• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMAS

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Kombinasi Enzim Pemecah Serat dan Fitase dalam Ransum terhadap Penampilan Ayam Broiler adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini. Bogor, Februari 2009 Siska Tirajoh D051060141

ABSTRACT

SISKA TIRAJOH. The Combination of Fiber Degrading Enzymes and Phytase in Poultry Diet on the Performance of Broiler Chickens. Under the supervisions of WIRANDA GENTINI PILIANG and PIUS PERTUMPUN KETAREN.

This experiment was conducted in order to obtain the combination of fiber degrading enzymes and phytase on the performance of broiler chickens fed diet containing rice bran. Data were analyzed by using A Completely Randomized Design followed by the Duncan Multiple Range Test for any significant difference among treatments. Two hundred eighty d.o.c (unsexed) were alloted into seven treatment diets with four replications (ten broilers in each replicate). The broilers were raised up to six weeks old. The combination of the treatment diets were : 1. Control diet (P1); 2. Control diet + natugrain 200 ppm/kg (P2); 3. Control diet + phytase 500 FTU/kg (P3); 4. Control diet + phytase 1000 FTU/kg (P4); 5. Control diet + fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg (P5); 6. Control diet + fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg + phytase 500 FTU/kg (P6); 7. Control diet + fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg + phytase 1000 FTU/kg (P7). The 1000 FTU phytase/kg diet (P4) improved feed conversion and the weight of the carcass’breast significantly (P<0.05), but did not significantly influence the feed consumption, body weight gain, the percentage of internal organs, the water content of the feces, the protein digestibility, Ca digestibility, and P digestibility. The fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg diet combined with 1000 FTU phytase/kg diet (P7) significantly increased (P<0.05) fiber digestibility. The fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg diet with or without 1000 FTU phytase/kg diet highly significantly increased (P<0.01) the nitrogen corrected true metabolizable energy (EMMn) and the true metabolizable energy (EMM). The highest saccharification activity of the extract gizzard content obtained from the chicken fed the fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg diet (P5) and from the chicken fed the fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg combined with 500 FTU phytase/kg diet (P6). The fiber degrading enzymes (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg combined with 500 FTU phytase in the diet (P6) gave the highest saccharification activity of the ration.

Keywords : fiber degrading enzyme, phytase, broiler

RINGKASAN

SISKA TIRAJOH. Kombinasi Enzim Pemecah Serat dan Fitase dalam Ransum terhadap Penampilan Ayam Broiler. Dibimbing oleh WIRANDA GENTINI PILIANG dan PIUS PERTUMPUN KETAREN.

Pakan merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam suatu usaha perunggasan, sebagian besar bahan baku pakan masih diimpor dari luar negeri dengan harga mahal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemandirian industri perunggasan dengan pemanfaatan bahan pakan lokal, tetapi bahan pakan lokal seperti dedak padi mengandung serat dan fitat tinggi sehingga penggunaanya kedalam ransum harus dibatasi. Untuk mengurangi kandungan serat dan fitat yang tinggi dalam bahan pakan perlu penggunaan enzim untuk mencerna bahan pakan. Penggunaan enzim diharapkan dapat membantu mencerna bahan pakan yang sulit dicerna dan meningkatkan ketersediaan zat gizi bahan pakan sehingga penggunaan bahan pakan lokal seperti dedak padi yang banyak mengandung serat dan fitat tinggi, tidak akan menghambat pertumbuhan ayam broiler yang diikuti peningkatan efisiensi pakan serta dapat menekan harga pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan dosis dan kombinasi enzim pemecah serat dan fitase yang efektif dalam ransum yang mengandung dedak padi dan efeknya terhadap penampilan ayam broiler.

Metode analisis data menggunakan analisis ragam mengikuti pola

Rancangan Acak Lengkap (RAL), apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Sebanyak 280 ekor anak ayam umur sehari dialokasikan secara acak kedalam tujuh perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari empat ulangan sehingga terdapat 28 unit percobaan dan masing-masing unit percobaan terdiri dari 10 ekor ayam broiler. Kombinasi ransum perlakuan terdiri dari : 1. Ransum kontrol (P1); 2. P1 + natugrain 200 ppm/kg (P2); 3. P1 + fitase 500 FTU/kg (P3); 4. P1 + fitase 1000 FTU/kg (P4); 5. P1 + enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg (P5); 6. P1 + enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg + fitase 500 FTU/kg (P6); 7. P1 + enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 unit/kg + fitase 1000 FTU/kg (P7).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim fitase 1000 FTU/kg (P4) dalam ransum nyata (P<0.05) memperbaiki konversi ransum dan bobot karkas dada. Fitase 1000 FTU/kg mempunyai nilai konsumsi ransum rendah dengan pertambahan bobot badan lebih tinggi sehingga lebih efisien dalam menggunakan ransum. Pemberian enzim fitase, enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) dan kombinasinya tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, persentase bobot organ dalam, kadar air feses, kecernaan protein, kecernaan kalsium dan fosfor. Kombinasi enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 U/kg (P5) dengan fitase 1000 FTU/kg (P7) nyata (P<0.05) meningkatkan kecernaan serat kasar. Enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 U/kg (P5) maupun kombinasinya dengan fitase 1000 FTU/kg (P7) sangat nyata (P<0.01) meningkatkan energi metabolis murni (EMM) dan energi metabolis murni terkoreksi nitrogen (EMMn). Aktivitas sakarifikasi ekstrak isi

rempela tertinggi pada perlakuan enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 U/kg (P5) dan kombinasinya dengan fitase 500 FTU/kg (P6). Aktivitas sakarifikasi ekstrak pakan tertinggi pada perlakuan enzim pemecah serat (Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum) 7.5 U/kg dan kombinasinya dengan fitase 500 FTU/kg (P6). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan enzim fitase 1000 FTU/kg (P4) kedalam ransum dapat meningkatkan performan ayam broiler, terlihat dengan rendahnya efisiensi ransum dan bobot karkas yang tinggi.

@ HakCipta milik IPB, tahun 2009 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber

a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah

b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB 2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya

KOMBINASI ENZIM PEMECAH SERAT DAN FITASE

Dokumen terkait