BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN
4.1 Target Kinerja
NO TUJUAN SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 1 Penataan
sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambun gan berbasis cabang olahraga
Olimpiade dan Paralimpiade didukung
penerapan iptek keolahragaan, standar
nasional keolahragaan serta sistem penghargaan
1. Meningkatnya jumlah
olahragawan berbasis cabang olahraga
olimpiade dan paralimpiade yang didukung oleh iptek olahraga.
1. Jumlah Olahragawan
Olimpiade yang di dukung oleh IPTEK Olahraga
2. Jumlah Olahragawan Paralimpiade yang didukung Oleh IPTEK Olahraga
3.Jumlah IPTEK yang dikembangkan untuk peningkatan prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade.
2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas
kompetisi secara berjenjang dan berkesinambung an yang
berstandar nasional keolahragaan.
1. Jumlah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkesinambungan yang
difasilitasi oleh pemerintah.
2. Jumlah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkesinambungan terstandar Nasional dan Internasional.
3. Meningkatnya dukungan
pendanaan keolahragaan
1. Jumlah dana yang
disediakan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi pada cabang olahraga Olimpiade
untuk
pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga olimpiade dan paralimpiade.
2. Jumlah dana yang
disediakan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi pada cabang olahraga Paralimpiade
4. Meningkatnya penerapan IPTEK olahraga dalam sistem
pembinaan berjenjang dan berkesinambung an
1. Jumlah area IPTEK Olahraga yang sudah
diterapkan ada 3 (tiga) area IPTEK Olahraga yaitu :
a) Biomekanika;
b) Fisiologi; dan c) Psikologi.
2. Jumlah olahragawan yang dibina menggunakan IPTEK Olahraga.
5. Meningkatnya penghargaan kepada
olahragawan dan tenaga
keolahragaan berprestasi pada nasional,
regional dan internasional.
1. Jumlah olahragawan yang mendapatkan penghargaan prestasi pada tingkat nasional, regional dan internasional.
2. Jumlah tenaga keolahragaan mendapatkan penghargaan prestasi pada tingkat nasional, regional dan internasional.
6. Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang
terakreditasi
1. Jumlah laboratorium anti doping yang terakreditasi sebagai persiapan
pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional
Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 24 multi event dan single event internasional;
2. Jumlah tenaga penguji sebagai persiapan
pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional
7. Meningkatkan standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi prasarana, dan organisasi keolahragaan;
1. Jumlah standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi:
a) Metode pelatihan;
b) Pembibitan usia dini;
c) Kompetisi;
d) Sarana dan prasarana; dan e) Organisasi
keolahragaan.
8. Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi
unggulan yang dikelola
pemerintah daerah;
1. Jumlah pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah.
9. Meningkatkan kualitas
regulasi yang mengatur
1. Jumlah regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak
dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak
2 Peningkatan peringkat Indonesia di posisi ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali Emas) pada Paralimpiade 2024.
1. Meningkatnya pendataan dan pemetaan olahragawan, nomor / kelas pertandingan cabang olahraga unggulan
prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan
Paralimpiade 2024;
1. Jumlah sistem pendataan olahragawan dan tenaga
keolahragaan cabang olahraga unggulan berbasis aplikasi 2. Jumlah data olahragawan yang masuk dalam sistem pendataan.
3. Jumlah data tenaga keolahragaan yang masuk dalam sistem pendataan.
4. Jumlah data sarana dan prasarana keolahragaan yang masuk dalam sistem
pendataan.
2. Meningkatnya kualitas seleksi olahragawan cabang olahraga unggulan
prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;
1. Adanya tim seleksi tenaga keolahragaan sesuai dengan pedoman seleksi.
2. Jumlah tenaga keolahragaan hasil seleksi.
Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 26 3. Meningkatnya
kualitas pembinaan olahragawan cabang olahraga unggulan ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024 dengan dukungan IPTEK Olahraga
1. Jumlah olahragawan berbakat berprestasi yang dibina menuju Olimpiade.
2. Jumlah olahragawan berbakat berprestasi yang dibina menuju Paralimpiade.
3 Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku dan organisasi keolahragaan untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pencapaian prestasi keolahragaan
1. Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;
1. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat pusat
2. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat provinsi
3. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat kabupaten/kota
2. Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;
1. Jumlah koordinasi antara pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan.
3. Meningkatnya Penataan
Organisasi Keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;
1. Jumlah Induk Organisasi cabang olahraga yang
terakreditasi.
4. Meningkatnya Optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;
1. Jumlah naskah kebijakan yang mengatur fungsi
organisasi keolahragaan
5. Meningkatnya kemandirian organisasi keolahragaan;
1. Jumlah swasta yang mendukung organisasi keolahragaan.
6. Meningkatkan kualitas
infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.
1. Jumlah infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.
4 Peningkatan ketersediaan
olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade
1. Meningkatnya kapasitas,
kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;
1. Jumlah pelatihan manajemen Olahraga
2. Adanya Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga
Keolahragaan
Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 28 2. Meningkatnya
kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga
keolahragaan yang mendukung prestasi
keolahragaan;
1. Jumlah Pelatih yang kompeten sesuai SNK 2. Jumlah Wasit yang kompeten sesuai SNK
3. Jumlah Juri yang kompeten sesuai SNK
4. Jumlah Pelatih Fisik yang kompeten sesuai SNK
5. Jumlah Psikolog Olahraga yang kompeten sesuai SNK 6. Jumlah Nutrisonis Olahraga yang kompeten sesuai SNK 7. Jumlah ahli Biomekanika Olahraga yang kompeten sesuai SNK
8. Jumlah Ahli Fisioterapis Olahraga yang kompeten sesuai SNK
9. Jumlah Masseur Olahraga yang kompeten sesuai SNK 10. Jumlah Tenaga Medis dan Para Medis yang kompeten sesuai SNK
11. Jumlah Classifier Olahraga Disabilitas yang kompeten sesuai SNK
3. Meningkatnya kapasitas,
kompetensi dan profesionalitas tenaga
keolahragaan lainnya yang mendukung prestasi
keolahragaan;
1. Jumlah pelatihan
peningkatan kualitas tenaga keolahragaan (mekanik dan teknisi keolahragaan)
4. Meningkatnya kualitas seleksi tenaga
keolahragaan cabang olahraga unggulan
prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;
1. Adanya tim seleksi tenaga keolahragaan sesuai dengan pedoman seleksi.
2. Jumlah tenaga keolahragaan hasil seleksi.
5. Meningkatkan kerjasama
dengan negara asing yang
berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan;
1. Jumlah kerjasama dengan negara asing yang berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan.
Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 30 6. Meningkatkan
sinergitas dengan perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga
keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat
kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem
Keolahragaan Nasional.
1. Jumlah perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
5 Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga
disabilitas yang terstandar
1. Meningkatnya bantuan untuk prasarana
olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga
Olimpiade dan Paralimpiade;
1.Jumlah fasilitasi prasarana olahraga prestasi
2. Meningkatnya bantuan untuk sarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.
1.Jumlah fasilitasi sarana olahraga olahraga prestasi
6 Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam
pembinaan dan pendanaan keolahragaan
1. Meningkatnya kualitas
kebijakan pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga yang dapat
dimanfaatkan;
2. Meningkatnya kemitraan
keolahragaan dengan lembaga lintas sektoral, antar tingkat pemerintah daerah dan luar negeri;
3. Meningkatnya pendanaan
7 Peningkatan prestasi
persepakbolaan nasional
merupakan suatu keharusan
berdasarkan Instruksi
Presiden Nomor 3 tahun 2019
tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
1. Meningkatkan penyediaan infrastruktur sepakbola
berupa stadion, lapangan
latihan, lapangan
sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait;
1. Jumlah infrastruktur sepakbola berupa:
a) Stadion;
b) Lapangan latihan;
c) Lapangan sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait.
Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 32 2. Meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia, berupa tenaga pelatih, tenaga sport science dan tenaga sport management berlisensi PSSI, AFC dan FIFA;
1. Jumlah sumber daya manusia, berupa:
a) Tenaga pelatih;
b) Tenaga sport science; dan c) Tenaga sport management
berlisensi PSSI, AFC dan FIFA
3. Meningkatkan pengembangan bakat
pesepakbola usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub
sepakbola menjadi
akademi bakat unggul;
1. Jumlah pesepakbola berbakat usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub sepakbola
menjadi akademi bakat unggul
4. Meningkatkan kualitas dan harmonisasi kompetisi sepakbola berjenjang sesuai dengan kelompok umur, klub, akademi;
5. Meningkatkan peran serta dunia usaha dalam
pendanaan pembinaan, infrastruktur, kompetisi secara sistematis dan teratur.
4.2 Kerangka Pendanaan