tenaga keolahragaan berprestasi pada nasional, regional dan internasional;

f. Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang terakreditasi dan tenaga pengujinya sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional;

g. Meningkatkan standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi metode pelatihan, pembibitan usia dini, kompetisi, sarana dan prasarana, dan organisasi keolahragaan;

h. Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 8 i. Meningkatkan kualitas regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan

kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak.

2.4.2 Peningkatan peringkat Indonesia di posisi Ke-5 ASIAN Games 2022, Posisi Ke- 4-6 ASIAN Para Games 2022, Peringkat ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali Emas) pada Paralimpiade 2024.

a) Meningkatnya Pendataan dan pemetaan olahragawan, nomor / kelas pertandingan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

b) Meningkatnya kualitas seleksi olahragawan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

c) Meningkatnya kualitas pembinaan olahragawan cabang olahraga unggulan ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024 dengan dukungan iptek olahraga.

2.4.3 Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan.

a) Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;

b) Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;

c) Meningkatnya penataan organisasi keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;

d) Meningkatnya optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;

e) Meningkatnya kemandirian organisasi keolahragaan;

f) Meningkatkan kualitas infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

2.4.4 Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan yang

berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

a) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;

b) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan yang mendukung prestasi keolahragaan;

c) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan lainnya yang mendukung prestasi keolahragaan;

d) Meningkatnya kualitas seleksi tenaga keolahragaan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

e) Meningkatkan kerjasama dengan negara asing yang berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan;

f) Meningkatkan sinergitas dengan perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

2.4.5 Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga.

a) Meningkatnya bantuan untuk prasarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

b) Meningkatnya bantuan untuk sarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

c) Meningkatkan standar fasilitas olahraga pada ruang publik dan sentra keolahragaan yang terafiliasi pada Sekolah dan Perguruan Tinggi;

d) Meningkatkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga pasca multi event seperti Asian Games, Asian Para Games, PON, Peparnas, dan single event lainnya, dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha, dan masyarakat agar masyarakat

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 10 konvensi;

e) Meningkatkan peran dunia usaha dalam pendampingan, pembiayaan dan industri olahraga termasuk strategi pembiayaan/pembangunan prasarana olahraga di pusat dan daerah dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Swasta termasuk branding pada durasi periode tertentu. Hal ini mengingat sebagian besar pendanaan infrastruktur olahraga umumnya melalui APBN/APBD.

2.4.6 Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan keolahragaan.

a) Meningkatnya kualitas kebijakan pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga yang dapat dimanfaatkan;

b) Meningkatnya kemitraan keolahragaan dengan lembaga lintas sektoral, antar tingkat pemerintah daerah dan luar negeri;

c) Meningkatnya pendanaan keolahragaan yang berkecukupan dan berkelanjutan.

2.4.7 Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

a) Meningkatkan penyediaan infrastruktur sepakbola berupa stadion, lapangan latihan, lapangan sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait;

b) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, berupa tenaga pelatih, tenaga sport science dan tenaga sport management berlisensi PSSI, AFC dan FIFA;

c) Meningkatkan pengembangan bakat pesepakbola usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub sepakbola menjadi akademi bakat unggul;

d) Meningkatkan kualitas dan harmonisasi kompetisi sepakbola berjenjang sesuai dengan kelompok umur, klub, akademi;

e) Meningkatkan peran serta dunia usaha dalam pendanaan pembinaan, infrastruktur, kompetisi secara sistematis dan teratur.

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN KERANGKA REGULASI

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional

Tujuan pembangunan keolahragaan sesuai dengan amanat Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan keolahragaan nasional, telah ditetapkan prioritas nasional, yaitu: (a) Pencapaian medali; (b) peningkatan perolehan medali di Olimpiade tahun 2024. Berdasarkan arah kebijakan dan strategi tersebut Kementerian Pemuda dan Olahraga menyusun prioritas arah kebijakan dan strategi, melalui peningkatan budaya dan prestasi olahraga di tingkat nasional dan internasional.

a) Penguatan dan penataan regulasi keolahragaan;

b) Pengembangan budaya olahraga di masyarakat melalui jalur keluarga, pendidikan dan masyarakat;

c) Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan sport science, statistik keolahragaan serta sistem remunerasi dan penghargaan;

d) Penataan kelembagaan olahraga untuk meningkatkan prestasi keolahragaan;

e) Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan berstandar internasional;

f) Peningkatan prasarana dan sarana olahraga berstandar internasional;

dan

g) Pengembangan peran swasta dalam pendampingan dan pembiayaan keolahragaan.

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 12 3.2 Arah Kebijakan dan Strategi K/L

Arah kebijakan dan strategi kementerian dalam melakukan pengembangan budaya dan meningkatkan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional yakni:

ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

1. Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan iptek keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan

a) Meningkatkan jumlah olahragawan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade yang didukung oleh iptek olahraga;

b) Meningkatkan kuantitas dan kualitas kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan yang berstandar nasional keolahragaan;

c) Meningkatkan dukungan pendanaan keolahragaan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

d) Meningkatkan penerapan iptek olahraga dalam sistem pembinaan berjenjang dan berkesinambungan;

e) Memberikan penghargaan kepada olahragawan dan tenaga keolahragaan berprestasi pada nasional, regional dan internasional.

f) Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang terakreditasi dan tenaga pengujinya sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional;

g) Meningkatkan standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi metode pelatihan, pembibitan usia dini, kompetisi, sarana dan prasarana, dan organisasi keolahragaan;

h) Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah;

i) Meningkatkan kualitas regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak.

2. Peningkatan peringkat Indonesia di posisi Ke-5 ASIAN Games 2022, Posisi Ke- 4-6 ASIAN Para Games 2022, Peringkat ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali

Emas) pada

Paralimpiade 2024.

a) Pendataan dan pemetaan olahragawan, nomor / kelas pertandingan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

b) Kualitas seleksi olahragawan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

c) Kualitas pembinaan olahragawan cabang olahraga unggulan ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024 dengan dukungan IPTEK Olahraga.

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi

penyelenggaraan

kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan;

a) Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;

b) Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;

c) penataan organisasi keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;

d) Optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;

e) Peningkatan kemandirian organisasi keolahragaan

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 14 f) Meningkatkan kualitas infrastruktur data

olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

4. Peningkatan

ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

a) Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;

b) Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan yang mendukung prestasi keolahragaan;

c) Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan lainnya yang mendukung prestasi keolahragaan;

d) Meningkatnya kualitas seleksi tenaga keolahragaan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024.

e) Meningkatkan kerjasama dengan negara asing yang berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan;

f) Meningkatkan sinergitas dengan perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

5. Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga

a) Terfasilitasinya bantuan untuk prasarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

b) Terfasilitasinya bantuan untuk sarana olahraga prestasi olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

c) Meningkatkan standar fasilitas olahraga pada ruang publik dan sentra keolahragaan yang terafiliasi pada Sekolah dan Perguruan Tinggi;

d) Meningkatkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga pasca multi event seperti Asian Games, Asian Para Games, PON, Peparnas, dan single event lainnya, dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha, dan masyarakat agar masyarakat dapat menggunakan untuk berolahraga, kompetisi, eksebisi dan konvensi;

e) Meningkatkan peran dunia usaha dalam pendampingan, pembiayaan dan industri olahraga termasuk strategi pembiayaan/pembangunan prasarana olahraga di pusat dan daerah dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Swasta termasuk branding pada durasi periode tertentu. Hal ini mengingat sebagian besar pendanaan infrastruktur olahraga umumnya melalui APBN/APBD.

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 16 6. Peningkatan peran

serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan

keolahragaan.

a) tersusunnya kualitas kebijakan pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga yang dapat dimanfaatkan;

b) terlaksananya koordinasi dan kemitraan keolahragaan dengan lembaga lintas sektoral, antar tingkat pemerintah daerah dan luar negeri;

c) Tersedianya pendanaan keolahragaan yang berkecukupan dan berkelanjutan.

7. Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu

keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

a) Meningkatkan penyediaan infrastruktur sepakbola berupa stadion, lapangan latihan, lapangan sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait;

b) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, berupa tenaga pelatih, tenaga sport science dan tenaga sport management berlisensi PSSI, AFC dan FIFA;

c) Meningkatkan pengembangan bakat pesepakbola usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub sepakbola menjadi akademi bakat unggul;

d) Meningkatkan kualitas dan harmonisasi kompetisi sepakbola berjenjang sesuai dengan kelompok umur, klub, akademi;

e) Meningkatkan peran serta dunia usaha dalam pendanaan pembinaan, infrastruktur, kompetisi secara sistematis dan teratur.

3.3 Kerangka Regulasi

Dalam konstruksi pencapaian arah kebijakan dan strategi untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional, diperlukan perencanaan kerangka regulasi yang mencakup:

1. Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan paralimpik didukung penerapan iptek keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan;

2. Peningkatan peringkat Indonesia di posisi Ke-5 ASIAN Games 2022, Posisi Ke- 4-6 ASIAN Para Games 2022, Peringkat ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali Emas) pada Paralimpiade 2024;

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk

meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan;

4. Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

5. Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga;

6. Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan keolahragaan;

7. Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 18 Perencanaan kerangka regulasi dilakukan melalui penyiapan revisi Undang- Undang No.3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang mengakomodir muatan materi mulai dari penyiapan naskah akademik, penyusunan rancangan dan penetapan Undang-Undang yang ditargetkan selesai pada tahun 2024 dan evaluasi terhadap peraturan pelaksanaan dari konsepsi Undang-Undang No.3 Tahun 2005 sehingga perlu direncanakan target sasaran sebagai berikut:

REVISI PENYUSUNAN

BARU PENGUATAN

1. Revisi PP No. 16 Tahun 2007 tentang

1. Revisi PP No. 16 Tahun 2007 tentang

Dokumen terkait