• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMAS

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi Manajemen Keuangan dan Kesejahteraan Keluarga Perempuan Buruh Pabrik di Kabupaten Bogor adalah karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, November 2011

Fauziah Fajrin NIM I24070055

ABSTRACT

FAUZIAH FAJRIN.Financial management and families well-being of a women’s factory labor in Bogor Regency. Supervised by HERIEN PUSPITAWATI and ISTIQLALIYAH MUFLIKHATI.

This study aimed to analyze of financial management and families well being of a women’s factory labor. This research involved 60 samples that were selected purposive. The samples were chosen from families of factory of labor who had husband in Dramaga subdistrict. This research employs descriptive and inferential analysis. Result of the research showed that there was negative significant correlation between wife’s and husband’s age and family size with financial management. It means that the higher wife’s and husband’s age and bigger family size, then lower financial management. There was negative significant correlation between wife’s age and husband’s age with subjective well being. It means that the higher wife’s and husband’s age, then the lower level of subjective well being. There was positive significant correlation between wife’s educational level with financial management, and families outcomes with family subjective well being. It means that the higher wife’s educational level then higher financial management, and the higher families outcomes then the higher level of subjective well being. There was no correlation between financial management and family subjective well being.

Keywords: family financial management, subjective well being ABSTRAK

FAUZIAH FAJRIN. Manajemen keuangan dan kesejahteraan keluarga perempuan buruh pabrik di Kabupaten Bogor. Dibimbing oleh HERIEN PUSPITAWATI dan ISTIQLALIYAH MUFLIKHATI.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan manajemen keuangan dan kesejahteraan keluarga perempuan buruh pabrik di Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan secara purposive yang terdiri dari 60 contoh. Contoh merupakan perempuan yang bekerja sebagai buruh pabrik dan telah memiliki suami di Kecamatan Dramaga. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan nyata antara umur suami dan contoh dan besar keluarga dengan manajemen keuangan. Artinya, semakin tua umur suami dan contoh serta semakin besar keluarga maka semakin rendah kemampuan manajemen keuangan keluarga. Terdapat hubungan yang negatif dan nyata antara umur contoh dan suami dengan kesejahteraan subjekif keluarga. Artinya, semakin tua usia contoh dan suami maka semakin rendah tingkat kesejahteraan keluarga subjektif. Pendidikan contoh berhubungan positif dan nyata dengan manajemen keuangan keluarga. Semakin tinggi tingkat pendidikan contoh maka semakin baik pengelolaan keuangan keluarga. Pengeluaran keluarga juga berhubungan positif dan nyata dengan kesejahteraan keluarga subjektif. Artinya, semakin tinggi pengeluaran keluarga maka semakin tinggi pula kesejahteraan keluarga subjektif. Tidak terdapat hubungan yang nyata antara manajemen keuangan dengan kesejahteraan keluarga subjektif.

RINGKASAN

FAUZIAH FAJRIN. Manajemen Keuangan dan Kesejahteraan Keluarga Perempuan Buruh Pabrik di Kabupaten Bogor. Dibimbing oleh HERIEN PUSPITAWATI dan ISTIQLALIYAH MUFLIKHATI.

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui manajemen keuangan dan kaitannya dengan kesejahteraan keluarga pada keluarga perempuan buruh pabrik di Kabupaten Bogor. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) Mengetahui kontribusi pendapatan buruh terhadap pendapatan keluarga (2) Mengetahui pelaksanaan manajemen keuangan keluarga (3) Mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga (4) Menganalisis hubungan antara karakteristik keluarga, penerapan manajemen keuangan, dan kesejahteraan keluarga.

Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan teknik pengambilan contoh dilakukan secara purposive. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Contoh penelitian ini adalah istri yang bekerja sebagai buruh pabrik di Kecamatan Dramaga. Berdasarkan sumbernya, jenis data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara mendalam kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari pabrik, kantor kecamatan, dan kelurahan/desa setempat. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji Korelasi Pearson.

Karakteristik contoh menunjukkan bahwa rata-rata umur contoh tergolong dewasa muda menurut kategori Hurlock (1980) dengan rata-rata lama pendidikan contoh 9,1 tahun atau setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh contoh bekerja di pabrik garmen, hampir separuh contoh memiliki lama bekerja di pabrik kurang dari satu tahun, dan hampir separuhnya tidak memiliki pekerjaan sebelumnya. Lebih dari separuh contoh memiliki lama kerja setiap harinya antara 10 hingga 11 jam perhari, dengan posisi kerja sebagai penjahit. Contoh bekerja 6 hari dalam seminggu dan hari libur contoh hanya satu hari yaitu hari Minggu. Hampir seluruh contoh memiliki jam kerja normal atau tanpa shift. Hampir seluruh contoh menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasi menuju pabrik. Rata-rata upah kerja contoh per bulan berkisar antara Rp 1 104 038,00.

Karakteristik keluarga contoh menunjukkan bahwa rata-rata umur suami contoh berada pada kategori dewasa muda, dengan besar keluarga termasuk kategori kecil. Rata-rata suami contoh mengenyam pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama dengan jenis pekerjaan suami contoh sebagai buruh/kuli. Rata-rata pendapatan keluarga contoh sebesar Rp 2 151 207,00 atau termasuk kategori sejahtera. Rata-rata pendapatan perkapita keluarga contoh per bulan sebesar Rp 607 445,77 atau berada di atas garis kemiskinan. Rata-rata pengeluaran keluarga per bulan Rp 1 772 817,00. Rata-rata pengeluaran untuk pangan dan nonpangan sebesar Rp 860 766,67 dan Rp 912 050,00. Artinya, pengeluaran nonpangan lebih besar dari pengeluaran pangan. Rata-rata pengeluaran per kapita contoh sebesar Rp 487 664,30 atau berada di atas garis kemiskinan. Dilihat dari kondisi keuangan keluarga contoh, sebagian besar keluarga contoh memiliki kondisi surplus atau pendapatan lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Contoh memiliki kontribusi ekonomi terhadap keluarga lebih besar daripada suami. Contoh memiliki rata-rata kontribusi ekonomi terhadap keluarga

sebesar Rp 1 104 038,00. Contoh memiliki persentase kontribusi sebesar sepertiganya (33,3%) pada selang 41 hingga 50 persen. Artinya, contoh selain sebagai pengurus rumah tangga juga berperan penting dalam mencari nafkah keluarga baik pencari nafkah utama (primary breadwinner) maupun tambahan (secondary breadwinner).

Manajemen keuangan keluarga contoh berada pada kategori sedang. Artinya, contoh memiliki kemampuan manajemen keuangan keluarga cukup baik. Contoh sudah memiliki perencanaan keuangan merujuk pada rencana yang telah dibuat sebelumnya. Setelah itu, contoh melakukan monitoring agar pelaksanaan tetap berada pada rencana yang telah disusun dan dilakuan evaluasi untuk mengukur keberhasilan manajemen keuangan yang dilakukan keluarga. Adapun kerjasama gender dalam manajemen keuangan keluarga berada pada kategori sedang. Artinya, terjadi kerjasama gender yang cukup kuat antara suami dan contoh mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kerjasama yang dilakukan didominasi oleh salah satu pihak saja.

Tingkat kesejahteraan keluarga subjektif contoh menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat contoh memiliki tingkat kesejahteraan kategori sedang. Artinya, keluarga contoh merasa cukup puas terhadap semua kesejahteraan keluarga subjektif keluarga yang dimiliki. Terbukti bahwa rata-rata skor kondisi kesejahteraan keluarga subjektif contoh tergolong cukup puas.

Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan bahwa umur suami dan contoh berhubungan negatif dan nyata dengan manajemen keuangan keluarga. Begitu pula dengan besar keluarga yang berhubungan negatif dan nyata dengan manajemen keuangan keluarga. Usia contoh dan suami berhubungan negatif dan nyata dengan kesejahteraan keluarga subjektif. Terdapat hubungan positif dan nyata antara pendidikan contoh dengan manajemen keuangan keluarga, pengeluaran total dengan kesejahteraan subjektif keluarga. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang nyata antara manajemen keuangan keluarga dengan kesejahteraan keluarga subjektif.

Hak Cipta milik IPB tahun 2011 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB.

Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis ini dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB

MANAJEMEN KEUANGAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

Dokumen terkait