• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN KEMENTERIAN/LEMBAGA... 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN KEMENTERIAN/LEMBAGA... 4"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

Halaman

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Hasil Capaian Kinerja 2015 – 2019... 2

1.3 Permasalahan Pengelolaan Olahraga Prestasi... 3

BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN KEMENTERIAN/LEMBAGA... 4

2.1 Visi Kementerian/Lembaga... 5

2.2 Misi Kementerian/Lembaga………... 5

2.3 Tujuan Kementerian/Lembaga... 5

2.4 Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga... 6

BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN KERANGKA REGULASI... 9

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional... 9

3.2 Arah Kebijakan dan Strategi K/L... 10

3.3 Kerangka Regulasi... 12

3.4 Kerangka Kelembagaan... 14

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN... 17

4.1 Target Kinerja... 17

4.2 Kerangka Pendanaan... 24

LAMPIRAN………... 25

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Renstra Kemenpora) Tahun 2020-2024 adalah rencana pembangunan bidang kepemudaan dan keolahragaan periode 2020–2024. Hasil evaluasi kinerja Kemenpora 2015- 2019 dijadikan landasan untuk menyusun rencana strategis yang lebih fokus kepada pencapaian indikator outcome, dengan kegiatan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Hal ini akan memudahkan penjabaran yang yang lebih terpadu dan sistemik dalam Rencana Kerja Kemenpora mulai tahun 2020 sampai tahun 2024 serta Rencana Kerja dan Anggaran Kemenpora (RKA K/L), sebagai dokumen perencanaan turunan dari Renstra Kemenpora Tahun 2020-2024. Dalam rangka penyusunan Renstra Kemenpora Tahun 2020-2024, Kemenpora telah melakukan langkah-langkah persiapannya meliputi:

a. menghimpun hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan di bidang keolahragaan, kepemudaan/kepramukaan;

b. menjaring aspirasi masyarakat tentang kebutuhan dalam pelayanan kepemudaan dan keolahragaan, yang diperoleh antara lain melalui berita media cetak, media elektronik, forum diskusi kelompok terpumpun (FGD), pertemuan resmi, dan/atau penjaringan aspirasi lainnya yang akuntabel; dan

c. melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pencapaian sasaran nasional di bidang kepemudaan dan keolahragaan.

Renstra Kemenpora Tahun 2020-2024 merupakan penjabaran Program Prioritas Presiden Terpilih untuk periode pemerintahan 2019-2024, serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Pembangunan Indonesia pada tahun 2020- 2024 ditujukan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing dengan pendekatan inklusif memperhatikan kebutuhan usia lanjut maupun penduduk penyandang disabilitas yaitu mengikutsertakan seluruh penduduk sesuai siklus hidup dan tanpa diskriminasi. Kebijakan pembangunan manusia berbasis pengendalian dan penguatan tata kelola kependudukan, pemenuhan pelayanan dasar dan perlindungan sosial, peningkatan kualitas anak, perempuan dan pemuda, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produktivitas dan berdaya saing.

(4)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 2 1.2 Hasil Capaian Kinerja 2015 – 2019

Hasil capaian kinerja pengelolaan sistem keolahragaan nasional yang dilaksanakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga selama kurun waktu tahun 2016 – 2019 ada beberapa isu strategis menjadi perhatian utama dan perlu dilanjutkan yaitu sekurangnya mencakup lima bidang meliputi:

1. Peningkatan budaya olahraga perlu ditingkatkan melalui pemassalan olahraga rekreasi, tradisional, petualang, tantangan dan wisata, olahraga usia dini dan lansia, dan olahraga di lembaga permasyarakatan;

2. Pendidikan jasmani dan olahraga belum cukup optimal dilaksanakan/

dikoordinasikan dan hanya berlangsung pada jenis olahraga tertentu;

3. Dana untuk sarana/prasarana untuk olahraga pendidikan, rekreasi, dan prestasi pada dasarnya sudah tidak ada lagi di Kemenpora karena telah dialihkan ke kementerian lain yang relevan, namun di Kemenpora dana dukungan itu berubah menjadi DAK (Dana Alokasi Khusus), dimana pada tahun 2019, nilai DAK mencapai 600 milyar rupiah yang dialokasikan di 40 Kabupaten/Kota;

4. Kemitraan dan penghargaan olahraga masih terbatas; serta

5. Perubahan pola fasilitasi pembinaan olahraga prestasi pada program peningkatan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional, sebagaimana digambarkan dibawah ini.

masing-masing Cabang Olahraga Prestasi.

Perubahan sangat signifikan bidang peningkatan prestasi olahraga adalah berubahnya mitra Kemenpora dalam fasilitasi pembinaan, dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) saat ini menjadi kepada Induk Organisasi

(5)

1.3 Permasalahan Pengelolaan Olahraga Prestasi

Secara komprehensif identifikasi potensi dan permasalahan pada keolahragaan yang dilakukan melalui analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) adalah sebagai berikut :

STRENGTHS(POTENSI/KEKUATAN) 1. Pengembangan dan upaya mencapai sukses dalam

olahraga prestasi (elit) dalam event internasional;

2. Potensi pada olahraga prestasi bertumpu pada proses penyiapan olahragawan andalan Indonesia (elite squad) peraih peringkat dan medali di tingkat internasional (multievent/ single event);

3. Tata kelola pembinaan olahraga prestasi/

paralimpian nasional yang terencana dan berkesinambungan;

4. Indonesia dengan penduduk lebih dari 260 juta jiwa merupakan salah satu penyumbang terbesar jumlah penggemar sepakbola dunia

Secara khusus, negara sudah menunjukkan komitmennya untuk memajukan keolahragaan secara umum melalui Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional berserta peraturan turunannya, serta secara khusus untuk sepakbola telah diterbitkan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan.

WEAKNESSES(KELEMAHAN)

1. Belum adanya konsensus pihak-pihak terkait untuk menetapkan SDI sebagai alat ukur yang obyektif dan valid untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan keolahragaan di Indonesia;

2. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat berolahraga yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya berolahraga beberapa program kegiatan keolahragaan yang hanya menyasar pada level output, tidak outcome yang berdampak lebih luas kurangnya koordinasi antar kementerian/lembaga/pemerintah daerah serta pelibatan masyarakat dan dunia usaha dalam pembudayaan olahraga;

3. Masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana (ruang terbuka olahraga publik) dan Ketersediaan infrastruktur olahraga sebagai tempat untuk mengakomodasi program yang mencakup kegiatan latihan dan kompetisi;

4. Masih rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga pendukung olahraga masyarakat seperti pelatih dan instruktur;

5. Belum adanya defining victory olahraga Indonesia dan belum optimalnya penerapan manajement talenta yang berdampak pada terbatasnya sumber atlet pelapis;

6. Belum adanya mekanisme pengumpulan data dan pemetaan potensi olahraga nasional berbasis daerah yang dimulai dari kabupaten/kota;

7. Alokasi anggaran yang tidak konstan, dimana anggaran keolahragaan cenderung meningkat pada tahun tertentu disesuaikan dengan multi event yang dilaksanakanPenyelesaian perkuliahan mahasiswa eks Politeknik Olahraga Indonesia

8. Prestasi tim nasional sepakbola yang masih jauh dari harapan.

OPPORTUNITIES(PELUANG)

1. Sumber bibit-bibit atlet berbakat yang berhasil menjadi atlet elit nasional sebagian besar berasal dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO) serta Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang berada di 34 (tiga puluh tiga empat) Provinsi;

2. Pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah dan target prestasi pada Olimpiade dan Paralimpiade 2032;

3. Visi Indonesia 2045 yaitu mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan menjadi satu dari lima kekuatan ekonomi dunia dengan kualitas manusia unggul, berbudaya, dan menguasai iptek;

4. Adanya demand terhadap prestasi emas di Olimpiade 2021 dan 2024;

5. Strategi talent pool atlet yang berprestasi pada 10 cabang olahraga Olimpiade terpilih;

THREATS(TANTANGAN)

1. Dengan majunya teknologi memudahkan kegiatan manusia dapat menimbulkan permasalahan kurang gerak (hypokinetic), sehingga memicu timbulnya penyakit tidak menular;

2. Pandemi virus Corona baru, COVID-19 di tahun 2020 yang semakin masif penyebarannya di Indonesia yang membuat aktivitas fisik masyarakat semakin berkurang.

(6)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 4 Berdasarkan pada analisis SWOT, permasalahan dalam olahraga prestasi menjadi tantangan bagi kebijakan pengelolaan keolahragaan kedepan, yaitu:

1) Pada beberapa cabang olahraga, olahragawan yang dipromosikan dari yunior sangat terbatas;

2) Rendahnya kemampuan untuk mempertahankan motivasi jangka panjang olahragawan disertai dukungan yang memadai (lingkungan sosial, finansial, motivasi psikologis);

3) Olahraga prestasi (elite) belum didukung sepenuhnya oleh iptek olahraga. (sports science);

4) Olahraga prestasi memerlukan penelitian dan data statistik untuk memperoleh pengetahuan baru dalam konteks peningkatan prestasi olahraga di Indonesia;

5) Manajemen talenta untuk mengetahui bakat anak-anak untuk pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi;

6) Klub merupakan unit organisasi terkecil dalam olahraga, dan merupakan lingkungan khusus yang memungkinkan program pengembangan dan pembinaan olahraga berlangsung;

7) Prasyarat utama untuk kegiatan olahraga adalah ketersediaan infrastruktur olahraga, sebagai tempat untuk mengakomodasi program, mencakup kegiatan latihan dan kompetisi. Konstruksi dan akses juga memperhitungkan kemudahan bagi olahragawan difabel atau penyandang disabilitas;

8) Olahraga merupakan hak asasi manusia, dan karena itu UU No. 3 Tahun 2005 menegaskan bahwa partisipasi olahraga di tanah air bersifat inklusif, merata, dan setara bagi setia orang, tanpa kecuali, termasuk olahragawan difabel;

9) Salah satu di antara kelemahan umum dalam pembinaan olahraga prestasi adalah sistem kompetisi yang kurang tertata, baik tentang frekuensi, jadwal, dan mutunya sesuai dengan jalurnya;

10) Koordinasi sering dibicarakan dan sering pula menjadi masalah karena pihak-pihak terkait yang seharusnya bekerja sama, tetapi berjalan sendiri-sendiri. Pembinaan olahraga di Provinsi membutuhkan koordinasi lintas sektoral dan lintas kabupaten/kota;

(7)

11) Doping menjadi masalah khususnya dalam olahraga prestasi. Doping tidak saja dicegah karena alasan etika tetapi juga alasan kesehatan.

Sudah bukan rahasia umum yaitu sudah mulai dikembangkan “doping”

terkait genetika yang sukar dideteksi;

12) Anggaran biaya memang ikut menentukan, tetapi isu utama adalah, bukan besar kecilnya anggaran, tetapi bagaimana biaya pembinaan olahraga prestasi diubah ukurannya menjadi medali;

13) Belum adanya konsensus pihak-pihak terkait untuk menetapkan SDI sebagai alat ukur yang obyektif dan valid untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan keolahragaan di Indonesia;

14) Sport industry belum dioptimalkan untuk mendukung prestasi olahraga nasional;

15) Prestasi tim nasional sepakbola yang masih jauh dari harapan.

Selanjutnya, langkah-langkah metodis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Mendorong dan menetapkan ukuran pembangunan keolahragaan yang objektif dan formulasi yang valid bersama pihak terkait;

2. Meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat secara lebih luas dan merata untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani serta membentuk watak bangsa;

3. Mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga dalam upaya mewujudkan penataan sistem pembinaan dan pengembangan olahraga secara terpadu dan berkelanjutan;

4. Meningkatkan pola kemitraan dan kewirausahaan dalam upaya menggali potensi ekonomi olahraga melalui pengembangan industri olahraga.

(8)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 6 BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN KEMENTERIAN/LEMBAGA

2.1 Visi Kementerian/Lembaga

Terwujudnya pelayanan kepemudaan yang dapat membentuk pemuda Indonesia berkualitas dan berdaya saing melalui upaya peningkatan indeks pembangunan pemuda, serta pengelolaan sistem keolahragaan nasional yang dapat membentuk budaya berolahraga dan prestasi olahraga Indonesia yang produktif dan berdaya saing di tingkat internasional, menuju Indonesia yang sejahtera, adil, dan berkesinambungan.

2.2 Misi Kementerian/Lembaga

Mewujudkan posisi dan prestasi Indonesia sebagai negara yang kompetitif dalam bidang olahraga di mata dunia untuk mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa.

2.3 Tujuan Kementerian/Lembaga

1. Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan ilmu pengetahuan (iptek) keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan.

2. Peningkatan peringkat Indonesia : a) Asian Games 2022 Peringkat ke-5;

b) Asian Para Games 2022 Peringkat ke-4 atau 6;

c) Olimpiade 2024 Peringkat ke-30 ( 3 Medali Emas);

d) Paralimpiade 2024 Peringkat ke-55 (3 Medali Emas).

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan.

4. Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

(9)

5. Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga.

6. Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan keolahragaan.

7. Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

2.4 Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga

2.4.1 Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan iptek keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan.

a. Meningkatnya jumlah olahragawan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade yang didukung oleh iptek olahraga;

b. Meningkatnya kuantitas dan kualitas kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan yang berstandar nasional keolahragaan;

c. Meningkatnya dukungan pendanaan keolahragaan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

d. Meningkatnya penerapan iptek Olahraga dalam sistem pembinaan berjenjang dan berkesinambungan;

e. Meningkatnya penghargaan kepada olahragawan dan tenaga keolahragaan berprestasi pada nasional, regional dan internasional;

f. Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang terakreditasi dan tenaga pengujinya sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional;

g. Meningkatkan standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi metode pelatihan, pembibitan usia dini, kompetisi, sarana dan prasarana, dan organisasi keolahragaan;

h. Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang

(10)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 8 i. Meningkatkan kualitas regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan

kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak.

2.4.2 Peningkatan peringkat Indonesia di posisi Ke-5 ASIAN Games 2022, Posisi Ke- 4-6 ASIAN Para Games 2022, Peringkat ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali Emas) pada Paralimpiade 2024.

a) Meningkatnya Pendataan dan pemetaan olahragawan, nomor / kelas pertandingan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

b) Meningkatnya kualitas seleksi olahragawan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

c) Meningkatnya kualitas pembinaan olahragawan cabang olahraga unggulan ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024 dengan dukungan iptek olahraga.

2.4.3 Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan.

a) Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;

b) Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;

c) Meningkatnya penataan organisasi keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;

d) Meningkatnya optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;

e) Meningkatnya kemandirian organisasi keolahragaan;

f) Meningkatkan kualitas infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

2.4.4 Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan yang

(11)

berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

a) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;

b) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan yang mendukung prestasi keolahragaan;

c) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan lainnya yang mendukung prestasi keolahragaan;

d) Meningkatnya kualitas seleksi tenaga keolahragaan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

e) Meningkatkan kerjasama dengan negara asing yang berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan;

f) Meningkatkan sinergitas dengan perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

2.4.5 Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga.

a) Meningkatnya bantuan untuk prasarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

b) Meningkatnya bantuan untuk sarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

c) Meningkatkan standar fasilitas olahraga pada ruang publik dan sentra keolahragaan yang terafiliasi pada Sekolah dan Perguruan Tinggi;

d) Meningkatkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga pasca multi event seperti Asian Games, Asian Para Games, PON, Peparnas, dan single event lainnya, dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha, dan masyarakat agar masyarakat

(12)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 10 konvensi;

e) Meningkatkan peran dunia usaha dalam pendampingan, pembiayaan dan industri olahraga termasuk strategi pembiayaan/pembangunan prasarana olahraga di pusat dan daerah dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Swasta termasuk branding pada durasi periode tertentu. Hal ini mengingat sebagian besar pendanaan infrastruktur olahraga umumnya melalui APBN/APBD.

2.4.6 Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan keolahragaan.

a) Meningkatnya kualitas kebijakan pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga yang dapat dimanfaatkan;

b) Meningkatnya kemitraan keolahragaan dengan lembaga lintas sektoral, antar tingkat pemerintah daerah dan luar negeri;

c) Meningkatnya pendanaan keolahragaan yang berkecukupan dan berkelanjutan.

2.4.7 Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

a) Meningkatkan penyediaan infrastruktur sepakbola berupa stadion, lapangan latihan, lapangan sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait;

b) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, berupa tenaga pelatih, tenaga sport science dan tenaga sport management berlisensi PSSI, AFC dan FIFA;

c) Meningkatkan pengembangan bakat pesepakbola usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub sepakbola menjadi akademi bakat unggul;

d) Meningkatkan kualitas dan harmonisasi kompetisi sepakbola berjenjang sesuai dengan kelompok umur, klub, akademi;

e) Meningkatkan peran serta dunia usaha dalam pendanaan pembinaan, infrastruktur, kompetisi secara sistematis dan teratur.

(13)

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN KERANGKA REGULASI

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional

Tujuan pembangunan keolahragaan sesuai dengan amanat Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan keolahragaan nasional, telah ditetapkan prioritas nasional, yaitu: (a) Pencapaian medali; (b) peningkatan perolehan medali di Olimpiade tahun 2024. Berdasarkan arah kebijakan dan strategi tersebut Kementerian Pemuda dan Olahraga menyusun prioritas arah kebijakan dan strategi, melalui peningkatan budaya dan prestasi olahraga di tingkat nasional dan internasional.

a) Penguatan dan penataan regulasi keolahragaan;

b) Pengembangan budaya olahraga di masyarakat melalui jalur keluarga, pendidikan dan masyarakat;

c) Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan sport science, statistik keolahragaan serta sistem remunerasi dan penghargaan;

d) Penataan kelembagaan olahraga untuk meningkatkan prestasi keolahragaan;

e) Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan berstandar internasional;

f) Peningkatan prasarana dan sarana olahraga berstandar internasional;

dan

g) Pengembangan peran swasta dalam pendampingan dan pembiayaan keolahragaan.

(14)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 12 3.2 Arah Kebijakan dan Strategi K/L

Arah kebijakan dan strategi kementerian dalam melakukan pengembangan budaya dan meningkatkan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional yakni:

ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

1. Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade didukung penerapan iptek keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan

a) Meningkatkan jumlah olahragawan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade yang didukung oleh iptek olahraga;

b) Meningkatkan kuantitas dan kualitas kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan yang berstandar nasional keolahragaan;

c) Meningkatkan dukungan pendanaan keolahragaan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

d) Meningkatkan penerapan iptek olahraga dalam sistem pembinaan berjenjang dan berkesinambungan;

e) Memberikan penghargaan kepada olahragawan dan tenaga keolahragaan berprestasi pada nasional, regional dan internasional.

f) Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang terakreditasi dan tenaga pengujinya sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional;

g) Meningkatkan standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi metode pelatihan, pembibitan usia dini, kompetisi, sarana dan prasarana, dan organisasi keolahragaan;

(15)

h) Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah;

i) Meningkatkan kualitas regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak.

2. Peningkatan peringkat Indonesia di posisi Ke-5 ASIAN Games 2022, Posisi Ke- 4-6 ASIAN Para Games 2022, Peringkat ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali

Emas) pada

Paralimpiade 2024.

a) Pendataan dan pemetaan olahragawan, nomor / kelas pertandingan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

b) Kualitas seleksi olahragawan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

c) Kualitas pembinaan olahragawan cabang olahraga unggulan ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024 dengan dukungan IPTEK Olahraga.

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi

penyelenggaraan

kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan;

a) Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;

b) Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;

c) penataan organisasi keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;

d) Optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;

e) Peningkatan kemandirian organisasi keolahragaan

(16)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 14 f) Meningkatkan kualitas infrastruktur data

olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

4. Peningkatan

ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

a) Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;

b) Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan yang mendukung prestasi keolahragaan;

c) Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan lainnya yang mendukung prestasi keolahragaan;

d) Meningkatnya kualitas seleksi tenaga keolahragaan cabang olahraga unggulan prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024.

e) Meningkatkan kerjasama dengan negara asing yang berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan;

f) Meningkatkan sinergitas dengan perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

(17)

5. Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga

a) Terfasilitasinya bantuan untuk prasarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

b) Terfasilitasinya bantuan untuk sarana olahraga prestasi olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

c) Meningkatkan standar fasilitas olahraga pada ruang publik dan sentra keolahragaan yang terafiliasi pada Sekolah dan Perguruan Tinggi;

d) Meningkatkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga pasca multi event seperti Asian Games, Asian Para Games, PON, Peparnas, dan single event lainnya, dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha, dan masyarakat agar masyarakat dapat menggunakan untuk berolahraga, kompetisi, eksebisi dan konvensi;

e) Meningkatkan peran dunia usaha dalam pendampingan, pembiayaan dan industri olahraga termasuk strategi pembiayaan/pembangunan prasarana olahraga di pusat dan daerah dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Swasta termasuk branding pada durasi periode tertentu. Hal ini mengingat sebagian besar pendanaan infrastruktur olahraga umumnya melalui APBN/APBD.

(18)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 16 6. Peningkatan peran

serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan

keolahragaan.

a) tersusunnya kualitas kebijakan pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga yang dapat dimanfaatkan;

b) terlaksananya koordinasi dan kemitraan keolahragaan dengan lembaga lintas sektoral, antar tingkat pemerintah daerah dan luar negeri;

c) Tersedianya pendanaan keolahragaan yang berkecukupan dan berkelanjutan.

7. Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu

keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

a) Meningkatkan penyediaan infrastruktur sepakbola berupa stadion, lapangan latihan, lapangan sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait;

b) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, berupa tenaga pelatih, tenaga sport science dan tenaga sport management berlisensi PSSI, AFC dan FIFA;

c) Meningkatkan pengembangan bakat pesepakbola usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub sepakbola menjadi akademi bakat unggul;

d) Meningkatkan kualitas dan harmonisasi kompetisi sepakbola berjenjang sesuai dengan kelompok umur, klub, akademi;

e) Meningkatkan peran serta dunia usaha dalam pendanaan pembinaan, infrastruktur, kompetisi secara sistematis dan teratur.

(19)

3.3 Kerangka Regulasi

Dalam konstruksi pencapaian arah kebijakan dan strategi untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional, diperlukan perencanaan kerangka regulasi yang mencakup:

1. Penataan sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan paralimpik didukung penerapan iptek keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan;

2. Peningkatan peringkat Indonesia di posisi Ke-5 ASIAN Games 2022, Posisi Ke- 4-6 ASIAN Para Games 2022, Peringkat ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali Emas) pada Paralimpiade 2024;

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk

meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan;

4. Peningkatan ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade;

5. Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga disabilitas yang terstandar untuk meningkatkan kualitas pelatihan olahraga;

6. Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam pembinaan dan pendanaan keolahragaan;

7. Peningkatan prestasi persepakbolaan nasional merupakan suatu keharusan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

(20)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 18 Perencanaan kerangka regulasi dilakukan melalui penyiapan revisi Undang- Undang No.3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang mengakomodir muatan materi mulai dari penyiapan naskah akademik, penyusunan rancangan dan penetapan Undang-Undang yang ditargetkan selesai pada tahun 2024 dan evaluasi terhadap peraturan pelaksanaan dari konsepsi Undang-Undang No.3 Tahun 2005 sehingga perlu direncanakan target sasaran sebagai berikut:

REVISI PENYUSUNAN

BARU PENGUATAN

1. Revisi PP No. 16 Tahun 2007 tentang

Penyelenggaraan Keolahragaan;

2. Revisi PP No.18 Tahun 2007 tentang Pendanaan Keolahragaan;

1. Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pedoman

Pelatihan Performa Tinggi;

Penguatan Regulasi Tata Kelola Industri Olahraga

ditingkatkan menjadi Perpres.

3. Revisi Perpres No.11 Tahun 2014 tentang susunan dan kedudukan BSANK;

4. Revisi Perpres No.44 Tahun 2014 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga;

2. Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pedomaan Pembinaan Atlet Jangka Panjang;

5. Revisi Peraturan Menteri tentang Tugas Fungsi dan Kewenangan KONI dan KOI Dalam Mendukung Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional

Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri tentang Standar Kompetensi

Tenaga Keolahragaan;

3. Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pedomaan Akreditasi

Prasarana dan Sarana

Olahraga dan;

(21)

3.4 Kerangka Kelembagaan

Kerangka kelembagaan untuk mencapai Misi, visi, tujuan yang diharapkan dengan mengacu pada tolok ukur keberhasilan Pengembangan budaya dan meningkatkan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional yakni;

1. Melakukan Penataan Lembaga Non Struktural

Penataan kelembagaan terhadap lembaga non struktural di Kementrian Pemuda dan Olahraga adalah dengan mengusulkan revisi dasar hukum yang menjadi dasar pembentukannya. Namun beberapa prinsip sesuai arahan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di dalam proses penataan yang perlu diperhatikan adalah :

1. Tidak terjadi tumpang tindih dengan tugas dan fungsi Kementrian Pemuda dan Olahraga.

2. Kinerja lembaga non struktural tetap harus diukur efektifitas dan efisiensinya sesuai aturan penilaian kinerja.

3. Hasil kinerja lembaga non struktural sebanding dengan alokasi anggaran dari pemerintah dan mengacu prinsip akuntabilitas.

(22)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 20 4. Sumber daya manusia yang direkrut di lembaga non-struktural

merupakan tenaga aparatur sipil negara dan tenaga professional non-asn yang kinerjanya diukur berdasarkan kemampuan profesional masing-masing dan pembagian tugas yang jelas.

5. Prasaran dan sarana penunjang kerja lembaga non-struktural dapat memanfaatkan prasarana dan sarana pemerintah yang bisa digunakan.

2. Model Kemitraan Untuk Mencapai Prestasi Olahraga

Pencapaian prestasi olahraga dan proses pembinaan serta pembibitan olahragawan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Oleh sebab itu diperlukan kerjasama dengan lembaga dan organisasi keolahragaan. Bentuk kerjasama antara Kementrian Pemuda dan Olahraga dengan lembaga mitra adalah bersifat setara, saling memberi dukungan dan pembagian tugas yang jelas.

(23)

Kementrian Pemuda dan Olahraga bermitra dengan lembaga atau organisasi yang mendukung pencapaian prestasi olahraga Indonesia.

Apabila Kementrian Pemuda dan Olahraga sebagai wakil pemerintah, memberikan hibah kepada lembaga atau organisasi mitra, maka KementrianPemuda dan Olahraga tetap memiliki hak untuk melakukan mengawasan dan pendampingan (wasping) sekaligus pemeriksaan pertanggungjawaban dana yang sudah dihibahkan.

3. Model Kemitraan Untuk Mendukung Olahraga Prestasi

Selain menjalin kemitraan dengan lembaga atau organisasi keolahragaan, Kementrian Pemuda dan Olahraga juga menjalin kemitraan dengan kementrian/lembaga, BUMN dan pihak swasta. Bentuk kerjasama dengan kementrian dan lembaga, merupakan kerjasama lintas sektor yang bersifat kordinatif. Sedangkan kerjasama dengan pihak BUMN dan swasta disebut sebagai public privat partnership (PPP) terutama dalam hubungannya dengan dukungan pendanaan non pemerintah.

Peran swasta sangat penting, karena kebutuhan pembiayaan untuk prestasi olahraga. Banyak kebutuhan di luar pembinaan dan pembibitan yang dibutuhkan seperti, promosi cabang olahraga unggulan serta kebutuhan pendanaan lain yang tidak dibiayai pemerintah, yang memerlukan pembiayaan cukup besar.

(24)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 22 BAB IV

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1 Target Kinerja

NO TUJUAN SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 1 Penataan

sistem pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambun gan berbasis cabang olahraga

Olimpiade dan Paralimpiade didukung

penerapan iptek keolahragaan, standar

nasional keolahragaan serta sistem penghargaan

1. Meningkatnya jumlah

olahragawan berbasis cabang olahraga

olimpiade dan paralimpiade yang didukung oleh iptek olahraga.

1. Jumlah Olahragawan

Olimpiade yang di dukung oleh IPTEK Olahraga

2. Jumlah Olahragawan Paralimpiade yang didukung Oleh IPTEK Olahraga

3.Jumlah IPTEK yang dikembangkan untuk peningkatan prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade.

2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas

kompetisi secara berjenjang dan berkesinambung an yang

berstandar nasional keolahragaan.

1. Jumlah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkesinambungan yang

difasilitasi oleh pemerintah.

2. Jumlah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkesinambungan terstandar Nasional dan Internasional.

3. Meningkatnya dukungan

pendanaan keolahragaan

1. Jumlah dana yang

disediakan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi pada cabang olahraga Olimpiade

(25)

untuk

pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga olimpiade dan paralimpiade.

2. Jumlah dana yang

disediakan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi pada cabang olahraga Paralimpiade

4. Meningkatnya penerapan IPTEK olahraga dalam sistem

pembinaan berjenjang dan berkesinambung an

1. Jumlah area IPTEK Olahraga yang sudah

diterapkan ada 3 (tiga) area IPTEK Olahraga yaitu :

a) Biomekanika;

b) Fisiologi; dan c) Psikologi.

2. Jumlah olahragawan yang dibina menggunakan IPTEK Olahraga.

5. Meningkatnya penghargaan kepada

olahragawan dan tenaga

keolahragaan berprestasi pada nasional,

regional dan internasional.

1. Jumlah olahragawan yang mendapatkan penghargaan prestasi pada tingkat nasional, regional dan internasional.

2. Jumlah tenaga keolahragaan mendapatkan penghargaan prestasi pada tingkat nasional, regional dan internasional.

6. Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang

terakreditasi

1. Jumlah laboratorium anti doping yang terakreditasi sebagai persiapan

pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional

(26)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 24 dan tenaga

pengujinya sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional;

2. Jumlah tenaga penguji sebagai persiapan

pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional

7. Meningkatkan standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi

metode pelatihan, pembibitan usia dini, kompetisi, sarana dan prasarana, dan organisasi keolahragaan;

1. Jumlah standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi:

a) Metode pelatihan;

b) Pembibitan usia dini;

c) Kompetisi;

d) Sarana dan prasarana; dan e) Organisasi

keolahragaan.

8. Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi

unggulan yang dikelola

pemerintah daerah;

1. Jumlah pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah.

9. Meningkatkan kualitas

regulasi yang mengatur

ketersediaan jaminan

kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui

1. Jumlah regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak

(27)

dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak

2 Peningkatan peringkat Indonesia di posisi ke-30 (3 Medali Emas) pada Olimpiade 2024 dan posisi ke-55 (3 Medali Emas) pada Paralimpiade 2024.

1. Meningkatnya pendataan dan pemetaan olahragawan, nomor / kelas pertandingan cabang olahraga unggulan

prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan

Paralimpiade 2024;

1. Jumlah sistem pendataan olahragawan dan tenaga

keolahragaan cabang olahraga unggulan berbasis aplikasi 2. Jumlah data olahragawan yang masuk dalam sistem pendataan.

3. Jumlah data tenaga keolahragaan yang masuk dalam sistem pendataan.

4. Jumlah data sarana dan prasarana keolahragaan yang masuk dalam sistem

pendataan.

2. Meningkatnya kualitas seleksi olahragawan cabang olahraga unggulan

prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

1. Adanya tim seleksi tenaga keolahragaan sesuai dengan pedoman seleksi.

2. Jumlah tenaga keolahragaan hasil seleksi.

(28)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 26 3. Meningkatnya

kualitas pembinaan olahragawan cabang olahraga unggulan ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024 dengan dukungan IPTEK Olahraga

1. Jumlah olahragawan berbakat berprestasi yang dibina menuju Olimpiade.

2. Jumlah olahragawan berbakat berprestasi yang dibina menuju Paralimpiade.

3 Peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam

optimalisasi penyelenggara a n

kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk

meningkatkan efektifitas dan efisiensi

pencapaian prestasi keolahragaan

1. Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;

1. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat pusat

2. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat provinsi

3. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat kabupaten/kota

2. Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;

1. Jumlah koordinasi antara pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan.

3. Meningkatnya Penataan

Organisasi Keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;

1. Jumlah Induk Organisasi cabang olahraga yang

terakreditasi.

(29)

4. Meningkatnya Optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;

1. Jumlah naskah kebijakan yang mengatur fungsi

organisasi keolahragaan

5. Meningkatnya kemandirian organisasi keolahragaan;

1. Jumlah swasta yang mendukung organisasi keolahragaan.

6. Meningkatkan kualitas

infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

1. Jumlah infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

4 Peningkatan ketersediaan tenaga

keolahragaan yang

berkualifikasi dan

bersertifikat kompetensi untuk Menjamin prestasi

olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade

1. Meningkatnya kapasitas,

kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;

1. Jumlah pelatihan manajemen Olahraga

2. Adanya Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga

Keolahragaan

(30)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 28 2. Meningkatnya

kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga

keolahragaan yang mendukung prestasi

keolahragaan;

1. Jumlah Pelatih yang kompeten sesuai SNK 2. Jumlah Wasit yang kompeten sesuai SNK

3. Jumlah Juri yang kompeten sesuai SNK

4. Jumlah Pelatih Fisik yang kompeten sesuai SNK

5. Jumlah Psikolog Olahraga yang kompeten sesuai SNK 6. Jumlah Nutrisonis Olahraga yang kompeten sesuai SNK 7. Jumlah ahli Biomekanika Olahraga yang kompeten sesuai SNK

8. Jumlah Ahli Fisioterapis Olahraga yang kompeten sesuai SNK

9. Jumlah Masseur Olahraga yang kompeten sesuai SNK 10. Jumlah Tenaga Medis dan Para Medis yang kompeten sesuai SNK

11. Jumlah Classifier Olahraga Disabilitas yang kompeten sesuai SNK

(31)

3. Meningkatnya kapasitas,

kompetensi dan profesionalitas tenaga

keolahragaan lainnya yang mendukung prestasi

keolahragaan;

1. Jumlah pelatihan

peningkatan kualitas tenaga keolahragaan (mekanik dan teknisi keolahragaan)

4. Meningkatnya kualitas seleksi tenaga

keolahragaan cabang olahraga unggulan

prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024;

1. Adanya tim seleksi tenaga keolahragaan sesuai dengan pedoman seleksi.

2. Jumlah tenaga keolahragaan hasil seleksi.

5. Meningkatkan kerjasama

dengan negara asing yang

berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan;

1. Jumlah kerjasama dengan negara asing yang berprestasi dalam cabor olimpade dan paralimpiade dalam pertukaran ilmu kepelatihan.

(32)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 30 6. Meningkatkan

sinergitas dengan perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga

keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat

kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem

Keolahragaan Nasional.

1. Jumlah perguruan tinggi dan lembaga khusus lainnya dalam pengadaan tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang- Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

5 Peningkatan prasarana dan sarana olahraga prestasi dan olahraga

disabilitas yang terstandar untuk

meningkatkan kualitas

pelatihan olahraga

1. Meningkatnya bantuan untuk prasarana

olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga

Olimpiade dan Paralimpiade;

1.Jumlah fasilitasi prasarana olahraga prestasi

2. Meningkatnya bantuan untuk sarana olahraga prestasi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

1.Jumlah fasilitasi sarana olahraga olahraga prestasi

(33)

6 Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam

pembinaan dan pendanaan keolahragaan

1. Meningkatnya kualitas

kebijakan pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga yang dapat

dimanfaatkan;

2. Meningkatnya kemitraan

keolahragaan dengan lembaga lintas sektoral, antar tingkat pemerintah daerah dan luar negeri;

3. Meningkatnya pendanaan keolahragaan yang

berkecukupan dan

berkelanjutan.

7 Peningkatan prestasi

persepakbolaan nasional

merupakan suatu keharusan

berdasarkan Instruksi

Presiden Nomor 3 tahun 2019

tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

1. Meningkatkan penyediaan infrastruktur sepakbola

berupa stadion, lapangan

latihan, lapangan

sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait;

1. Jumlah infrastruktur sepakbola berupa:

a) Stadion;

b) Lapangan latihan;

c) Lapangan sepakbola desa dengan skema KPBU dan kerjasama dengan K/L terkait.

(34)

Rencana Strategis 2020-2024 Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora - 32 2. Meningkatkan

kompetensi sumber daya manusia, berupa tenaga pelatih, tenaga sport science dan tenaga sport management berlisensi PSSI, AFC dan FIFA;

1. Jumlah sumber daya manusia, berupa:

a) Tenaga pelatih;

b) Tenaga sport science; dan c) Tenaga sport management

berlisensi PSSI, AFC dan FIFA

3. Meningkatkan pengembangan bakat

pesepakbola usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub

sepakbola menjadi

akademi bakat unggul;

1. Jumlah pesepakbola berbakat usia dini dengan perkuatan Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sekolah Olahraga (SKO), dan Klub sepakbola

menjadi akademi bakat unggul

4. Meningkatkan kualitas dan harmonisasi kompetisi sepakbola berjenjang sesuai dengan kelompok umur, klub, akademi;

(35)

5. Meningkatkan peran serta dunia usaha dalam

pendanaan pembinaan, infrastruktur, kompetisi secara sistematis dan teratur.

4.2 Kerangka Pendanaan 1. Sumber Pendanaan;

a. APBN b. APBD

c. Industri Olahraga d. Masyarakat

e. BLU f. KPBU

2. Arah Pemanfaatan

a. Pembinaan dan peningkatan prestasi b. Penyediaan prasarana dan sarana

c. Peningkatan kualitas SDM tenaga keolahragaan d. Pemberian penghargaan

3. Prinsip Pelaksanaan Pendanaan Pembangunan a. Berkecukupan dan berkelanjutan

b. Efektif dan efisien

(36)

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama, dan Target Kemenpora tahun 2020-2024 TUJUAN SASARAN STRATEGIS URAIAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA IKNDIKATOR KINERJA UMUM (IKU) SATUAN

DATA AWAL TARGET TAHUN TARGET

2018/2019 2020 2021 2022 2023 2024 AKHIR RENSTRA 1. Penataan sistem

pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan berbasis cabang olahraga Olimpiade dan paralimpiade didukung penerapan IPTEK keolahragaan, standar nasional keolahragaan serta sistem penghargaan.

1. Meningkatnya jumlah Olahragawan berbasis cabang olahraga olimpiade dan paralympiade yang didukung oleh iptek olahraga.

1. Jumlah Olahragawan Olimpiade yang di dukung oleh IPTEK Olahraga

2. Jumlah Olahragawan Paralimpiade yang didukung Oleh IPTEK Olahraga

3.Jumlah IPTEK yang dikembangkan untuk peningkatan prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade.

2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan yang berstandar nasional keolahragaan;

1. Jumlah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkesinambungan yang difasilitasi oleh pemerintah.

2. Jumlah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkesinambungan terstandar Nasional dan Internasional.

3. Meningkatnya dukungan pendanaan keolahragaan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga pada cabang olahraga olimpiade dan paralimpiade.

1. Jumlah dana yang disediakan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi pada cabang olahraga Olimpiade

2. Jumlah dana yang disediakan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi pada cabang olahraga Paralimpiade 4. Meningkatnya

penerapan IPTEK Olahraga dalam sistem pembinaan berjenjang dan berkesinambungan.

1. Jumlah area IPTEK Olahraga yang sudah diterapkan ada 3 (tiga) area IPTEK Olahraga yaitu : - Biomekanika;

- Fisiologi; dan - Psikologi.

2. Jumlah olahragawan yang dibina menggunakan IPTEK Olahraga.

5. Memberikan penghargaan kepada olahragawan dan tenaga keolahragaan berprestasi pada nasional, regional

1. Jumlah olahragawan yang mendapatkan penghargaan prestasi pada tingkat nasional, regional dan internasional.

(37)

TUJUAN SASARAN STRATEGIS URAIAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA IKNDIKATOR KINERJA UMUM (IKU) SATUAN

DATA AWAL TARGET TAHUN TARGET

2018/2019 2020 2021 2022 2023 2024 AKHIR RENSTRA

dan internasional. 2. Jumlah tenaga

keolahragaan mendapatkan penghargaan prestasi pada tingkat nasional, regional dan internasional.

6.Meningkatkan kesiapan laboratorium anti doping yang terakreditasi dan tenaga pengujinya sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional;

1.Jumlah laboratorium anti doping yang terakreditasi sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional

2.Jumlah tenaga penguji sebagai persiapan pencalonan tuan rumah multi event dan single event internasional

7.Meningkatkan

standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi metode pelatihan, pembibitan usia dini, kompetisi, sarana dan prasarana, dan organisasi keolahragaan;

1.Jumlah standarisasi pembinaan keolahragaan nasional yang meliputi:

a) Metode pelatihan;

b) Pembibitan usia dini;

c) Kompetisi;

d) Sarana dan prasarana; dan e) Organisasi

keolahragaan.

8.Meningkatkan pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah;

1.Jumlah pembinaan cabang olahraga prestasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah.

9. Meningkatkan kualitas regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak

1.Jumlah regulasi yang mengatur ketersediaan jaminan kesejahteraan bagi atlet dan mantan atlet melalui dukungan sponsorship termasuk relaksasi pajak

(38)

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama, dan Target Kemenpora tahun 2020-2024

TUJUAN SASARAN STRATEGIS URAIAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA IKNDIKATOR KINERJA UMUM (IKU) SATUAN DATA AWAL TARGET TAHUN TARGET 2018/2019 2020 2021 2022 2023 2024 AKHIR

RENSTRA

2.Peningkatan peringkat 1. Pendataan dan 1. Jumlah sistem pendataan

Indonesia di posisi Ke-5 pemetaan olahragawan, olahragawan dan tenaga

ASIAN Games 2022, Posisi nomor / kelas keolahragaan cabang

Ke- 4-6 ASIAN Para Games pertandingan cabang olahraga unggulan berbasis

2022, Peringkat ke-30 (3 olahraga unggulan aplikasi

Medali Emas) pada prioritas ASIAN Games 2. Jumlah data olahragawan

Olimpiade 2024 dan posisi 2022, ASIAN Para Games yang masuk dalam sistem

ke-55 (3 Medali Emas) 2022, Olimpiade 2024 dan pendataan.

pada Paralimpiade 2024. Paralimpiade 2024;

3. Jumlah data tenaga keolahragaan yang masuk dalam sistem pendataan.

4. Jumlah data sarana dan prasarana keolahragaan yang masuk dalam sistem pendataan.

2. Kualitas Seleksi 1. Adanya tim seleksi tenaga

Olahragawan cabang keolahragaan sesuai dengan

olahraga unggulan pedoman seleksi.

prioritas ASIAN Games 2022, ASIAN Para Games

2022, Olimpiade 2024 dan 2. Jumlah tenaga

Paralimpiade 2024; keolahragaan hasil seleksi.

3. Kualitas pembinaan 1. Jumlah olahragawan

olahragawan cabang berbakat berprestasi yang

olahraga unggulan ASIAN dibina menuju Olimpiade.

Games 2022, ASIAN Para Games 2022, Olimpiade

2024 dan Paralimpiade 2. Jumlah olahragawan

2024 dengan dukungan berbakat berprestasi yang

IPTEK Olahraga. dibina menuju Paralimpiade.

(39)

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama, dan Target Kemenpora tahun 2020-2024

TUJUAN SASARAN STRATEGIS URAIAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA IKNDIKATOR KINERJA UMUM (IKU) SATUAN DATA AWAL TARGET TAHUN TARGET 2018/2019 2020 2021 2022 2023 2024 AKHIR

RENSTRA 3.Peningkatan kapasitas

kelembagaan dan koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan dalam optimalisasi penyelenggaraan kelembagaan dan organisasi keolahragaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian prestasi keolahragaan

1. Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan olahraga di tingkat pusat dan daerah;

1. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat pusat

2. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat provinsi

3. Jumlah koordinasi antar kelembagaan olahraga tingkat kabupaten/kota

2. Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan;

1. Jumlah koordinasi antara pemerintah, pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan.

3. Penataan Organisasi Keolahragaan dan akreditasi pengelolaan induk organisasi cabang olahraga;

1. Jumlah Induk Organisasi cabang olahraga yang terakreditasi.

4. Optimalisasi dan harmonisasi fungsi organisasi keolahragaan;

1. Jumlah naskah kebijakan yang mengatur fungsi organisasi keolahragaan

5. Peningkatan kemandirian organisasi keolahragaan

1. Jumlah swasta yang mendukung organisasi keolahragaan.

6.Meningkatkan kualitas infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

1. Infrastruktur data olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi yang terpadu dan berjenjang mulai dari daerah hingga pusat.

(40)

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama, dan Target Kemenpora tahun 2020-2024

TUJUAN SASARAN STRATEGIS URAIAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA IKNDIKATOR KINERJA UMUM (IKU) SATUAN DATA AWAL TARGET TAHUN TARGET 2018/2019 2020 2021 2022 2023 2024 AKHIR

RENSTRA 4.Peningkatan

ketersediaan tenaga keolahragaan yang berkualifikasi dan bersertifikat kompetensi untuk menjamin prestasi olahraga pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade

1. Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas pengelola organisasi keolahragaan dalam pelatihan manajemen dan perencanaan pembinaan dan pengembangan olahraga;

1. Jumlah pelatihan manajemen Olahraga

2. Adanya Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Keolahragaan

2. Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalitas tenaga keolahragaan yang mendukung prestasi keolahragaan;

1. Jumlah Pelatih yang kompeten sesuai SNK

2. Jumlah Wasit yang kompeten sesuai SNK

3. Jumlah Juri yang kompeten sesuai SNK

4. Jumlah Pelatih Fisik yang kompeten sesuai SNK

5. Jumlah Psikolog Olahraga yang kompeten sesuai SNK

6. Jumlah Nutrisonis Olahraga yang kompeten sesuai SNK

7. Jumlah ahli Biomekanika Olahraga yang kompeten sesuai SNK

8. Jumlah Ahli Fisioterapis Olahraga yang kompeten sesuai SNK

Referensi

Dokumen terkait

Beban kerja mengajar didistribusikan dua kali setahun di dalam pertemuan staf pengajar sebelum dimulai semester baru. Tidak ada mekanisme yang jelas

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.39/Permentan/OT.140/6/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Veteriner Farma mempunyai tugas melaksanakan

c) Evaluasi kurikulum secara periodik melalui treaser study dengan pelibatan pihak terkait d) Pengembangan kerjasama dan bursa kerja dalam penyerapan lulusan di pasar kerja Kelima

Menurut Mulyadi (2016:218) prosedur pencatatan piutang merupakan prosedur akuntansi untuk mencatat timbulnya piutang sehingga hanya melibatkan bagian piutang yang dimulai

9. Ketebalan lumpur harus diperiksa setiap tahun. Jika lebih dari sepertiga dari kedalaman kolam yang direncanakan, hal ini bisa mengganggu proses alamiah dari

Penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan yang dilaksanakan Badan Litbang Kesehatan diupayakan dapat memberikan landasan perumusan kebijakan dan penyusunan

Misalkan memilih Hak akses Guru atau Wali Kelas maka akan ditampilkan Nama guru sekolah yang bersangkutan sesuai data di Dapodik, Kalau Memilih Hak Akses siswa maka akan

Terlepas dari hasil ICO, versi terakhir dari bagian server game akan menjadi platform yang terdesentralisasi, di mana, berdasarkan keputusan masyarakat yang memiliki emas, keputusan