• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis dengan judul Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai pada Berbagai Kedalaman Muka Air di Lahan Rawa Pasang Surut adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Juni 2010

Danner Sagala NRP A252080011

DAFTAR PUSTAKA

Alihamsyah T, Ar-Riza I. 2006. Teknologi pemanfaatan lahan rawa lebak. Di dalam: Suriadikarta DA, Kurnia U, Suwanda MH, Hartatik W, Setyorini D, editor. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Ed ke-1. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. hlm 181-201.

Arifin. 2008. Respon tanaman kedelai terhadap lama penyinaran. Agrivita 30(1): 61-66.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Palawija di Indonesia. www.bps.go.id [19 Maret 2010].

Banyuasin. 2010. Letak geografis banyuasin. www.banyuasin.go.id [5 Mei 2010].

[CSIRO] Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation. 1983. Soybean response to controlled waterlodging. Di dalam: Lehane R, editor. Rural Research. The Science Communication of CSIRO’s Beaureau of Scientific Services. hlm 4-8.

[DEPTAN] Departemen Pertanian. 2008. Rencana aksi percepatan peningkatan produksi kedelai tahun 2008. Pertemuan teknis penanaman kedelai. Jakarta. 17 hlm.

Djayusman M, Suastika IW, Soelaeman Y. 2001. Refleksi pengalaman dalam pengembangan sestem usaha pertanian di lahan pasang surut, Pulau Rimau. Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor, Juni 2001.

Fehr WR, Cavines CE, Burmood DT, Pennington JS. 1971. Stage of development descriptions for soybeans Glycine max (L.) Merill. Crop Sci., 11: 929-931.

Garside AL, Lawn RJ, Byth DE. 1982. Irrigation Management of Soybean (Glycine max (L.) Merill) in a Semi-arid Tropical Environment. III. Response to Saturated Soil Culture. Aust. J. Agric. Res., 43: 1019-1032.

Ghulamahdi M, Rumawas F, Wiroatmojo J, Koswara J. 1991. Pengaruh pemupukan fosfor dan vari terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai pada budidaya jenuh air. Forum pasca Sarjana, 14(1): 25-34.

Ghulamahdi M. 1999. Perubahan fisiologi tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merill) pada budidaya tadah hujan dan jenuh air. Disertasi. Bogor. Program Pascasarjana. Institut Pertanian. Bogor.

40

Ghulamahdi M, Aziz SA, Melati M, Dewi N, Rais SA. 2006. Aktivitas nitrogenase, serapan hara dan pertumbuhan dua varietas kedelai pada kondisi jenuh air dan kering. Bul. Agron., 34(1):32-38.

Ghulamahdi M. 2008. Pengaruh genotip dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai panen muda pada budidaya jenuh air. J. Agripeat, 9(2):49-54.

Ghulamahdi M, Nirmala E. 2008. Pengaruh waktu pemetikan dan genotip terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai pada budidaya jenuh air. Anterior Jurnal, 8(1):6-13.

Ghulamahdi M, Melati M, Murdianto. 2009. Penerapan teknologi budidaya jenuh air dan penyimpanan benih kedelai di lahan pasang surut. Laporan akhir program insentif tahun 2009. Kementrian Negara Riset dan Teknologi.

Hartley RA, Lawn RJ, Byth DE. 1993. Genotypic Variation in Growth and Seed Yield of Soybean [Glycine max (L.) Merr.] in Saturated Soil Culture. Aust. J. Agric. Res., 44: 689-702.

Hunter MN, De Fabrun PLM, Byth DE. 1980. Response of Nine Soybean Line to Soil Moisture Conditions Close to Saturation. Austral. J.Exp. Agric. Anim. Husb., 20: 339-345.

Inderadewa D, Sastrowinoto S, Notohadiswarno S, Prabowo H. 2004. Metabolisme nitrogen pada tanaman kedelai yang mendapat genangan dalam parit. Ilmu Pertanian, 2: 68-75.

Irwan AW. 2006. Budidaya tanaman kedelai (Glycine max (l.) Merill). Jatinangor: Jurusan Budidaya Pertanian Faperta Unpad. 40 hlm.

Konsten CJM, Suping S, Aribawa IB, Widjaja-Adhi IPG. 1990. Chemical processes in acid sulphate soils in Pulau Petak, South and Central Kalimantan, Indonesia. Di dalam: Papers Workshop on Acid Sulphate Soils in the Humid Tropics. Bogor, 20-22 November 1990. AARD and LAWOO. hlm 109-135.

Lawn B. 1985. Saturated Soil Culture Expanding the Adaptation of Soybeans. Food Legumes Newsletter, 3: 2-3.

Lin SC, Binns MR, Lafkovitch LP. 1996. Stability analysis, where do we tand. Crop Sci., 26: 894-900.

Marschner H. 1995. Mineral Nutrition of Higher Plants. London. Academic Press. hlm 229-369.

Mattjik AA, Sumertajaya IM. 2002. Perancangan percobaan dengan aplikasi SAS dan Minitab. Bogor. IPB Press.

41

Nathanson K, Lawn R L, De Fabrun PLM, Byth DE. 1984. Growth, nodulation and nitrogen accumulation by soybean in saturated soil culture. Field Crops Res., 8: 73-92.

Noor M. 2004. Lahan Rawa: Sifat dan Pengelolaan Tanah Bermasalah Sulfat Masam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suastika IW, Sutriadi MT. 2001. Pengaruh Perbaikan Tata Air Mikro terhadap Kualitas Air Tanah dan Hasil Tanaman. Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Badan Penelitin dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor. Juni 2001.

[PUSDATARAWA] Pusat Data - Informasi Daerah Rawa & Pesisir. 2006. Manajemen air & lahan rawa pasang surut. http://www.pusdatarawa.or.id/wp-content/uploads/2010/01/LWMTL.pdf [5 Mei 2010].

Purcell LC, Vories ED, Pounce PA, King CA. 1997. Soybean growth and yield response to saturated soil culture in a temperate environment. Field Crops Research, 49, 205-213.

Ralph W. 1983. Soybean Response to Controlled Waterlodging. Rural Res., 120: 4-8.

Sabran M, William E, Saleh M. 2000. Pengujian galur kedelai di lahan pasang surut. Bul. Agron: 28(2) 41-48.

Small HG, Ohlrogge AJ. 1973. Plant analysis as an aid in fertilizing soybean and peanuts. Di dalam: Walsh LM, Beaton JD, editor. Soil testing and plant analysis. Edisi Revisi. Madison: Soil Science Society of America. hlm 315-327.

Somaatmadja et al. 1985. Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. 509 hal.

Suastika IW, Ismail IG. 1992. Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Pasang Surut. Di dalam: Partohardjono S, Syam M, editor. Risalah Pertemuan Nasional Pengembangan Pertanian Di lahan Rawa Pasang Surut Dan Lebak. Cisarua, 3-4 Maret 1992. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Suastika IW, Sutriadi MT. 2001. Pengaruh Perbaikan Tata Air Mikro terhadap Kualitas Air Tanah dan Hasil Tanaman. Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumater Selatan. Badan Penelitin dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor. Juni 2001.

42

Subagyo H. 1997. Potensi pengembangan dan tata ruang lahan rawa untuk pertanian. h. 17-55. Di dalam: A.S. Karama et al., editor. Prosiding Simposium Nasional dan Kongres VI PERAGI. Makalah Utama. Jakarta, 25-27 Juni 1996.

Subagyo H. 2006a. Klasifikasi dan Penyebaran Lahan Rawa. Di dalam: Suriadikarta, D.A., U. Kurnia, Mamat H.S., W. Hartatik, D. Setyorini, editor. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Ed ke-1. Bogor: Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Hlm 1-22.

Subagyo H. 2006b. Lahan Rawa Pasang Surut. Di dalam: Suriadikarta, D.A., U. Kurnia, Mamat H.S., W. Hartatik, D. Setyorini, editor. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Ed ke-1. Bogor: Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Hlm 23-98.

Sudaryanto T, Swastika DKS. 2007. Ekonomi Kedelai di Indonesia. Dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto dan Kasim H, Editor. Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. hlm 1-27.

Sudaryono, Taufiq A, Wijanarko A. 2007. Peluang peningkatan produksi kedelai di Indonesia. Dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto dan Kasim H, Editor. Kedelai – Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. hlm 130-167.

[SUMSEL] Sumatera Selatan. 2010. Sumatera Selatan. www.sumsel.go.id [5 Mei 2010].

Sunarto. 2001. Toleransi kedelai terhadap tanah salin. Bul. Agron., 29(1), 27-30.

Suriadikarta DA. 2005. Pengelolaan Lahan Sulfat Masam untuk Usaha Pertanian. Jurnal Litbang Pertanian, 24(1), 36-45.

Suriadikarta DA, Sjamsidi G. 2001. Teknologi peningkatan produktivitas tanah sulfat masam. Laporan akhir. Proyek Sumber Daya Lahan Tanah dan Iklim.

Suyamto et al. 2007. Pengelolaan tanaman terpadu padi lahan rawa pasang surut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 37 hlm.

Taiz L, Zeiger E. 1998. Plant Physiology. Ed ke-2. Massachucetts: Sinauer Associates Inc. Publ. hlm 259-282.

43

Taufik A, Kustyastuti H, Mansuri AG. 2004. Pemupukan dan ameliorasi lahan kering masam untuk peningkatan produktivitas kedelai. Prosiding lokakarya pengembangan kedelai melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu di lahan kering masam. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung, 30 September 2004. hlm 21-40.

Tampubolon B. 1988. Pengaruh Penggenangan pada Berbagai Fase Pertumbuan Kedelai (Glycine max L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi [tesis]. Bogor. Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Troedson RJ, Lawn RJ, Byth DE, Wilson GL. 1984. Nitrogen Fixation by Soybean in Saturated Soil. Austral. Legume Nodulation Conf. Sidney.

Troedson RJ, Garside AL, Lawn RJ, Byth DE, Wilson GL. 1984. Saturated soil culture-an innovative water management option for soybean in the tropics and subtropics. Di dalam: Shanmugasundaram S and Sulzberger EW, Editor. Soybean in Tropical and Subtropical Cropping Systems. Proc. of a Symp. Tsukuba. Japan. hlm 171–180.

Widjaja-Adhi IPG, Nugroho K, Suriadikarta DA, Karama A.S. 1992. Sumberdaya Lahan Rawa: Potensi, keterbatasan dan pemanfaatan. Didalam: Partohardjono, S. dan M. Syam, editor. Risalah Pertemuan Nasional Pengembangan Pertanian Di lahan Rawa Pasang Surut Dan Lebak. Cisarua 3-4 Maret 1992. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Widjaja-Adhi IPG. 1995. Pengelolaan tanah dan air dalam pengembangan sumberdaya lahan rawa untuk usahatani berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Makalah disampaikan pada Pelatihan Calon Pelatih untuk Pengembangan Pertanian di Daerah Pasang Surut, 26-30 Juni 1995, Karang Agung Ulu, Sumatera Selatan.

44

Lampiran 1 Data analisis tanah saat panen

Sampel P2O5 (Bray 1) (ppm) K2O (Morgan) (ppm) Mn (ppm) S (%) Fe (%) Pirit (%) pH 1 185.60 69.70 110.00 0.07 1.03 0.14 2 193.60 43.40 103.00 0.09 1.07 0.17 3 180.00 40.10 106.00 0.11 1.04 0.21 4 196.90 63.10 110.00 0.10 1.08 0.19 5 186.50 82.10 108.00 0.07 1.01 0.13 6 179.50 54.80 166.00 0.08 1.09 0.16 7 214.80 20.30 191.00 0.09 1.03 0.18 8 221.70 66.50 161.00 0.08 1.08 0.15 9 178.90 59.10 114.00 0.09 1.04 0.17 10 191.10 49.30 88.00 0.10 1.17 0.18 11 193.70 30.40 104.00 0.09 1.20 0.16 12 190.00 38.50 98.00 0.09 1.27 0.18 13 199.90 79.90 153.00 0.09 1.18 0.17 14 206.10 25.40 103.00 0.10 1.21 0.19 15 200.10 49.90 112.00 0.09 1.36 0.17 16 195.20 38.30 116.00 0.10 1.19 0.18 Rerata 194.60 50.68 121.44 0.09 1.13 0.17 5.3

45

Lampiran 2 Data curah hujan (mm/hari) daerah penelitian

Tgl JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP

1 3.2 42.1 9.3 - - 5.7 TTU 2 1.9 0.3 11.0 - TTU - 21.1 - 3 17.6 12.4 - 19.6 8.9 - - - 4 4.0 TTU - 59.3 TTU - - - 5 18.8 0.7 7.3 24.6 - 1.0 3.5 - 6 0.8 - 33.8 45.3 0.8 - 0.8 - 7 37.3 4.3 0.4 9.0 - - - - 8 - 0.4 64.4 TTU 4.7 21.6 TTU - 9 TTU - 61.0 0.5 7.3 - - - 10 4.5 - - 0.3 0.5 - - - 11 - TTU 43.8 41.7 2.5 - - TTU 12 2.8 12.4 9.0 31.1 - 5.0 - 2.9 13 TTU 2.9 44.7 - 1.7 TTU - - 14 8.0 1.3 26.4 - - 0.2 - 1.6 15 4.3 0.5 70.7 TTU 6.6 56.0 - - 16 2.6 - 16.5 TTU 0.3 1.2 - 11.7 17 0.4 14.0 0.8 - 19.1 16.9 - - 18 1.4 - - 8.0 - - - - 19 TTU 6.8 - 0.8 - - - 3.0 20 - 7.1 1.4 - - TTU - TTU 21 10.8 TTU 22 - - 36.0 - - - - 0.3 23 - 13.1 65.0 - - - TTU - 24 4.0 12.8 0.5 - - 0.8 - - 25 30.7 1.7 TTU - - - - 2.2 26 3.4 20.3 4.5 - - - 2.9 9.5 27 10.7 0.4 TTU 17.0 - 6.9 TTU 8.4 28 19.1 - - - 0.6 - - 29 2.7 - - - 71.6 - 30 12.9 1.5 - - 1.0 - 31 - 42.5 - - Jumlah 191.1 153.5 560.8 257.2 52.4 189.5 28.3 39.6 Keterangan:

- Pengukuran curah hujan dilakukan setiap jam 07.00 WIB - Hujan ringan jika intensitas 5 – 20 mm/hari

- Hujan sedang jika intensitas 20 – 25 mm/hari - Hujan lebat jika intensitas 50 – 100 mm/hari - Hujan sangat lebat jika intensitas >100 mm/hari

46

Lampiran 3 Data suhu udara maksimum (oC) daerah penelitian

Tgl JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP

1 30.9 29.2 33.8 32.6 33.4 33.8 32.2 33.4 34.0 2 31.2 30.2 32.9 32.6 32.4 34.0 30.4 32.6 33.5 3 32.4 29.8 33.0 31.2 33.4 32.6 31.0 33.0 33.8 4 30.4 29.4 33.0 31.6 32.8 31.4 32.6 33.0 33.5 5 30.8 31.4 30.8 32.4 33.1 33.7 33.4 33.9 34.3 6 28.8 30.9 33.4 31.3 33.2 34.6 32.6 33.6 34.0 7 28.9 31.2 29.2 32.8 33.8 33.4 30.4 33.5 33.8 8 28.0 30.5 32.3 31.6 32.7 32.0 31.3 34.2 34.2 9 30.2 30.8 33.2 32.8 31.6 33.4 33.0 32.9 34.1 10 29.4 31.0 29.9 33.4 32.8 34.0 33.0 31.3 34.0 11 31.1 29.8 33.5 33.2 27.0 34.4 31.8 32.8 34.1 12 30.8 31.8 31.2 32.6 32.8 31.0 32.8 34.3 35.3 13 33.0 32.5 32.8 32.4 33.6 33.7 31.7 34.4 34.6 14 27.6 33.6 31.2 33.6 31.8 33.0 31.8 33.5 34.3 15 30.8 33.0 28.8 33.2 33.3 33.6 32.6 33.9 31.6 16 30.1 32.0 32.4 30.6 33.2 30.2 33.2 32.2 32.7 17 29.2 31.4 33.2 34.2 32.6 33.2 33.2 31.8 30.4 18 31.0 30.4 33.8 34.6 29.4 31.9 32.6 34.0 32.9 19 30.4 31.0 30.6 32.5 32.8 32.8 33.4 32.4 33.8 20 30.0 29.5 33.5 34.0 31.6 33.1 32.4 33.4 34.6 21 30.8 31.8 31.2 32.6 33.2 32.8 33.6 33.7 34.1 22 32.3 31.0 32.2 33.5 33.9 32.6 32.8 33.0 35.1 23 32.5 29.4 33.4 29.4 33.9 33.3 33.2 33.3 34.4 24 32.8 30.5 30.4 33.8 33.8 32.6 33.2 33.6 34.2 25 28.7 30.8 33.7 33.6 33.8 32.4 32.7 33.1 35.6 26 29.2 31.7 31.7 34.3 34.2 32.6 30.6 32.6 36.2 27 30.3 32.0 32.4 33.3 33.6 32.6 32.1 33.3 35.0 28 32.0 31.6 336 34.0 34.2 33.0 33.7 33.6 33.5 29 30.3 33.5 33.6 34.4 32.0 32.8 34.1 34.1 30 31.2 30.1 34.6 34.0 31.4 32.7 33.6 31 29.8 30.5 33.4 32.8 34.2 36.2 Max 33.0 33.6 33.8 34.6 34.4 34.6 33.7 34.4 30.4 Min 27.6 29.2 28.8 29.4 27.0 30.2 30.4 31.3 34.1 rerata 30.6 31.1 32.2 32.9 32.9 32.9 32.5 33.3

47

Lampiran 4 Deskripsi varietas Tanggamus

Nomor asal : K3911-66

Asal : Persilangan tunggal (singlecross) antara kerinci x No.3911

Warna hipolotil : Ungu Warna epikotil : Hijau

Warna daun : Hijau

Warna biji : Kuning

W. kulit polong masak : Coklat

Warna bulu : Coklat

Tipe pertumbuhan : Determinate Tinggi tanaman : 67 cm Umur mulai berbunga : 35 hari Umur polong masak : 88 hari

Kerebahan : Tahan

Bobot 100 biji : 11 g Kandungan protein : 44% Kandungan lemak : 12.9% Rata-rata hasil : 1.7 ton/ha

Ketahanan penyakit : Toleran penyakit karat

Keterangan : Wilayah adaptasi lahan masam

Pemulia : Darman M. Arsyad, M. Muchlish Adie, Heru, Kuswantoro, Purwantoro

Tahun dilepas : 2001

48

Lampiran 5 Deskripsi varietas Slamet

Nomor asal : T33 (Unsoed 1)

Asal : Persilangan Dempo x wilis

Warna hipolotil : Ungu Warna epikotil : Ungu

Warna daun : Hijau

Warna biji : Kuning

W. kulit polong masak : Coklat

Warna bulu : Coklat

Tipe pertumbuhan : Determinate Tinggi tanaman : 65 cm Umur mulai berbunga : 37 hari Umur polong masak : 87 hari

Kerebahan : Tahan

Bobot 100 biji : 12.5 g Kandungan protein : 34% Kandungan lemak : 15% Rata-rata hasil : 2.26 ton/ha

Ketahanan penyakit : Agak tahan penyakit karat Keterangan : Sesuai untuk lahan masam

Pemulia : Sunarto, Noor Farid, dan Suwarto Tahun dilepas : 1995

49

Lampiran 6 Deskripsi varietas Wilis

Nomor asal : B 3034

Asal : seleksi keturunan persilangan orba x n0.1682 Warna hipolotil : Ungu

Warna epikotil : Ungu

Warna daun : Hijau

Warna, bentuk biji : Kuning, oval, agak pipih W. Kulit polong masak : Coklat tua

Warna bulu : Coklat tua Tipe pertumbuhan : Determinate Tinggi tanaman : 60 cm Umur mulai berbunga : 39 hari Umur polong masak : 88 hari

Kerebahan : Tahan

Bobot 100 biji : 10 g Kandungan protein : 37% Kandungan lemak : 18% Rata-rata hasil : 1.6 ton/ha

Ketahanan penyakit : Toleran penyakit karat dan virus Keterangan : Polong tua tidak mudah pecah

Pemulia : Sumarno, Darman M. Arsyad, Rodiah, Ono Sutrisno

Tahun dilepas : 1983

50

Lampiran 7 Deskripsi varietas Anjasmoro

Asal : Seleksi massa dari populasi galur murni Warna hipolotil : Ungu

Warna epikotil : Ungu

Warna daun : Hijau

Warna bunga : Ungu

Warna biji : Kuning

W. kulit polong masak : Coklat muda

Warna bulu : Putih

Warna hilum : Kuning kecoklatan Tipe pertumbuhan : Determinate

Bentuk daun : Oval

Ukuran daun : Lebar

Perkecambahan : 78 – 76% Tinggi tanaman : 64 - 68 cm Jumlah cabang : 2.9 – 5.6 Jumlah buku btg utama : 12.9 – 14.8 Umur berbunga : 35.7 – 39.4 hari Umur polong masak : 82.5 – 92.5 hari

Kerebahan : Tahan

Bobot 100 biji : 14.8 – 15.3 g Kandungan protein : 41.78 – 42.05% Kandungan lemak : 17.12 – 18.6% Rata-rata hasil : 2.25 – 2.03 ton/ha Ketahanan karat daun : Sedang

Ketahanan pecah polong : Tahan

Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M, Darman M. Arsyad, M. Muchlish Adie

Tahun dilepas : 2001

51

Lampiran 8 Rekapitulasi analisis sidik ragam data sebelum panen

Peubah P Value

Kedalaman muka air Varietas Interaksi Tinggi tanaman 4 MST 0.0815tn 0.0001* 0.2214tn 6 MST 0.1451tn 0.0003* 0.3024tn 8 MST 0.6203tn 0.0001* 0.5540tn 10 MST 0.6359tn 0.0001* 0.4188tn Jumlah daun 4 MST 0.3741tn 0.0004* 0.1032tn 6 MST 0.5233tn 0.0001* 0.2876tn Jumlah cabang 8 MST 0.6029tn 0.0001* 0.6556tn 10 MST 0.7415tn 0.0001* 0.3591tn

Kadar hara daun

N 0.7110 tn 0.0242* 0.2988 tn P 0.3848 tn 0.1536 tn 0.7978 tn K 0.5410 tn 0.2022 tn 0.9014 tn Fe 0.7328 tn 0.0653 tn 0.5587 tn Mn 0.6325 tn 0.1841 tn 0.6909 tn Bobot kering Batang 0.6650tn 0.4029tn 0.6615tn Daun 0.6083tn 0.0002* 0.5506tn Bintil akar 0.9173tn 0.0371* 0.3514tn Akar 0.4998tn 0.0150* 0.9297tn Total 0.6647tn 0.0263* 0.7129tn

Serapan hara daun

N 0.6551tn 0.0001* 0.6006tn

P 0.3356tn 0.0609tn 0.8708tn

K 0.5504tn 0.0066* 0.7033tn

Fe 0.7731tn 0.1308tn 0.3893tn

Mn 0.6566tn 0.0032* 0.7553tn

Keterangan: * berpengaruh nyata pada taraf 5% tn berpengaruh tidak nyata pada taraf 5%

Lampiran 9 Rekapitulasi analisis sidik ragam data saat panen

Peubah P Value

Kedalaman muka air Varietas Interaksi

Tinggi tanaman 0.0001* 0.0001* 0.0487* Jumlah daun 8 MST 0.0001* 0.0001* 0.0001* Jumlah cabang 0.0001* 0.0001* 0.0206* Jumlah polong/tanaman 0.0001* 0.0001* 0.0948tn Produktivitas 0.0001* 0.0001* 0.0019* Umur 50% berbunga 0.0500* 0.0001* 0.0827tn Umur panen 0.0001tn 0.0015* 0.6344tn

Keterangan: * berpengaruh nyata pada taraf 5% tn berpengaruh tidak nyata pada taraf 5%

52

Lampiran 10 Korelasi antar peubah yang diamati Tinggi tanaman Jumlah daun Jumlah cabang Jumlah polong Produktiv-itas Jumlah daun 0.070 tn Jumlah cabang 0.256 tn 0.798* Jumlah polong 0.343 * 0.766* 0.851* Produktivitas -0.001 tn 0.796* 0.759* 0.74* Umur 50% berbunga 0.264 tn 0.349* 0.463* 0.490* 0.278 tn Umur panen 0.000 tn 0.192 tn 0.065 tn -0.032 tn 0.212 tn Bobot kering batang 0.431* 0.048 tn 0.248 * 0.356* 0.244 tn Bobot kering daun 0.146 tn 0.309 * 0.429 * 0.540* 0.540* B.K. bintil akar -0.271 tn -0.187 tn -0.155 tn -0.110 tn 0.042 tn Bobot kering akar 0.284* 0.393 * 0.438 * 0.450 * 0.482* Bobot kering total 0.303* 0.183 tn 0.346* 0.455* 0.407* Serapan N 0.263 tn 0.336* 0.440* 0.547* 0.523* Serapan P 0.129 tn 0.116 tn 0.265 tn 0.337* 0.336* Serapan K 0.179 tn 0.107 tn 0.235 tn 0.372* 0.336* Serapan Fe -0.173 tn -0.047 tn 0.004 tn 0.034 tn 0.195 tn Serapan Mn 0.195 tn 0.254 tn 0.300 * 0.404* 0.460* Kadar N 0.390* 0.253 tn 0.279 tn 0.317* 0.237 tn Kadar P -0.118 tn -0.284* -0.219 tn -0.277* -0.285* Kadar K 0.084 tn -0.069 tn -0.009 tn 0.076 tn 0.041 tn Kadar Fe -0.234 tn -0.190 tn -0.146 tn -0.155 tn 0.009 tn Kadar Mn 0.149 tn 0.094 tn 0.033 tn 0.085 tn 0.136 tn Lampiran 10 Korelasi antar peubah yang diamati (lanjutan)

Umur 50% berbunga Umur panen Bobot kering batang Bobot kering daun B.K. bintil akar Umur panen 0.317*

Bobot kering batang 0.021tn -0.186 tn

Bobot kering daun 0.056 tn -0.082 tn 0.839*

B.K. bintil akar -0.196 tn -0.011 tn 0.207 tn 0.290*

Bobot kering akar 0.164 tn 0.215 tn 0.640* 0.678* 0.054 tn Bobot kering total 0.039 tn -0.115 tn 0.961* 0.952* 0.294* Serapan N 0.039 tn -0.052 tn 0.837* 0.937* 0.191 tn Serapan P -0.141 tn -0.132 tn 0.724* 0.822* 0.246 tn Serapan K -0.073 tn -0.157 tn 0.794* 0.812* 0.256 tn Serapan Fe -0.177 tn 0.115 tn 0.373* 0.432* 0.618* Serapan Mn -0.038 tn -0.144 tn 0.794* 0.805* 0.231 tn Kadar N 0.004 tn 0.044 tn 0.383* 0.311* -0.130 tn Kadar P -0.382* -0.133 tn -0.108 tn -0.150 tn 0.024 tn Kadar K -0.189 tn -0.120 tn 0.382* 0.286* 0.138 tn Kadar Fe -0.209 tn 0.095 tn 0.052 tn 0.062 tn 0.536* Kadar Mn -0.118 tn -0.180 tn 0.322* 0.171 tn 0.045 tn

Ket: angka yang tertera dalam sel adalah nilai korelasi Pearson, * ada korelasi yang nyata pada taraf 5%,

tn

53

Lampiran 10 Korelasi antar peubah yang diamati (lanjutan) Bobot kering akar Bobot kering total Serapan N Serapan P Serapan K

Bobot kering total 0.725*

Serapan N 0.655* 0.916* Serapan P 0.525* 0.798* 0.859* Serapan K 0.549* 0.833* 0.866* 0.839* Serapan Fe 0.269tn 0.442* 0.378* 0.320* 0.318* Serapan Mn 0.560* 0.830* 0.823* 0.712* 0.805* Kadar N 0.250 tn 0.352* 0.613* 0.458* 0.520* Kadar P -0.144 tn -0.133 tn -0.021 tn 0.408* 0.118 tn Kadar K 0.209 tn 0.352* 0.446* 0.504* 0.774* Kadar Fe -0.005 tn 0.083 tn 0.025 tn 0.013 tn 0.033 tn Kadar Mn 0.124 tn 0.258 tn 0.266 tn 0.196 tn 0.356*

Lampiran 10 Korelasi antar peubah yang diamati (lanjutan) Serapan Fe Serapan Mn Kadar N Kadar P Kadar K Kadar Fe Serapan Mn 0.353* Kadar N 0.054tn 0.418* Kadar P -0.106 tn -0.090 tn 0.232 tn Kadar K 0.095 tn 0.458* 0.576* 0.364* Kadar Fe 0.890* 0.058 tn -0.062 tn -0.060 tn 0.009 tn Kadar Mn 0.080 tn 0.708* 0.334* -0.012 tn 0.394* 0.020 tn

Ket: angka yang tertera dalam sel adalah nilai korelasi Pearson. * ada korelasi yang nyata pada taraf 5%,

tn

PRAKATA

Berkurangnya lahan produktif menyebabkan pengembangan lahan pertanian diarahkan pada lahan marginal potensial, di antaranya adalah lahan rawa pasang surut. Pengelolaan lahan rawa pasang surut membutuhkan penanganan khusus karena mengandung pirit baik aktual maupun potensial. Tesis yang berjudul Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai pada Berbagai Kedalaman Muka Air di Lahan Rawa Pasang Surut ini akan mencoba memberikan salah satu jawaban atas pengelolaan lahan pasang surut di Provinsi Sumatera Selatan.

Penulis sangat bersyukur pada Yesus Kristus atas segala karuniaNya penulis dapat menyelesaikan penelitian hingga penulisan tesis ini dengan baik. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih pada Dr. Munif Ghulamahdi dan Dr. Maya Melati sebagai komisi pembimbing yang dengan sabar membimbing penulis. Ungkapan terima kasih disampaikan kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani, Bapak Tukijo, dan para petani Desa Banyu Urip, secara khusus kepada Bapak Ngatimin, Bapak/Ibu Suaji, Bapak Muhtar dan Bapak Sumarno, yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini. Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan yang selalu diberikan oleh ayah, ibu, kakak, adik dan Arlien Shirley Sitorus serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan tesis ini.

Bogor,

Dokumen terkait