PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
D. Permasalahan tersangka, terdakwa dan terpidana yang melarikan diri (DPO)
Salah satu persoalan yang sangat menghambat percepatan penanganan tindak pidana korupsi sejak tingkat penyidikan, penuntutan dan eksekusi pelaku tindak
pidana korupsi adalah banyaknya tersangka, terdakwa atau terpidana yang melarikan diri sehingga penanganan perkaranya tidak tuntas diselesaikan bahkan terkatung-katung hingga bertahun-tahun. Terjadinya penyebab melarikan diri tersangka, terdakwa atau terpidana disebabkan berbagai faktor diantaranya :121
1. Tersangka/terdakwa tidak dilakukan upaya penahanan pada tingkat penyidikan dan penuntutan.
2. Terdakwa ditangguhkan penahanan oleh Pengadilan.
3. Habisnya masa penahanan sehingga tersangka atau terdakwa harus keluar demi hukum.
Terdapat beberapa persoalan yang menjadi penyebab adanya tersangka dalam tingkat penyidikan atau terdakwa dalam tahap penuntutan melarikan diri masih menjadi polemic dalam percepatan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi.
Banyak tersangka atau terdakwa lebih memilik melarikan diri dari pada harus menjalani proses hukum atau bahkan ketakutan kalau harus dilakukan penahanan atau menjalankan pidana nantinya. Baik para tersangka atau terdakwa yang berasal dari pihak masyarakat, swasta atau para pejabat pemerintahan/pegawai negeri sipil yang ditetapkan statusnya sebagai tersangka atau terdakwa lebih memilih melarikan diri sehingga statusnya ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Adanya pertimbangan secara formil maupun materil yang diambil oleh Jaksa penyidik pada saat melakukan tugas penyidikan dengan tidak melakukan penahanan
121Wawancara dengan Bpk. LEO SIMANJUNTAK, SH.MH.Asintel Kejati Sumut, tgl.1 maret 2019.
kepada tersangka lebih disebabkan untuk menghindari habisnya masa penahan agar tersangka tidak keluar demi hukum.Hal ini mengingat bahwa pemeriksaan perkara tindak pidana korupsi tidaklah semudah atau seperti penyidikan perkara tindak pidana umum biasanya.Terutama penyidikan perkara korupsi yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dibiayai oleh Negara. Butuh proses panjang dalam melakukan penyidikan sehingga dirasa tidak akanmencukupi batas waktu penahanan yang diberikan oleh undang-undang dengan resiko tersangka akan habis masa penahanan dan dikeluarkan demi hukum. Pada tingkat penyidikan, pasal 24 KUHAP hanya memberikan hak kepada penyidik untuk melakukan penahanan selama 20 hari dan dapat diperpanjang oleh penuntut umum paling lama 40 hari, penahanan yang melebihi batas 60 hari, tersangka harus dibebaskan demi hukum. Ditinjau dari luasnya pemeriksaan terhadap perkara tindak pidana korupsi untuk proses pembuktian ditingkat penyidikan, waktu 60 hari masa penahanan dirasa tidaklah sangat cukup untuk menyelesaikan penyidikan sehingga dengan pertimbangan tidak dilakukan penahanan tersebut dimanfaatkan oleh tersangka untuk melarikan diri terlebih pada saat ditetapkan sebagai tersangka upaya melarikan diri banyak dilakukan oleh tersangka mengingat secara sadar mereka mengetahui dan mengakui bahwa perbuatannya pasti akan terbukti dipersalahkan pada persidangan dan akhirnya harus menjalani pidana.122
122Idem.
Demikian juga halnya pada saat penyidikan telah dinyatakan selesai dan berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh penuntut umum sehingga tahap selanjutnya dialihkan ke penuntutan, tersangka juga beralih statusnya sebagai terdakwa. Proses serah terima tersangka dan barang bukti sering dimanfaatkan oleh tersangka untuk melarikan diri disebabkan faktor ketakutan dilakukan penahanan pada tingkat penuntutan. Disamping itu ada tersdakwa yang melarikan diri dari penuntutan pada saat adanya penangguhan penahanan di tingkat Pengadilan atau pada waktu pembantaran dirumah sakit terhadap terdakwa yang sakit sehingga dikeluarkan penetapan hakim untuk melakukan pembantaran.123
Selanjutnya terdapat faktor penyebab terdakwa melarikan diri dari proses hukum pada saat habisnya masa penahanan pada tingkat penuntutan disebabkan lamanya proses hukum dalam persidangan. Ada beberapa kasus tindak pidana korupsi yang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana korupsi yang tingkat kesulitannya cukup tinggi ditambah lagi kendala kendala secara non tekhnis yang menyebabkan sering persidangan batal dilaksanakan.Beberapa faktor penyebab seperti saksi tidak hadir, terdakwa sakit, ahli berhalangan dan masalah-masalah lainnya sehingga berakibat terjadi penundaan jadwal persidangan. Lebih parahnya dalam beberapa perkara tindak pidana korupsi, terdakwa dan penasehat hukumnya sering mencari cara atau alasan untuk menunda persidangan dengan maksud agar masa penahann
123Wawancara dengan Bpk. BENHARD SISWANTO,SH.MH. Jaksa pada Satgas TPK Kejati Sumut, tgl.13 Mai 2019.
habis dan tidak ada upaya lagi untuk perpanjangan. Dampaknya adalah semakin berkurang masa penahanan terdakwa dan perpanjangan penahanan sudah tidak memungkinkan, dalam kasus ini biasanya hakim lebih cenderung mengambil sikap untuk menangguhkan penahan terdakwa. Beberapa kasus juga terjadi terdakwa keluar demi hukum disebabkan habisnya masa penahanan ditingkat upaya hukum baik banding atau kasasi karena lamanya proses keluarnya putusan banding atau kasasi, sementara masa penahanan terbatas, akibatnya Rutan juga tidak punya dasar hukum untuk melanjutkan penahan terdakwa dan akhirnya dikeluarkan, hal inilah yang juga dijadikan peluang oleh terdakwa untuk melarikan diri sehingga penanganan perkaranya tertunda.124
Berdasarkan data yang terdapat dalam laporan Daftar Pencarian orang (DPO) khusus Perkara Tindak Pidana Korupsi untuk wilayah hukum Kejaksaan tinggi Sumatera Utara hingga tahun 2019 dapat digambarkan sebagai berikut :
Tabel 3 :
Data jumlah DPO Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Tahun 2019
NO. DPO TERTANGKAP DPO BELUM
TERTANGKAP
KETERANGAN
1. 33 DPO 24 DPO Perkara tindak pidana
korupsi pada tahap
124Idem.
penyidikan, penuntutan dan eksekusi.
Sumber : Data laporan DPO Tindak Pidana Korupsi Kejati Sumut Tahun 2019.
Berdasarkan data tersebut diatas, masih terdapat tunggakan beberapa kasus tindak pidana korupsi yang belum dapat dituntaskan peneyelesaiannya sambil menunggu upaya pencarian terhadap pelaku tersebut.Beberapa kendala yang menjadi penghambat penyelesaian perkara tersebut juga disebabkan minimnya anggaran dan personil yang tersedia untuk pencarian DPO yang keberadaannya tersebar diseluruh provinsi yang ada di Indonesia.125
125Wawancara dengan Bpk. LEO SIMANJUNTAK, SH.MH.Asintel Kejati Sumut, tgl.1 maret 2019.
BAB IV
UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM MENGATASI KENDALA YANG